
"Karena buku kamu udah aku sampul, berarti aku boleh pulang ya" ucap Bina.
"Ya udah bentar, aku ambil kunci motor dulu" ucap Arka.
"Jangan! aku bisa pulang sendiri" ucap Bina.
"Jangan! lebih baik aku yang anteri kamu pulang" ucap Arka.
"Kamu kan lagi sakit, Ka" ucap Bina.
"Aku udah sembuh kok" ucap Arka.
"Tadi kan kamu panas" ucap Bina.
"Tapi sekarang aku udah sembuh, pegang aja kening aku" ucap Arka.
Bina langsung memegang kening Arka dan memang tubuh dia tidak panas.
"Aku tadi kayaknya cuma telat makan sama kurang istirahat, makanya tadi tubuh aku panas" ucap Arka.
"Tapi tetep aja, aku gak mau dianterin kamu" ucap Bina.
"Udah, aku anterin aja" ucap Arka.
"Enggak ah! tadi juga pas dijalan, kamunya gak fokus" ucap Bina.
"Kan aku tadi gak sarapan pagi, makanya aku jadi gak fokus. Tapi kan sekarang aku udah makan, jadi bakalan fokus" ucap Arka.
"Enggak mau, aku sama ojek aja pulangnya. Soalnya aku gak mau kamu kecelakaan lagi kayak waktu itu" ucap Bina.
"Gak bakal, Na" ucap Arka sambil mengambil kunci motor.
"Ih bandel banget, udah dibilangin jangan ya jangan" ucap Bina.
"Kamu yang bandel" ucap Arka.
"Kamu" ucap Bina.
"Ya udah ayo ah!" ucap Arka.
"Aku gak mau pulang kalau kamunya ngotot pingin anterin aku" ucap Bina.
"Ya udah berarti jangan pulang ke rumah ya" ucap Arka.
"Masa gak pulang ke rumah" ucap Bina.
"Kan katanya tadi gak mau pulang" ucap Arka.
"Aku mau pulang, tapi aku maunya dianter ojek" ucap Bina.
"Emang tukang ojek lebih menarik ya daripada aku?" tanya Arka.
"Ya enggak lah" ucap Bina sambil tertawa.
"Ya udah ayo aku anter" ucap Arka.
"Tapi ngelamun ya bawanya" ucap Bina.
"Iya, gak bakal" ucap Arka.
"Bawanya jangan cepet-cepet ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Ya udah ayo" ucap Arka.
Akhirnya mereka berdua segera pergi keluar.
Sesampainya diluar, Arka dan Bina segera menaiki motor. Kemudian Arka segera melajukan motornya menuju rumah Bina.
Skip
Sesampainya di rumah, Bina segera turun dari motor Arka.
"Hati-hati ya dijalan nya" ucap Bina.
"Iya bawel" ucap Arka.
"Ka, kamu turun dulu coba" ucap Bina.
Arka segera turun dari motornya.
Kemudian Bina segera memeluk Arka.
"Nanti jangan nangis terus ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
Arka berniat mencium puncuk kepala Bina, namun ia baru tersadar bahwa dirinya masih memakai helm.
"Aww" ringis Bina.
"Maaf...maaf, aku lupa kalau aku pake helm" ucap Arka sambil melepaskan helmnya.
Lalu Arka langsung mencium puncuk kepala Bina sekilas.
"Aku pulang ya" ucap Arka.
"Tunggu dulu" ucap Bina.
"Kenapa?" tanya Arka.
Chup
Bina mencium pipi kanan Arka.
"Sebelah lagi dong" ucap Arka sambil tersenyum.
Chup
Bina mencium pipi kiri Arka.
"Satu lagi" tunjuk Arka pada bibirnya.
"Gak mau!" ucap Bina.
"Ya udah sana pergi" usir Bina.
"Ya udah, aku pergi ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
Arka dengan cepat mencium bibir Bina sekilas.
"Ih Arka!!!" teriak Bina.
Arka hanya tertawa sambil menaiki motornya.
"Helmnya dipake!" suruh Bina.
"Iya" ucap Arka sambil memakai helm.
"Aku pulang dulu ya, dadah" ucap Arka.
"Dadah" ucap Bina sambil melambaikan tangannya.
Arka segera melajukan motornya menuju rumahnya.
Saat mau masuk rumah, tiba-tiba ada suara klakson mobil.
"Bina" panggil seseorang.
Sontak Bina langsung melihat kearah orang itu.
__ADS_1
Kemudian om David segera turun dari mobilnya.
"Iya kenapa, om?" tanya Bina.
"Om, boleh minta tolong gak?" tanya om David.
"Minta tolong apa, om?" tanya Bina.
"Kamu bisa gak temenin Julian di rumah sakit? soalnya om ada urusan mendadak, jadi gak bisa temenin dia" ucap om David.
"Julian sakit apa, om?" tanya Bina.
"Dia sakit tipes" ucap om David.
"Oh gitu, ya udah nanti Bina ke rumah sakit" ucap Bina.
"Oh iya, dirawat nya di rumah sakit mana om?" tanya Bina.
"Di rumah sakit Kenanga" ucap om David.
"Kalau ruangannya dimana, om?" tanya Bina.
"Kalau ruangannya, nanti kamu tanya aja ke resepsionis ya, soalnya om lupa nama ruangannya" ucap om David.
"Oh iya, om" ucap Bina.
"Ya udah, om pergi dulu ya Na" ucap om David.
"Iya, om" ucap Bina.
Om David segera kembali masuk kedalam mobil dan ia langsung melajukan mobilnya.
Setelah om David pergi, Bina segera masuk kedalam rumahnya dan ia segera pergi ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar, Bina segera mengambil pakaiannya dan handuknya. Lalu ia segera pergi ke kamar mandi.
Sesudah mandi, Bina langsung mengambil kunci motor dan helmnya. Kemudian, Bina segera pergi keluar.
Sesampainya diluar, Bina segera kembali mengunci pintu rumahnya.
"Mau kemana, dek?" tanya kak Daniel yang baru turun dari mobil.
"Mau ke rumah sakit, kak" ucap Bina.
"Siapa yang sakit?" tanya kak Daniel.
"Julian, kak" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu ayo naik mobil kakak" ucap Bina.
"Tapi Bina udah bawa helm, kak" ucap Bina.
"Ya gak apa-apa, nanti helmnya simpeaja di kursi belakang" ucap kak Daniel.
"Ya udah deh" ucap Bina.
Bina dan kak Daniel segera masuk kedalam mobil. Lalu kak Daniel segera melajukan mobilnya menuju cafenya setelah itu baru ke rumah sakit.
...****...
Ketika sampai di rumah sakit, Bina dan kak Daniel segera masuk kedalam rumah sakit dan kak Daniel segera menghampiri resepsionis untuk menanyakan ruangan Julian.
Setelah diberitahu oleh resepsionis, Bina dan kak Daniel segera pergi ke ruangan tempat Julian dirawat.
Saat masuk kedalam ruangan tersebut, Bina dan kakaknya langsung menghampiri Julian.
"Eh, ada kalian" ucap Julian sambil berniat memposisikan tubuhnya agar duduk.
"Luh sakit apa, Jul?" tanya kak Daniel.
"Dia sakit tipes, kak" ucap Bina.
"Luh tahu dari mana, Na?" tanya Julian.
"Papah ngapain sih nyuruh Bina" ucap Julian.
"Luh gak mau ya ditungguin gue?" tanya Bina.
"Bukan gak mau, tapi gue gak enak aja sama luh dan kak Daniel" ucap Julian.
"Gak usah sungkan-sungkan kali, kan kita udah kayak keluarga sendiri" ucap kak Daniel.
"Oh iya, nih buat luh" ucap kak Daniel sambil memberikan kue brownies kepada Julian.
"Makasih, kak" ucap Julian.
"Iya sama-sama" ucap kak Daniel.
"Jul, gue boleh minta air mineral gak? soalnya tadi gak sempet minum" ucap Bina.
"Ya udah ambil aja" ucap Julian.
"Beneran boleh?" tanya Bina memastikan.
"Iya boleh" ucap Julian sambil tersenyum.
Bina segera mengambil air mineral dan ia langsung meminumnya.
"Luh haus banget ya, dek?" tanya kak Daniel.
"Iya, soalnya tadi Bina pas di rumah Arka cuma minum teh manis doang, gak minum air putih" ucap Bina.
"Oh iya, Jul! luh tahu gak tentang Ardan?" tanya Bina sedih.
"Iya gue tahu, gue baca grup kelas kok" ucap Julian.
"Gak nyangka banget ya" ucap Bina.
"Iya, umur emang gak bisa ditebak" ucap Julian.
"Oh iya, Bina mau keluar dulu ya" ucap Bina.
"Mau ngapain?" tanya kak Daniel.
"Mau telepon Arka, soalnya mau mastiin dia udah sampe atau belum ke rumah nya" ucap Bina.
Bina segera pergi keluar dari ruangan tersebut.
Kemudian Bina segera duduk di kursi yang berada didepan ruangan tersebut.
Bina langsung menelepon Arka.
Beberapa detik kemudian, Arka langsung menjawab panggilan telepon dari Bina.
"Hallo, sayang" ucap Arka.
"Ka, kamu udah sampe rumah kan?" tanya Bina memastikan.
"Iya, aku udah sampai rumah kok, dari tadi malahan" ucap Arka.
"Syukur deh kalau gitu" ucap Bina.
"Oh iya, Ka! aku sekarang ada di rumah sakit" ucap Bina.
"Siapa yang sakit?" tanya Arka.
"Julian" ucap Bina.
"Dia sakit apa?" tanya Arka.
"Sakit tipes" ucap Bina.
"Kamu ke rumah sakit sama siapa?" tanya Arka.
__ADS_1
"Sama kak Daniel" ucap Bina.
"Oh syukur deh kalau sama kak Daniel" ucap Arka.
"Emang kalau misalnya gak sama kak Daniel gimana?" tanya Bina.
"Ya aku khawatir, soalnya masa kamu ke rumah sakitnya sendirian" ucap Arka.
"Ka, kamu mau jenguk Julian gak?" tanya Bina.
"Hmm...mau, tapi besok aja ya aku jenguknya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Tapi bareng kamu juga ya ke rumah sakitnya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Oh iya, berarti besok kamu upacara dong. Kan soalnya kamu udah sembuh" ucap Bina.
"Enggak, aku gak bakal upacara" ucap Arka.
"Katanya udah sembuh" ucap Bina.
"Ya udah, tapi kan aku mau di UKS aja biar bisa ketemu kamu" ucap Arka.
"Nanti kamu mau pura-pura sakit?" tanya Bina.
"Ya iyalah, kalau gak pura-pura nanti gak dibolehin masuk ke UKS" ucap Arka.
"Ya udah nanti bareng ya masuknya" ucap Bina.
"Ya jangan lah, nanti ketahuan kalau masuknya barengan" ucap Arka.
"Gak baka kok" ucap Bina.
"Kan siswa-siswi sama guru-guru tahu kalau kita pacaran, nanti yang ada kita malah dihukum kalau ketahuan bohong" ucap Arka.
"Iya juga ya" ucap Bina.
"Ya makanya jangan bareng" ucap Arka.
"Ka, udah dulu ya teleponnya. Soalnya aku mau telepon Ririn dulu" ucap Bina.
"Oh iya" ucap Arka.
Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
Kemudian ia segera menelepon Ririn.
Pada saat ditelepon, Ririn tidak menjawab panggilan telepon dari Bina.
"Gak dijawab lagi" keluh Bina.
Bina terus-menerus menelepon Ririn, namun Ririn sama sekali tidak menjawab panggilan dari Bina.
Akhirnya Bina segera menelpon mamahnya Ririn.
Beberapa detik kemudian, mamah Ririn menjawab panggilan telepon dari Bina.
"Hallo, Bina" ucap mamah Ririn.
"Tante, Ririn nya baik-baik aja kan?" tanya Bina.
"Dia tadi terus-terusan nangis, Na. Tapi sekarang dia udah tidur kok, soalnya dia pasti cape karena keseringan nangis makanya dia tidur" ucap mamah Ririn.
"Oh pantesan pas Bina telepon, dia nya gak jawab eh ternyata udah tidur" ucap Bina.
"Tapi Ririn nya udah makan kan, tante?" tanya Bina.
"Dia makan tapi cuma dikit" ucap mamah Ririn.
"Besok Ririn bakal sekolah gak, tante?" tanya Bina.
"Tante, gak tahu" ucap mamah Ririn.
"Nanti kalau misalnya Ririn gak sekolah, tolong ijinin ya, Na" ucap mamah Ririn.
"Iya, Bina pasti ijinin kok tante" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu, Bina tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.
"Iya" ucap mamah Ririn.
"Tante, maaf ya kalau Bina ganggu" ucap Bina.
"Enggak ganggu kok" ucap mamah Ririn.
"Ya udah Bina tutup dulu ya teleponnya, tante" ucap Bina.
"Iya" ucap mamah Ririn.
Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
Sehabis teleponan, Bina segera kembali menghampiri kak Daniel dan Julian.
"Kak" panggil Bina.
"Kenapa?" tanya kak Daniel.
"Ririn kasihan banget, kan. Kata mamahnya dia nangis terus" ucap Bina.
"Ya wajar, Na. Kan dia baru kehilangan orang yang dia sayang, makanya dia nangis. Kamu juga waktu itu terus-terusan nangis kan waktu papah sama mamah meninggal" ucap kak Daniel.
"Iya juga sih, kak" ucap Bina.
"Oh iya, Na! papah gue kemana ya?" tanya Julian.
"Tadi sih katanya lagi ada urusan mendadak" ucap Bina.
"Urusan kemana?" tanya Julian.
"Gue gak tahu" ucap Bina.
"Oh iya, Na! besok tolong ijinin gue ya" ucap Julian.
"Iya, siap" ucap Bina.
Skip
Jam 21.00
"Na, bangun" ucap kak Daniel sambil menepuk pundak Bina.
Bina langsung terbangun dari tidurnya.
"Ayo pulang" ucap kak Daniel.
Bina segera beranjak bangun dari sofa yang tadi ia tiduri.
"Bina, Daniel, makasih ya udah nungguin Julian" ucap om David.
"Iya sama-sama om" ucap kak Daniel dan Bina.
"Ya udah kita berdua pamit dulu ya, om" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap om David.
Akhirnya Bina dan kak Daniel segera pergi keluar.
Sesampainya diluar, Bina dan kakaknya segera masuk mobil. Kemudian kak Daniel segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Saat sampai di rumah, Bina buru-buru turun dari mobil dan ia segera pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Ketika berada di kamar, Bina langsung tidur karena ia sangat mengantuk.