
"Guys, lapar" keluh Fanny.
"Mau gue masakin mie gak?" tanya Ririn.
"Gue gak mau mie" ucap Fanny.
"Terus mau apa?" tanya Ririn.
"Gue mau yang pedes-pedes" ucap Fanny.
"Mau seblak?" ucap Bina.
Fanny mengangguk mengiyakan ucapan Bina.
"Mau gue bikinin gak?" tanya Ririn.
"Emang luh bisa masak?" tanya Fanny.
"Ya bisa dong" ucap Ririn.
"Sejak kapan luh bisa masak?" tanya Fanny.
"Sejak awal-awal kuliah" ucap Ririn.
"Ya udah bikinin, Rin! soalnya gue males bikin" ucap Bina.
"Masalahnya enak gak? kalau gak enak lebih baik beli aja" ucap Fanny.
"Di jamin enak kok, kak Daniel juga sering makan seblak buatan gue" ucap Ririn.
"Cieee" ucap Fanny.
"Apaan sih luh cie-cie mulu" ucap Ririn.
"Ya udah cepet bikinin" suruh Bina.
"Masalahnya bahan-bahannya ada gak?" tanya Ririn.
"Ada kok" ucap Bina.
"Kerupuk seblaknya ada dimana?" tanya Ririn.
"Di rak dapur" ucap Bina.
"Oh iya! seblaknya pake sosis ya, Rin" ucap Bina.
"Iya" ucap Ririn.
"Sosis nya ada di kulkas, Rin" ucap Bina.
"Iya, gue tahu" ucap Ririn sambil pergi ke dapur.
"Na, ada yang beda gak sih dari Ririn?" tanya Fanny.
"Beda gimana maksudnya?" tanya Bina.
"Ya beda aja, dia jadi agak kalem gitu" ucap Fanny.
"Iya juga sih, dia semenjak masuk kuliah jadi agak kalem gitu orangnya" ucap Bina.
Trining...trining
Fanny segera mengangkat panggilan telepon dari Robi.
"Hallo, Rob" ucap Fanny.
"Udah sampe belum?" tanya Robi.
"Udah, ini aku udah sampe di rumah Bina" ucap Fanny.
"Syukur deh kalau udah nyampe" ucap Robi.
"Ya udah kalau gitu aku matiin dulu ya teleponnya" ucap Robi.
"Kamu nelpon aku cuma buat nanya itu doang?" tanya Fanny.
"Iya" ucap Robi.
"Ya udah deh matiin aja" ucap Fanny sedikit kesal.
Lalu Robi segera mematikan panggilan teleponnya.
"Ih! gak peka banget ini cowok" ucap Fanny.
"Emang! cowok emang gak peka" ucap Bina.
"Oh iya, Na! kak Daniel ngelamar Ririn nya kapan?" tanya Fanny pelan.
"Gue gak tahu, mungkin dalam waktu dekat ini kali" ucap Bina.
"Kalau luh kapan nyusul, Na?" tanya Fanny.
"Gak tahu, tanya aja ke Arka" ucap Bina.
"Gue tanyain ya" ucap Fanny.
"Jangan! Arka lagi nyanyi di acara pernikahan" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap Fanny.
"Kalau luh sama Robi kapan?" tanya Bina balik.
"Gue juga gak tahu" ucap Fanny.
Beberapa menit kemudian....
Ririn segera datang dengan membawa seblak yang ia buat.
"Nih guys" ucap Ririn sambil meletakkan mangkuk berisi seblak yang telah ia buat.
"Makasih" ucap Fanny.
"Makasih kakak ipar" ucap Bina.
"Kakak ipar? nikah aja belum" ucap Ririn.
"Rin, air putih nya mana? nanti gue kepedesan nih kalau gak ada air putih" ucap Fanny.
"Sebentar, gue ambil dulu" ucap Ririn.
Ririn segera pergi menuju dapur.
"Tuh kan, Na! dulu kalau gue nyuruh dia, dia selalu gak mau nurutin gue. Tapi sekarang saat gue nyuruh dia, dia nya langsung gerak cepet" ucap Fanny.
"Oh iya, Na! luh kapan mau ke rumah Arka?" tanya Fanny.
"Gan tahu soalnya gue gak diijinin Arka kesana, Fan" ucap Bina.
"Hmm...gimana kalau kita kesana aja bertiga" ucap Fanny.
"Gue takut ganggu Arka kalau kesana. Lagian dia juga pasti lagi sibuk" ucap Bina.
"Nih minumnya guys" ucap Ririn sambil meletakkan tiga gelas di meja.
"Terima kasih" ucap Bina dan Fanny bersamaan.
"Sama-sama " ucap Ririn.
Mereka segera memakan seblak yang dibuat oleh Ririn.
"Gimana? enak gak?" tanya Ririn.
"Enak kok" ucap Fanny.
"Enak, cuma di lidah gue kurang pedes" ucap Bina.
"Mau dipake bumbu pedes lagi?" tanya Ririn.
"Gak usah! di lidah gue udah kerasa pedes kok" ucap Fanny.
__ADS_1
"Oh iya, Na! gue nginep disini ya" ucap Fanny.
"Iya boleh" ucap Bina.
"Rin, luh mau nginep disini gak?" tanya Fanny.
"Enggak ah" ucap Ririn.
"Kenapa gak mau?" tanya Fanny.
"Ya gak mau aja" ucap Ririn.
"Ayolah nginep" mohon Fanny.
"Iya nginep aja, Rin" ucap Bina.
"Kenapa sih semenjak luh pacaran sama kak Daniel, luh gak pernah nginep disini" heran Bina.
"Soalnya kalau gue nginep disini nanti mamah sama papah gue mikir yang enggak-enggak sama gue" ucap Ririn.
"Bener juga sih kata Ririn, kan dia pacarnya kakak luh" ucap Fanny.
"Tapi kan luh tidur di kamar gue" ucap Bina.
"Walaupun beda kamar tapi tetep aja nanti orang tua gue bisa marah" ucap Ririn.
"Guys, udah ini kita ke pantai yuk!" ajak Fanny.
"Kalau jam segini pasti panas, Fan" ucap Ririn.
"Gak apa-apa panas juga" ucap Fanny.
"Sore aja deh ke pantai nya" ucap Ririn.
"Kalau sore gue gak bisa" ucap Bina.
"Gak bisa kenapa?" tanya Ririn.
"Soalnya gue ada janji sama kak Daniel" ucap Bina.
"Janji kemana?" tanya Ririn.
"Gue sama kak Daniel mau jalan-jalan" ucap Bina.
"Berdua doang?" tanya Ririn.
"Iya" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu sekarang aja jalan-jalannya" ucap Fanny.
"Habisin dulu seblaknya! baru nanti jalan-jalan" ucap Ririn.
"Iya siap" ucap Fanny.
Mereka bertiga segera menghabiskan makanannya.
Skip
Setelah selesai Bina, Ririn dan Fanny segera pergi dengan menggunakan mobil milik Fanny.
(Diperjalanan)
"Mau kemana nih?" tanya Fanny.
"Katanya luh mau ke pantai" ucap Bina.
"Bukannya Ririn nya gak mau ya" ucap Fanny.
"Ya udah ke pantai aja deh, gak apa-apa panas juga" ucap Ririn.
"Nanti pas disana kita duduk aja di pinggir pantainya sambil pesan makanan atau minuman" tanya Fanny.
"Iya tadinya gue juga emang mau gitu. Lagian gue gak bakal berenang kok" ucap Fanny.
"Guys, gue denger-denger katanya Bella mau nikah loh" ucap Fanny.
"Nikah sama siapa?" tanya Bina penasaran.
"Luh diundang, Fan?" tanya Ririn.
"Ya gak tahu lah, kan itu juga baru katanya" ucap Fanny.
"Luh tahu dari siapa kalau Bella mau nikah?" tanya Bina.
"Dari Robi dan pastinya Robi tahu nya dari Arka" ucap Fanny.
"Oh iya, Na! luh masih kesel gak sih sama Bella?" tanya Fanny.
"Enggak sih. Lagian kan semenjak lulus SMA , Bella gak ngejar-ngejar Arka lagi" ucap Bina.
"Tapi gue seneng banget deh kalau dia mau nikah" ucap Bina.
"Luh seneng karena Arka nya gak dikejar-kejar lagi ya" ucap Fanny.
"Bukan!" ucap Bina.
"Terus luh seneng kenapa?" tanya Fanny.
"Gue seneng karena dia bisa buka hati buat cowok lain yang mencintai nya" ucap Bina.
"Oh iya, Na! Bella udah minta maaf belum sama luh?" tanya Fanny.
"Minta maaf buat apa?" bingung Bina.
"Kan waktu dulu dia ngejar-ngejar Arka terus" ucap Fanny.
"Enggak. Dia gak minta maaf, lagian kan dia ngejar-ngejar Arka juga karena dia suka Arka. Jadi dia gak perlu minta maaf ke gue" ucap Bina.
* Pantai
Sesampainya di pantai, mereka bertiga segera turun dari mobil dan mereka segera berjalan menuju tempat duduk yang telah disediakan.
"Guys! pantai nya gak terlalu panas loh" ucap Fanny.
"Iya bener, gue kira bakal panas banget" ucap Ririn.
"Rin" panggil Bina.
"Apaan?" tanya Ririn.
"Lucu gak cincin gue?" tanya Bina.
"Lucu" ucap Ririn.
"Coba luh pake deh, kayaknya cocok di luh" ucap Bina sambil memberikan cincin miliknya kepada Ririn.
Ririn segera mencoba cincin tersebut.
"Cukup gak?" tanya Bina.
"Ini kekecilan di gue, Na" ucap Ririn.
Ririn segera mengembalikan cincin tersebut kepada Bina.
"Oh iya, guys! kalian mau jajan gak?" tanya Fanny.
"Mau lah" ucap Bina.
"Kalian mau jajan apa?" ucap Fanny.
"Gue pingin cilok yang itu" tunjuk Bina.
"Minumnya mau apa?" tanya Fanny.
"Air mineral yang ada di warung aja" ucap Bina.
"Kalau luh mau apa, Rin?" tanya Fanny.
"Samain aja deh kayak Bina" ucap Ririn.
__ADS_1
"Oh iya, Fan! ini uang nya" ucap Bina sambil memberikan uang kepada Fanny.
"Gak usah! biar gue yang traktir aja, lagian udah lama gak traktir luh berdua" ucap Fanny.
"Makasih ya" ucap Bina dan Ririn bersamaan.
"Iya sama-sama" ucap Fanny.
"Fan, gue cilok nya yang pedes ya" ucap Bina.
"Gue juga" ucap Ririn.
"Oke" ucap Fanny.
Lalu Fanny segera pergi.
"Na" ucap Ririn sambil melihat kearah pantai.
"Kenapa, Rin?" tanya Bina.
"Luh kalau lihat pantai suka keinget siapa, Na?" tanya Ririn.
"Gue kalau lihat pantai suka keinget orang tua gue, Rin. Soalnya waktu dulu kalau liburan keluarga, kita suka ke pantai" ucap Bina.
"Kalau gue ya, gue suka keinget Ardan" ucap Ririn.
"Oh iya! gue juga waktu itu pernah mimpiin dia. Dan di mimpi gue, gue ngelihat Ardan sama cewek dan ceweknya tuh cantik banget. Disitu gue nangis sejadi-jadinya. Tapi waktu gue nangis, ada seseorang yang datang ke gue dan orang itu adalah kakak luh" jelas Ririn.
"Mungkin cewek yang sama Ardan itu Jihan kali ya, Na" ucap Ririn sambil tersenyum.
"Mungkin aja" ucap Bina.
"Rin, inget gak sih waktu kita berempat tukeran couple" ucap Bina.
"Iya, inget" ucap Ririn.
"Seru banget ya waktu itu" ucap Bina.
"Iya seru banget, gue sampe cemburu tahu sama luh" ucap Ririn.
"Gue juga cemburu sama luh" ucap Bina.
Trining...trining
Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari kakaknya.
"Hallo, kak" ucap Bina.
"Nanti sore jangan lupa anterin gue" ucap kak Daniel.
"Iya siap" ucap Bina.
"Oh iya, kak! Bina sekarang lagi main sama Ririn dan Fanny" ucap Bina.
"Main di rumah?" tanya kak Daniel.
"Bukan!" ucap Bina.
"Terus main dimana?" tanya kak Daniel.
"Main di pantai" ucap Bina.
"Emang gak panas gitu main dipantai jam segini?" tanya kak Daniel.
"Enggak kok, cuacanya gak terlalu panas" ucap Bina.
"Oh iya, kak! kakak udah beli seserahan nya belum?" tanya Bina.
"Udah, kemarin temen gue udah siapin seserahan nya" ucap kak Daniel.
"Oh jadi rencananya dari kemarin?" tanya Bina.
"Bukan, tapi dari Minggu lalu. Jadi waktu itu gue beli seserahan nya sama temen-temen gue" jelas kak Daniel.
"Dek, itu Ririn ada disebelah luh gak?" tanya kak Daniel.
"Iya ada" ucap Bina.
"Luh gimana sih, tadi luh pake acara nyebut seserahan segala" ucap kak Daniel sedikit kesal.
"Ya ampun! Bina lupa" ucap Bina.
"Nanti kalau dia nanya bilang aja ada temen gue yang nikah" ucap kak Daniel.
"Oke siap" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
Lalu kak Daniel segera mematikan panggilan teleponnya.
Bina segera mengirim pesan kepada kakaknya.
^^^Bina :^^^
^^^Kak, orang tua nya Ririn udah dikasih tahu belum kalau kakak mau ngelamar Ririn^^^
Kak Daniel :
Orang tua nya udah dikasih tahu kok
Kak Daniel :
Tapi luh jangan bilang-bilang ke Ririn ya, soalnya gue pingin bikin kejutan buat dia
^^^Bina :^^^
^^^Iya, Bina gak bakal bilang kok^^^
"Siapa yang nikah, Na?" tanya Ririn.
"Itu temennya kak Daniel" ucap Bina.
"Kak Yuda, kak Rizal, kak Putra atau kak Wildan?" tanya Ririn.
"Aduh! gue harus jawab apa nih" batin Bina.
"Hmm...bukan keempatnya, Rin" ucap Bina.
"Terus siapa?" tanya Ririn.
"Pokoknya ada temen dia, tapi temennya yang jarang main ke rumah. Makanya luh gak bakal kenal" ucap Bina.
"Guys! ini cilok sama air mineral nya" ucap Fanny sambil meletakkan cilok dan air mineral tersebut di meja.
"Makasih, Fan" ucap Bina dan Ririn bersamaan.
"Iya sama-sama" ucap Fanny.
Bina, Ririn dan Fanny segera memakan cilok tersebut.
"Pedes gak, Na?" tanya Fanny.
"Pedes" ucap Bina.
"Terlalu pedes atau pas?" tanya Fanny.
"Pas kok" ucap Bina.
"Oh iya, nanti katanya angkatan kita bakal reunian loh" ucap Fanny.
"Reunian dimana?" tanya Bina.
"Gue gak tahu, tapi yang pasti sih bakal di gedung gitu" ucap Fanny.
"Bakal rame dong" ucap Bina.
"Ya iyalah, kan satu angkatan" ucap Fanny.
__ADS_1
"Arka bakal datang gak ya?" tanya Bina.
"Ya pasti bakal datang lah" ucap Fanny.