
"Luh gak diapa-apain kan sama orang itu?" tanya Julian.
"Enggak, soalnya waktu itu Arka nolongin gue" ucap Bina.
"Arka?" ucap Julian.
"Iya, soalnya gue nelpon Arka. Terus gue bilang kalau ada orang yang masuk ke rumah gue" ucap Bina.
"Luh kenapa gak telepon gue aja? padahal gue deket loh rumahnya sama luh" ucap Julian.
"Gue juga gak tahu kenapa gue telepon Arka" ucap Bina.
"Oh iya, Jul! gue makan ya eskrimnya" ucap Bina.
"Iya" ucap Julian.
"Luh mau gak?" tanya Bina.
"Enggak" ucap Julian.
Lalu Bina segera memakan eskrim tersebut.
"Nih" ucap Julian sambil memberikan tisu kepada Bina.
"Buat apa?" tanya Bina.
"Itu belepotan eskrim nya" ucap Julian.
Lalu Bina segera mengambil tisu tersebut, kemudian ia langsung mengelap eskrim di sudut bibirnya.
"Oh iya, Jul! makasih ya traktirannya" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Julian.
"Ekhem" ucap seseorang yang baru datang.
Sontak Bina dan Julian langsung melihat kearah orang itu.
"Bang, pesen ayam bakar + nasi sama orange juice" ucap Arka sambil duduk di tempat yang dekat dengan tempat Bina dan Julian.
"Oke" ucap kak Bryan.
"Kenapa, Na? kok jadi diem gitu" ucap Julian.
"Perut gue sakit" bohong Bina.
"Kebanyakan makan pedes kali" ucap Julian.
"Iya kayaknya" ucap Bina.
"Arka" ucap seorang cewek sambil duduk disebelah Arka.
Sontak Bina langsung melihat kearah cewek tersebut.
"Luh mau pesen apa?" tanya Arka kepada cewek itu.
"Samain aja kayak luh" ucap cewek tersebut.
"Bang! pesen satu lagi yang kayak tadi" teriak Arka.
"Iya, siap" ucap bang Bryan.
"Na, luh kenapa lihat kearah sana mulu?" tanya Julian.
"Enggak kok, siapa juga yang lihat kesana" ucap Bina.
"Luh cemburu ya?" tanya Julian.
"Enggak" ucap Bina.
"Cepat habisin eskrim nya, nanti keburu cair" ucap Julian.
"Iya" ucap Bina.
Trining...trining
Lalu Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Adzril.
"Siapa?" tanya Julian.
"Adzril" ucap Bina.
"Adzril siapa?" tanya Julian.
"Anak SMA Doa Bangsa yang pernah digosipin jadi selingkuhan gue" ucap Bina.
Lalu Bina segera mengangkat panggilan telepon dari Adzril.
"Lama banget sih angkat teleponnya" ucap Adzril.
"Sorry, soalnya gue lagi makan eskrim" ucap Bina.
"Ada apa ya?" tanya Bina.
__ADS_1
"Gue punya saran kado buat Arka" ucap Adzril.
"Apa aja?" tanya Bina.
"Sepatu, baju dengan gambar Arka, foto luh sama Arka yang udah dipakein pigura, topi, sama pelukan atau ciuman dari luh" ucap Adzril.
"Ih Adzril! luh kalau kasih saran yang bener dong" ucap Bina sedikit kesal.
"Yang terakhir cuma bercanda kok" ucap Adzril.
"Ya udah, makasih ya sarannya" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Adzril.
"Oh iya, jangan lupa nanti pake surat ya kadonya biar romantis" ucap Adzril.
"Surat apaan?" bingung Bina.
"Ya surat ucapan selamat ulang tahun lah" ucap Adzril.
"Ngapain kasih surat, kan kalau itu bisa diomongin langsung" ucap Bina.
"Kan biar romantis, Na" ucap Adzril.
"Terus isi surat nya gimana?" tanya Bina.
"Nanti biar gue aja yang bikin suratnya" ucap Adzril.
"Iya terserah luh deh" ucap Bina.
"Ya udah gue tutup dulu ya teleponnya soalnya gue mau makan" ucap Bina.
"Iya, jangan lupa ya nanti sore luh harus udah siap soalnya gue males kalau nunggu lama" ucap Adzril.
"Iya" ucap Bina.
"Ya udah gue tutup dulu ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Adzril.
Lalu Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
"Nih pesanannya" ucap kak Martin sambil menaruh pesanan Bina dan Julian di atas meja.
"Makasih, kak" ucap Bina.
"Makasih, bang" ucap Julian.
"Iya sama-sama" ucap kak Martin.
Ting
Lalu Ana langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Arka.
Sontak Bina langsung melihat kearah Arka sekilas.
Ting
Lagi-lagi Arka mengirim pesan kepada Bina.
"Pesan dari siapa sih? kok gak dibaca" ucap Julian.
"Gue kan lagi makan, Jul" ucap Bina.
"Kan buka pesannya bisa pakai tangan kiri" ucap Julian.
"Nanti aja bacanya kalau udah selesai makan" ucap Bina.
"Pesan dari cowok yang tadi ya?" tanya Julian.
"Bukan" ucap Bina.
Setelah selesai makan, Julian segera membayar makanan dan minuman yang mereka pesan. Lalu setelah itu, Julian dan Bina segera pulang ke rumah masing-masing.
Setelah sampai di rumah, Bina segera masuk kedalam rumah dan ia langsung duduk di sofa. Kemudian Bina segera membaca pesan dari Arka.
Arka :
Besok jadi kan?
Arka :
Oh iya, yang duduk sama aku itu saudara aku. Bukan pacar baru aku
"Siapa juga yang ngira pacarnya" gumam Bina.
...****...
"Luh lihat cewek yang tadi duduk disana gak?" tanya Arka kepada saudaranya.
"Lihat, emang kenapa?" tanya saudaranya yang bernama Citra.
"Dia mantan gue" ucap Arka.
__ADS_1
Lalu Citra langsung tertawa karena mendengar ucapan Arka.
"Luh jangan halu" ucap Citra.
"Gue serius" ucap Arka.
"Mana buktinya?" ucap Citra.
"Bentar" ucap Arka.
Lalu Arka segera memperlihatkan foto-fotonya bersama Bina.
"Lah! beneran mantan luh" ucap Citra.
"Iya, dia mantan gue" ucap Arka.
"Kenapa putus?" tanya Citra.
"Katanya sih dia mau fokus belajar" ucap Arka.
"Fokus belajar tapi kok dia pacaran lagi sama orang" ucap Citra.
"Dia gak pacaran lagi kok" ucap Arka.
"Terus cowok tadi siapa?" tanya Citra.
"Itu temennya" ucap Arka.
"Tahu dari mana kalau itu temennya? kan bisa jadi dia pacarnya" ucap Citra.
"Kan gue juga kenal sama cowok itu" ucap Arka.
"Terus kenapa tadi luh berdua gak saling sapa?" heran Citra.
"Ya karena gue gak terlalu deket sama dia" ucap Arka.
"Tapi kayaknya cowok itu suka deh sama mantan luh" ucap Citra.
"Iya, dia emang suka sama Bina" ucap Arka.
"Hah? beneran?" ucap Citra.
Arka hanya mengangguk mengiyakan ucapan Citra.
"Yah, luh ditikung sama temen sendiri dong" ucap Citra.
"Kasihan banget saudara gue" ucap Citra.
"Oh iya! luh kan ulang tahun ya besok" ucap Citra.
"Iya" ucap Arka.
"Mau kado apa?" tanya Citra.
"Terserah luh aja" ucap Arka.
"Kok terserah gue sih, kan yang ulang tahun luh bukan gue" ucap Citra.
"Ya udah, gue mau helikopter aja" ucap Arka.
"Anjir, luh! mana mampu gue beliin helikopter" ucap Citra.
"Katanya terserah gue" ucap Arka.
"Ya jangan helikopter juga kali" ucap Citra.
"Ya udah terserah luh kalau gitu" ucap Arka.
"Oh atau luh mau cewek baru? nanti gue cariin deh" ucap Citra.
"Gak usah, lagian gue sukanya cuma sama Bina" ucap Arka.
"Oh iya! dia tahu gak kalau luh ulang tahun?" tanya Citra.
"Kayaknya dia gak inget deh" ucap Arka.
"Jahat banget sih, masa lupa sama ulang tahun mantan" ucap Citra.
Kemudian kak Bryan segera menghampiri Arka dan Citra.
"Ini makanannya, maaf ya lama" ucap kak Bryan sambil meletakan makanan dan minuman di atas meja.
"Gak apa-apa, bang" ucap Arka.
"Ya udah, gue kesana dulu ya" ucap kak Bryan.
"Iya" ucap Arka.
Lalu kak Bryan segera pergi.
"Luh kenal sama orang itu?" tanya Citra.
"Kenal, kan yang punya rumah makan ini tuh sahabat gue" ucap Arka.
__ADS_1
"Oh gitu" ucap Citra.