
(Pesta ulang tahun Ardan)
BINA POV
Gue pun datang sendirian ke pesta ulang tahun Ardan karena Julian sedang ada urusan keluarga, kalau Ririn tadi gue juga udah telepon dia tapi gak diangkat, kalau Fanny sama Rizky katanya udah berangkat duluan tapi sampai sekarang gue belum ketemu sama Fanny dan Rizky.
Gue melihat ke sekeliling gue, banyak sekali orang yang berjalan ke sana kemari dan tentu saja mereka memakai topeng.
Gue bingung karena tidak mengenali wajah orang-orang karena cahaya lampunya yang tidak terlalu terang.
Akhirnya gue pun menghampiri orang yang sedang berada di dekat kue ulang tahun dan gue yakin 100% itu adalah Ardan.
"Ardan" ucap Bina.
"Iya, luh siapa ya?" ucap Ardan.
"Gue Bina" ucap Bina.
"Oh Bina"-ucap Ardan
"Lihat temen-temen gue gak?" tanya Bina.
"Gak, gue juga gak tau teman-teman Stray Squad gue dimana"ucap Ardan
Ardan pun mengambil mic yang berada di meja.
"Selamat malam semuanya" ucap Ardan.
"Selamat malam" sahut semuanya.
"Makasih ya udah datang ke acara ulang tahun gue. Dan semoga kalian menikmati acaranya" ucap Ardan.
"Oh iya sekarang waktunya untuk berdansa, silahkan pilih teman untuk diajak berdansa bersama" ucap Ardan sambil menyetelkan musik.
Di saat orang-orang berdansa, gue pun diam saja karena gue gak bisa berdansa dan juga tidak ada yang mengajak gue berdansa.
Tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampiri gue.
"Mau dansa bareng sama gue gak?" ucapnya
"Kok suara dia mirip Arka" batin Bina
"Hmm gue gak bisa dansa" kata Bina
" Gak apa-apa nanti juga bisa "
" Ya udah deh "
Gue pun akhirnya berdansa dengannya walaupun gue gak bisa.
" Nama luh siapa? "-ucap Bina
" Nama gue pangeran "
" Beneran namanya pangeran? " tanya Bina heran
" Iya "
" Sekolah di SMA Mutiara juga? " tanya Bina
"Hmm enggak, gue sekolah di SMA Doa Bangsa" ucapnya berbohong.
"Suara kamu mirip seseorang deh "-kata Bina
" Mirip siapa? "
" Ah udah lupain aja "-ucap Bina
" Suara gue mirip Arka kan? "
" Kok luh tahu Arka "-heran Bina
Dia pun membuka topengnya.
" Arka "-ucap gue tak percaya
Arka pun langsung memeluk erat gue dan dia menangis.
" Gue kangen sama luh Na, gue sayang sama luh, dan gue cinta sama luh "-ucap Arka sambil menangis
Badan gue pun seketika membeku saat Arka memeluk gue dan berkata seperti itu.
Entah kenapa saat Arka menangis tiba-tiba gue pun ikut menangis.
Jujur gue pun sebenarnya sangat rindu dengan Arka.
Orang-orang di sekitar pun menatap kita berdua dengan tatapan iri karena gue dipeluk Arka.
" Ka, lepasin! "-ucap Bina dengan nada lembut
" Gue gak bakalan lepasin kalau luh belum maafin gue "-ucap Arka
" Gue udah maafin luh kok "-ucap Bina
" Bohong, luh belum maafin gue. Buktinya luh selalu menghindar saat ada gue "-ucap Arka sambil mengeratkan pelukannya.
" Ka, aku susah nafas "-kata Bina
" Biarin "
" Lepasin gue, Ka! "
" Gue lepasin asal ada syarat nya "-kata Arka
" Apa syarat nya? "-ucap Bina
" Jadi pacar gue lagi "
" Enggak mau "
" Ya udah gue gak bakal lepasin pelukannya "-ucap Arka
__ADS_1
" Syaratnya yang lain aja "
" Hmm apa yah "-pikir Arka
" Pulangnya gue anterin luh "-ucap Arka lagi
" Ya udah iya. Cepat lepasin pelukannya "
" Syarat yang kedua nya luh jangan menghindar saat ada gue "
" Kok banyak banget persyaratan nya "
" Mau gue lepasin gak pelukannya? "
" Iya iya, gue gak bakal menghindar saat ada luh "
" Janji ya? "
" Iya bawel "
" Bukannya kamu yah yang lebih bawel "-ucap Arka sambil tersenyum
Arka pun akhirnya melepaskan pelukannya.
Gue pun pergi untuk mengambil minuman.
" Mau kemana, katanya gak bakal menghindar "-ucap Arka
" Gue mau minum "-kata gue dengan kesal
...****...
Setelah acaranya selesai, Bina pun menunggu Arka karena ia udah janji bakal pulang bareng sama Arka.
Bina pun menunggu Arka diluar rumah Ardan. Tiba-tiba ada tangan yang melingkar di leher Bina dari arah belakang. Pada saat Bina melihat ke belakang ternyata itu adalah Arka.
Kemudian geng nya Arka pun datang menghampiri Bina dan Arka.
" Kalian pacaran lagi "-ucap kak Fauzi
" Enggak "-ucap Bina sambil melepaskan tangan Arka dilehernya.
" Tapi kok so sweet banget "-ucap Kevin
" Iri aja luh "-ucap Arka
" Ka cepetan gue mau pulang "-ucap Bina
" Guys gue nganterin Bina dulu ya "-kata Arka sambil tersenyum.
" Jangan bawa kabur anak orang Ka "-ucap Chandra
" Na tetap jaga hati kamu buat aa Raihan ya "-ucap Raihan
" Apaan sih luh "-ucap Arka tak terima
" Bercanda kok Ka "-ucap Raihan
" Ya udah gue sama Bina duluan yah "-ucap Arka
...****...
" Ka, rumah gue belok bukan lurus "-ucap Bina namun tak dibalas oleh Arka.
" Ka, luh mau bawa gue kemana sih? "
" Ka, ini udah hampir jam 12 malam. Nanti mamah, papah sama kak daniel nyariin gue "
Setelah beberapa menit kemudian, Arka pun menghentikan motornya disebuah taman.
Arka pun berjalan ke arah kursi taman dan dia pun duduk di kursi tersebut.
" Sini duduk "-ucap Arka
" Gak mau "-kata Bina
" Ya udah gue gak bakalan antar luh pulang "-ancam Arka
" Ya udah iya "-kata Bina sambil duduk di samping Arka.
" Mau ngapain kesini? "-tanya Bina
" Pingin berduaan aja sama luh "-ucap Arka
Krininggg...krininggg
Belum juga Bina melihat siapa yang menelponnya, Arka langsung mengambil ponsel yang digenggam Bina dan segera menolak panggilannya.
" Arka, siniin hp gue "-ucap Bina dengan kesal.
" Gak "
" Itu panggilan telepon dari siapa? "-tanya Bina
" Kak Daniel "-kata Arka
" Tuh kan, kak Daniel pasti khawatir sama gue. Cepetan balikin hp nya "-teriak Bina
" Gak mau "
" Ya udah gue pulang sendiri aja "-kesal Bina dan segera beranjak pergi.
" Emang berani? "-tanya Arka seraya menahan tawa.
" Berani "-ucap Bina
" Gue denger-denger katanya di daerah sini sering ada penculikan "-ucap Arka berbohong
" Beneran? "-tanya Bina sedikit takut
" Iya beneran "
__ADS_1
" Ya udah lebih baik kita pulang aja, gue takut "-ucap Bina
" Kalau takut ya pulang aja "-ucap Arka seraya menahan tawa
" Ya udah ayo antar gue pulang "-ucap Bina
" Tunggu "-ucap Arka
" Temenin gue sebentar aja disini "-ucap Arka
" Ya udah tapi jangan lama-lama "-ucap Bina
Bina pun kembali duduk di samping Arka.
Sementara Arka dari tadi hanya memandang kearah Bina.
" Kenapa lihatin gue kayak gitu? "-tanya Bina
" Emang gak boleh ya? "
" Gak boleh "
" Na "-ucap Arka
" Hmm "
" Aku kangen sama kamu "-ucap Arka
Suasana semakin canggung ditambah suara binatang-binatang kecil dan hawa udara malam yang dingin.
" Ka ayo pulang, gue kedinginan disini "-ucap Bina
Arka pun melepaskan jaket yang dipakainya dan diberikan kepada Bina.
" Pakai jaket gue "-ucap Arka
Bina pun memakai jaket milik Arka karena tidak kuat dengan cuaca malam yang dingin ini.
" Ya udah gue anterin luh pulang. Kalau disini terus luh bisa sakit gara-gara kedinginan "-ucap Arka
" Dari tadi kek ngomongnya "-batin Bina
" Kalau luh sakit, kan gue jadi khawatir "-ucap Arka
" Ayo buruan pulang, gue ngantuk "-ucap Bina
" Iya "
Arka pun menyalakan motornya dan segera melajukannya dengan cepat.
" Ka pelan-pelan "-ucap Bina
" Mau cepat sampai gak? "
" Iya mau,tapi jangan ngebut juga dong "
Arka pun melajukan motornya semakin cepat.
" KAAA!!! "-teriak Bina
" Pegangan yang kenceng Na "- ucap Arka
Bina pun menutup mata sambil menuruti perkataan Arka.
Setelah beberapa lama, akhirnya tiba di rumah Bina.
" Na "-ucap Arka sambil menepuk-nepuk tangan Bina.
" Kamu tidur? " tanya Arka
Arka pun segera melepaskan tangan Bina dan segera menggendongnya.
Tok...tok..tok
Cklek
(Pintu terbuka)
" Bina, kamu kenapa? "-cemas Zara
" Bina tidur tante, mungkin lelah habis dari pesta ulang tahun Ardan "-jelas Arka
" Ya udah tolong bawain ke kamarnya yah "-ucap Zara
Arka pun membawa Bina ke kamarnya.
" Arka, mau minum dulu gak? "-Zara
" Enggak usah tante, saya mau langsung pulang aja "-ucap Arka
" Arka "-ucap mamah Bina
" Iya tante "
" Kamu beneran putus sama Bina? "-ucap Zara
" Iya "-ucap Arka dengan pelan
" Arka gak usah khawatir, Bina masih suka kok sama Arka "-ucap Zara
" Tahu dari mana tan? "-tanya Arka
" Tante suka lihat dia ngomong sendiri sama boneka yang dikasih kamu. Bina bilang katanya dia kangen kamu "
Arka pun hanya tersenyum mendengar perkataan dari mamahnya Bina.
" Oh iya, kamu kapan mau makan bareng disini? "- ucap Zara
" Hmm kalau Bina udah nerima aku jadi pacar nya lagi "-kata Arka
" Ok, tante tunggu ya "
__ADS_1
" Ya udah tan, saya pamit dulu ya mau pulang ke rumah "
" Iya hati-hati ya "