
"Ini pesanannya" ucap Axel sambil meletakkan pesanan dimeja.
"Thank you" ucap Arka.
"Makasih" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Axel.
Lalu Axel segera pergi.
Setelah Axel pergi, Bina dan Arka langsung menikmati makanan dan minuman tersebut.
"Ka" panggil Bina.
"Apa" ucap Arka.
"Nanti kalau kamu di Jakarta, aku boleh main kesana gak?" tanya Bina.
"Ya boleh lah, Na" ucap Arka.
"Beneran boleh?" tanya Bina.
"Iya boleh" ucap Arka.
"Emang nanti kamu mau sama siapa kesananya?" tanya Arka.
"Sendiri" ucap Bina.
"Sendirian?" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Kamu gak boleh sendiri kesananya, soalnya aku takut kamu kenapa-napa kalau sendirian" ucap Arka.
"Aku gak bakal kenapa-napa kok" ucap Bina.
"Pokoknya gak boleh sendiri" ucap Arka.
"Tapi aku kan udah dewasa, soalnya kan nanti aku jadi anak kuliahan. Jadi aku harus mandiri" ucap Bina.
"Ya emang, tapi aku gak mau kalau kamu berangkatnya sendiri. Apalagi kan kamu cewek, masa iya sendirian. Nanti gimana coba kalau orang jahat" ucap Arka.
"Terus aku harus sama siapa kesananya?" tanya Bina.
"Ajak kak Daniel, Ririn atau enggak Fanny" ucap Arka.
"Fanny kan nanti kuliah di Jakarta, masa iya bareng dia" ucap Bina.
"Fanny mau kuliah di Jakarta juga?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu sama kak Daniel atau Ririn aja" ucap Arka.
"Mereka berdua pasti sibuk lah" ucap Bina.
"Ya udah nanti aku aja yang nyamperin kamu, jangan kamu yang nyamperin aku" ucap Arka.
"Tapi aku pingin sekali aja datang kesana" ucap Bina.
"Jangan, nanti kamu kenapa-napa" ucap Arka.
"Takut aku kenapa-napa atau takut ketahuan kamu main sama cewek di rumah kamu yang disana?" ucap Bina.
"Ya takut kamu kenapa-napa lah" ucap Arka.
"Mana mungkin aku ngajak cewek lain ke rumah, bisa-bisa nanti papah marah kalau aku bawa cewek lain ke rumah" ucap Arka lagi.
"Kalau aku yang main ke rumah? papah kamu bakal marah gak?" tanya Bina.
"Enggak lah, kamu kan calon menantunya" ucap Arka.
Bina langsung salah tingkah karena mendengar ucapan Arka.
"Cie menantu" ucap Arka.
"Ih apaan sih, Ka" ucap Bina sambil tersenyum.
"Lucu deh kalau salah tingkah kayak gitu" ucap Arka.
"Aku gak salah tingkah kok" ucap Bina.
"Ah masa?" ucap Arka.
"Iya bener, aku gak salah tingkah" ucap Bina.
"Terus kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Arka.
"Emang kalau senyum-senyum sendiri gak boleh gitu?" tanya Bina.
"Iya gak boleh, nanti orang-orang ngira kamu gila" ucap Arka.
"Kamu kali yang ngira aku gila, bukan orang-orang" ucap Bina sedikit kesal.
__ADS_1
"Bercanda kok" ucap Arka.
"Bercandanya gak lucu" ucap Bina sambil cemberut.
"Maaf" ucap Arka sambil menatap Bina.
Bina langsung melihat kearah Arka.
"Jangan natap aku kayak gitu" ucap Bina.
"Terus harus gimana natap kamunya?" tanya Arka.
"Matanya harus juling waktu natap aku" perintah Bina.
"Kayak gini?" ucap Arka sambil menjulingkan matanya.
Bina langsung tertawa karena melihat mata Arka.
"Udah jangan kayak gitu, aku jadi pingin ketawa" ucap Bina sambil tertawa kecil.
"Kamu udah ketawa kali" ucap Arka.
"Aduh perih mata aku" ucap Arka.
"Ngapain coba nurutin perintah aku" ucap Bina.
"Soalnya kan kalau gak diturutin nanti kamu ngambek" ucap Arka.
"Ka, kamu masih pake gelang ini gak?" tanya Bina sambil memperlihatkan gelang yang terpasang di lengannya.
"Masih dong" ucap Arka sambil mengangkat bajunya sedikit agar menampilkan gelangnya.
"Tumben gak hilang" sindir Bina.
"Udah deh jangan mancing keributan" ucap Arka.
"Siapa juga yang mancing" ucap Bina.
"Itu tadi kamu nyindir-nyindir segala" ucap Arka.
"Aku cuma ngomong doang kok" ucap Bina.
"Iya deh iya" ucap Arka.
"Ka, waktu dulu aku ngambekan banget ya orangnya?" tanya Bina.
"Iya, ngambekan bangetttt" ucap Arka sambil menekankan kata banget.
"Kalau sekarang?" tanya Bina.
"Dulu emang parah banget ya?" tanya Bina.
"Iya parah banget" ucap Arka.
Trining...trining
Arka segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Raihan.
Lalu Arka segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Han" ucap Arka.
"Ka" ucap Raihan.
"Iya kenapa?" tanya Arka.
"Ka" ucap Raihan lagi.
"Apa?" ucap Arka.
"Ardan, Ka" lirih Raihan.
"Ardan kenapa?" tanya Arka.
Raihan terdiam sejenak.
"Ardan kenapa, Han?" tanya Arka.
"Ardan meninggal, Ka" ucap Raihan gemetar.
"Luh jangan bercanda anj*ng" ucap Arka.
Sontak Bina langsung melihat kearah Arka karena tadi Arka sedang mengumpat kepada Raihan.
"Gue serius, Ka" ucap Raihan gemetar.
"Luh ke rumah sakit Pelita ya sekarang. Gue, Robi sama Kevin sekarang udah ada disini" ucap Raihan.
Arka langsung meneteskan air matanya.
"Gue sekarang kesana" ucap Arka sambil mematikan panggilan teleponnya.
"Na, ayo" ucap Arka.
__ADS_1
Bina segera mengikuti Arka.
"Axel, nih" ucap Arka sambil membayar pesanan yang tadi ia dan Bina pesan.
Kemudian Arka buru-buru pergi keluar dan Bina langsung mengejar Arka.
Lalu mereka berdua segera masuk kedalam mobil dan Arka langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"Ka, kamu kenapa?" tanya Bina karena melihat Arka yang meneteskan air matanya.
"Ardan, Na" ucap Arka gemetar.
"Ardan kenapa?" tanya Bina.
"Ardan meninggal, Na" ucap Arka.
"Hah?!" ucap Bina tak percaya.
"Sekarang Raihan, Robi sama Kevin udah ada disana" ucap Arka sambil menangis.
"Ririn udah tahu belum?" tanya Bina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kayaknya dia belum tahu" ucap Arka.
...****...
* Rumah Ririn
Trining...trining
Ririn segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Robi.
Lalu Ririn segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Rob" ucap Ririn.
"Rin" ucap Robi.
"Iya" ucap Ririn.
"Luh bisa ke rumah sakit sekarang gak?" tanya Robi.
"Mau ngapain ke rumah sakit?" tanya Ririn.
"Ardan di rumah sakit, Rin" ucap Robi.
"Ardan di rumah sakit?" tanya Ririn.
"Iya" ucap Robi.
"Rumah sakit mana?" tanya Ririn.
"Rumah sakit Pelita" ucap Robi.
"Luh kesini ya sekarang" ucap Robi gemetar.
"Iya, gue kesana sekarang" ucap Ririn sambil mematikan panggilan teleponnya.
Ririn buru-buru mengambil helm dan kunci motornya. Lalu ia segera keluar rumahnya.
Setelah di luar, Ririn segera menaiki motornya dan ia langsung melajukan motornya menuju rumah sakit Pelita.
...****...
Setelah sampai di rumah sakit, Arka dan Bina segera turun dari mobil. Kemudian mereka berdua segera masuk kedalam rumah sakit tersebut.
"Ka" panggil Kevin.
"Vin, itu semua gak bener kan?" tanya Arka dengan mata yang berkaca-kaca.
Kevin hanya terdiam.
"Sekarang Ardan dimana?" tanya Arka.
"Ayo ikut gue" ucap Kevin.
Kevin segera mengantarkan Arka dan Bina ke suatu ruangan.
Saat berada didepan ruangan, Arka bertemu dengan orang tuanya Ardan.
"Tante, om, Ardan gak apa-apa kan?" tanya Arka.
Mamah Ardan hanya bisa terdiam sambil menangis.
"Ardan udah meninggal, Ka" ucap papah Ardan.
Lalu Arka segera masuk kedalam ruangan tersebut dan disusul oleh Bina.
Saat masuk, Arka melihat seseorang yang ditutupi dengan kain putih.
"Itu bukan Arkan kan?" tanya Arka kepada Robi dan Raihan yang sedang berdiri disamping ranjang pasien.
"Itu Ardan, Ka" ucap Robi sambil menangis.
__ADS_1
Arka segera membuka kain tersebut dan ternyata memang benar bahwa itu Ardan.