Prince Of School

Prince Of School
Episode 184


__ADS_3

Skip


Bina segera pergi menuju parkiran, setelah sampai ia langsung menaiki motornya lalu ia segera melajukan motornya menuju rumah.


Setelah sampai di rumah, Bina segera membuka pagar rumahnya. Lalu ia langsung memasukan motornya kedalam garasi.


Kemudian ia segera masuk kedalam rumah dan langsung pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar, Bina langsung berganti pakaian.


"Gue kasih kado apa lagi ya ke Arka" batin Bina.


"Oh iya, apa gue tanya aja ya ke Adzril" gumam Bina.


Lalu Bina segera menelpon Adzril.


Beberapa detik kemudian, Adzril langsung menjawab panggilan telepon dari Bina.


"Hallo, Na" ucap Adzril.


"Adzril" ucap Bina.


"Iya, kenapa?" tanya Adzril.


"Gue boleh minta tolong gak?" ucap Bina.


"Minta tolong apa?" ucap Adzril.


"Jadi gue mau beli kado tapi gue bingung mau beli kado apa" ucap Bina.


"Kado buat cewek atau cowok?" tanya Adzril.


"Buat cowok" ucap Bina.


"Buat Arka?" tanya Adzril memastikan.


"Iya, soalnya besok dia ulang tahun" ucap Bina.


"Oh pantes aja luh nolak ketemuan sama gue" ucap Adzril.


"Sorry ya" ucap Bina.


"Iya gak apa-apa" ucap Adzril.


"Luh mau gue anter gak beli kadonya?" tanya Adzril.


"Emang luh gak sibuk gitu?" ucap Bina.


"Enggak sibuk kok" ucap Adzril.


"Ya udah anterin gue beli kado ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Adzril.


"Beli kadonya mau sekarang atau sore?" tanya Adzril.


"Sore aja, soalnya kalau sekarang kan pasti cape" ucap Bina.


"Oh ya udah" ucap Adzril.


"Adzril, maaf ya ngerepotin" ucap Bina.


"Gak ngerepotin kok" ucap Adzril.


"Oh iya, kado nya apa?" tanya Bina.


"Gimana kalau beli jam tangan" ucap Adzril.


"Jangan, soalnya jam tangan udah beli kemarin" ucap Bina.


"Jadi luh udah beli kadonya?" tanya Adzril.


"Udah tapi baru satu" ucap Bina.


"Emangnya mau berapa kado sih?" tanya Adzril.


"Enggak tahu, pokoknya jangan satu kado soalnya waktu dulu Arka juga kasih banyak kado ke gue" ucap Ana.


"Ya udah beli sepatu aja" ucap Adzril.


"Terus apa lagi kadonya?" tanya Bina.


"Luh" ucap Adzril.


"Kok gue? emangnya gue barang" ucap Bina.

__ADS_1


"Arka pasti lebih pingin luh dibanding sama kado-kado yang luh kasih" ucap Adzril.


"Masa gue harus kadoin diri gue" ucap Bina.


"Bukan gitu, maksudnya dia pasti pingin luh jadi pacarnya lagi" ucap Adzril.


"Gue kan udah bilang kalau gue gak pingin pacaran dulu" ucap Bina.


"Luh masih suka kan sama Arka?" tanya Adzril.


"Ya masih" ucap Bina.


"Ya udah pacaran lagi" ucap Adzril.


"Enggak mau" ucap Bina.


"Luh bayangin deh, kalau misalnya ada cewek yang deketin Arka terus dia berhasil bikin Arka jatuh cinta sama dia. Emangnya luh gak nyesel gitu kalau Arka jadian sama dia?" ucap Adzril.


Bina pun hanya terdiam.


"Kenapa diem? nyesel kan luh kalau emang ada cewek yang bisa bikin Arka jatuh cinta lagi" ucap Adzril.


"Gak nyesel kok" ucap Bina.


"Udah jangan bohong, gini-gini gue tahu perasaan cewek" ucap Adzril.


"Sok tahu banget jadi orang" ucap Bina.


"Ih serius! soalnya temen-temen cewek gue kalau curhat suka ke gue" ucap Adzril.


"Emang kalau cowok gampang move on ya?" tanya Bina tiba-tiba.


Lalu Adzril langsung tertawa kecil karena mendengar ucapan Bina.


"Kenapa ketawa?" bingung Bina.


"Luh pasti beneran takut ya kalau Arka suka sama cewek lain?" tanya Adzril.


"Enggak" bohong Bina.


"Terus luh kenapa nanya kayak tadi" ucap Adzril.


"Gue cuma pingin tahu aja kok" ucap Bina.


"Iya, gue cuma pingin tahu aja" ucap Bina.


"Udah luh jangan bohong, kalau takut Arka suka sama cewek lain ya bilang aja kali" ucap Adzril.


"Kok jadi bahas kayak gini sih, kan tadi kita bahas kado bukan ngebahas hal ini" ucap Bina.


"Udah ah! gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.


Lalu Bina segera mematikan panggilan teleponnya. Kemudian ia segera menaruh ponselnya diatas kasur.


Setelah itu, Bina segera pergi menuju ruang tamu untuk menonton televisi.


Saat mau duduk di sofa, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.


Seketika Bina langsung berdiri sambil menatap pintu rumahnya. Kemudian ia segera mengambil sapu untuk berjaga-jaga.


Cklek


Bina segera membuka pintu rumahnya dan ia langsung memukul kepala orang yang berada didepannya dengan sapu.


"Aww"


"Eh maaf" ucap Bina.


"Na, luh kenapa sih mukul gue?" ucap Julian sambil mengelus kepalanya.


"Sorry, gue kira orang yang waktu itu masuk ke rumah" ucap Bina.


"Maaf" ucap Bina dengan ekspresi wajah memelas agar Julian tidak marah kepadanya.


"Iya gak apa-apa" ucap Julian.


"Lagian luh kenapa sih gak teriak aja, jadi kan kalau luh teriak gue bakal tahu kalau itu luh" ucap Bina.


"Masa gue harus teriak-teriak sih" ucap Julian.


"Iya harus, biar gue tahu itu luh" ucap Bina.


"Ya udah nanti gue bakal teriak, biar nanti gak dipukul lagi" ucap Julian.


"Maaf" ucap Bina merasa bersalah.

__ADS_1


"Iya, udah gue maafin kok" ucap Julian.


"Oh iya, luh mau ngapain kesini?" tanya Bina.


"Nih, gue beli eskrim buat luh" ucap Julian sambil memberikan kantong plastik berisi beberapa eskrim.


"Buat gue?" tanya Bina sambil mengambil eskrim tersebut.


"Iya" ucap Julian.


"Makasih" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap Julian.


"Oh iya, kak Daniel belum pulang?" tanya Julian.


"Belum" ucap Bina.


"Luh udah makan belum?" tanya Julian.


"Belum" ucap Bina.


"Ya udah kita makan bareng yuk di rumah makan kak Fauzi" ucap Julian.


"Ditraktir gak nih?" tanya Bina.


"Iya gue traktir" ucap Julian.


"Luh baik banget sih" ucap Bina.


"Ya udah ayo" ucap Julian.


"Bentar, gue mau ambil handphone" ucap Bina.


Lalu Bina segera pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar, Bina langsung mengambil ponselnya. Setelah itu, ia kembali menghampiri Julian.


"Jul, pintunya dikunci jangan ya?" tanya Bina.


"Ya kunci aja, takutnya ada maling" ucap Julian.


Akhirnya Bina segera mengunci pintu rumahnya.


Setelah itu, Bina dan Julian segera pergi menuju rumah makan kak Fauzi.


Setelah sampai, mereka berdua segera duduk di tempat yang telah disediakan.


"Mau pesen apa?" tanya kak Martin.


"Gue pesen ayam bakar + nasi sama ice lemon tea" ucap Julian.


"Bina mau pesen apa?" tanya kak Martin.


"Sama aja kayak Julian" ucap Bina.


"Oh ya udah" ucap kak Martin.


"Oh iya, kak" ucap Bina kepada kak Martin.


"Iya, kenapa?" tanya kak Martin.


"Orang yang masuk ke rumah Bina udah ditangkap polisi kan?" tanya Bina memastikan.


"Iya, udah" ucap kak Martin.


"Oh iya, orang yang kemarin masuk ke rumah kamu tuh punya gangguan jiwa" ucap kak Martin.


"Oh pantes aja" ucap Bina.


"Ya udah kalau gitu kak Martin mau buatin pesanan dulu ya" ucap kak Martin.


"Iya, kak" ucap Bina.


"Ada apa sih, Na?" tanya Julian karena dia tidak tahu kejadiannya.


"Jadi waktu itu ada bapak-bapak yang masuk kedalam rumah aku, terus dia narik tangan aku. Karena aku takut jadi aku gigit tangannya, terus aku lari deh ke kamar aku" ucap Bina.


"Kamu sendirian di rumah?" tanya Julian.


"Iya, soalnya kak Daniel lagi ke rumah sakit" ucap Bina.


"Siapa yang sakit?" tanya Julian.


"Kak Sarah" jawab Bina.

__ADS_1


__ADS_2