
Lalu Ririn pun segera menghampiri Bina dan Fanny. Kemudian dia pun duduk disamping Bina.
"Cie yang habis berduaan sama gebetan" sindir Bina.
Ririn pun langsung tersipu malu.
"Luh sama Ardan ngomongin apa sih? kok lama banget" tanya Fanny.
"Sebenernya tadi Ardan nembak gue" jelas Ririn.
"Serius luh?" sahut Bina dan Fanny.
Ririn pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan mereka berdua.
"Selamat ya" ucap Fanny.
"Sahabat gue akhirnya punya pacar" kata Bina.
"Oh iya, Fan! nanti pulangnya gue mau duduk sama Ardan ya" ucap Ririn.
"Oh ya udah, gak apa-apa kok. Lagian gue bisa sama yang lain" ucap Fanny.
"Fan, makasih ya! berkat luh, Ardan jadi tahu kalau gue suka sama dia" ucap Ririn.
"Iya sama-sama" ucap Fanny.
"Rin, nanti jangan lupa traktir kita berdua ya" ucap Bina.
"Siap" ucap Ririn.
****
A
rdan pun segera menghampiri teman-temannya. Kemudian ia pun duduk didepan tenda.
"Luh sama Ririn ngobrolin apaan? kok lama banget" ucap Robi.
"Kepo luh" ucap Ardan.
"Oh iya, Rob! nanti pulangnya luh duduk sama Kevin aja ya" ucap Ardan.
"Gue gak mau!" ucap Robi dan Kevin bersamaan.
"Emang luh mau duduk sama siapa, Dan?" tanya Arka.
"Gue mau duduk sama pacar gue" ucap Ardan.
Sontak Arka, Robi dan Kevin pun kaget mendengar ucapan Ardan.
"Pacar luh siapa?" tanya Arka.
"Nanti juga luh tahu" ucap Ardan.
"Terus gue gimana dong? gue gak mau duduk sama si Robi" ucap Kevin.
"Gue juga ogah duduk sama luh" sahut Robi.
"Arka" panggil pak Vito.
"Iya, pak" ucap Arka sambil berdiri.
"Saya boleh minta tolong gak sama kamu?" tanya pak Vito.
"Boleh, pak! mau minta tolong apa?" tanya Arka sambil menghampiri pak Vito.
"Tolong kasih ini ke Bu Nana" bisik pak Vito.
Lalu pak Vito pun segera memberikan surat tersebut kepada Arka.
"Siap, pak!" ucap Arka.
Lalu pak Vito pun segera pergi.
Arka pun segera menuju tenda cowok.
"Arka!!" teriak Ardan sambil berlari.
"Luh ngapain ngikutin gue?" tanya Arka.
"Gue bosen, jadi gue ikutin luh deh" ucap Ardan.
"Tadi pak Vito nyuruh apa?" tanya Ardan.
"Nyuruh ngasihin surat ke Bu Nana" ucap Arka.
"Surat cinta?" tanya Ardan.
"Mana gue tahu" ucap Arka.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua pun telah sampai di tenda cewek.
"Dimana sih tenda Bu Nana?" tanya Arka kepada Ardan.
"Mana gue tahu" ucap Ardan.
"Tanyain aja tuh sama geng Trio macan" ucap Ardan sambil menunjuk Bina, Ririn dan Fanny yang sedang duduk didepan tenda.
Lalu Arka dan Ardan pun segera menghampiri mereka bertiga.
"Luh berdua ngapain kesini? mau tebar pesona ya luh sama cewek-cewek" ucap Fanny.
"Luh suudzon banget, Fan. Kita kesini tuh karena ada misi rahasia" ucap Ardan.
"Misi rahasia apaan?" tanya Bina.
"Pokoknya ini rahasia, jangan sampai orang lain tahu" ucap Ardan.
"Ka, misi rahasia apa sih?" tanya Bina sambil menghadap kearah Arka.
"Aku gak bisa jelasin ke kamu" ucap Arka.
"Pasti misi luh mau modus ke Bina sama Ririn kan?" tebak Fanny.
"Mentang-mentang udah jadian luh, Dan" sindir Fanny.
"Hah? emang Ardan jadian sama Ririn?" tanya Arka.
"Iya, mereka baru jadian" ucap Fanny.
"Oh iya guys! kalau tenda Bu Nana dimana?" tanya Ardan.
"Oh jadi misi rahasia luh itu pingin ketemu Bu Nana" sahut Fanny.
"Kamu mau ngapain ketemu Bu Nana?" tanya Bina.
"Mau ngasih ini" ucap Arka sambil menunjukkan surat.
"Luh mau ngasih surat ke Bu Nana?" tanya Fanny.
"Ini surat bukan dari gue!" ucap Arka.
Lalu Ririn pun menatap tajam Ardan.
"Bukan surat dari gue, Rin" ucap Ardan.
"Terus dari siapa?" tanya Ririn.
"Iya dari Robi" bohong Arka.
"Sudah kuduga" ucap Fanny.
"Terus tenda nya dimana?" tanya Arka.
"Tuh di ujung" ucap Ririn sambil menunjuk.
Lalu Arka dan Ardan pun segera pergi menuju tenda bu Nana.
"Kayaknya si Robi jatuh cinta banget sama Bu Nana" ucap Ririn.
"Emang bener ya, cinta tuh gak pandang umur" ucap Bina.
****
S
etelah sampai, Arka pun langsung memanggil Bu Nana.
"Bu Nana" panggil Arka.
Bu Nana pun segera keluar dari tenda.
"Kenapa, Arka?" tanya Bu Nana.
"Ini ada surat buat ibu" ucap Arka.
"Dari siapa?" tanya Bu Nana.
"Dari pak Vito, Bu" sahut Ardan.
"Oh iya, terima kasih" ucap Bu Nana.
"Iya sama-sama, Bu" ucap Arka.
Lalu Arka dan Ardan pun pergi dan segera menghampiri Bina, Fanny dan Ririn.
"Ngapain balik lagi kesini?" tanya Fanny.
"Ya mau ketemu pacar gue lah" ucap Arka.
__ADS_1
"Fan, fotoin gue sama Bina dong" ucap Arka.
"Ogah" ucap Fanny.
"Sini biar gue aja yang fotoin" ucap Ririn.
"Nih" ucap Arka sambil memberikan ponselnya kepada Ririn.
Lalu Arka pun segera duduk disebelah Bina.
1 2 3
Cekrek
"Nih udah" ucap Ririn sambil memberikan ponsel kepada Arka.
"Thanks" ucap Arka.
"Luh sama Ardan mau difoto juga gak?" tanya Arka.
"Boleh" sahut Ardan sambil mendekat kearah Ririn.
Lalu Arka pun segera memfoto mereka berdua.
"Nanti fotonya gue kirim ke whatsapp kalian" ucap Arka.
"Gue pergi dulu ya" ucap Fanny.
"Mau kemana?" tanya Bina.
"Mau nyari cowok" ucap Fanny.
Bina, Arka, Ardan dan Ririn pun langsung tertawa karena mendengar ucapan Fanny.
Lalu Fanny pun segera pergi meninggalkan mereka berempat.
"Nanti kita double date yuk!" ajak Bina.
"Yuk!" sahut Ririn.
"Enggak ah!" sahut Arka dan Ardan.
"Loh kenapa?" tanya Bina.
"Lebih seru berdua" ucap Arka.
"Tapi kalau berdua udah sering" ucap Bina kepada Arka.
"Berdua aja, Rin! kan kita baru pacaran masa langsung double date" ucap Ardan.
"Tapi kalau berdua nanti bakal canggung" ucap Ririn.
"Gak bakal canggung kok" ucap Ardan.
"Ka, please!" mohon Bina.
"Gak mau, nanti yang ada kamu lebih sering ngobrol sama Ririn dari pada sama aku" ujar Arka.
"Enggak kok, aku bakal ngobrol terus sama kamu" kata Bina.
"Enggak, Na" ucap Arka.
"Arka ganteng deh" bujuk Bina.
"Emang" ucap Arka.
"Ih Arka nyebelin" ucap Bina sambil cemberut.
Arka pun langsung tertawa kecil karena mendengar ucapan Bina.
"Tau ah!" ucap Bina sambil pergi.
Lalu Arka pun segera mengejar Bina.
"Ya udah iya deh" ucap Arka.
"Beneran?" tanya Bina.
"Iya sayang" ucap Arka.
"Makasih" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Tapi si Ardan nya kayak gak mau tuh" ucap Arka.
"Ya kamu bujuk dia lah supaya mau" ucap Bina.
"Susah kalau ngebujuk dia mah" ucap Arka.
__ADS_1
"Kamu paksa aja, atau pake cara lain kek biar dia mau" kata Bina.