
"Na, nanti gue pinjem baju luh ya" ucap Ririn.
"Buat apa?" tanya Bina.
"Ya buat dipake lah" ucap Ririn.
"Maksud gue tuh, luh ngapain pinjem baju gue?" kata Bina.
"Nanti malam kan kita makan-makan, masa gue pake baju ini terus dari pagi sampai malam" ucap Ririn.
"Yaudah iya, gue kasih pinjem luh" ucap Bina.
"Makan-makan dimana?" tanya kak Daniel.
"Di rumah makan kak Fauzi" ucap Bina.
"Gue ikut ya!" ucap kak Daniel.
"Jangan! soalnya mau makan bareng Arka sama temen-temennya" ujar Bina.
"Ya gak apa-apa dong, biar sekalian kenal sama anak-anak Stray Squad" ucap kak Daniel.
"Pokoknya gak boleh! nanti kalau ada kakak, suasananya jadi canggung" ucap Bina.
"Gak akan canggung kok" ucap kak Daniel.
"Lebih baik kak Daniel malam mingguan aja sama kak Sarah" ujar Ririn.
"Nah bener! sekalian minta maaf" ucap Bina.
"Rin, ayo ke kamar gue!" ajak Bina.
Ririn pun segera mengikuti Bina ke kamar.
"Kenapa, Na?" bingung Ririn karena Bina mengajaknya ke kamar.
"Disini aja ngobrol nya, kalau disana bisa-bisa kak Daniel nyaut mulu tentang obrolan kita" ucap Bina.
"Oh iya! luh tahu gak, Na?" tanya Ririn.
"Tahu apa?" tanya Bina.
"Gue perhatiin ya, si Bella kayak lagi ada masalah tahu" ucap Ririn.
"Masalah?" tanya Bina.
"Iya, waktu dikelas gue lihat matanya Bella berkaca-kaca kayak mau nangis" ucap Ririn.
"Gue sama Arka juga waktu itu pernah lihat dia nangis" ucap Bina.
"Luh pernah lihat dia nangis?" tanya Ririn memastikan.
"Iya" kata Bina.
"Mungkin dia nangis karena ada masalah keluarga kali" ucap Bina lagi.
"Gue kok jadi kasihan ya sama dia" ucap Ririn.
"Iya, gue juga. Dia kayak gak ada temen dikelas" ucap Bina.
Trining...trining
"Siapa?" tanya Ririn.
"Arka, video call" ucap Bina.
Bina pun mengangkat video call dari Arka.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Aku udah bilang ke temen-temen aku, katanya mereka mau" ucap Arka.
"Berarti Ardan ikut dong" sahut Ririn.
"Ardan gak ikut katanya, dia lagi sibuk" ucap Arka berbohong.
"Katanya tadi mereka mau" ucap Bina.
"Yang lain mau, cuma Ardan doang yang gak mau" ucap Arka berbohong.
"Yaudah deh, gue gak ikut aja" ucap Ririn.
__ADS_1
"Luh kok gitu sih, Rin!" ucap Bina.
"Udah ikut aja! emang kalau gak ada Ardan kenapa sih? kan kita niatnya untuk makan bukan untuk cuci mata" ucap Arka.
"Yaudah gue ikut deh" ucap Ririn.
"Nah, gitu dong!" ucap Bina.
"Gue bercanda, Rin! Ardan ikut kok" ucap Arka.
Ririn pun langsung merebut ponsel milik Bina.
"Ih, Arka! luh ngeselin banget sih jadi orang" ucap Ririn.
"Luh juga sama" sahut Arka.
"Kapan gue bikin kesel luh?" tanya Ririn.
"Waktu luh bilang ke Bina suruh putusin gue" ucap Arka.
"Lagian itu kan emang salah luh! masa pacarnya sakit, tapi luh gak ngejenguk dia" ucap Ririn.
"Ririn, Arka udah!!!" teriak Bina.
Bina pun langsung mengambil ponselnya dan ia pun segera mematikan video call nya.
"Na, luh kok matiin video call nya sih" keluh Ririn.
"Habisnya luh berdua berisik banget" ucap Bina.
"Tapi kan gue belum selesai marahin Arka" ucap Ririn.
"Waktu itu Arka emang gak tahu gue sakit" ucap Bina.
"Emang dia kemana sih? kok sampe bolos sekolah" tanya Ririn.
"Dia ke makam mamahnya" ucap Bina.
Ririn pun langsung terdiam.
"Na, telepon Arka lagi" suruh Ririn.
"Mau ngapain?" tanya Bina.
Bina pun segera video call dengan Arka.
"Kenapa dimatiin?" tanya Arka.
"Habisnya kalian malah berantem sih" jawab Bina.
"Ka, gue minta maaf karena nyuruh Bina buat putusin luh" sahut Ririn.
"Iya, gue maafin" ucap Arka.
"Na, itu dibelakang kamu ada apa?" tanya Arka.
Bina pun langsung melihat ke belakang.
"Ada bantal" ucap Bina.
"Bukan" ucap Arka.
"Perasaan cuma ada bantal deh" kata Bina.
"Itu kayak ada sayap gitu dipunggung kamu" ucap Arka.
"Kurang ajar banget luh! masa si Bina disamain kayak ayam" sahut Ririn.
"Oh jadi kamu nyamain aku sama ayam" ucap Bina.
"Enggak!" sahut Arka.
"Maksud aku itu kayak ada sayap bidadari" ucap Arka.
"Bohong, Na! jangan percaya kata-kata Arka" ucap Ririn.
"Rin, luh kompor banget sih jadi orang" kesal Arka.
"Maaf, gue kan cuma bercanda" ucap Ririn merasa bersalah
"Na, kamu marah?" tanya Arka.
__ADS_1
"Enggak, lagian kan Ririn cuma bercanda" ucap Bina.
"Oh iya! kamu udah makan kan?" tanya Arka memastikan.
"Udah" ucap Bina.
"Nah, gitu dong! jangan sampe kamu telat makan lagi" ucap Arka.
"Kalau kamu udah makan belum?" tanya Bina.
"Udah kok" ucap Arka.
"Oh iya, Ka! tadi aku nyobain rasa eskrim favorit kamu" ucap Bina.
"Rasa matcha?" ucap Arka.
"Iya" kata Bina.
"Enak kan rasanya?" tanya Arka.
Bina pun langsung melirik kearah Ririn, lalu setelah itu Bina pun langsung melihat kearah ponsel.
"Enak kok!" jawab Bina.
Ririn pun menahan tawanya karena ia tahu bahwa Bina tidak suka dengan rasa matcha.
"Nanti kalau kamu mau, aku beliin deh eskrim nya yang banyak" ucap Arka.
"Gak usah! nanti ngerepotin kamu" sahut Bina.
"Enggak kok, lagian aku seneng banget kalau kesukaan kita samaan" ucap Arka.
Ririn pun langsung tertawa karena tidak kuat mendengar Bina berbohong.
"Ririn kenapa ketawa?" tanya Arka.
"Biasa lah, dia lagi lihat tiktok" ucap Bina berbohong.
"Please gue gak tahan! gue pingin pipis" ucap Ririn sambil tertawa.
Lalu Ririn pun segera pergi ke kamar mandi.
"Ririn kenapa sih?" tanya Arka.
"Dia lihat video yang lucu, makanya sampe ketawa gitu" ucap Bina.
"Kirain aku, dia ngetawain kita" ucap Arka.
"Enggak kok" ucap Bina.
"Arka" panggil Bina.
"Kenapa sayang?" tanya Arka.
"Nanti aku ada kerja kelompok" ucap Bina.
"Kerja kelompok dimana? nanti biar aku yang anterin kamu" ucap Arka.
"Enggak usah" ucap Bina.
"Emang kerja kelompoknya dimana?" tanya Arka.
"Aku juga gak tahu, yang jelas aku sama Julian sekelompok" ucap Bina.
"Oh sama Julian" kata Arka.
"Kamu gak marah kan, kalau aku sekelompok sama Julian?" tanya Bina.
"Marah sih enggak, cuma sedikit cemburu aja" ucap Arka.
"Jangan cemburu dong! kan dibagi kelompoknya sama guru, bukan karena kemauan aku" ucap Bina.
"Andai aja aku sekelas sama kamu" ucap Arka.
"Emang kalau kita sekelas kenapa?" tanya Bina.
"Ya kita bisa berduaan terus" ucap Arka.
"Kalau aku sih gak mau" ucap Bina.
"Kenapa?" tanya Arka.
__ADS_1
"Nanti yang ada aku fokusnya ke kamu, bukan ke materi yang lagi dibahas guru" ucap Bina.