Prince Of School

Prince Of School
Episode 90


__ADS_3

Setelah anak-anak cowok selesai bermain basket, kini giliran anak-anak cewek yang bermain basket.


Lalu anak-anak cowok pun segera pergi ke kantin untuk beristirahat.


"Rin, gue duluan ke kantin ya" ucap Jason.


"Iya" ucap Ririn.


Lalu Jason pun segera pergi untuk menyusul anak-anak cowok yang lain.


"Luh sakit, Rin" ucap Ardan yang tiba-tiba datang menghampiri Ririn.


"Iya" ucap Ririn gugup.


Lalu Ardan pun segera duduk disamping Ririn.


"Sakit apa?" tanya Ardan.


"Gak enak badan" ucap Ririn.


Lalu Ardan pun memegang kening Ririn untuk memastikan bahwa dia beneran sakit atau tidak. Sedangkan Ririn hanya diam mematung karena keningnya dipegang oleh Ardan.


"Panas kening luh" ucap Ardan.


Jantung Ririn pun seketika berdetak kencang.


"Luh lebih baik istirahat aja di UKS" ucap Ardan.


"Enggak, ah" ucap Ririn.


"Luh takut ya? atau mau gue temenin di UKS nya?" ucap Ardan.


Ririn hanya bisa diam, karena ia tidak tahu harus menjawab apa.


"Kok malah diem sih" kata Ardan.


"Lebih baik luh ke kantin aja, Dan! pasti luh kan haus habis olahraga" ucap Ririn.


"Luh mau minum gak? nanti kalau mau gue beliin" ucap Ardan.


"Mau" ucap Ririn.


"Yaudah gue beliin dulu ya" ucap Ardan.


"Iya" ucap Ririn.


Lalu Ardan pun segera pergi menuju kantin untuk membeli air mineral untuk dirinya dan Ririn.


Setelah Ardan pergi, Ririn pun langsung tersenyum karena Ardan sangat perhatian kepadanya.


Setelah membeli air mineral, Ardan pun segera pergi menuju lapangan basket untuk memberikan minum kepada Ririn.


Setelah sampai di lapangan basket, Ardan pun langsung menghampiri Ririn.


"Nih" ucap Ardan sambil memberikan air mineral.


"Makasih" ucap Ririn sambil mengambil air mineral tersebut.


"Nih uangnya" ucap Ririn.


"Gak usah" ucap Ardan.


"Ya udah gue ke kantin lagi ya, mau bareng anak-anak Stray Squad" ucap Ardan.


"Makasih ya, Dan" ucap Ririn lagi.


"Iya, sama-sama" ucap Ardan.


Lalu Ardan pun segera pergi ke kantin.


Ririn pun segera meminum air mineral yang diberikan oleh Ardan.

__ADS_1


Permainan basket cewek pun selesai, Bina pun segera menghampiri Ririn.


"Cie, dikasih minum sama Ardan" ucap Bina pelan.


"Apaan sih, Na" ucap Ririn tersipu malu.


"Rin, minta minum. Gue haus banget" ucap Fanny yang menghampiri Ririn.


"Beli aja dikantin" ucap Ririn.


"Ya ampun, pelit banget luh" ucap Fanny.


"Gue gak mau bagi air mineral nya, soalnya ini air mineral paling spesial" jelas Ririn.


"Emangnya martabak" ucap Fanny.


"Rasa air nya pasti ada manis-manis kan?" canda Bina.


"Bener, Na! kayak air mineral limited edition" ucap Ririn.


"Na, ayo anter gue ke kantin" ucap Fanny sambil menarik tangan Bina.


"Tunggu! gue ikut" ucap Ririn sambil berlari mengikuti kedua temannya itu.


Setelah sampai di kantin, mereka pun langsung membeli makanan dan minuman. Setelah membeli makanan dan minuman, mereka pun langsung duduk ditempat yang telah disediakan.


"Rin, luh gak beli es?" tanya Fanny.


"Enggak, kan gue ada air mineral" ucap Ririn.


"Sedikit lagi loh itu" ucap Fanny.


"Gak apa-apa, gue bisa irit kok" ucap Ririn.


"Dasar ya, mentang-mentang dikasih Ardan" ucap Bina.


Ririn pun hanya tersenyum mendengar ucapan Bina.


"Gimana, Ka? ketemu gak gelangnya?" tanya Ardan.


"Enggak" ucap Arka.


"Udah gue bilang kan, kalau nyari barang yang hilang tuh susah" ucap Raihan.


"Lebih baik luh beli aja yang sama persis, nanti pura-pura aja bilang kalau gelangnya udah ketemu" saran Robi.


"Kalau gue ketahuan bohong gimana?" tanya Arka.


"Ya luh harus acting lah biar gak ketahuan bohong" ucap Robi.


"Luh smart juga ya, Rob" ucap Kevin.


"Iya lah, kan gue emang terlahir sebagai cowok yang pinter dan ganteng" ujar Robi dengan percaya diri.


"Tapi inget ya! luh semua jangan sampai keceplosan sama Bina. Awas aja kalau luh sampe bocorin ke Bina" ucap Arka.


"Tenang, Ka! kita gak bakal bocorin kok, asal luh traktir kita. Dijamin 100% Bina gak bakal tahu" ucap Robi dengan semangat.


"Iya, gue traktir" ucap Arka.


"Kak Bina" panggil Gina sambil membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.


"Eh, Gin" ucap Bina.


"Aku boleh duduk disini gak, kak?" tanya Gina.


"Boleh" ucap Bina.


"Siapa, Na?" tanya Fanny.


"Temen gue" ucap Bina.

__ADS_1


Lalu Gina pun segera duduk sambil memakan makanan yang telah dia beli.


"Oh iya, kak! aku mau ngasih ini" ucap Gina sambil memberikan gelang kepada Bina.


"Ini kan gelang Arka" ucap Bina sambil mengambil gelang tersebut.


"Iya, tadi aku nemuin gelang ini didepan ruang guru" ucap Gina.


"Makasih ya, Gin" ucap Bina.


"Iya sama-sama, kak" ucap Gina.


"Na, luh jangan dulu kasih tahu Arka kalau gelang nya udah ada sama luh" ucap Fanny.


"Emang kenapa, Fan?" tanya Bina.


"Biar Arka ngerasain dicuekin sama luh" ucap Fanny.


"Ya udah deh, gue gak bakal bilang dulu" ucap Bina sambil menaruh gelang Arka pada saku rok nya.


"Kasihan Arka nya tahu" ucap Ririn.


"Gak apa-apa, Rin! sekali-kali kan ngerjain dia" ucap Fanny.


"Na, pokoknya luh harus cuekin Arka ya" kata Fanny.


"Iya, Fan! luh kenapa sih semangat banget" ucap Bina sambil tersenyum.


"Karena gue pingin lihat luh cuek, habisnya setiap Arka minta maaf, pasti luh luluh mulu" ucap Fanny.


Gina pun hanya tersenyum mendengar ucapan ketiga kakak kelasnya itu.


"Gin, maaf ya! temen-temen gue emang kayak gini. Berisik banget orangnya" ucap Bina.


"Gak apa-apa, kak! lagian seru kalau makan sambil ngedengerin cerita" ucap Gina.


Setelah selesai makan, mereka pun segera pergi menuju kelasnya.


Setelah sampai di kelas, mereka bertiga pun langsung duduk di kursi masing-masing.


"Rin, bukannya tadi luh sakit ya? kok sekarang luh kelihatan sehat-sehat aja" heran Fanny.


"Mungkin karena gue minum air mineral dari Ardan kali" ucap Ririn sambil tersenyum.


"Kok aneh sih Ardan tiba-tiba perhatian sama luh" heran Bina.


"Mungkin karena gue nya sakit kali" ucap Ririn.


"Apa jangan-jangan dia juga suka sama luh" ucap Bina.


"Luh mah kalau ngomong suka bikin gue seneng" ucap Ririn.


"Atau jangan-jangan dia tahu kalau sebenernya luh suka sama dia" ucap Bina.


"Enggak lah" ucap Ririn.


"Bisa aja kan, siapa tahu anak-anak Stray Squad ngebocorin rahasia luh ke Ardan" ucap Bina.


"Guys" ucap Fanny.


"Kenapa?" tanya Bina dan Ririn bersamaan.


"Sebenernya" ucap Fanny.


"Sebenernya apa?" tanya Bina dan Ririn bersamaan.


"Sebenernya" ulang Fanny.


"Apaan sih, Fan?" tanya Bina penasaran.


"Sebenernya gue udah ngasih tahu Ardan soal Ririn yang suka sama dia" ucap Fanny terus terang.

__ADS_1


Bina dan Ririn pun langsung terkejut mendengar ucapan Fanny.


__ADS_2