
Mereka pun segera memakan makanan yang telah mereka pesan sambil mengobrol bersama.
Arka pun hanya melihat kearah Bina, karena ia takut kalau Bina marah kepadanya.
"Ka, ngapain sih lihatin aku mulu" ucap Bina.
"Emangnya aku gak boleh gitu lihatin kamu?" tanya Arka.
"Ya boleh, tapi jangan terus-terusan lihatin nya" ucap Bina.
"Guys pindah tempat yuk!" ajak Raihan yang iri melihat Bina dan Arka.
"Luh aja yang pindah" ucap Robi.
"Rasanya gue pingin pindah ke saturnus" ucap Raihan.
"Kan bukannya luh emang tinggal disana" ucap Robi.
"Enggak, enak aja! gue kan tinggal di mars" ucap Raihan.
"Berarti luh sodaraan dong sama alien" ucap Kevin.
"Iya, kan dia nenek moyang gue" ucap Raihan.
Semua orang pun tertawa karena mendengar ucapan Raihan.
"Berarti luh juga alien dong" ucap kak Chandra.
"Gak lah!" ucap Raihan.
"Katanya dia nenek moyang luh" ucap kak Chandra
"Kata siapa?" tanya Raihan.
"Kan tadi luh yang bilang" ucap kak Chandra.
"Gue kan cuma bercanda" ucap Raihan.
"Iya, gue juga tahu" ucap kak Chandra.
Setelah selesai makan, mereka semua pun langsung mencuci tangan. Setelah itu, mereka pun kembali duduk ditempat semula.
Bina pun memainkan ponsel miliknya.
"Itu siapa?" tanya Arka.
"Apa?" tanya Bina.
"Itu wallpaper kamu foto siapa? kamu kok ganti wallpaper nya sih" kesal Arka.
"Ini?" tanya Bina.
"Iya, itu siapa?" tanya Arka.
"Pacar aku" ucap Bina.
Ririn dan anak-anak Stray Squad pun langsung melihat kearah Bina.
"Luh selingkuh, Na?" tanya Ardan.
Ririn pun langsung melihat ponsel milik Bina dan ia pun langsung tertawa.
"Luh kenapa ketawa?" tanya Ardan kepada Ririn.
"Itu fotonya Hwang Hyunjin Straykids" ucap Ririn.
"Dia idol korea" ucap Ririn lagi.
"Gue kira foto selingkuhannya Bina" ucap Ardan.
"Kamu kok ganti wallpaper sih" keluh Arka.
"Maaf" ucap Bina.
"Yaudah aku ganti lagi jadi pake foto kamu" ucap Bina lagi.
"Gausah" kata Arka.
"Nih, aku udah ganti" ucap Bina sambil menunjukan ponselnya kepada Arka.
__ADS_1
"Udah, ganti lagi aja" ucap Arka.
"Arka maaf" ucap Bina.
"Ngapain minta maaf?" tanya Arka.
"Hayo loh si Arka marah" ucap Robi.
Bina pun langsung terdiam karena ia takut Arka marah kepadanya.
"Aku gak marah kok" ucap Arka.
"Beneran gak marah?" tanya Bina.
"Iya" ucap Arka sambil tersenyum.
Arka pun langsung mengelus rambut Bina.
"Jalan-jalan yuk!" ajak Arka.
"Kemana?" tanya Bina.
"Kemana aja" ucap Arka.
"Ka, luh gimana sih! Bina kan baru sembuh masa langsung diajak jalan-jalan. Kalau sakit lagi gimana coba" ucap Ririn.
"Oh iya, gue lupa" ucap Arka.
"Gak apa-apa, lagian aku udah sembuh kok" ucap Bina.
"Gak, nanti kalau kamu sakit lagi gimana coba" ucap Arka.
"Aku kan sakit karena telat makan, bukan karena kedinginan" ucap Bina.
"Jalan-jalan ya, please!" mohon Bina.
"Yaudah iya" ucap Arka.
"Na, gue sendirian dong disini" ucap Ririn.
"Rin, luh emang gak lihat kita apa? emang kita semua itu gaib di mata luh" ucap Raihan.
"Yaudah luh jalan-jalan juga sama mereka" ucap Bina.
"Jalan-jalan sama gue aja" ucap Raihan.
"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Ririn.
"Ke hati mu" ucap Raihan.
"Udah, luh jalan-jalan sama Raihan aja" ucap Bina.
"Yaudah deh" ucap Ririn pasrah.
"Yaudah ayo, Na" ucap Arka sambil memegang tangan Bina.
Bina dan Arka pun segera menaiki motor milik Arka. Dan Arka pun langsung melajukan motornya.
"Rin, ayo!" ucap Raihan.
Ririn pun segera menghampiri Raihan dan ia pun langsung menaiki motor milik Raihan.
Raihan pun segera melajukan motornya dengan cepet untuk menyusul Arka dan Bina.
(Di perjalanan)
"Itu si Raka kenapa nyusulin kita" ucap Arka sambil melihat spionnya.
Bina pun langsung melihat kearah belakang untuk memastikan ucapan Arka.
Arka pun langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Bina pun langsung memeluk Arka karena ia sangat terkejut ketika Arka tiba-tiba melajukan motornya dengan cepat.
"Arkaaa!!!" teriak Bina.
"Apa" ucap Arka.
"Jangan ngebut!!!" teriak Bina.
__ADS_1
"Aku ngebut biar Raihan gak ngikutin kita" ucap Arka dengan keras supaya Bina mendengar ucapannya.
Bina pun menutup matanya karena ia merasa takut.
Arka pun melihat kearah spionnya, dan ia pun melihat Bina yang seperti sedang ketakutan.
Lalu Arka pun memelankan laju motornya, karena ia kasihan kepada Bina.
Bina pun langsung membuka matanya karena merasa laju motor Arka melambat.
Bina pun berniat melepaskan pelukannya namun tangan kiri Arka menarik tangan Bina kembali agar memeluk tubuhnya.
"Jangan dilepas" ucap Arka.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Aku kedinginan" ucap Arka.
"Yaudah pake aja jaket punya kamu" ucap Bina.
"Gak apa-apa, kamu aja yang pake" ucap Arka.
"Kita mau kemana, Ka?" tanya Bina.
"Ke pasar malam" ucap Arka.
"Emang ada?" tanya Bina.
"Ada, tapi lumayan jauh sih" ucap Arka.
"Yaudah kita kesana, udah lama juga aku gak gak ke pasar malam" ucap Bina.
1 jam kemudian.
Setelah sampai, kita berdua pun langsung turun dari motor.
"Ka, naik itu yuk!" ajak Bina sambil menunjuk ombak banyu.
"Jangan naik itu, nanti kamu pusing" ucap Arka.
"Gak apa-apa" ucap Bina.
"Ayo" ucap Bina sambil memohon.
"Yaudah iya" ucap Arka.
Arka pun segera membeli dua tiket wahana ombak banyu untuk dirinya dan Bina.
Setelah itu mereka berdua pun segera menaiki ombak banyu tersebut dengan dibantu tangga milik abang-abang yang punya ombak banyu tersebut.
"Pegangan yang kuat" ucap Arka kepada Bina.
Ana pun langsung memegang besi ombak banyu tersebut.
Lalu tangan kiri Arka pun memegang besi, sedangkan tangan kanannya memegang pinggang Bina agar Bina tidak terjatuh.
Bina pun langsung menatap Arka.
"Kenapa, Na?" tanya Arka.
"Gak apa-apa" ucap Bina sambil tersenyum.
"Kalau sama Arka terus, bisa jantungan gue tiap hari" batin Bina.
"Na, kamu takut?" tanya Arka karena melihat Bina terdiam.
"Enggak" ucap Bina.
Ombak banyu pun didorong lalu diputar oleh tukang ombak banyu tersebut. Abang-abang tersebut pun naik keatas ombak banyu sambil menampilkan atraksi.
Setelah wahana ombak banyu itu selesai, Arka pun segera melompat ke bawah.
"Sini turun" ucap Arka sambil menyuruh Bina melompat kepadanya.
Bina pun segera melompat dan Arka pun langsung menangkap tubuh Bina agar tidak terjatuh. Kemudian ia pun langsung menurunkan Bina dari pangkuannya.
"Yaudah ayo kesana" ucap Arka sambil memegang tangan Bina.
"Mau beli minum dulu gak?" tanya Arka.
__ADS_1
Bina pun langsung menganggukkan kepalanya seraya menjawab iya.