
Semua siswa dan siswi pun segera pergi ke tenda masing-masing.
"Na, anter gue ke toilet yuk! gue pingin pipis" ucap Fanny.
"Bentar, Fan! gue mau nyimpen hadiah dulu" ucap Bina.
Bina pun segera masuk kedalam tenda dan langsung menyimpan hadiah itu pada tasnya. Lalu setelah itu ia pun segera kembali menghampiri Fanny.
"Ya udah, ayo" ucap Bina.
Lalu mereka pun segera menuju ke toilet. Setelah sampai di toilet, Fanny pun segera masuk kedalam toilet sedangkan Bina menunggu diluar.
Tiba-tiba Bina pun mendengar suara cewek yang sedang menangis di toilet paling ujung.
Tubuh Bina pun seketika merinding sebab ia merasa ketakutan.
Lalu Fanny pun segera keluar dari toilet.
"Kenapa, Na?" tanya Fanny.
"Itu siapa yang nangis?" tanya Bina.
Fanny pun langsung diam karena memang benar bahwa ada suara cewek yang sedang menangis walaupun suara tangisannya kecil.
"Na, ayo pergi" ucap Fanny ketakutan.
Fanny pun segera menarik tangan Bina supaya pergi dari toilet.
Sesampainya ditenda cewek, Fanny dan Bina pun bertemu dengan Bu Jeni.
"Ibu" panggil Bina dan Fanny bersamaan.
"Kenapa?" tanya Bu Jeni.
"Itu ada yang lagi nangis didalam toilet, Bu" ucap Bina.
"Emang dia kenapa nangis?" tanya Bu Jeni.
"Kita juga gak tahu, Bu" ucap Bina dan Fanny bersamaan.
"Ya udah kalau gitu kalian ikut ibu kesana" ucap Bu Jeni.
"Tapi aku takut, Bu. Gimana kalau itu bukan manusia" ucap Fanny.
"Fanny! jangan nakut-nakutin ibu" ucap Bu Jeni sedikit takut.
"Panggil aja guru lelaki, Bu! kan pasti mereka gak bakal takut" ucap Fanny.
"Ya udah kalian panggilin pak Rudi sana" suruh Bu Jeni.
"Baik, Bu" ucap Bina dan Fanny.
Lalu Bina dan Fanny pun segera pergi menuju tenda cowok untuk menemui pak Rudi.
"Kalian ngapain kesini?" tanya Robi yang sedang duduk diluar tenda.
"Kita nyari pak Rudi" ucap Bina.
"Nyari pak Rudi atau nyari Arka?" tanya Robi.
"Pak Rudi lah, ngapain juga nyari si Arka" sahut Fanny.
"Ka, ada pacar luh nih" ucap Robi.
"Na, tuh pak Rudi" teriak Fanny.
Lalu Bina dan Fanny pun segera berlari menghampiri pak Rudi.
Arka pun langsung keluar dari tenda.
"Kenapa, Rob?" tanya Arka.
"Tadi ada pacar luh" ucap Robi.
"Mana?" bingung Arka.
"Tuh" tunjuk Robi.
"Mau ngapain mereka ketemu pak Rudi?" tanya Arka.
"Mau ternak tuyul" ucap Robi.
"Serah luh dah" ucap Arka.
"Na" panggil Arka saat Bina berjalan melewatinya.
"Kenapa, Ka?" tanya Bina.
__ADS_1
"Ada apa sih?" tanya Arka penasaran.
"Itu ada cewek yang nangis di kamar mandi, jadi kita berdua panggil pak Rudi deh. Soalnya kita takut" ucap Bina.
"Ya udah, aku pergi dulu ya" ucap Bina sambil pergi menyusul Fanny dan pak Rudi yang berjalan mendahuluinya.
"Serem banget nangisnya dikamar mandi, mana malem-malem lagi" ucap Robi.
****
S
etelah sampai ditenda cewek, kita bertiga pun bertemu dengan Bu Jeni lagi.
"Beneran ada yang nangis, Bu?" tanya pak Rudi kepada Bu Jeni.
"Kata mereka berdua sih katanya iya" ucap Bu Jeni.
"Ya sudah ayo kita ke toilet bareng-bareng" ucap pak Rudi.
Lalu mereka berempat pun segera pergi menuju toilet.
"Kok kayak enggak ada suara orang nangis sih" ucap Bu Jeni.
"Tadi beneran ada kok, Bu" ucap Bina.
"Kalian ngerjain saya ya" ucap Bu Jeni.
"Enggak kok, Bu! tadi emang ada suara orang nangis. Soalnya saya juga denger" kata Fanny.
"Suara nya di toilet mana?" tanya pak Rudi.
"Dipaling ujung" ucap Bina.
Lalu pak Rudi pun segera mendekati toilet yang paling ujung, dan ternyata pintunya terkunci dari dalam.
Kemudian pak Rudi pun mengetuk pintu tersebut.
"Didalem ada orang gak?" tanya pak Rudi namun tidak ada jawaban.
Akhirnya pak Rudi pun segera mendobrak pintu tersebut.
Dan ternyata...
Tidak ada orang sama sekali.
"Mereka pasti ngerjain kita" ucap pak Rudi.
Lalu pak Rudi dan Bu Jeni pun segera pergi menuju tenda masing-masing.
****
Lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam tenda.
"Na, gue takut" ucap Fanny.
"Gue juga, Fan" ucap Bina.
"Luh berdua kenapa?" tanya Putri sambil tiduran.
Fanny pun segera menceritakan tentang kejadian tadi kepada Putri.
"Diantara kalian ada yang lagi datang bulan gak?" tanya Putri.
"Ada, gue" jawab Fanny.
"Oh pantes aja digangguin" ucap Putri.
"Ya udah lebih baik kalian tidur deh, biar gak kepikiran kejadian yang tadi" ucap Putri.
Akhirnya Bina dan Fanny pun segera tiduran.
"Na, luh bisa tidur gak?" tanya Fanny.
"Kayaknya gak bisa, Fan" ucap Bina.
Bina pun segera mengambil earphone yang berada didalam tasnya. Kemudian ia pun memakai earphone tersebut pada telinganya. Lalu ia pun kembali ke posisi tidur.
"Nyesel banget gue gak bawa earphone" ucap Fanny.
Saat mau memutarkan musik, tiba-tiba ada telepon masuk dari Arka.
Lalu Bina pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Ka" ucap Bina.
"Eh, kirain gak bakal diangkat" ucap Arka.
__ADS_1
"Kenapa telepon?" tanya Bina.
"Cuma mau mastiin aja kamu tidur atau belum" ucap Arka.
"Oh gitu" ucap Bina.
"Terus kamu kenapa belum tidur?" tanya Arka.
"Aku takut, Ka" ucap Bina.
"Takut kenapa?" tanya Arka.
"Tadi kan aku, Fanny, Bu Jeni sama pak Rudi ke toilet itu eh ternyata di toilet itu gak ada siapa-siapa" jelas Bina.
"Kamu sama Fanny salah denger kali" ucap Arka.
"Kita gak salah denger kok! iya kan, Fan?" ucap Bina sambil melihat kearah Fanny.
"Fan, luh kok tidur duluan sih" ucap Bina sambil mengguncangkan tangan Fanny.
"Arka aku takut, temen-temen aku udah pada tidur" ucap Bina.
"Ya udah kalau takut, kamu tidur aja" ucap Arka.
"Aku gak bisa tidur kalau dalam keadaan takut" kata Bina.
"Kamu jangan matiin teleponnya ya, aku takut soalnya" ucap Bina.
"Tapi aku pingin tidur, Na" ucap Arka.
"Ih, Arka jangan tidur! kamu minum kopi aja sana biar gak ngantuk" ucap Bina.
"Enggak mau, males keluarnya" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu temenin aku ngobrol aja" ucap Bina.
"Ya udah iya" ucap Arka.
"
Jangan dulu tidur ya" perintah Bina.
"Iya" ucap Arka sambil menutup matanya.
"Ka" ucap Bina.
"Hmm"
"Kamu gak tidur, kan?" tanya Bina memastikan.
"Enggak" ucap Arka sambil menutup mata.
"Ka, tanya sesuatu dong ke aku" ucap Bina.
"Tanya apa?"
"Apa aja" ucap Bina.
"Na"
"Kenapa?" tanya Bina.
"Kamu tahu gak"
"Tahu apa?" tanya Bina.
"Aku tuh sayang banget sama kamu" ucap Arka ngelantur karena dia sebenarnya pingin tidur tapi ia memaksakan untuk mengobrol dengan Bina.
"Iya aku tahu" kata Bina.
"Kamu sayang gak sama aku?" tanya Arka.
"Iya, sayang" ucap Bina.
"Kalau sayang, kenapa marah sama aku?"
"Ya karena kamu ngebohongin aku" kata Bina.
"Mah" ngigau Arka.
"Hah?" bingung Bina.
"Arka kangen sama mamah"
Sontak Bina pun langsung terdiam mendengar ucapan Arka.
"Mamah kenapa sih ninggalin Arka"
__ADS_1
Seketika mata Bina pun mulai berkaca-kaca saat mendengar ucapan Arka. Lalu tanpa sadar, Bina pun meneteskan air matanya.