Prince Of School

Prince Of School
Episode 99


__ADS_3

"Na, itu temen luh" ucap Clara sambil menunjuk kearah Ririn dan Fanny.


"Oh iya" ucap Bina.


"Kalau gitu gue pergi ke tenda gue dulu ya" ucap Clara.


"Makasih ya, udah nganterin gue" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap Clara sambil pergi menuju tendanya.


Setelah Clara pergi, Ana pun langsung pergi menuju kearah Ririn dan Fanny.


"Ririn, Fanny" teriak Bina.


"Bina" teriak Ririn dan Fanny.


Lalu mereka berdua pun segera menghampiri Bina dan memeluknya.


Kemudian mereka pun langsung melepaskan pelukannya.


"Luh lama banget sih, Na. Gue kangen tahu" ucap Ririn.


"Iya soalnya tadi gue telat datang ke sekolahnya" ucap Bina.


"Ya udah masuk ke tenda yuk" ajak Fanny.


Lalu mereka bertiga pun segera masuk kedalam tenda.


Saat masuk kedalam tenda, Bina pun melihat ada teman kelasnya yaitu Kholiana, Syara dan juga Bella.


Lalu Bina segera menaruh barang-barangnya didalam tenda.


"Bina, luh baru datang?" tanya Kholiana.


"Iya, soalnya tadi gue telat datang ke sekolahnya" ucap Bina.


"Kata pacar gue, katanya luh sendirian ya ceweknya di bus 9?" tanya Syara memastikan.


"Iya" ucap Bina.


"Luh sendirian ceweknya?" tanya Fanny.


Bina pun hanya mengangguk.


"Cowok di bus 9 gak macem-macem kan sama luh?" tanya Ririn khawatir.


"Enggak kok" ucap Bina.


"Tenang aja, Rin! kan ada Arka yang jagain Bina" sahut Syara.


"Arka?" ucap Ririn dan Fanny bersamaan.


"Iya, kata pacar gue katanya Bina sama Arka duduk sebelahan" ucap Syara.


"Bener, Na? bukannya tadi luh bilang duduk sendiri" ucap Fanny.


Bina pun langsung terdiam.


"Luh baikan lagi sama Arka?" tanya Ririn.


"Enggak" ucap Bina.


"Terus kenapa duduk berdua?" tanya Fanny.


"Soalnya Julian pindah tempat ke tempatnya Arka, jadi Arka duduk disebelah gue" ucap Bina.


"Emang luh lagi berantem, Na?" tanya Syara.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Syara.


"Guys, gue laper! gue belum makan nasi dari pagi" ucap Bina.


"Luh pergi aja ke lapangan, nanti disana banyak kok makanan-makanan yang enak, gratis lagi" ucap Kholiana.


"Oh itu gratis?" tanya Ririn.


"Ya gratis lah, kan itu buat semua orang yang ikut camping" ucap Kholiana.


"Kesana yuk!" ajak Bina.

__ADS_1


"Yuk!" sahut Ririn.


"Gue ikut!" ucap Fanny.


Lalu mereka bertiga pun segera pergi ke lapangan untuk meminta makanan gratisan.


Bina pun segera mengambil nasi goreng dan air mineral. Kalau Ririn, dia mengambil nasi uduk dan air mineral. Sedangkan Fanny, ia hanya mengambil salad buah dan air mineral.


"Ini kita mau makan dimana?" tanya Ririn.


"Di tenda lah" ucap Bina.


"Gak mau ah! nanti tendanya jadi banyak semut" ucap Fanny.


"Ya jangan sampe berantakan dong makannya" ucap Bina.


"Disana aja yuk" ucap Fanny sambil menunjuk.


"Ya udah iya" ucap Ririn.


Lalu mereka pun segera duduk diatas rerumputan.


Lalu mereka pun segera memakan makanan dan minuman tersebut.


"Ih gue malu banget dilihatin orang-orang" ucap Bina karena orang-orang yang lewat melihat kearah mereka bertiga.


"Santai aja, Na! mereka lihatin kita karena kita bertiga cantik" ucap Fanny percaya diri.


"Bina" panggil Aldi.


"Eh, Aldi" ucap Bina.


"Luh ikut camping juga" ucap Aldi.


"Iya" ucap Bina.


"Oh ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya, gue gak enak ganggu kalian makan" ucap Aldi.


"Iya" ucap Bina.


Lalu Aldi pun segera pergi.


"Temen gue, tapi gak terlalu akrab juga sih soalnya baru dua kali ketemu" ucap Bina.


"Gila ganteng banget, kenalin dong" ucap Fanny.


"Enggak ah! lagian gue gak terlalu deket sama dia" ucap Bina.


"Guys itu ada Ardan" ucap Ririn heboh.


"Mana?" tanya Fanny.


"Itu lagi ngambil nasi goreng" ucap Ririn sambil menunjuk.


"Ardan lagi ngobrol sama siapa tuh?" tanya Fanny.


"Itu kan Clara" ucap Bina.


Ririn dan Fanny pun langsung melihat kearah Bina.


"Clara yang temennya temen luh itu kan?" tanya Ririn.


"Iya" ucap Bina.


"Dia kayaknya suka deh sama Ardan" ucap Fanny.


Ririn pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Fanny.


"Tapi luh tenang aja, Rin! Ardan kayaknya sukanya sama luh deh" ucap Fanny lagi agar Ririn tidak bersedih.


"Beneran?" tanya Ririn memastikan.


"Enggak tahu juga sih" ucap Fanny sambil nyengir.


Setelah makan, akhirnya mereka bertiga pun segera berjalan menuju tenda.


"Kak" panggil seorang cowok kepada Bina.


"Iya" ucap Bina.

__ADS_1


"Ini bunga buat kakak" ucap cowok tersebut.


"Cie ada pengagum rahasia" ucap Fanny dan Ririn.


"Buat gue?" tanya Bina memastikan.


"Iya, ini bunga dari kakak yang itu" ucap cowok tersebut sambil menunjuk.


"Kakak yang mana?" bingung Bina karena ia tidak melihat seorangpun disana.


Lalu adik kelas itu pun segera melihat kearah yang ia tunjuk barusan.


"Loh kok gak ada?" bingung adik kelasĀ  itu.


"Ini luh kali yang ngasih" ucap Fanny kepada cowok tersebut.


"Enggak kak, tadi ada yang nyuruh aku buat ngasih bunga ini ke kakak" ucap adik kelas itu.


"Arka kali yang ngasih" ucap Fanny.


"Ya udah nih bunganya, kak" ucap adik kelas itu sambil memberikan bunga kepada Bina, lalu adik kelas itu pun segera pergi.


"Rin, mau gak?" tanya Bina sambil memberikan bunga itu kepada Ririn.


"Enggak ah, lagian itu buat luh" ucap Ririn.


"Gue kasih aja kali ya ke orang lain" ucap Bina.


"Udah terima aja bunganya, belum tentu juga itu bunga dari Arka" ucap Ririn.


Lalu setelah sampai, mereka bertiga pun segera masuk kedalam tenda.


"Bella kemana?" tanya Bina kepada Syara dan Kholiana.


"Tadi sih bilangnya mau ke toilet" ucap Syara.


"Na, luh ngapain sih nanyain dia" ucap Fanny.


"Gue cuma nanya doang, Fan" ucap Bina.


"Itu bunga dari siapa, Na?" tanya Kholiana.


"Pasti dari Arka lah" sahut Syara kepada Kholiana.


"Oh berarti kalian udah baikan lagi nih?" tanya Kholiana.


"Belum" ucap Bina.


"Belum, tapi kok bunganya diterima sih" ucap Kholiana.


"Gue gak tahu siapa yang ngasih bunga ini" ucap Bina.


"Itu dari Arka, Na! luh gak peka banget sih jadi cewek" ucap Syara.


"Guys, lebih baik kita beresin tenda yuk dari pada ngobrol kayak gini. Soalnya berantakan banget barang-barangnya" usul Ririn.


"Ya udah ayo" ucap Bina, Fanny, Syara dan Kholiana.


Mereka berempat pun segera membereskan barang-barang mereka agar tidak berantakan.


Lalu saat Kholiana mau membereskan barang milik Bella, tanpa sengaja buku diary yang berada di tas Bella pun terjatuh karena resleting nya terbuka.


Sontak semua pun langsung melihat kearah benda yang jatuh itu.


"Bella ngapain bawa buku diary?" bingung Fanny.


"Mungkin itu barang kesayangannya kali, makanya dia bawa kemana-mana" ucap Bina.


Kholiana pun berniat untuk memasukan buku diary itu kembali ke tas namun dicegah oleh Syara.


"Jangan dimasukin dulu gue penasaran sama isi diary nya" ucap Syara sambil mengambil buku diary tersebut.


"Gak boleh gitu, Ra! itu kan privasi" ucap Bina.


"Emang luh gak pingin tahu gitu isinya? siapa tahu dia nulis tentang Arka dibuku ini" ucap Syara.


Syara pun berniat untuk membuka buku diary milik Bella namun dicegah oleh Bina.


"Gak boleh" ucap Bina sambil mengambil buku itu dari Syara.

__ADS_1


__ADS_2