
Malam hari
"Akhirnya lampu nya nyala juga" ucap kak Daniel.
"Ya udah kita makan yuk" ucap Bina.
"Ayo" ucap Julian dan kak Daniel.
Lalu mereka bertiga pun segera pergi menuju ruang makan.
Setelah sampai di ruang makan, mereka pun langsung duduk. Kemudian mereka bertiga pun segera memakan masakan yang dibuat oleh Bina.
"Enak gak?" tanya Bina.
"Enak banget" ucap Julian dan kak Daniel bersamaan.
"Oh iya besok mau ikut jogging gak, kak?" tanya Bina.
"Mau lah, kan setiap hari Minggu gue selalu jogging" ucap kak Daniel.
"Ya udah nanti bareng aja jogging nya" ucap Bina.
"Tumben luh mau olahraga" heran kak Daniel.
"Iya soalnya kata Julian, Bina gendutan" ucap Bina.
"Perasaan enggak deh" ucap kak Daniel.
Lalu Julian pun langsung menatap kak Daniel.
"Eh tapi emang agak gendut sih" bohong kak Daniel.
"Na" ucap Julian.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Gue kok kayak pernah lihat gelang itu ya" ucap Julian sambil melihat kearah gelang Bina.
"Gelang ini?" ucap Bina sambil menunjukkan gelangnya.
"Iya" ucap Julian.
"Itu gelang couple kan?" tanya Julian.
"Emang iya?" tanya Bina.
"Iya" ucap Julian.
"Dapet dari Arka ya?" tanya kak Daniel.
"Bukan! ini dapet dari Ririn" ucap Bina.
"Dapet dari Arka kali, terus dititipin ke Ririn" ucap Julian.
"Enggak, ini emang dari Ririn kok" ucap Bina.
Setelah selesai makan, Bina pun segera mencuci piring dan gelas yang telah dipakai oleh dirinya, Julian dan kak Daniel. Sedangkan Julian dan kak Daniel, mereka berdua pergi ke ruang tamu untuk menonton televisi.
Setelah selesai mencuci piring dan gelas, Bina pun segera pergi menuju ruang tamu untuk menemui Julian dan kak Daniel.
"Kak, Bina mau tidur duluan ya" ucap Bina.
"Iya" ucap kak Daniel.
Lalu Bina pun segera pergi menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamar, Bina pun langsung tidur.
...****...
Pagi hari
Bina pun segera pergi menuju kamar kakaknya.
Tok...tok...tok
Bina pun segera mengetuk pintu kamar kakaknya namun pintunya tidak dibuka.
Akhirnya Bina pun memutuskan untuk membuka pintu kamarnya kak Daniel.
Cklek
__ADS_1
"Kebo banget sih dua orang ini" ucap Bina sambil tertawa karena melihat kaki Julian yang berada di kepala kak Daniel.
"Bangun!!" teriak Bina.
Sontak mereka berdua pun langsung bangun dan duduk karena kaget mendengar teriakan. Bina.
"Kenapa, dek?" tanya kak Daniel.
"Ayo jogging" ucap Bina.
"Ya ampun kirain ada kebakaran" ucap kak Daniel.
"Ayo" ucap Bina.
"Gue lagi males jogging hari ini" ucap kak Daniel.
"Jul, ayo! katanya mau jogging" ucap Bina.
"Bentar, gue gosok gigi dulu" ucap Julian.
"Kak, ikut ke kamar mandi ya" ucap Julian.
"Iya silahkan" ucap kak Daniel sambil tidur kembali.
Lalu Julian pun segera pergi menuju kamar mandi untuk cuci muka dan menggosok gigi.
Setelah selesai mencuci muka dan menggosok gigi, Julian pun segera menghampiri Bina.
"Ayo" ucap Julian.
Lalu Bina dan Julian pun segera pergi keluar untuk jogging bersama mengelilingi perumahan.
"Na, lomba lari yuk" ucap Julian.
"Enggak ah, nanti gue kalah" ucap Bina.
"Ya gak apa-apa" ucap Julian.
"Nanti kalau luh menang, gue traktir luh" ucap Julian.
"Kalau gue kalah?" tanya Bina.
"Ya luh gak usah traktir gue" ucap Julian.
"Iya" ucap Julian.
"Enggak ah, kasihan luh nya" ucap Bina.
"Gak apa-apa" ucap Julian.
"Ya udah kalau gue kalah, gue juga bakal traktir luh" ucap Bina.
"Gak usah biar gue aja yang traktir" ucap Julian.
"Nanti gak adil" ucap Bina.
"Ya udah ayo, yang kalah nanti harus traktir yang menang" ucap Julian.
"Oke" ucap Bina.
"Ya udah ayo" ucap Bina.
"Finish nya dimana?" tanya Julian.
"Di rumah gue" ucap Bina.
"Jadi nanti kita keliling rumah ini 5 kali terus nanti kita ke rumah gue" ucap Bina.
"Oke" ucap Julian.
"Ya udah ayo!" ucap Bina.
"1 2 3 Go!!" ucap Bina.
Lalu Bina dan Julian pun segera berlari mengelilingi rumah sebanyak lima kali.
Setelah mengelilingi rumah sebanyak lima kali, Bina pun langsung berlari menuju rumahnya.
"Huh! cape banget" ucap Bina yang baru sampai.
Kemudian Julian pun juga telah sampai di rumah Bina.
__ADS_1
"Jul, kok luh kalah sih? luh sengaja ya ngalah dari gue" ucap Bina.
"Enggak kok, Na! gue tadi emang kalah cepet dari luh" bohong Julian padahal sebenarnya ia sengaja mengalah dari Bina.
"Beneran?" tanya Bina memastikan.
"Iya beneran" ucap Julian.
"Ya udah nanti luh traktir gue ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Julian.
"Ya udah ayo masuk! kita sarapan dulu" ucap Bina.
Lalu Bina dan Julian pun segera masuk kedalam rumah.
"Jul, luh tunggu dulu di ruang tamu ya! soalnya gue mau masak didapur" ucap Bina.
"Gue bantuin aja, Na" ucap Julian.
"Gak usah, nanti ngerepotin" ucap Bina.
"Gak ngerepotin kok" ucap Julian.
"Ya udah ayo" ucap Bina.
Lalu Bina dan Julian pun segera pergi menuju dapur.
"Gue harus ngapain nih?" tanya Julian.
"Luh bisa motong sosis gak?" tanya Bina.
"Bisa lah, cuma motong doang masa gak bisa" ucap Bina.
"Ya udah bentar! gue mau ambil sosis dulu di kulkas" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera mengambil sosis yang ada di kulkas.
Setelah mengambil sosis, Bina pun segera memberikan sosis tersebut kepada Julian.
"Pisau nya dimana?" tanya Julian.
Lalu Bina pun segera mengambil pisau dan ia pun langsung memberikan pisau tersebut kepada Julian.
"Ya udah, gue mau masak nasi dulu ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Julian.
Lalu Bina pun segera memasak nasi. Sedangkan Julian sedang memotong sosis menjadi beberapa bagian.
"Aww" ringis Julian.
"Kenapa, Jul?" tanya Bina sambil menghampiri Julian.
"Jari gue kegores pisau" ucap Julian.
"Ya udah obatin dulu yuk" cemas Bina.
"Gak usah, cuma luka dikit ini" ucap Julian.
"Tapi nanti jadi infeksi kalau gak diobatin" ucap Bina.
"Luh tunggu dulu ya" ucap Bina sambil pergi.
Beberapa detik kemudian, Bina pun segera menghampiri Julian.
"Cuci dulu jarinya" ucap Bina.
Lalu Julian pun segera menuruti perintah Bina.
Setelah selesai, Bina pun segera meniup-niup jari telunjuk Julian agar cepat kering. Setelah kering, Bina pun segera memakaikan plester pada jadi Julian.
"Udah" ucap Bina.
"Makasih" ucap Julian sambil tersenyum.
"Iya sama-sama" ucap Bina.
"Ya udah biar gue aja yang motong sosis nya" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera mengambil alih tugas Julian.
__ADS_1
"Jangan dilihatin! gue bukan peserta master chef" ucap Bina.
Julian pun hanya tersenyum karena mendengar ucapan Bina.