Prince Of School

Prince Of School
Episode 154


__ADS_3

"Ya udah deh ayo" ucap Fanny.


Lalu mereka semua pun segera duduk.


"Botol nya mana?" tanya Robi.


"Nih" ucap Ardan sambil memberikan botol plastik kepada Robi.


Lalu Robi pun langsung mengambil botol plastik tersebut.


"Udah siap?" tanya Robi.


"Siap" teriak semuanya.


Robi pun langsung memutarkan botol tersebut dan botol tersebut mengarah ke Fanny.


"Truth or dare?" tanya Robi.


"Truth" ucap Fanny.


"Siapa cowok terganteng disini?" tanya Robi.


"Yang jelas bukan luh" ucap Fanny.


Lalu semua pun langsung tertawa karena mendengar ucapan Fanny.


"Ya udah siapa?" tanya Robi.


"Ya semua juga pasti tahu lah kalau Arka yang paling ganteng" ucap Fanny.


"Iya juga sih" ucap Robi.


"Ya udah lanjut" ucap Fanny.


Lalu Robi pun kembali memutarkan botol tersebut dan botol tersebut mengarah ke dirinya sendiri.


"Loh kok ke gue" ucap Robi.


"Truth or dare?" tanya semuanya.


"Truth" ucap Robi.


"Luh naksir kan sama Fanny?" tanya Ardan.


"Kaga" bohong Robi.


"Masa?" ucap Ardan.


"Udah lanjut...lanjut" ucap Robi.


"Luh ngebohong kan?" tanya Ardan.


"Enggak, gue jawab jujur tadi" bohong Robi.


"Ya udah, lanjut" ucap kak Chandra.


Lalu Robi pun segera memutarkan botol tersebut dan botol tersebut mengarah ke dirinya lagi.


"Kok ke gue mulu sih" heran Robi.


"Sini coba sama gue" ucap kak Fauzi.


Lalu kak Fauzi pun segera memutarkan botol tersebut dan botol tersebut mengarah kepada Bina.


"Truth or dare?" tanya semuanya.


"Truth" ucap Bina.


"Luh masih suka gak sama Arka?" tanya Raihan.


Sontak Arka pun langsung melihat kearah Bina karena ia pingin mendengar jawabannya.


Kemudian Bina pun hanya mengangguk.


"Terus luh kenapa pingin putus?" tanya Raihan.


"Udah lanjut aja cepet!" ucap Ardan.


Lalu Ardan pun segera mengambil alih botol itu dan ia pun langsung memutarkan botol tersebut. Kemudian botol tersebut pun mengarah kepada Ririn.


"Truth or dare?" tanya Ardan.


"Dare" ucap Ririn.


"Yakin?" tanya Ardan.


"Iya" ucap Ririn.


"Cium aku sekarang" ucap Ardan.

__ADS_1


"Gak mau" ucap Ririn.


"Ya udah cium gue aja kalau gak mau cium Ardan" canda Raihan.


"Enak aja luh" kesal Ardan.


"Yang lain aja, Dan" ucap Ririn.


"Ya udah kamu joget cepet" ucap Ardan.


"Gak mau ah!" ucap Ririn.


"Ganti jadi truth aja boleh gak?" tanya Ririn.


"Enggak!" ucap Robi.


"Boleh kok" ucap Ardan.


"Ya udah apa?" tanya Ririn.


"Kamu sayang gak sama aku?" tanya Ardan.


"Sayang banget lah" ucap Ririn.


"Aduh telinga gue kenapa jadi sakit gini ya" ucap Kevin.


"Sama gue juga" ucap kak Chandra.


"Ya udah cepet lanjut, jangan ngebucin mulu" ucap kak Fauzi.


Lalu Ardan pun kembali memutarkan botol tersebut dan botol tersebut mengarah kepada Arka.


"Truth or dare?" tanya semuanya.


"Dare" ucap Arka.


"Peluk Bina sekarang!" perintah kak Fauzi.


Sontak Bina dan Arka pun langsung terdiam.


"Kenapa diem?" tanya kak Fauzi.


"Gue sih mau aja peluk Bina, tapi Bina nya pasti gak mau" ucap Arka.


"Na, gak apa-apa kan kalau Arka peluk luh? lagian cuma peluk ini, bukan cium" ucap kak Fauzi.


Bina pun hanya diam.


"Ya udah" ucap Bina.


Sontak semuanya pun langsung terkejut saat mendengar ucapan Bina.


"Beneran boleh?" ucap Arka.


Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


Lalu Arka pun segera menghampiri Bina, dan Bina pun langsung bangun dari duduknya.


Kemudian Arka pun langsung memeluk Bina dengan erat.


Lalu Bina pun berniat melepaskan pelukannya karena Arka memeluknya terlalu lama.


Namun saat Bina mau melepaskan pelukannya, Arka pun semakin mempererat pelukannya.


"Ka, luh nangis?" tanya kak Chandra.


Lalu Arka pun segera melepaskan pelukannya dan ia pun segera pergi tanpa melihat kearah teman-temannya.


"Arka nangis?" tanya Robi kepada kak Chandra.


"Enggak tahu juga sih, tapi tadi matanya kayak berkaca-kaca" ucap kak Chandra.


"Guys, gue pulang duluan ya" ucap Bina sambil pergi.


"Loh kenapa pada pergi" ucap Kevin.


Setelah keluar dari cafe, Bina pun melihat Arka yang sedang duduk di luar cafe tersebut.


Saat Arka melihat ada Bina, Arka pun segera mengusap air matanya.


"Na, kamu mau pulang?" tanya Arka.


Bina pun hanya mengangguk.


"Ya udah aku anterin ya" ucap Arka.


"Enggak usah, aku bisa pulang sendiri" ucap Bina.


Bina pun berniat pergi namun tangannya dipegang oleh Arka.

__ADS_1


Kemudian Arka pun memeluk Bina kembali dan ia pun langsung menangis.


"Maafin papah aku, Na" lirih Arka sambil menangis.


"Papah kamu gak salah kok, Ka" ucap Bina sambil menahan tangisnya.


"Kan aku udah bilang kalau papah kamu gak salah" ucap Bina.


"Terus kenapa kamu pingin putus sama aku?" tanya Arka.


"Kan aku udah bilang kalau aku mau fokus belajar" ucap Bina.


"Tapi kenapa harus putus?" tanya Arka.


"Karena kalau pacaran nanti fokus belajar aku jadi ke ganggu" ucap Bina.


"Kamu beneran masih sayang kan sama aku?" tanya Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Terus kenapa nomer telepon sama Instagram aku diblokir sama kamu?" tanya Arka.


Bina pun hanya terdiam.


"Ka, lepasin pelukannya. Aku mau pulang" ucap Bina.


"Aku gak bakal lepasin sebelum kamu buka blokiran aku" ucap Arka.


"Ya udah iya" ucap Bina.


Lalu Arka pun segera melepaskan pelukannya.


"Ya udah cepet buka blokiran nya" kata Arka.


Lalu Bina pun segera menuruti perintah Arka.


"Ya udah cepet follow aku lagi" ucap Arka.


"Ya udah iya" ucap Bina sambil menuruti perintah Arka.


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu" ucap Bina.


"Mau aku anter gak?" tanya Arka.


"Gak usah, aku pulang naik taksi aja" ucap Bina.


"Ya udah kalau gitu hati-hati ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


...****...


Setelah sampai, Bina pun segera membayar ongkos taksi tersebut. Setelah itu ia pun langsung turun dari taksi tersebut.


Kemudian ia pun segera masuk kedalam rumahnya.


"Eh udah pulang" ucap kak Daniel.


"Iya, kak" ucap Bina.


"Ya udah Bina ke kamar dulu ya, kak" ucap Bina.


"Tunggu, dek" ucap kak Daniel.


"Kamu habis nangis ya?" tanya kak Daniel.


"Nangis? enggak kok" bohong Bina.


"Tapi kok mata kamu kayak yang baru nangis" ucap kak Daniel.


"Oh ini gara-gara Bina kucek mulu, makanya matanya jadi merah" bohong Bina.


"Kamu gak habis nangis kan?" tanya kak Daniel.


"Enggak kok, kak" ucap Bina.


"Tadi pulangnya dianter Fanny?" tanya kak Daniel.


"Bukan! tadi dianter taksi" ucap Bina.


"Kenapa gak bareng Fanny?" tanya kak Daniel.


"Soalnya Fanny nya masih mau nongkrong di cafe" ucap Bina.


"Oh gitu" ucap kak Daniel.


"Ya udah kalau gitu Bina ke kamar dulu ya, kak" ucap Bina.


"Iya" ucap kak Daniel.

__ADS_1


Lalu Bina pun segera pergi menuju kamarnya dan ia pun segera mengganti bajunya. Setelah itu, ia pun langsung tidur.


__ADS_2