
"Na, gue ke toilet dulu ya" ucap Ririn.
"Oh, ya udah sana" ucap Bina.
Ririn pun segera ke toilet, karena ia takut ketahuan bahwa dirinya menyukai salah satu anak Stray Squad.
"Dia takut ketahuan sama kita" gumam kak Chandra.
Bina dan anak-anak Stray Squad yang lain pun langsung menoleh kearah kak Chandra.
"Maksud luh, bang?" tanya Robi.
"Dia suka sama salah satu diantara kita" ucap kak Chandra.
Bina dan Arka yang mengetahui bahwa Ririn menyukai Ardan pun hanya bisa terdiam mendengar ucapan kak Chandra.
"Kan udah gue bilang, kalau si Ririn suka sama gue" kata Raihan.
"Bukan!" sahut Bina.
"Yaudah kalau bukan, berarti siapa?" tanya Robi kepada Bina.
"Jawab, Na!" ujar Raihan.
"Luh semua kenapa sih jadi maksa cewek gue buat jawab" sinis Arka.
"Emang kenapa, Ka? atau jangan-jangan luh juga tahu siapa cowok yang ditaksir Ririn" ucap Raihan.
"Gue gak tahu! lagian kenapa sih kepo banget urusan masalah percintaan Ririn" ucap Arka berbohong.
Semua anak-anak Stray Squad yang lain pun hanya terdiam mendengar ucapan Arka.
"Na, ke kantin yu!" ajak Arka.
"Mau apa? kan tadi kita udah makan" ucap Bina.
"Aku masih lapar" ucap Arka berbohong.
"Yaudah ayo" ucap Bina.
"Gue sama Bina mau ke kantin dulu" ucap Arka kepada anak-anak Stray Squad yang lain.
"Oke" ucap anak-anak Stray Squad yang lain.
Arka pun memegang tangan Bina dan mereka berdua pun segera pergi menuju kantin.
Setelah sampai ke kantin, kita berdua pun hanya duduk di kursi kantin.
"Kenapa gak pesen makanan? kan katanya tadi lapar" tanya Bina.
"Aku gak lapar, tadi aku cuma ngalihin pembicaraan mereka doang" ucap Arka.
"Terus di kantin mau ngapain?" tanya Bina.
"Ngobrol aja" ucap Arka
"Mau ngobrolin apa?" tanya Bina.
"Bebas" ucap Arka.
"Ka, jangan disini yu! soalnya nanti yang pingin makan gak kebagian tempat duduk" ucap Bina.
"Yaudah, terus mau dimana?" tanya Arka.
"Terserah kamu" kata Bina.
"Yaudah ikut aku yu!" ajak Arka.
Arka pun memegang tangan Bina dan mengajaknya ke suatu tempat yang jarang dikunjungi oleh siswa dan siswi.
"Mau kemana?" tanya Bina.
"Ikut aja" ucap Arka.
Arka pun membawa Bina ke rooftop sekolah dekat kelas dua belas.
"Ka, emang gak apa-apa kalau kita kesini" tanya Bina.
"Gak tahu, lagian gak ada orang ini disini" ucap Arka.
Saat berada ditangga mau ke rooftop, kita berdua pun mendengar suara orang yang sedang menangis.
__ADS_1
"Itu siapa yang nangis?" tanya Bina pelan.
"Aku juga gak tahu" ucap Arka.
"Turun aja yu, Ka! aku takut" ucap Bina.
"Ngapain takut?" tanya Arka.
"Kalau bukan manusia gimana?" ucap Bina.
"Udah jangan takut, kan ada aku" ucap Arka.
Bina pun mempererat genggaman tangannya pada tangan Arka. Arka pun hanya tersenyum saat melihat raut wajah Bina yang sedang ketakutan.
Bina dan Arka pun segera menghampiri seseorang yang sedang menangis itu. Dan saat tepat dibelakangnya, orang itu pun menoleh kearah Bina dan Arka.
"Bella!" ucap Bina dan Arka bersamaan.
Bella pun langsung mengusap air matanya.
"Luh kenapa nangis?" tanya Arka.
"Gak apa-apa" ucap Bella dan ia pun langsung pergi meninggalkan Bina dan Arka.
"Dia kenapa ya?" batin Arka.
"Ka, mau ngapain sih kesini?" tanya Bina.
"Mau ngelihat pemandangan" ucap Arka.
"Na, ayo ke sebelah sini!" ucap Arka lagi.
Bina pun segera menghampiri Arka.
"Bagus ya pemandangannya" ujar Arka.
"Iya" ucap Bina sambil tersenyum.
"Kamu pernah kesini?" tanya Arka.
"Ke rooftop yang ini belum pernah, tapi kalau ke rooftop yang deket kelas pernah" ucap Bina.
"Kamu sering kesini?" tanya Bina.
"Kirain aku, basecamp anak Stray Squad tuh di kantin" ucap Bina sambil tertawa.
Arka pun tertawa mendengar ucapan Bina.
"Tapi kok Bella bisa tahu tempat ini sih? kan dia masih terbilang anak baru di sekolah ini" ucap Bina.
"Aku juga gak tahu, mungkin dia sering keliling sekolah kali" ucap Arka.
"Ka, dia kenapa nangis ya? apa dia punya masalah?" tanya Bina.
"Aku juga gak tahu, Na" ucap Arka.
"Kirain kamu tahu, kan kamu itu mantannya Bella" ucap Bina.
"Kayaknya enak banget ya kalau pagi-pagi kesini" ucap Bina.
"Enak? maksudnya?" tanya Arka.
"Iya, enak aja kalau kesini pagi-pagi soalnya udaranya pasti sejuk" ucap Bina.
"Malah horor tahu" ucap Arka.
"Kok horor sih" bingung Bina.
"Iya, soalnya disini angker banget" ucap Arka sambil menakuti Bina.
Bina pun langsung mendekat kearah Arka.
"Kenapa, Na?" tanya Arka sambil menahan tawanya.
"Gak apa-apa" ucap Bina berbohong, padahal ia sedang ketakutan.
"Kamu takut, Na?" tanya Arka.
"Enggak" ucap Bina berbohong.
"Na, denger gak?" tanya Arka.
__ADS_1
"Denger apa?" ucap Bina sambil menatap Arka.
"Ada suara yang nangis" ucap Arka sambil menakut-nakuti Bina.
Bina pun melihat ke sekeliling tetapi tidak ada siapa-siapa selain Arka dan dirinya.
"Beneran?" tanya Bina.
"Iya, emangnya kamu gak denger?" tanya Arka.
"Aku gak denger suara orang nangis" jawab Bina.
"Apa jangan-jangan" ucap Arka dengan serius
"Jangan-jangan apa?" tanya Bina ketakutan.
"Ka, jawab!" ucap Bina.
Arka pun berpura-pura menjatuhkan badannya agar Bina menyangka ia kerasukan.
"Ka, kamu kenapa?" tanya Bina ketakutan.
"Ka, jangan nakut-nakutin aku ih!" ujar Bina.
Arka pun bangun sambil menatap Bina dengan tajam agar Bina menyangka bahwa Arka sedang kerasukan.
Bina pun mundur kebelakang saat Arka mendekati dirinya.
"Arka!!!" teriak Bina.
Bina pun langsung menangis sebab ia sangat ketakutan melihat Arka.
Arka yang melihat Bina menangis pun langsung memeluk tubuh Bina.
"Maaf, aku cuma bercanda kok" ucap Arka.
"Hiks..hiks" tangis Bina.
"Udah jangan nangis" ucap Arka.
"Gak lucu tahu gak!" ucap Bina sambil memukul dada Arka.
"Maaf ya" ucap Arka.
"Awas! aku mau ke lapangan" kesal Bina.
Arka pun melepaskan pelukannya.
"Na, maafin aku" ucap Arka.
Bina pun langsung pergi tanpa menjawab ucapan Arka.
Lalu Arka pun mengejar Bina.
"Aww" teriak Arka.
Bina pun langsung menoleh kearah Arka.
Arka pun duduk di tangga sambil memegang kakinya.
Bina pun merasa kasihan kepada Arka, dan ia pun langsung menghampiri Arka.
"Kaki kamu sakit lagi?" tanya Bina.
Arka pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Bina.
"Suruh siapa coba lari" ucap Bina.
"Kan aku mau ngejar kamu, aku mau minta maaf sama kamu" ucap Arka.
Bina pun duduk disebelah Arka.
"Sini kakinya, biar aku urut" ucap Bina.
Arka pun hanya tersenyum saat melihat Bina khawatir kepadanya.
Chup
Arka pun mencium kening Bina.
Lalu Arka pun segera berlari agar Bina tidak mengejarnya.
__ADS_1
"ARKA!!!" teriak Bina karena kesal sebab ia ditipu oleh Arka.