
"Luh kenapa, dek?" tanya kak Daniel sambil memakan camilan.
"Kayaknya Arka marah sama Bina, kak" ucap Bina.
"Marah kenapa?" tanya kak Daniel.
"Tadi Arka lihat Bina lagi bersihin cat di pipinya Julian" ucap Bina.
"Lagian luh ngapain coba bersihin cat di pipinya Julian, kan Julian masih punya tangan" ucap kak Daniel.
"Soalnya tadi Bina refleks langsung bersihin cat di pipinya Julian" ucap Bina.
"Ya udah luh telepon Arka aja, terus minta maaf deh sama Arka" saran kak Daniel.
Akhirnya Bina pun memutuskan untuk menelepon Arka.
Saat di telepon, Arka pun tidak menjawab panggilan telepon dari Bina.
"Arka nya gak jawab telepon dari Bina" keluh Bina.
"Lagi dijalan kali" sahut mamah yang tiba-tiba muncul.
"Eh, mamah" ucap Bina.
"Arka gak jawab telepon Bina karena dia marah sama Bina" ucap Bina.
"Emang kamu ngapain sih sampe buat Arka marah?" tanya mamah.
"Biasa mah, Arka cemburu lihat Bina sama Julian" sahut kak Daniel.
"Oh Arka cemburu" ucap mamah sambil tersenyum.
"Iya" ucap Bina.
"Kak Daniel" panggil Bina.
"Kenapa?" tanya kak Daniel.
"Bina minta nomor telepon kak Putra dong" kata Bina.
Daniel pun segera membuka ponselnya, lalu ia pun segera menunjukkan nomor telepon Putra kepada adiknya.
Lalu Bina pun segera memasukkan nomor telepon kak Putra pada kontaknya.
Setelah itu, Bina pun segera menelepon kak Putra. Beberapa detik kemudian kak Putra pun menjawab telepon dari Bina.
"Hallo, ini siapa?" tanya kak Putra.
"Ini Bina, kak" ucap Bina.
"Oh Bina" ucap kak Putra.
"Ada apa?" tanya kak Putra.
"Arka ada di rumah gak, kak?" tanya Bina.
"Ada, dia lagi di kamar" ucap kak Putra.
"Lagi tidur?" tanya Bina memastikan.
"Gue gak tahu" ucap kak Putra.
"Oh iya, kamu kenapa gak telepon Arka nya langsung?" heran kak Putra.
"Arka nya lagi marah sama Bina" ucap Bina.
"Mau gue kasih gak teleponnya ke Arka?" tanya kak Putra.
"Boleh" ucap Bina.
Putra pun segera pergi menuju kamarnya Arka.
Cklek
"Arka" panggil kak Putra.
"Hmm" jawab Arka sambil rebahan.
__ADS_1
"Ini Bina telepon" kata kak Putra.
"Bilang aja gue lagi tidur" ucap Arka.
Walaupun suara Arka kecil tetapi Bina masih bisa mendengarnya.
"Na, maaf Arka nya lagi tidur" ucap kak Putra berbohong.
"Oh iya gak apa-apa" ucap Bina sedih.
"Ya udah kak, Bina matiin dulu ya teleponnya" ucap Bina.
"Iya" ucap kak Putra.
Bina pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Arka nya ada gak?" tanya mamah.
"Arka nya lagi tidur" ucap Bina sambil menahan air matanya agar tidak keluar.
Bina pun segera pergi ke kamarnya, lalu ia segera mengunci pintunya.
Bina pun segera memutarkan musik, agar tangisannya tidak terdenger oleh keluarganya.
"Hiks...hiks" tangis Bina.
"Arka kenapa sih sampe ngebohong gitu, kalau marah sama Bina kan tinggal bilang aja" lirih Bina sambil menangis.
...****...
"Ka, luh kenapa?" tanya kak Putra.
"Gue gak kenapa-napa kok" ketus Arka.
"Gue tahu, luh berantem kan sama Bina" ucap kak Putra.
"Enggak!" sahut Arka.
"Tapi tadi kata Bina, katanya luh marah sama dia" ucap kak Putra.
"Bagus deh, kalau dia nyadar" ucap Arka.
"Kak, luh bisa keluar gak dari kamar gue! gue lagi pingin sendiri" kesal Arka.
Putra pun segera pergi karena ia tahu bagaimana amarah adiknya itu.
...****...
Ririn pun sedang memainkan ponselnya, tiba-tiba ada seseorang yang meneleponnya.
"Mau ngapain luh telepon gue?" tanya Ririn.
"Ih jutek banget luh" ucap Raihan.
"Kenapa telepon?" tanya Ririn lagi.
"Gue cuma nelpon acak aja, soalnya gue lagi gabut" ucap Raihan.
"Gak ada kerjaan luh!" kata Ririn.
"Lah kan emang gue gak ada kerjaan, kalau ada kerjaan gue gak mungkin telepon orang" ucap Raihan.
Ririn pun segera mematikan panggilan telepon dari Raihan.
Kemudian Raihan pun menelepon Ririn kembali.
"Ada apa lagi sih?" tanya Ririn.
"Gue bosen" ucap Raihan.
"Kalau bosen kenapa telepon gue" heran Ririn.
"Gue mau curhat boleh gak?" tanya Raihan.
"Gak! lagian gue lagi sedih jadi gue gak mau dengerin luh curhat" ucap Ririn.
"Luh sedih kenapa? pasti karena Ardan kan?" tanya Raihan.
__ADS_1
"Kok luh tahu" kata Ririn.
"Ya tahu lah, gue kan cenayang" ucap Raihan.
"Emang Ardan kenapa lagi sih?" tanya Raihan.
"Jadi tadi siang Ardan ngajak gue ke cafe, kirain gue dia mau nembak gue eh taunya malah bahas tugas kelompok" jelas Ririn.
Raihan pun langsung tertawa mendengar penjelasan Ririn.
"Luh kok malah ketawa sih, emangnya lucu gitu?" kesal Ririn.
"Makanya jangan berekspektasi tinggi" kata Raihan.
"Iya gue tahu, ekspektasi gue ketinggian" ucap Ririn.
"Gue bilang aja ya ke Ardan, kalau luh suka sama dia" ucap Raihan.
"Jangan!" kata Ririn.
"Kenapa?" tanya Raihan.
"Gue cuma takut aja kalau ternyata dia gak suka sama gue" ucap Ririn.
"Terus masa luh mau kayak gini terus sih" kata Ririn.
"Biarin! yang penting Ardan gak ngejauh dari gue" ucap Ririn.
"Emang kalau Ardan tahu, dia bakal ngejauhin luh gitu?" tanya Raihan.
"Ya gue gak tahu, kan gue bukan Ardan" ucap Ririn.
"Oh iya! kalau luh jadi Ardan, gimana reaksi luh saat tahu gue suka sama luh?" tanya Ririn.
"Gue juga gak tahu sih, kan gue gak tahu perasaan dia ke luh gimana" ucap Raihan.
"Iya juga sih" ucap Ririn.
"Oh iya tadi luh pingin curhat apa?" tanya Ririn.
"Gue baru jadian sama adik kelas" ucap Raihan.
"Bagus dong" ucap Ririn.
"Tapi gue terpaksa jadian" ucap Raihan.
"Maksudnya?" tanya Ririn.
"Dia tadi disekolah nembak gue, karena gue gak enakan orangnya jadi gue terima dia" ucap Raihan.
"Tapi luh suka gak sama dia?" tanya Ririn.
"Sebenernya sih gue gak ada perasaan sama dia. Tapi gimana lagi, dia baik banget sama gue. Dia sering ngasih gue makanan padahal gue gak minta, terus dia juga pernah ngasih gue kado pas ulang tahun gue" jelas Raihan.
"Ya udah jalanin dulu aja, siapa tahu nanti luh suka sama dia" ucap Ririn.
"Mungkin" ucap Raihan.
"Oh iya, nanti malam luh sibuk gak?" tanya Raihan.
"Enggak" ucap Ririn.
"Ya udah nanti malam kita makan yuk" ajak Raihan.
"Enggak ah! kan luh udah punya pacar" ucap Ririn.
"Gak apa-apa kali, lagian kan kita cuma temen" ucap Raihan.
"Emang pacar luh gak marah kalau cowoknya main sama cewek?" tanya Ririn.
"Gue gak tahu" ucap Raihan.
"Ajak aja pacar luh" saran Ririn.
"Gue gak bisa ajak dia" ucap Raihan.
"Kenapa?" tanya Ririn.
__ADS_1
"Orang tuanya strict parents, jadi dia gak boleh main malem-malem" ucap Raihan.