Prince Of School

Prince Of School
Episode 171


__ADS_3

Setelah Julian selesai menghabiskan makanannya, lalu mereka bertiga pun segera kembali menuju kelasnya.


Setelah sampai di kelas, mereka bertiga pun duduk di kursinya masing-masing.


"Na, jadi gue boleh ajak anak-anak Stray Squad gak?" tanya Ririn.


"Jangan, Rin!" ucap Bina.


"Ih luh gimana sih! masa luh ngelarang orang datang ke cafe luh" ucap Ririn.


"Bukannya ngelarang, Rin! tapi gue gak mau aja mereka datang" ucap Bina.


"Gak mau mereka datang atau gak mau Arka datang?" tanya Ririn.


Bina pun hanya terdiam.


"Na, luh harusnya dewasa dikit jadi orang. Luh gak seharusnya ngejauh dari Arka, lagian kan Arka gak salah" ucap Ririn.


Sontak Fanny dan Rizky yang duduk didepan pun langsung melihat kearah Bina dan Ririn.


"Gue gak bilang Arka salah kok, Rin. Emang kapan gue bilang Arka salah?" tanya Bina.


"Luh emang gak bilang Arka salah, tapi dengan luh ngejauhin Arka itu seolah-olah bikin Arka ngerasa bersalah sama luh" ucap Ririn.


"Udah lah jangan bahas tentang Arka mulu, lagian gue udah gak ada hubungan sama dia" ucap Bina sambil menahan tangisnya.


"Guys! udah jangan berantem" ucap Rizky.


"Luh berdua ngapain sih berantem segala" ucap Fanny.


"Siang anak-anak" ucap Bu Nana.


"Siang, Bu" ucap murid-murid.


"Silahkan tas nya dikedepankan!" ucap Bu Nana.


Lalu semua murid pun segera menyimpan tas nya didepan. Setelah itu mereka semua pun segera duduk kembali dikursinya masing-masing.


Lalu Bu Nana pun segera membagikan lembar soal dan lembar jawaban kepada murid-muridnya.


Setelah itu, murid-murid pun segera mengerjakan ulangan tersebut.


Skip


"Yang sudah, silahkan kumpulkan" ucap Bu Nana.


Lalu Bina pun segera mengumpulkan lembar jawabannya di meja guru. Setelah itu ia pun segera mengambil tasnya. Kemudian ia pun segera berpamitan kepada Bu Nana.


Setelah itu, Bina pun segera pergi menuju parkiran.


Setelah sampai di parkiran, Bina pun segera menaiki motornya dan ia pun segera pergi.


...****...


Setelah selesai mengerjakan ulangan, Julian pun segera mengambil tasnya dan ia pun segera keluar kelas.


"Bina mana sih" gumam Julian.


Kemudian ia pun segera menelepon Bina, namun teleponnya tidak diangkat oleh Bina.


"Jul, Bina mana?" tanya Ririn yang baru keluar kelas.


"Gak tahu" ucap Julian.


"Ya udah kita ke parkiran yuk! siapa tahu dia disana" ucap Ririn.


"Ya udah ayo" ucap Julian.


Lalu Ririn dan Julian pun segera pergi menuju parkiran.


Setelah sampai di parkiran, Julian pun tidak melihat motor Bina.


"Bina udah pulang" ucap Julian.

__ADS_1


"Tahu dari mana luh?" tanya Ririn.


"Tadi kan motornya disebelah motor gue" ucap Julian.


"Ya udah ayo kita ke cafe" ucap Ririn.


"Gak bakal nungguin Ardan dulu?" tanya Julian.


"Enggak" ucap Ririn.


"Ya udah ayo naik" ucap Julian.


"Gue bawa motor, Jul" ucap Ririn.


Lalu Ririn pun segera menghampiri motornya, kemudian ia pun segera menaiki motor tersebut.


"Ayo, Jul" ucap Ririn sambil melajukan motornya.


Kemudian Julian pun segera melajukan motornya menuju cafe nya Bina.


Setelah sampai, Julian dan Ririn pun segera masuk kedalam cafe tersebut.


"Permisi, kak" ucap Julian.


"Iya, ada apa?"


"Tadi Bina datang kesini gak?" tanya Julian.


"Dia gak datang kesini, kayaknya sih nanti kesininya sama Daniel"


"Oh gitu ya" ucap Julian.


"Kalian temennya Bina ya?"


"Iya" ucap Ririn.


"Oh iya, Rin! luh mau pesen apa? biar gue yang bayar" ucap Julian.


Lalu Julian pun segera memesankan minuman untuknya dan juga Ririn.


Lalu Ririn pun segera menelepon Bina, namun teleponnya tidak diangkat oleh Bina.


"Jul, Bina kemana ya? gue khawatir banget sama dia" ucap Ririn.


"Bina lagi di rumahnya kali" ucap Julian.


"Tapi gue takut dia kenapa-napa, soalnya kan dia baru belajar motor" ucap Ririn.


"Iya juga ya" ucap Julian.


"Coba telepon Bina, Rin!" suruh Julian.


"Udah gue telepon, tapi dia gak angkat teleponnya" cemas Ririn.


"Apa jangan-jangan dia marah ya sama gue" ucap Ririn.


"Marah kenapa?" tanya Julian.


"Tadi gue ngebahas tentang Arka" ucap Ririn.


...****...


Setelah sampai, Bina pun segera turun dari motornya dan ia pun segera berjalan menuju makam kedua orang tuanya.


Kemudian Bina pun segera memberikan buket bunga pada makan mamah dan papahnya.


"Mah, pah! maafin Bina ya" ucap Bina sambil meneteskan air matanya.


"Bina belum bisa buat kalian bahagia" ucap Bina.


"Maafin Bina juga, karena waktu itu Bina jarang ada waktu buat kalian berdua dan Bina malah milih ngabisin waktu Bina buat Arka" ucap Bina sambil menangis.


"Maafin Bina" lirih Bina sambil menangis.

__ADS_1


...****...


Setelah membeli minuman, Ririn dan Julian pun segera pergi menuju rumahnya Bina.


Setelah sampai, Ririn pun segera menekan bel rumah Bina.


"Kayaknya gak ada orang deh" ucap Julian.


"Terus Bina kemana, Jul?" tanya Ririn.


"Coba luh telepon Fanny deh, siapa tahu Fanny tahu keberadaan Bina" ucap Julian.


Lalu Ririn pun segera menelepon Fanny.


"Hallo, Rin" ucap Fanny.


"Fan, luh dimana?" tanya Ririn.


"Gue masih di sekolah, Rin" ucap Fanny.


"Bina ada sama luh gak, Fan?" tanya Ririn.


"Lah kan Bina tadi udah pulang duluan" ucap Fanny.


"Iya, dia emang pulang duluan. Tapi dia gak pulang ke rumahnya" ucap Ririn.


"Terus dia kemana?" tanya Fanny.


"Justru itu gue nelpon luh, tadinya gue mau nanya keberadaan Bina sama luh" ucap Ririn.


"Gue gak tahu dia dimana" ucap Fanny.


Lalu Ririn pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Dia juga gak tahu Bina ada dimana" ucap Ririn.


"Coba luh telepon Ardan deh, siapa tahu Ardan tahu keberadaan Bina" ucap Julian.


Lalu Ririn pun segera menelepon Ardan.


"Rin, kamu udah pulang?" tanya Ardan.


"Belum" ucap Ririn.


"Dan, kamu tahu Bina ada dimana gak?" tanya Ririn.


"Aku gak tahu, Rin" ucap Ardan.


"Emangnya kenapa, Rin?" tanya Ardan.


"Bina gak ada di rumahnya, Dan" ucap Ririn.


"Loh! bukannya tadi dia udah pulang duluan ya" ucap Ardan.


"Iya, tadi dia emang pulang duluan. Tapi waktu aku ke rumahnya, dia gak ada di rumah" ucap Ririn.


"Aku khawatir banget, Dan! soalnya dia baru bisa motor, aku takut dia kenapa-napa" cemas Ririn.


"Ya udah, nanti aku sama anak-anak Stray Squad bantuin nyari Bina ya" ucap Ardan.


"Iya" ucap Ririn.


"Ya udah kalau gitu aku matiin dulu ya teleponnya" ucap Ririn.


"Iya" ucap Ardan.


Lalu Ririn pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Gimana, Rin?" tanya Julian.


"Ardan juga gak tahu keberadaan Bina" ucap Ririn.


"Bina kemana sih" cemas Julian.

__ADS_1


__ADS_2