
"Na, aku samperin kak Daniel dulu ya" ucap Julian namun tidak dijawab oleh Bina.
Lalu Julian pun segera pergi keluar untuk bertemu dengan kak Daniel.
Kemudian Julian pun segera duduk disebelah kak Daniel.
"Kak, Julian turut berduka cita ya" ucap Julian.
Kak Daniel pun hanya mengangguk.
"Andai aja gue larang mereka pergi, mungkin mereka gak bakal kecelakaan" ucap kak Daniel sambil mengusap air matanya.
"Gak usah nyalahin diri sendiri, kak. Kan ini udah takdir dari Tuhan" ucap Julian.
"Yang sabar ya, kak" ucap Julian sambil menepuk pundak kak Daniel.
"Kak Daniel, Julian. Ngapain disini?" tanya Arka yang tiba-tiba datang.
"Orang tua gue meninggal, mereka tabrakan sama pengguna mobil lain. Dan orang yang tabrakan sama orang tua gue lagi koma" jelas kak Daniel.
Seketika tubuh Arka pun mematung.
Lalu kak Putra pun segera datang menghampiri Arka.
"Ka, ayo ke ruang ICU" ucap Putra.
"Loh Daniel, ngapain disini?" tanya Putra.
"Orang tua meninggal" ucap Daniel sambil menahan tangisnya.
"Turut berduka cita ya, Niel" ucap Putra.
"Bina sekarang dimana, kak?" tanya Arka.
"Ada didalem" ucap kak Daniel.
Lalu Arka pun berniat untuk masuk namun tangannya dipegang oleh kakaknya.
"Ayo ke ruang ICU" ucap kak Putra.
"Kakak aja yang kesana, gue mau ketemu Bina" ucap Arka.
Lalu Arka pun segera masuk kedalam ruang UGD.
"Na, turut berduka cita ya" ucap Arka.
"Arka" lirih Bina.
"Mamah sama papah aku udah meninggal" tangis Bina sesenggukan.
Air mata Arka pun langsung menetes karena kasihan melihat Bina.
Lalu Arka pun segera memeluk erat tubuh Bina.
"Yang sabar ya sayang" ucap Arka sambil mengelus rambut Bina.
"Jangan nangis, nanti orang tua kamu sedih kalau lihat kamu kayak gini" ucap Arka.
Lalu Julian pun segera masuk ke dalam ruang UGD.
"Ka, kakak luh sama kak Daniel berantem" ucap Julian.
Lalu Arka, Julian dan Bina pun segera keluar dari UGD.
"Enak banget ya, papah luh masih hidup. Sedangkan kedua orang tua gue meninggal" ucap kak Daniel kepada kak Putra.
"Maksudnya, kak?" tanya Bina yang baru datang.
"Orang tua dia yang tabrakan sama mamah dan papah" ucap kak Daniel.
Sontak Bina dan Arka pun langsung terdiam.
__ADS_1
"Niel! ini semua udah takdir" ucap kak Putra.
"Dek, mulai sekarang luh jauhin Arka" ucap kak Daniel sambil menarik tangan Bina.
Lalu Bina dan Daniel pun segera masuk kedalam ruang UGD.
"Kak, yang kak Daniel bilang bohong kan?" tanya Arka.
Kak Putra pun langsung masuk ke ruang ICU tanpa menjawab pertanyaan dari Arka.
"Arghhh" teriak Arka.
"Dek, jangan teriak! ini rumah sakit" ucap suster.
Lalu Arka pun segera pergi dari rumah sakit dan ia pun segera melajukan motornya entah kemana.
****
Keesokan harinya semua orang pun berkumpul di makam mendiang orang tuanya Bina dan Daniel.
"Na, yang sabar ya" ucap Ririn sambil memeluk Bina.
"Na, luh harus ikhlasin ya. Biar kedua orang tua luh tenang di surga" ucap Fanny sambil mengelus rambut Bina.
"Hiks...hiks" tangis Bina.
Setelah acara pemakamannya selesai, semua orang pun pergi kecuali Bina, Daniel, Ririn, Fanny, Ardan dan Julian.
"Dek, ayo pulang" ucap kak Daniel.
"Bina mau disini aja, kak" ucap Bina sambil menatap makam mamah dan papah nya.
"Dek, jangan kayak gini dong. Nanti mamah sama papah sedih lihat kamu kayak gini. Kamu gak mau kan lihat mereka sedih?" ucap kak Daniel sambil menahan tangisnya.
"Bina gak mau lihat mereka sedih" ucap Bina pelan.
"Makanya kamu pulang ya sekarang" ucap kak Daniel.
Lalu kak Daniel pun segera merangkul Bina dan mereka berdua pun segera pergi menuju mobil.
Kemudian Ririn, Fanny, Ardan dan Julian pun menyusul mereka dari belakang.
"Si Arka mana? kok dia gak datang" ucap Fanny kepada Ardan.
"Gue juga gak tahu, tadi gue udah telepon dia tapi gak diangkat" ucap Ardan.
"Guys, gue pulang duluan ya" ucap Julian sambil menaiki motornya.
"Iya" ucap Ririn, Ardan dan Fanny.
Lalu Julian pun segera pergi menuju rumahnya.
"Rin, lebih baik kita ke rumah Bina yuk. Kasihan dia" ucap Fanny.
"Ya udah ayo" ucap Ririn.
"Dan, aku sama Fanny ke rumah Bina ya" ucap Ririn.
"Iya" kata Ardan.
"Fan, hati-hati ya bawa mobilnya" ucap Ardan.
"Iya" ucap Fanny.
Lalu Fanny dan Ririn pun segera masuk kedalam mobil. Lalu Fanny pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Bina.
Saat Ardan mau menaiki motornya, tiba-tiba ada motor yang mendekat kearahnya.
"Arka" ucap Ardan.
"Dan, makam orang tuanya Bina dimana?" tanya Arka.
__ADS_1
"Disana" tunjuk Ardan.
"Ya udah ayo gue anter" ucap Ardan.
Lalu Ardan pun segera mengantar Arka menuju makam orang tuanya Bina.
Setelah sampai di makam orang tuanya Bina, Arka pun segera menaruh bunga diatas makam mamah dan papahnya Bina. Kemudian Arka pun mendoakan mereka berdua.
"Dan" panggil Arka.
"Kenapa, Ka?" ucap Ardan.
"Mereka meninggal gara-gara tabrakan sama mobil papah gue" ucap Arka sambil menangis.
Sontak Ardan pun terkejut mendengar ucapan Arka.
"Terus keadaan papah luh gimana?" tanya Ardan.
"Papah gue lagi koma" ucap Arka.
"Sekarang Bina pasti marah banget sama gue, karena papah gue yang bikin orang tuanya meninggal" ucap Arka.
"Ka, itu semua udah takdir! Luh jangan nyalahin papah luh, papah luh juga kan lagi koma" ucap Ardan.
****
Setelah sampai, Ririn dan Fanny pun segera turun dari mobil. Kemudian mereka berdua pun segera mengetuk pintu rumah Bina.
Tok..tok..tok
Lalu pintu pun dibuka oleh kak Daniel.
"Kak, yang sabar ya" ucap Ririn.
Kak Daniel pun hanya mengangguk.
"Kak, kita boleh ketemu sama Bina gak?" tanya Fanny.
"Boleh, ayo masuk" ucap kak Daniel.
Lalu mereka berdua pun langsung masuk.
"Rin" panggil kak Daniel.
"Kenapa, kak?" tanya Ririn.
"Tolong bujuk Bina supaya makan ya" ucap kak Daniel.
"Emang Bina belum makan, kak?" tanya Ririn.
"Belum, dia belum makan dari kemarin" ucap kak Daniel.
"Kalau kak Daniel udah makan belum?" tanya Fanny.
"Belum" ucap kak Daniel.
"Ya udah, Fanny pergi dulu ya. Mau beliin Bina sama kak Daniel makan" ucap Fanny.
"Gak usah" ucap kak Daniel.
"Enggak apa-apa" ucap Fanny.
Lalu Fanny pun segera keluar dari rumah Bina.
Saat keluar dari rumah, Fanny pun bertemu dengan seorang cewek.
"Permisi, ada Daniel nya gak didalem?" tanya seorang cewek.
"Ada kok, langsung masuk aja ke dalam" ucap Fanny.
Lalu cewek itu pun segera masuk kedalam rumah. Sedangkan Fanny, dia langsung masuk kedalam mobilnya dan ia pun segera melajukan mobilnya untuk pergi membeli makanan untuk Bina dan kak Daniel.
__ADS_1