
Setelah selesai berganti pakaian, Bina pun segera pergi menuju ruang makan.
Setelah sampai di ruang makan, semua orang yang berada di ruang makan pun langsung melihat kearah Bina.
"Sini duduk, dek" ucap kak Daniel.
Lalu Bina pun segera duduk didekat kakaknya.
"Kenapa gak langsung makan aja" ucap Bina kepada kak Daniel.
"Soalnya kan kita semua nungguin luh" ucap kak Daniel.
"Ya udah ayo makan" ucap Bina.
Lalu mereka pun segera menikmati makanan dan minuman yang telah dibuat oleh Bina.
"Gimana tadi UAS nya? susah gak?" tanya kak Daniel.
"Enggak kok, tadi soal-soalnya gampang" ucap Bina.
Sontak Ririn, Arka, Ardan dan Julian pun langsung melihat kearah Bina.
"Gampang dari mananya? soal susah gitu masa dibilang gampang" ucap Ardan.
"Tapi emang gampang kok! iya kan, Rin?" ucap Bina kepada Ririn.
"Ada yang gampang dan ada juga yang susah sih" ucap Ririn.
"Perasaan gampang semua deh" ucap Bina.
"Iya gampang semua, Na! saking gampang nya, sampe-sampe gue hitung kancing" ucap Julian.
"Emang mata pelajaran apa yang susah?" tanya Bina.
"Fisika sama kimia lah" ucap Ririn.
"Kalau menurut gue sih lebih susah PKN, soalnya gue gak ngapalin PKN" ucap Julian.
"Menurut luh susah gak, Ka?" tanya kak Daniel kepada Arka karena dari tadi Arka hanya diam saja.
Lalu semua mata pun tertuju kepada Arka.
"Iya susah" ucap Arka.
"Mata pelajaran apa yang susah?" tanya kak Daniel.
"Semuanya" ucap Arka.
"Ya udah nanti habis ini belajar bareng aja, biar besok gampang ngerjain ulangannya" ucap kak Daniel.
"Tapi buku catatannya gak dibawa" ucap Ririn.
"Kan bisa lihat punya Bina" ucap kak Daniel.
"Ya udah deh" ucap Ririn.
"Arka gimana? mau belajar bareng gak?" tanya kak Daniel.
"Kalau dibolehin sama Bina sih Arka mau aja" ucap Arka.
"Ya pasti dibolehin lah! iya kan, dek?" tanya kak Daniel.
Bina pun hanya terdiam.
"Dek, Arka boleh belajar bareng kan?" tanya kak Daniel lagi.
"Iya boleh" ucap Bina.
"Ya udah cepet habisin makanannya, nanti setelah itu baru kalian belajar bareng" ucap kak Daniel.
...****...
Setelah selesai makan, Bina dan Ririn pun segera mencuci piring dan gelas.
Setelah selesai mencuci piring dan gelas, mereka pun segera pergi menuju ruang tamu.
"Guys! ayo belajar bareng" ucap Ririn.
"Belajarnya mau dimana?" tanya Bina.
"Disini aja, Na" ucap Julian.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu gue ambil bukunya dulu" ucap Bina.
"Gue ikut, Na" ucap Ririn.
Lalu Bina dan Ririn pun segera pergi menuju kamar Bina.
Setelah sampai, Bina pun segera mengambil buku-buku mata pelajaran untuk ulangan besok.
"Biar gue aja yang bawa, Na" ucap Ririn.
"Ya udah luh bawa buku catatannya aja, gue bawa buku paket nya" ucap Bina.
"Oke" ucap Ririn.
Lalu Ririn pun segera membawa buku catatan milik Bina, sedangkan Bina membawa buku paket.
Setelah itu, mereka berdua pun segera pergi menuju ruang tamu.
Setelah sampai di ruang tamu, mereka berdua pun segera menghampiri Arka, Ardan dan Julian.
"Guys! duduk dilantai aja biar enak belajarnya" ucap Ririn.
Lalu mereka semua pun segera duduk dilantai.
"Besok mata pelajarannya apa sih?" tanya Ardan.
"Matematika, biologi sama bahasa Indonesia" ucap Bina.
"Anjir! matematika lagi" ucap Ardan.
"Ajarin gue ya, Na! gue gak bisa matematika" ucap Ardan.
"Iya, gue bakal ajarin kok" ucap Bina.
"Ya udah sekarang mau belajar apa dulu?" tanya Bina.
"Matematika dulu" ucap Arka.
Lalu Bina pun langsung melihat kearah Arka.
"Oh ya udah" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera menjelaskan tentang soal matematika beserta cara-caranya kepada teman-temannya.
...****...
"Cukup dulu aja belajarnya, soalnya udah jam 5 sore. Gue belum mandi soalnya" ucap Ririn.
"Kita semua juga belum mandi, Rin" ucap Julian.
"Iya juga sih" ucap Ririn.
"Ya udah kalau gitu kita pulang dulu ya, Na" ucap Ardan.
"Iya" ucap Bina.
"Makasih ya udah ngajarin kita" ucap Ririn.
"Iya sama-sama" ucap Bina.
"Ya udah gue pulang dulu ya, Na" ucap Ririn.
"Iya" ucap Bina.
"Ya udah ayo, Dan" ucap Ririn kepada Ardan.
Lalu Ririn dan Ardan pun segera pergi.
"Na, gue pulang dulu ya" ucap Julian.
"Iya" kata Bina.
Lalu Julian pun segera pergi.
Saat semuanya pergi, Arka malah masih fokus belajar matematika.
"Ngerti gak, Ka?" tanya Bina sambil duduk disamping Arka.
"Aku gak ngerti" ucap Arka.
"Yang mana yang gak ngerti?" tanya Bina.
__ADS_1
"Yang soal nomer empat" ucap Arka.
Lalu Bina pun segera menjelaskan kembali soal nomer empat.
"Jadi yang ini ditambah?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Oh aku ngerti" ucap Arka.
"Terus yang mana lagi yang gak ngerti?" tanya Bina.
"Sama yang nomer satu" bohong Arka padahal sebenernya ia mengerti dengan soal nomer satu.
"Perasaan gampang deh yang nomer satu" ucap Bina.
"Tapi aku gak ngerti" ucap Arka.
Lalu Bina pun segera menjelaskan kembali kepada Arka soal nomer satu.
"Ngerti kan?" tanya Bina.
"Iya ngerti" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Na" panggil Arka.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Nanti kalau aku lupa cara-caranya, boleh gak aku chat kamu" ucap Arka.
"Boleh" ucap Bina.
"Makasih ya udah ngajarin aku" ucap Arka.
"Iya sama-sama" ucap Bina.
"Oh iya, mau aku bantuin bawain bukunya ke kamar kamu gak?" tanya Arka.
"Enggak usah, nanti biar aku aja yang bawa" ucap Bina.
"Oh ya udah" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Arka pun segera pergi.
Setelah itu, Bina pun segera membereskan buku-bukunya. Setelah selesai membereskan buku-buku, Bina pun segera pergi menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamar, Bina pun langsung menaruh buku-bukunya di meja belajar.
Lalu setelah itu, Bina pun segera mengambil pakaiannya dan ia pun segera masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Bina pun segera duduk di kasurnya sambil memainkan ponselnya.
Tok...tok...tok
"Buka aja, kak" ucap Bina.
Lalu kak Daniel pun segera masuk kedalam kamar Bina.
"Kenapa, kak?" tanya Bina.
Lalu kak Daniel pun segera duduk disebelah Bina.
"Dek, kamu benci sama Arka ya?" tanya kak Daniel.
"Enggak kok, kak" ucap Bina.
"Sebenernya alasan kamu putus tuh karena apa sih?" tanya kak Daniel.
Bina pun hanya terdiam.
"Kakak tahu kok kalau alasan putus kamu tuh bukan karena kamu pingin fokus belajar kan?" ucap kak Daniel.
"Coba jujur deh sama kakak" ucap kak Daniel.
__ADS_1
"Sebenernya Bina putus tuh karena Bina merasa bersalah sama papah dan mamah, soalnya Bina banyak ngehabisin waktu bareng Arka dibanding sama mamah dan papah. Makanya Bina putus sama Arka, biar Bina lebih sering ngehabisin waktu sama kak Daniel karena sekarang kan cuma kak Daniel yang Bina punya" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.