
Setelah selesai sarapan, anak-anak cowok segera pulang ke rumahnya. Sedangkan anak-anak cewek masih berada di rumah Bina.
"Niel, aku kayaknya mau pulang deh" ucap kak Sarah.
"Mau aku anterin?" tanya Daniel.
"Gak usah, kan aku bawa motor" ucap Sarah.
"Ya udah kalau gitu hati-hati ya" ucap Daniel.
"Iya" ucap Sarah.
"Oh iya, Na! baju sama celana kak Sarah ada di kamar kamu" ucap Sarah.
"Oh iya, kak! bentar ya aku ambil dulu" ucap Bina.
"Na, nanti baju sama celana kamu kakak balikin kok" ucap Sarah.
"Iya, santai aja kak" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu Bina ambilin dulu ya baju sama celananya" ucap Bina.
"Iya" ucap Sarah.
Lalu Bina segera pergi menuju kamarnya dan ia segera mengambil baju dan celana kak Sarah.
"Kak Sarah mau pulang, Na?" tanya Ririn yang sedang menonton televisi di kamar Bina.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Bina segera kembali menghampiri kak Sarah.
"Ini, kak" ucap Bina sambil memberikan baju dan celana milik kak Sarah.
Lalu kak Sarah segera mengambil baju dan celana miliknya.
"Ya udah kalau gitu kak Sarah pulang dulu ya" ucap kak Sarah.
"Iya, hati-hati ya kak" ucap Bina.
"Iya" ucap kak Sarah.
Lalu kak Sarah segera pergi.
Setelah kak Sarah pergi, Bina segera menuju kamarnya untuk menghampiri Ririn dan Fanny.
Setelah sampai di kamar, Bina segera duduk diantara Fanny dan Ririn.
"Wah seru banget" ucap Ririn saat menonton televisi.
"Nanti kita bertiga liburan ke waterpark yuk" ucap Fanny.
"Kan gue, Bina, Ardan sama Arka emang mau liburan nanti ke waterpark" ucap Ririn.
"Berempat?" tanya Fanny.
"Iya, kan mau double date" ucap Ririn.
"Kok kalian gak ajak gue sih" keluh Fanny.
"Kan luh gak ada pasangan nya" ucap Ririn.
"Walaupun gak ada pasangan, tapi gue juga kan pingin ikut" ucap Fanny.
"Kalau mau ikut ya ikut aja, Fan" ucap Bina.
"Tapi gue nya jangan dikacangin ya" ucap Fanny.
"Emangnya bubur dikacangin" ucap Bina.
__ADS_1
"Maksud gue tuh jangan didiemin gue nya" ucap Fanny.
"Ya gak bakal lah" ucap Bina.
"Fan, luh jadian aja sama Robi. Jadi nanti kita triple date" ucap Ririn.
"Enggak mau" ucap Fanny.
"Kenapa gak mau?" tanya Bina.
"Ya gue gak mau aja" ucap Fanny.
"Luh masih nunggu Julian ya?" tanya Ririn.
"Enggak kok, gue udah gak suka sama dia" ucap Fanny.
"Terus sekarang sukanya sama siapa?" tanya Ririn.
"Jungkook BTS" canda Fanny.
"Sadar, Fan! jangan ngarepin yang gak pasti" ucap Ririn.
"Gue cuma bercanda kok, lagian kan gue cuma suka doang bukan cinta" ucap Fanny.
"Fan, Rin! semalem udah ijin ke orang tua kalian belum kalau luh berdua mau nginep disini?" tanya Bina.
"Gue udah ijin kok" ucap Ririn.
"Gue gak ijin" ucap Fanny.
"Loh kenapa gak ijin?" tanya Bina.
"Ya gak apa-apa kali gak ijin juga, lagian kan mau nginep atau enggak itu urusan gue" ucap Fanny.
"Setidaknya luh ijin dulu, nanti orang tua luh cemas kalau luh gak ijin" ucap Bina.
"Tenang aja, lagian tadi pagi gue udah bilang kalau gue nginep disini" ucap Fanny.
Trining...trining
Lalu Fanny segera menjawab panggilan telepon tersebut.
"Hallo, pah" ucap Fanny.
"Cepet pulang!" suruh papah Fanny.
"Enggak mau, Fanny masih pingin main disini" ucap Fanny.
"Cepet!" tegas papah Fanny.
"Ya udah iya" ucap Fanny.
Lalu Fanny segera mematikan panggilan teleponnya.
"Guys, gue pulang dulu ya" ucap Fanny.
"Oh iya" ucap Bina dan Ririn.
"Rin, luh mau pulang sekarang gak?" tanya Fanny.
"Enggak, gue nanti aja pulangnya" ucap Ririn.
"Na, nanti gue balikin kok baju sama celana luh" ucap Fanny.
"Iya santai aja, Fan! gak dibalikin juga gak apa-apa kok" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Fanny sambil mengambil baju dan celana miliknya.
"Iya, hati-hati ya" ucap Bina dan Ririn bersamaan.
__ADS_1
"Iya" ucap Fanny.
Lalu Fanny segera pergi.
"Na, kayaknya Fanny tadi dimarahin deh sama orang tuanya" ucap Ririn.
"Luh tahu dari mana?" tanya Bina.
"Feeling gue aja, soalnya kan dia gak ijin dulu sama orang tua nya dan pastinya dia bakalan dimarahin lah" ucap Ririn.
"Sebenernya kalau kayak gitu bukan dimarahin, tapi mereka para orang tua itu cemas karena anaknya kan ada kabar" ucap Bina.
"Tapi kok orang tua gue gak pernah cemas sama gue sih, padahal waktu itu gue pernah gak bilang kalau gue nginep di rumah luh tapi tetep aja mereka gak cemas sama sekali" ucap Ririn.
"Mereka gak cemas karena kan mereka tahu luh nginep di rumah gue" ucap Bina.
"Tapi kan gue gak bilang ke mereka bahwa gue nginep di rumah luh" ucap Ririn.
"Ya luh emang gak bilang ke mereka, tapi mereka yang nanyain ke gue lewat chat. Terus gue jawab aja kalau luh mau nginep di rumah gue" jelas Bina.
"Oh pantesan aja waktu gue pulang mereka berdua gak nanyain gue dari mana" ucap Ririn.
"Rin, luh pernah berantem gak sih sama orang tua luh?" tanya Bina.
"Bukan pernah lagi, tapi sering. Tapi berantem nya bukan berantem yang parah sih" ucap Ririn.
"Emang luh sama orang tua luh suka berantem soal apa?" tanya Bina.
"Misalnya gue lagi makan terus papah gue bilang, jadi cewek tuh jangan makan mulu nanti badannya gendut. Nah disitu gue langsung marah deh sama papah gue" ucap Ririn.
"Sebenernya kita bukan berantem sih, tapi lebih ke debat aja" ucap Ririn lagi.
"Gue jadi inget deh, waktu dulu gue pernah marah sama papah gue" ucap Bina.
"Marah kenapa?" tanya Ririn.
"Gue waktu kecil kan suka iri ke kak Daniel karena papah tuh lebih deket sama kak Daniel dibanding gue. Jadi waktu itu tiap papah nanya ke gue, gue selalu gak ngerespon dia" ucap Bina sambil meneteskan air matanya.
"Terus waktu itu juga gue nanya ke mamah, kalau gue anak papah atau bukan. Dan gue nanya itu saat ada papah" ucap Bina.
"Dan luh tahu gak? ekspresi papah gue malah senyum saat gue ngomong kayak gitu" ucap Bina sambil menangis sesenggukan.
"Gue merasa bersalah banget kalau inget tentang itu" ucap Bina.
"Udah, jangan nangis" ucap Ririn sambil memeluk Bina.
"Luh jangan merasa bersalah, lagian kan itu kejadiannya waktu luh kecil" ucap Ririn.
Trining...trining
"Tuh, handphone luh bunyi" ucap Ririn sambil melepaskan pelukannya.
Lalu Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan video call dari Arka.
Kemudian Bina segera mengangkat panggilan video call tersebut.
"Kenapa, Ka?" tanya Bina sambil mengusap air matanya.
"Kamu kenapa, Na?" tanya Arka karena melihat Bina yang seperti sedang menangis.
"Tadi aku kelilipan" bohong Bina.
"Kelilipan atau nangis?" tanya Arka.
"Kelilipan" bohong Bina.
"Oh iya, Ka! kenapa nelpon aku?" tanya Bina.
"Itu, Na! jam tangan kado dari kamu ketinggalan didalam kamar mandi yang deket dapur" ucap Arka.
__ADS_1
"Nanti tolong ambil ya soalnya takut kena air" ucap Arka lagi.
"Iya, sekarang aku mau ambil kok" ucap Bina.