
"Ka, kamu sama anak-anak Stray Squad sering ngomongin cewek gak?" tanya Bina.
"Sering, tapi aku cuma ngomongin kamu doang kok ke mereka" ucap Arka.
"Kalau Ardan?" tanya Ririn.
"Ardan gak pernah bahas cewek, paling waktu dulu dia sering ngebahas mantannya yang udah meninggal" ucap Arka.
"Terus yang sering ngebahas cewek siapa diantara anak-anak Stray Squad?" tanya Bina.
"Kamu juga pasti tahu kok siapa orangnya" ucap Arka.
"Raihan ya?" tanya Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Mungkin satu hari bisa ngomongin lima cewek sekaligus" ucap Arka.
"Banyak amat" ucap Bina.
"Siapa aja tuh cewek nya?" tanya Ririn.
"Pokoknya banyak lah" ucap Arka.
"Ada cewek di kelas aku gak yang pernah diomongin sama Raihan?" tanya Bina.
"Ada" ucap Arka.
"Ada empat cewek dikelas kamu yang diomongin sama Raihan" ucap Arka lagi.
"Siapa?" tanya Bina.
"Rahasia" ucap Arka.
"Kok main rahasia-rahasian sih" ucap Bina.
"Soalnya ini privasi sesama cowok" ucap Arka.
"Ih kasih tahu dong" mohon Bina.
"Cium dulu, baru nanti aku kasih tahu" ucap Arka sambil menunjuk pipinya.
Chup
"Udah" ucap Bina.
"Luh kok mau-mau aja sih, Na" ucap Ririn.
"Kan gue pingin tahu" ucap Bina.
"Ya udah cepet kasih tahu" ucap Bina.
"Nanti ya aku kasih tahu nya sekalian aku mau kasih tempe juga" ucap Arka sambil tertawa kecil.
"Ih ngeselin!!" ucap Bina karena ditipu oleh Arka.
"Mau-mau aja luh dibohongin Arka" ucap Ririn.
"Cepet kasih tahu" ucap Bina.
"Iya nanti aku beli dulu ya tahu nya" ucap Arka sambil tertawa kecil.
"Tahu ah!" kesal Bina.
"Ya udah iya, aku kasih tahu kamu deh" ucap Arka.
"Ya udah siapa?" tanya Bina dengan muka penasaran.
"Salah satunya kamu" ucap Arka.
"Aku?" heran Bina.
"Iya, kamu" ucap Arka.
"Raihan ngomongin apaan tentang aku?" tanya Bina.
"Dia waktu dulu sebenernya mau deketin kamu, karena katanya kamu cantik banget. Tapi dia gak jadi deketin kamunya, soalnya keduluan sama aku" ucap Arka.
"Pantes aja waktu itu Raihan lihatin Bina mulu" ucap Ririn.
"Terus tiga lagi siapa?" tanya Bina.
"Ririn, Syara, sama Mawar" ucap Arka.
"Dia ngomongin gue juga?" tanya Ririn.
"Iya, soalnya kan waktu itu katanya luh suka sama Raihan terus dia jadi ngomongin luh di grup" ucap Arka.
"Kalau Syara, Raihan ngomongin apa tentang dia?" tanya Bina.
"Dia tadinya mau deketin Syara tapi gak jadi, soalnya Syara nya keburu jadian sama Haikal" ucap Arka.
"Kalau Mawar?" tanya Bina.
"Raihan bilang katanya Mawar pacaran sama om-om" ucap Arka pelan.
"Hah?! serius?" ucap Bina dan Ririn bersamaan.
"Iya, bahkan Raihan ngirim foto Mawar sama om-om itu waktu di restoran" ucap Arka.
"Ih Raihan apaan sih, itu sama aja ngelanggar privasi orang" ucap Bina.
"Iya parah banget emang si Raihan" ucap Arka.
"Tapi pasti waktu itu kamu juga pernah ikutan ngegibahin Mawar ya?" tanya Bina.
"Enggak kok, aku cuma baca chat aja" ucap Arka
"Mau baca atau enggak, sama aja luh ngegibahin orang" ucap Ririn.
"Iya bener, siapa tahu kan itu papahnya bukan pacarnya" ucap Bina.
"Kalau papahnya masa iya sampe ciuman bibir segala" ucap Arka.
Bina dan Ririn langsung membuka mulutnya karena saking kagetnya.
"Emang cowoknya umur berapa sih?" tanya Ririn.
"Kelihatannya sih kayak tiga puluh tahun keatas" ucap Arka.
"Ih tua banget" ucap Bina.
"Kok mawar mau sih sama yang tua" heran Bina.
"Duitnya banyak kali, makanya dia mau" ucap Arka.
"Astaghfirullah, kenapa kita jadi gibah gini" ucap Ririn.
"Kamu sih, Ka! mancing-mancing aku mulu, jadinya kan aku jadi julid" ucap Bina.
"Ya udah ayo pulang, lagian udah habis eskrimnya" ucap Arka.
__ADS_1
"Eskrimnya udah dibayar kan?" tanya Ririn memastikan.
"Iya, udah" ucap Arka.
Lalu mereka bertiga segera pergi keluar untuk menghampiri mobil Arka.
Kemudian mereka bertiga segera masuk kedalam mobil.
"Masih mau jalan-jalan atau mau pulang?" tanya Arka.
"Mau jalan-jalan" ucap Bina.
"Gue pingin pulang, Na" ucap Ririn.
"Ya udah deh pulang ke rumah aku aja, Ka. Soalnya kan motornya Ririn ada di rumah aku' ucap Bina.
"Oh ya udah" ucap Arka.
Lalu Arka segera melajukan mobilnya menuju rumah Bina.
Skip
Sesampainya di rumah, mereka bertiga segera turun dari mobil.
"Na, Ka! gue pulang ya" ucap Ririn sambil menaiki motornya.
"Iya" ucap Bina dan Arka bersamaan.
Ririn langsung melajukan motornya menuju rumahnya.
"Na, ayo naik lagi" ucap Arka.
"Mau kemana?" tanya Bina.
"Katanya mau jalan-jalan" ucap Arka.
"Ya udah bentar, aku mau tutup pagarnya dulu" ucap Bina sambil menutup pagar rumahnya.
Kemudian Bina segera menyusul Arka masuk kedalam mobil.
"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Arka.
"Terserah kamu aja" ucap Bina.
"Jangan terserah dong, kan aku jadi bingung" ucap Arka.
"Habisnya aku gak ada rekomendasi tempat" ucap Bina.
"Hmm...kamu mau ke cafe yang ada kucingnya gak?" tanya Arka.
"Mau" ucap Bina dengan semangat empat lima.
"Ya udah, kita kesana ya" ucap Arka.
Arka segera melajukan mobilnya ke tempat tersebut.
"Beneran ada kucingnya?" tanya Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Banyak gak kucingnya?" tanya Bina.
"Banyak" ucap Arka.
"Kucingnya boleh dibawa pulang gak?" tanya Bina.
"Ya gak boleh lah, kan itu punya pemilik cafe itu" ucap Arka.
"Kamu suka kucing ya?" tanya Arka.
"Iya, suka banget" ucap Bina.
"Ya udah nanti aku beliin ya buat kamu" ucap Arka.
"Serius?" tanya Bina.
"Iya serius" ucap Arka.
"Tapi nanti ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
Sesampainya di cafe tersebut, Arka dan Bina langsung turun dari mobil.
"Ayo cepet masuk" ucap Bina sambil menarik-narik tangan Arka.
"Iya sabar" ucap Arka sambil tersenyum.
Lalu mereka berdua segera masuk kedalam cafe tersebut.
"Ih lucu banget" ucap Bina sambil mengelus-elus kucing yang berada di cafe tersebut.
"Eh, Ka!" ucap seseorang.
"Hai" ucap Arka.
"Kesini sama siapa?" tanya orang itu.
"Sama pacar gue" ucap Arka.
"Yang itu" tunjuk orang itu kepada Bina yang sedang bermain bersama kucing.
"Iya" ucap Arka.
"Na" panggil Arka.
"Apa" ucap Bina.
"Sini dulu" suruh Arka.
Bina segera menghampiri Arka.
"Ini kenalin, saudara aku" ucap Arka.
"Hallo, kenalin nama gue Axel" ucap orang itu sambil mengulurkan tangannya.
"Gue Bina" ucap Bina sambil membalas uluran tangan Axel.
Kemudian mereka berdua segera melepaskan uluran tangan masing-masing.
"Om Faruq mana?" tanya Arka.
"Dia ke rumah dulu tadi, makanya gue yang jaga cafe" ucap Axel.
"Ya udah, luh mau pesen apa?" tanya Axel.
"Gue seperti biasa pesen matcha cake sama matcha latte" ucap Arka.
"Kalau Bina mau pesen apa?" tanya Axel.
"Disini ada cheese cake gak?" tanya Bina.
__ADS_1
"Ada kok" ucap Axel.
"Ya udah pesen cheese cake aja" ucap Bina.
"Minumnya mau apa?" tanya Axel.
"Apa aja deh yang penting dingin" ucap Bina.
"Es batu mau?" canda Axel.
"Ya jangan es batu juga" ucap Bina.
"Es batu aja udah, soalnya Bina suka banget nyemilin es batu" ucap Arka.
"Ih enggak! kapan aku nyemilin es batu coba" ucap Bina.
"Ya udah terus kamu maunya apa?" tanya Arka.
"Terserah aja deh yang penting dingin" ucap Bina.
"Ice vanilla latte mau gak?" tanya Axel.
"Iya boleh" ucap Bina.
"Ya udah tunggu ya" ucap Axel sambil pergi.
"Ya udah ayo duduk, Na" ucap Arka.
"Boleh sambil bawa kucingnya gak?" tanya Bina.
"Ya udah bawa aja" ucap Arka.
Bina segera menggendong kucing tersebut.
Kemudian mereka berdua segera duduk ditempat yang telah disediakan.
"Ka, fotoin aku sama kucingnya dong" ucap Bina.
"Ya udah iya" ucap Arka.
Arka segera memotret Bina bersama kucing tersebut dengan menggunakan ponsel miliknya.
"Coba aku lihat fotonya" ucap Bina.
"Nih" ucap Arka sambil menunjukan hasil fotonya.
"Ulang lagi dong fotonya" ucap Bina.
Arka memotret Bina kembali.
"Udah" ucap Arka.
"Lihat coba" ucap Bina.
Arka segera menunjukkan foto tersebut.
"Ih lucu banget kucingnya" ucap Bina saat melihat hasil fotonya.
"Yang lucu itu kamu bukan kucingnya" ucap Arka.
"Bisa aja kamu" ucap Bina.
"Ya kan emang kamunya lucu" ucap Arka.
"Kamu mau difoto bareng kucingnya gak?" tanya Bina.
"Enggak" ucap Arka.
"Kenapa gak mau?" tanya Bina.
"Ya gak mau aja" ucap Arka.
"Ka, nanti aku pingin nya kucing warna putih ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Tapi kalau enggak ada, warna pink juga gak apa-apa" ucap Bina.
"Sejak kapan ada kucing warna pink" heran Arka.
"Ada kok, nih lihat deh" ucap Bina sambil menunjukkan ponselnya kepada Arka.
"Itu bulu kucingnya diwarnain" ucap Arka.
"Ya emang" ucap Bina.
"Kamu emang gak kasihan gitu ke kucingnya?" tanya Arka.
"Kasihan kenapa?" tanya Bina.
"Itu kan bulunya di cat, jadi nanti pasti bahaya ke kucingnya. Kan cat nya pasti mengandung bahan kimia" ucap Arka.
"Ya udah deh jangan warna pink aja" ucap Bina.
"Jadinya kamu pingin warna apa?" tanya Arka.
"Warna putih aja" ucap Bina.
"Oke, nanti aku beliin ya" ucap Arka.
"Makasih ya" ucap Bina.
"Belum juga dibeliin, kok udah bilang makasih" kata Arka.
"Walaupun belum dibeliin, tapi kan aku harus bilang makasih ke kamu" ucap Bina.
"Tapi nanti kamu sanggup gak ngerawatnya?" tanya Arka.
"Sanggup kok" ucap Bina.
"Beneran ya? soalnya kasihan kalau gak dirawat" ucap Arka.
"Iya aku bakal rawat kok seperti ngerawat anak sendiri" ucap Bina.
"Ngerawat anak sendiri?" ucap Arka sambil tertawa kecil.
"Iya, binatang juga harus dirawat, kan sama-sama makhluk hidup" ucap Bina.
"Ya emang, tapi kata-kata kamu tadi lucu banget" ucap Arka.
"Kata-kata yang mana?" tanya Bina.
"Yang ngerawat seperti anak sendiri" ucap Arka.
"Emang lucu dari mananya?" bingung Bina.
"Gak jadi deh" ucap Arka.
"Kok gak jadi" ucap Bina.
__ADS_1
"Udah jangan dibahas" ucap Arka lagi.