Prince Of School

Prince Of School
Episode 77


__ADS_3

Setelah selesai berdandan, Ririn pun segera pergi ke Cafe yang dekat dengan rumah Bina.


Setelah sampai di cafe tersebut, Ririn pun segera duduk sambil menunggu Ardan.


3 menit kemudian, Ardan pun datang dan ia langsung menghampiri Ririn, lalu ia pun duduk berhadapan dengan Ririn.


"Luh udah pesen makanan?" tanya Ardan.


"Belum" ucap Ririn.


"Yaudah kita pesen dulu aja" ucap Ardan.


Mereka pun segera memesan makanan dan minuman lalu membayarnya, setelah itu mereka pun segera duduk kembali.


"Luh mau ngapain ngajak gue kesini?" tanya Ririn.


"Gue mau ngebahas tentang tugas kelompok prakarya, kan dikumpulin nya tiga hari lagi" ucap Ardan.


"Oh mau ngomongin tugas ya" ucap Ririn merasa sedih.


"Iya mau ngomongin tugas, emang menurut luh mau ngomongin apa?" tanya Ardan.


"Hmm...gue kira luh mau ngomong sesuatu gitu" ucap Ririn.


"Oh iya! terus kita mau bikin kerajinan apa?" tanya Ardan.


"Gue gak tahu" kata Ririn.


"Gimana kalau kita bikin asbak dari stik es krim" saran Ardan.


"Boleh" ucap Ririn.


"Yaudah besok kita mulai kerja kelompok ya" ucap Ardan.


"Iya" kata Ririn


Pelayan pun datang untuk memberikan pesanan yang dipesan oleh Ririn dan Ardan.


Lalu mereka pun segera memakan pesanan tersebut.


...****...


Trining... trining


Bina pun langsung mengangkat panggilan telepon dari Julian.


"Hallo, Jul" ucap Bina.


"Na, jadi gak kerja kelompok nya?" tanya Julian.


"Ya ampun gue lupa! iya jadi kok kerja kelompok nya" ucap Bina.


"Yaudah gue tunggu ya" ucap Julian.


"Iya, sebentar lagi gue kesana" ucap Bina.


Bina pun segera mengganti celana nya karena celana yang ia pakai sangat pendek. Lalu setelah mengganti celana. Lalu Bina pun segera pergi.


"Dek, mau kemana?" tanya kak Daniel yang sedang menonton televisi.


"Mau ke rumah Julian" ucap Bina sambil pergi keluar rumah.


Setelah sampai, Bina pun segera memanggil Julian. Lalu Julian pun langsung menghampiri Bina.


"Udah beli belum cat nya?" tanya Bina.


"Belum, sekarang gue mau pergi beli cat nya kok" ucap Julian.


"Yaudah gue ikut" ucap Bina.


"Luh tunggu disini aja" ucap Julian.

__ADS_1


"Enggak mau, gue pingin ikut" ucap Bina.


"Yaudah iya" ucap Julian.


Julian pun segera kedalam rumahnya untuk mengambil kunci motornya. Setelah itu ia pun kembali lagi keluar dan segera menghidupkan mesin motornya.


"Ayo naik!" ajak Julian.


Bina pun segera menaiki motor tersebut.


Setelah itu, Julian pun segera melajukan motornya untuk pergi ke toko cat.


Setelah sampai, mereka berdua pun langsung turun dan langsung masuk kedalam toko cat tersebut. Lalu Bina dan Julian pun melihat-lihat warna cat di toko tersebut.


"Na, kalau yang ini gimana?" tanya Julian.


"Jangan! itu warna nya kayak tahi kuda" ucap Bina.


Julian dan abang penjual cat pun langsung tertawa mendengar ucapan Bina.


"Terus mau yang mana?" tanya Julian.


"Mau yang ini" ucap Bina dengan mata yang berbinar-binar.


"Warna pink" ucap Julian.


"Iya" ucap Bina.


"Lucu banget pacarnya, mas" ucap abang penjual cat.


"Kita gak pacaran" ucap Julian dan Bina bersamaan.


"Gak pacaran tapi kok sehati gitu ngomong nya" ucap Abang tukang cat.


"Yaudah kita beli cat yang warna pink aja. Cat nya yang ukuran kecil" ucap Julian kepada abang penjual cat.


Lalu Abang tukang cat itu pun segera mengambil pergi mengambil cat berwarna pink yang dipilih oleh Bina. Setelah itu ia pun memberikan cat tersebut kepada Bina.


"Lima belas ribu" ucap abang penjual cat.


Julian pun segera membayar cat tersebut.


Lalu setelah itu, Bina dan Julian pun segera pergi menuju rumah Julian.


...****...


"Dan, gue pergi duluan ya" ucap Ririn setelah selesai menghabiskan makanannya.


"Pulang nya bareng aja sama gue" ucap Ardan.


"Gue mau ke rumah Bina dulu soalnya" ucap Ririn.


"Bukannya tadi luh habis di rumah Bina ya" ucap Ardan.


"Iya, tapi gue pingin kesana lagi soalnya mau ngambil barang gue yang ketinggalan" ucap Ririn berbohong.


"Yaudah gue anter aja ke rumah Bina nya" ucap Ardan.


"Gak usah, lagian deket ini" ucap Ririn.


"Yaudah gue pamit ya" ucap Ririn lagi.


"Iya" ucap Ardan.


Ririn pun segera pergi menuju rumahnya Bina.


Setelah sampai di rumah Bina, Ririn pun langsung masuk kedalam karena pintu rumahnya terbuka.


"Kak, Bina mana?" tanya Ririn kepada kak Daniel.


"Tadi sih katanya mau ke rumah Julian" ucap kak Daniel.

__ADS_1


"Rumahnya disebelah mana?" tanya Ririn.


"Rumah ketiga dari sebelah kanan rumah ini, yang warna cat nya hijau" ucap kak Daniel.


Ririn pun segera pergi menuju rumah yang disebut kak Daniel tadi.


Setelah sampai, Ririn pun segera menekan bel rumah tersebut. Setelah itu seseorang pun menghampirinya.


"Mau cari siapa ya?" tanya orang itu.


"Mau cari Julian" ucap Ririn.


"Julian? maaf tapi di rumah ini gak ada yang namanya Julian" ucap orang itu.


"Oh maaf, pak! kayaknya saya salah rumah" ucap Ririn.


Bapak itu pun segera masuk lagi kedalam rumahnya.


"Kak Daniel ngeselin banget sih" batin Ririn.


"Na, itu Ririn kan?" tanya Julian yang sedang mengendarai motornya.


"Iya, yaudah ayo samperin" ucap Bina.


Julian pun segera melajukan motornya menghampiri Ririn.


"Rin" panggil Bina.


"Luh ngapain disini?" tanya Bina.


"Gue mau ketemu luh, katanya kak Daniel luh ada di rumah Julian" ucap Ririn.


"Terus ngapain didepan rumah ini?" tanya Julian.


"Kak Daniel tadi ngerjain gue, katanya ini rumah Julian" ucap Ririn.


"Ini bukan rumah gue, rumah gue yang itu" tunjuk Julian.


"Yaudah ayo kesana" ucap Julian.


"Gue turun aja, kasian Ririn jalan sendiri" ucap Bina sambil turun dari motornya Julian.


"Oh yaudah gue duluan ya" ucap Julian.


Julian pun segera melajukan motornya menuju rumahnya, sedangkan Bina dan Ririn berjalan kaki kerumahnya Julian sambil mengobrol.


"Rin, luh kenapa balik lagi?" tanya Bina.


Ririn pun tidak menjawab ucapan Bina.


"Tadi Ardan mau ngomongin apa?" tanya Bina.


"Dia tadi mau ngomongin tugas kelompok sama gue" ucap Ririn.


Bina pun hanya tertawa mendengar ucapan Ririn.


"Gue kira luh mau ditembak sama Ardan" ucap Bina masih tertawa.


"Luh kok malah ketawa sih" ucap Ririn.


"Habisnya ekspektasi gue gak sesuai dengan realita nya" ucap Bina.


"Pasti tadi Ardan aneh banget lihat gue" ucap Ririn.


"Aneh kenapa?" tanya Bina.


"Ya aneh lah! masa cuma makan doang sampe dandan segala" ucap Ririn.


"Gak aneh lah, lagian luh dandan kan biar luh cantik" ucap Bina.


"Bina, Ririn ayo masuk! kok malah ngobrol didepan rumah" ucap Julian.

__ADS_1


Akhirnya Bina dan Ririn pun segera masuk kedalam rumah Julian.


__ADS_2