
Pagi hari
* Ruang makan
"Luh kenapa ngelamun kayak gitu?" tanya kak Daniel.
"Arka, kak" ucap Bina.
"Arka kenapa?" tanya kak Daniel.
"Sekarang Arka berangkat ke Jakarta" ucap Bina.
"Mau ngapain ke Jakarta?" tanya kak Daniel.
"Dia kan mau kuliah disana" ucap Bina.
"Berarti luh LDR-an dong sama Arka" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina sedih.
Tingtong...tingtong
Kak Daniel segera pergi keluar untuk menemui orang yang sedang menekan bel rumahnya.
Sesampainya diluar, ia langsung membuka pagar rumahnya.
"Pagi, kak" ucap Arka.
"Loh! bukannya luh mau ke Jakarta ya?" tanya kak Daniel.
"Iya mau, tapi Arka mau pamitan dulu sama kak Daniel dan Bina" ucap Arka.
"Arka pamit dulu ya, kak! maaf kalau selama ini Arka selalu ngerepotin kak Daniel ataupun Bina" ucap Arka lagi.
"Luh gak pernah ngerepotin kok" ucap kak Daniel.
"Oh iya, nanti disana luh jangan main mulu! luh harus belajar yang bener" ucap kak Daniel.
"Iya siap, kak" ucap Arka.
"Hallo, kak" ucap Robi sambil menghampiri kak Daniel dan Arka.
"Eh, luh juga ikut?" tanya kak Daniel.
"Iya, ikut" ucap Robi.
"Kak, Arka mau pamitan sama Bina dulu ya" ucap Arka.
"Iya" ucap kak Daniel.
Saat Arka berniat masuk, tiba-tiba Bina datang dan langsung memeluk Arka.
Arka langsung membalas pelukan Bina.
"Na, aku pamit ya" ucap Arka namun tidak dijawab oleh Bina.
"Na, Arka nya mau pergi" ucap kak Daniel.
"Bentar dulu! Bina pingin peluk Arka sebentar" ucap Bina.
"Masih pagi udah disuguhi drama Korea" ucap Robi saat melihat Bina dan Arka pelukan.
"Nanti kalau liburan kesini ya" ucap Bina sambil melepaskan pelukannya.
"Iya, aku pasti kesini kok" ucap Arka.
"Kok ada Robi sih" ucap Bina.
"Lah emang kenapa kalau ada gue?" tanya Robi.
"Bukannya luh berangkatnya mau naik motor ya?" tanya Bina.
"Tadi nya sih emang mau naik motor, tapi gak jadi. Soalnya gue males nyetir" ucap Robi.
"Oh iya, kak Putra nya mana?" tanya Bina.
"Kak Putra nya gak ikut, soalnya lagi sakit" ucap Arka.
"Terus yang nyetir siapa?" tanya Bina.
"Ya aku lah" ucap Arka.
"Kamu serius mau bawa mobil?" tanya Bina sedikit khawatir.
"Ya serius lah, lagian kan aku sering bawa mobil ke luar kota. Jadi gak bakal kenapa-napa" ucap Arka.
"Nanti bawanya hati-hati, Ka" ucap kak Daniel.
"Iya, Arka bakal hati-hati kok" ucap Arka.
"Ya udah Arka sama Robi pamit dulu ya" ucap Arka.
"Iya" ucap kak Daniel.
Saat Arka mau pergi, tiba-tiba Bina langsung memeluk Arka.
"Jangan dulu pergi" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Dek, Arka mau pergi" ucap kak Daniel.
"Bisa gak besok aja perginya?" tanya Bina.
"Dek, luh jangan egois. Arka kesana kan karena dia mau kuliah" ucap kak Daniel.
"Nanti aku kesini lagi kok, Na" ucap Arka.
"Jangan dulu pergi" ucap Bina sambil meneteskan air matanya.
"Na, jangan nangis" ucap Arka.
__ADS_1
Kak Daniel segera menarik Bina.
"Arka nanti kesini lagi kok, dek" ucap kak Daniel.
Arka segera mendekat kearah Bina dan ia langsung memeluk Bina.
"Aku nanti kesini lagi. Jadi kamu gak usah sedih ya" ucap Arka.
Setelah itu, Arka langsung mencium puncuk kepala Bina.
"Ka, jadi berangkat gak?" tanya Robi.
"Jadi" ucap Arka sambil melepaskan pelukannya.
"Na, aku berangkat dulu ya" ucap Arka.
Lalu Arka dan Robi segera menaiki mobil.
"Udah jangan nangis! cengeng banget luh" ucap kak Daniel.
"Na" panggil Arka.
Sontak Bina langsung melihat kearah Arka.
Arka langsung melambaikan tangannya.
Lalu Bina membalas lambaian tangan Arka.
Kemudian Arka langsung melajukan mobilnya.
"Ya udah ayo masuk" ucap kak Daniel sambil masuk kedalam rumahnya.
Akhirnya Bina segera masuk kedalam rumah.
...****...
(Diperjalanan)
"Rob, kita ke makam Ardan dulu ya" ucap Arka.
"Oh ya udah" ucap Robi.
Arka segera melajukan mobilnya menuju tempat pemakaman umum.
Skip
Setelah sampai di tempat pemakaman umum, Arka dan Robi segera turun dari mobil. Kemudian mereka segera berjalan menuju ke makam Ardan.
Sesampainya di makam Ardan, Arka segera menaruh bunga diatas makam Ardan.
Lalu Arka dan Robi segera berdoa.
"Rob" panggil Arka.
Sontak Robi segera melihat kearah Arka.
"Kenapa?" tanya Robi.
"Luh kok ngomong kayak gitu sih" ucap Robi.
"Gue takut aja kalau gue meninggal duluan" ucap Arka.
"Nanti kalau misalnya gue meninggal lebih dulu gimana?" tanya Robi.
"Nanti kalau luh meninggal duluan, gue yang bakal jagain Fanny" ucap Arka.
"Enak aja! luh mau nikung gue ya" ucap Robi.
"Lah! siapa juga yang mau nikung luh" ucap Arka.
"Tadi katanya luh mau jagain Fanny" ucap Robi.
"Ya udah deh kalau luh meninggal, gue gak bakal jagain Fanny" ucap Arka.
"Nah gitu dong! baru itu namanya sahabat" ucap Robi.
"Karena sesama sahabat gak boleh nikung" ucap Robi.
"Eh si Raihan katanya mau deketin Ririn ya?" tanya Robi.
"Iya, bahkan dia udah nembak Ririn" ucap Arka.
"Serius luh?" ucap Robi.
"Iya, dia nembak Ririn" ucap Arka.
"Terus diterima gak sama Ririn?" tanya Robi.
"Enggak" ucap Arka.
"Syukur deh kalau enggak" ucap Robi.
"Luh emang gak setuju kalau Raihan deketin Ririn?" tanya Arka.
"Gak setuju lah! kan Ririn pacarnya Ardan. Iya gak, Dan?" tanya Robi sambil melihat kearah makam Ardan.
"Luh ngomong sama siapa, Rob?" tanya Arka.
"Sama Ardan lah! kan pasti dia sekarang lagi lihatin kita" ucap Robi.
"Dark banget bercanda luh" ucap Lino.
"Siapa yang bercanda anjir! kan emang Ardan pasti lihatin kita" ucap Robi.
"Udah ah! ayo berangkat" ucap Arka.
Lalu Arka dan Robi segera berjalan menuju mobil. Setelah itu mereka berdua segera menaiki mobil.
"Ka, hati-hati ya bawanya" ucap Robi.
__ADS_1
"Iya" ucap Arka.
Arka segera melajukan mobilnya.
...****...
"Hiks...hiks"
"Udah anjir! luh berisik banget sih! gue gak bisa fokus nih nonton tv nya" ucap kak Daniel.
"Bina kangen sama Arka, kak" ucap Bina sambil nangis sesenggukan.
"Lebay banget luh! lagian kan tadi luh ketemu dulu sama Arka, jadi luh gak usah nangis segitunya" ucap kak Daniel.
"Kakak gak pernah ngerasain sih ditinggal sama kak Sarah" ucap Bina.
"Kata siapa? gue pernah kok di tinggal Sarah pergi" ucap kak Daniel.
"Berapa lama ditinggalnya?" tanya Bina.
"Satu bulan" ucap kak Daniel.
"Satu bulan mah sebentar, kak" ucap Bina.
"Lama lah" ucap kak Daniel.
"Itu sebentar lah kalau dibandingkan sama Arka" ucap Bina.
"Dek, susut dulu deh ingus luh" canda kak Daniel padahal ingus Bina tidak keluar.
"Perasaan ingus Bina gak keluar deh" ucap Bina namun ia tetap mengelap hidungnya.
"Emang gak keluar" ucap kak Daniel sambil tertawa.
"Ih rese banget" ucap Bina.
"Ka, Bina mau ke rumah Ririn dulu ya" ucap Bina lagi.
"Pasti mau curhat ke Ririn kan kalau luh ditinggal Arka" tebak kak Daniel.
"Kok tahu sih" heran Bina.
"Ya tahu lah" ucap kak Daniel.
"Luh lebih baik jangan curhat ke Ririn deh" ucap kak Daniel.
"Emang kenapa jangan curhat ke Ririn?" tanya Bina.
"Soalnya pasti kalau luh nyerita tentang pacar luh, Ririn bakal keinget pacarnya juga" ucap kak Daniel.
"Harusnya luh bersyukur karena luh cuma ditinggal Arka pergi ke Jakarta, bukan ditinggal selamanya" ucap kak Daniel.
"Iya juga sih, kak" ucap Bina.
Bina segera memainkan ponselnya dan ia segera menelpon Robi, karena ia tidak ingin mengganggu Arka yang sedang menyetir.
Beberapa detik kemudian, Robi mengangkat panggilan video call dari Bina.
"Kenapa?" tanya Robi.
"Rob! bilangin ke Arka, nyetirnya hati-hati" ucap Bina.
"Iya, udah dibilangin kok dari tadi juga" ucap Robi.
"Rob, kamera nya arahin ke Arka dong" ucap Bina.
"Enggak mau ah!" ucap Robi.
"Ih cepet! gue pingin lihat Arka" ucap Bina.
"Ada apa sih, Na?" tanya Arka.
"Rob, cepet arahin kameranya ke Arka" suruh Bina.
"Kan luh bisa denger suaranya, jadi gak usah diarahin kameranya" ucap Robi.
"Udah arahin aja, Rob! kasihan dia" ucap Arka.
"Tapi nanti bayar ya kalau udah lihat Arka" ucap Robi.
"Emangnya Arka artis apa, sampe harus bayar segala" ucap Bina.
"Ya udah nih" ucap Robi sambil mengarahkan kameranya kearah Arka yang sedang menyetir.
"Ganteng banget" puji Bina.
"Makasih" ucap Robi.
"Bukan luh! tapi Arka" ucap Bina.
Robi segera mematikan panggilan video call nya.
"IH NGESELIN!!!!" kesal Bina karena Robi mematikan panggilan video call nya.
"Kenapa?" tanya kak Daniel.
"Ini video call nya dimatiin sama Robi" ucap Bina.
"Lagian luh ngapain sih video call" ucap kak Daniel.
"Emang kenapa kalau video call?" tanya Bina.
"Nanti kalau luh video call, Arka nya jadi gak fokus nyetir nya" ucap kak Daniel.
"Tapi kan Bina video call ke Robi, bukan ke Arka" ucap Bina.
"Tetep aja kan Arka denger suara luh, jadi pasti dia gak fokus nyetirnya" ucap kak Daniel.
"Ya udah deh, Bina gak bakal video call lagi" ucap Bina.
__ADS_1