Prince Of School

Prince Of School
Episode 275


__ADS_3

* Kamar


Trining... trining


Bina melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Adzril.


Lalu Bina segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo" ucap Bina.


"Na, luh kok gak bilang-bilang sih" ucap Adzril dengan nada kesal.


"Maksudnya?" bingung Bina.


"Luh tadi dilamar kan sama Arka?" tanya Adzril.


"Iya" ucap Bina.


"Selamat ya" ucap Adzril.


"Iya makasih" ucap Bina.


"Luh kenapa gak bilang ke gue sih kalau luh mau dilamar?" tanya Adzril.


"Soalnya gue juga tadinya gak tahu kalau Arka bakal ngelamar gue" ucap Bina.


"Nanti kalau luh nikah undang gue ya" ucap Adzril.


"Iya, nanti gue bakal undang luh kok" ucap Bina.


"Awas loh kalau gue gak diundang" ucap Adzril.


"Iya, nanti gue bakal undang luh" ucap Bina.


"Oh iya, luh kapan nikah?" tanya Bina.


"Gak tahu, cewek juga gue belum punya" ucap Adzril.


"Emang sama yang kemarin putus ya?" tanya Bina.


"Iya putus" ucap Adzril.


"Putus kenapa?" tanya Bina.


"Soalnya cewek yang kemarin matre banget" ucap Adzril.


"Oh iya, Na! cariin cewek buat gue dong" ucap Adzril.


"Sama Nabila mau gak?" tanya Bina.


"Ih gak mau!" ucap Adzril.


"Kenapa gak mau?" tanya Bina.


"Dia kan temen gue" ucap Adzril.


"Ya gak apa-apa dong" ucap Bina.


"Gue mau nya orang baru, bukan orang yang gue kenal" ucap Adzril.


"Nabila cantik loh! masa luh gak mau sama dia" ucap Bina.


"Ya emang, tapi gue gak mau kalau pacaran sama orang yang gue kenal dari lama" ucap Adzril.


"Ya udah kalau gitu nanti gue cariin deh cewek buat luh" ucap Bina.


"Bener ya" ucap Adzril.


"Iya, nanti gue cariin" ucap Adzril.


"Ya udah deh kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Adzril.


"Loh! kok ditutup lagi" ucap Bina.


"Iya soalnya gue cuma mau ngomong selamat doang sama luh" ucap Adzril.


"Ya udah gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Adzril lagi.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Adzril segera mematikan panggilan teleponnya.


Krining... krining


"Loh! ngapain Ririn nelpon gue" batin Bina.


Bina segera menghampiri Ririn tanpa mengangkat panggilan telepon dari Ririn.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Bina.


"Gue pingin es jeruk" ucap Ririn.


"Luh kayaknya beneran ngidam ya, Rin" ucap Bina.


"Gue gak tahu" ucap Ririn.


"Ya udah cepet beliin" ucap Ririn.


"Mana uangnya?" ucap Bina.


"Ini" ucap Ririn sambil memberikan uang kepada Bina.


"Belinya tiga ya" ucap Ririn.


"Oke" ucap Bina.


Setelah itu, Bina segera pergi menuju rumah makan kak Fauzi.


* Rumah makan


"Kak Bryan" panggil Bina.


"Iya kenapa, Na?" tanya kak Bryan.


"Bina beli es jeruk 3 ya" ucap Bina.


"Oke" ucap kak Bryan.


Bina segera duduk sambil menunggu pesanannya.


Beberapa menit kemudian...


"Na, ini es jeruk nya" ucap kak Bryan sambil memberikan kantong plastik yang 3 es jeruk.


"Makasih kak" ucap Bina.


"Oh iya, ini uangnya" ucap Bina sambil membayar es jeruk tersebut.


"Ya udah, kak! Bina pulang dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap kak Bryan.


Bina segera pergi menuju rumahnya.


"Kak, Ririn nya mana?" tanya Bina.


"Lagi dikamar mandi" ucap kak Daniel.


"Itu apa, dek?" tanya kak Daniel.


"Es jeruk" ucap Bina.


"Gue mau dong" ucap kak Daniel sambil mengambil es jeruk tersebut.


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka.


"Gimana, Rin?" tanya kak Daniel.


"Aku positif" ucap Ririn sambil tersenyum.


Daniel segera menghampiri Ririn dan memeluknya.


"Kakak ipar selamat ya" ucap Bina.


"Iya, makasih" ucap Ririn.


"Eh ini es punya aku" ucap Ririn.


"Oh kirain kamu beli 3 es jeruk buat kita bertiga" ucap Daniel.


"Enggak, itu buat aku semuanya" ucap Ririn.


"Ya udah nih" ucap Daniel sambil memberikan es jeruk kepada istrinya.


"Rin, gue taruh disini ya es jeruk nya" ucap Bina.


"Iya" ucap Ririn.


"Ya udah Bina ke kamar dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Ririn dan kak Daniel.


"Dek, pintunya tutupin" perintah kak Daniel.

__ADS_1


"Iya siap" ucap Bina.


Bina segera menutup pintu kamar kakaknya. Setelah itu, ia segera pergi menuju kamarnya.


* Kamar


Trining...trining


Bina tersenyum setelah melihat ke layar ponselnya sebab ternyata yang mem-video call nya itu adalah calon suaminya.


Bina langsung saja mengangkat panggilan video call tersebut.


"Ada apa, Ka?" ucap Bina.


"Na, besok kita ke makam orang tua kamu yuk! nanti habis dari makam orang tua kamu, kita ke makam mamah aku" ucap Arka.


"Ayo" ucap Bina.


"Jam berapa ziarah nya?" tanya Bina.


"Pokoknya nanti jam 6 pagi aku ke rumah kamu" ucap Arka.


"Oh ya udah" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! aku punya kabar bahagia loh" ucap Bina.


"Kabar apa?" tanya Arka.


"Ririn hamil" ucap Bina.


"Wah selamat ya" ucap Arka.


"Ririn yang hamil, bukan aku" ucap Bina.


"Iya maksudnya selamat karena kamu punya keponakan" ucap Arka.


"Oh iya, kamu sekarang ada di rumah kamu atau di rumah orang tua kamu?" tanya Bina.


"Aku ada di rumah aku" ucap Arka.


"Orang tua kamu juga ada di rumah kamu?" tanya Bina.


"Enggak, mereka udah pulang" ucap Arka.


"Berarti kamu sendiri dong di rumah" ucap Bina.


"Enggak. Aku ini lagi sama bang Chandra, Raihan, sama Kevin" ucap Arka.


"Kalian lagi pada ngapain sih? kok berisik banget" ucap Bina.


"Itu biasalah mereka bertiga lagi karaoke-an" ucap Arka.


"Oh pantes aja rame" ucap Bina.


"Oh iya, Na! nanti kamu gak usah kerja aja ya. Soalnya biar aku aja yang nafkahin kamu" ucap Arka sambil tersenyum.


Bina hanya mengangguk sambil salah tingkah.


"Oh iya, besok sekalian beli alat dapur yuk!" ajak Arka.


"Ayo" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! nanti pas kita udah nikah, aku pinginnya kamu jangan terlalu sering keluar kota. Soalnya aku bosen kalau di rumah sendiri" ucap Bina.


"Ya udah kalau gitu kamu ikut aku aja" ucap Arka.


"Emang aku boleh ikut?" tanya Bina.


"Ya boleh lah, Na" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu aku ikut deh" ucap Bina.


"Na, aku matiin dulu ya video call nya. Soalnya ada tamu" ucap Arka.


"Siapa?" ucap Bina.


"Itu abang gof**d, soalnya tadi aku pesan makanan" ucap Arka.


"Oh gitu" ucap Bina.


"Ya udah aku matiin dulu ya teleponnya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


Arka segera mematikan panggilan video call nya.


Setelah selesai video call, Bina segera naik keatas kasur. Lalu ia segera tidur siang.

__ADS_1


__ADS_2