
"Fan, Rizky tahu gak tentang itu?" tanya Ririn.
"Tahu" ucap Fanny.
"Iya kan, Ky?" tanya Fanny kepada Rizky.
"Apaan?" tanya Rizky.
"Soal gue sama Nino" ucap Fanny.
"Iya tahu" ucap Rizky yang paham akan soal itu.
"Guys duduk! ada pak Dedi" teriak Jason.
Semua pun segera duduk dikursinya masing-masing.
"Pagi anak-anak" ucap pak Dedi.
"Pagi juga pak" ucap semuanya.
Lalu pak Dedi pun langsung menjelaskan materi kepada murid-muridnya. Dan murid-muridnya pun fokus mendengarkan materi yang disampaikan oleh pak Dedi.
Skip
Bel istirahat pun berbunyi.
"Ke kantin yuk!" ajak Bina.
"Luh gak ke kantin sama Arka, Na?" tanya Ririn.
"Enggak, gue lagi pingin sama kalian" ucap Bina.
"Yaudah ayo ke kantin!" sahut Fanny.
Akhirnya Bina, Ririn, dan Fanny pun segera pergi menuju kantin.
Setelah sampai di kantin, mereka bertiga pun segera memesan makanan dan minuman. Setelah itu, mereka pun langsung duduk ditempat yang telah disediakan. Lalu setelah duduk, mereka bertiga pun segera memakan makanan yang telah mereka beli.
"Guys! nanti kalian ikut camping gak?" tanya Fanny.
"Gue kayaknya enggak deh" ucap Ririn.
"Loh kenapa?" tanya Fanny.
"Males aja gitu" ucap Ririn.
"Kalau luh gak ikut, gue juga gak ikut" ucap Bina.
"Ih, luh berdua gak asik" ucap Fanny.
"Na, luh ikut aja! soalnya nanti pasti Arka digodain cewek-cewek waktu disana" ucap Ririn.
"Iya bener, Na! nanti Arka digodain loh" ucap Fanny menakut-nakuti Bina.
"Rin, ikut aja yuk!" ucap Bina.
"Enggak ah!" ucap Ririn.
"Ikut ya, please!" mohon Bina.
"Iya, ikut aja" ucap Fanny.
"Enggak" ucap Ririn.
"Yaudah gue mau bocorin rahasia luh, kalau luh gak ikut" ucap Bina.
"Luh kok main ancam sih" ucap Ririn.
"Yaudah iya, gue ikut" ucap Ririn terpaksa.
"Yeay!" seru Bina dan Fanny bersamaan.
Disisi lain
"Luh udah baikan belum sama Bina?" tanya Robi kepada Arka.
__ADS_1
"Udah" ucap Arka.
"Nah, gitu dong! itu baru gentle namanya" ucap Robi.
"Bang Fauzi sama bang Chandra kemana sih? kok jarang nongkrong mulu" ucap Kevin.
"Mereka sibuk lah, kan mereka kelas dua belas" ucap Ardan.
Raihan pun segera menghampiri anak-anak Stray Squad yang lain.
Lalu ia pun segera duduk disebelah Ardan.
"Kenapa luh?" tanya Ardan.
"Gue habis putus" ucap Raihan.
"Anjir! kapan jadiannya?" tanya Robi.
"Waktu hari Senin" ucap Raihan.
"Gila, bentar banget" ucap Kevin.
"Kenapa putus?" tanya Ardan.
"Dia lihat chat gue sama Ririn" jelas Raihan.
"Emang isi chat nya kayak gimana?" tanya Ardan.
"Kepo luh" ucap Raihan.
"Luh selingkuh sama Ririn?" tanya Robi.
"Kaga lah, anjir!" ucap Raihan.
"Makanya kalau udah punya pasangan jangan chat cewek lain" ucap Arka.
"Kayak yang bener aja omongan luh" sindir Ardan.
"Gue kan emang gak pernah chat sama cewek lain" ucap Arka.
"Mana coba, gue pingin lihat whatsapp luh" ucap Ardan.
"Ini apa" ucap Ardan.
"Ya itu chat dari orang, tapi gak gue bales kok" ucap Arka.
Raihan, Robi dan Kevin pun segera melihat WhatsApp Arka karena penasaran.
"Anjir banyak banget cewek-cewek yang ngechat luh" ucap Kevin terkejut.
"Anjir, ini kan yang pernah deket sama gue waktu itu" ucap Robi.
"Siapa?" tanya Arka.
"Tasya" ucap Robi.
"Playgirl tuh si Tasya, dia juga pernah deket sama gue" ucap Kevin.
"Wah gila sih, sampe tiga orang. Mana tiga-tiganya anak Stray Squad lagi" ucap Ardan.
"Gue gak pernah deket sama dia" ucap Arka menegaskan.
"Iya gue tahu, tapi kan luh juga diincar sama dia" ucap Ardan.
"Gak ada akhlak emang tuh orang" ucap Robi.
"Kayak luh" ucap Raihan kepada Robi, dan Raihan pun langsung mendapatkan jitakan dari Robi.
Lalu Bina pun menghampiri anak-anak Stray Squad.
"Eh ada princess, sini duduk" ucap Raihan kepada Bina agar duduk dikursinya karena kursi Raihan berada disebelah Arka.
Namun Bina pun tidak menuruti apa kata Raihan.
"Kasihan dikacangin" ucap Robi.
__ADS_1
"Sedih banget nasib gue hari ini" ucap Raihan sambil duduk kembali.
"Ada apa, Na?" tanya Arka.
"Gelang kamu udah ketemu belum?" tanya Bina.
"Oh iya aku lupa nyari gelangnya" ucap Arka.
"Lupa nyari atau gak niat nyari?" tanya Bina sedikit kesal.
"Lupa nyari, Na" ucap Arka.
"Gelang apaan?" tanya Ardan.
"Gelang yang sama kayak yang dipakai Bina" ucap Arka.
"Emang hilang dimana?" tanya Robi.
"Kayaknya hilang waktu dilapang basket" ucap Arka.
"Ke sapu sama tukang bersih-bersih kali" ucap Kevin.
"Udah beli aja yang baru, ribet amat harus nyari" ucap Raihan.
"Yaudah nanti kita beli lagi aja yang baru" ucap Arka kepada Bina.
"Gak mau!" ucap Bina sedikit kesal.
"Luh ribet amat sih, Na! kasihan Arka, masa luh nyuruh dia buat nyari gelang yang hilang" ucap Raihan.
Lalu Bina pun segera pergi tanpa menjawab ucapan Raihan.
"Dia sensian banget sih akhir-akhir ini" ucap Raihan.
"Mau dapet kali, jadi sensi mulu bawaannya" ucap Kevin.
"Guys, gue samperin Bina dulu ya" ucap Arka.
Lalu Arka pun segera mengejar Bina.
Arka pun langsung berhenti saat melihat Bina yang sedang berada dilapang basket, dan Arka pun tahu bahwa pacarnya itu sedang mencari gelang miliknya.
Lalu Arka pun segera menghampiri Bina.
"Na, udah jangan dicari. Lagian cuma gelang ini" ucap Arka.
"Cuma gelang kata kamu?" ucap Bina sedikit sedih.
"Kan emang gelang, Na" ucap Arka.
"Walaupun cuma gelang, tapi itu sangat berarti buat aku" ucap Bina.
"Tapi kan gelang kamu masih ada" ucap Arka.
"Iya gelang aku emang ada, tapi rasanya gak enak kalau pake gelang couple tapi yang pake cuma satu orang" kecewa Bina.
"Nanti aku beli lagi deh, yang sama persis" ucap Arka.
"Gak usah! lebih baik aku buang aja gelang yang aku. Biar sama-sama hilang" ucap Bina sambil melemparkan gelang miliknya.
Lalu Bina pun langsung pergi meninggalkan Arka.
Kemudian Arka pun segera menyusul Bina.
Arka pun segera masuk kedalam kelas XI MIPA 2, dan ia pun langsung menghampiri Bina yang sedang duduk sambil menenggelamkan kepalanya.
"Iya nanti aku cari, Na" ucap Arka sambil duduk di kursi samping Bina.
"Udah jangan nangis" ucap Arka sambil mengelus pelan kepala Bina.
Lalu Fanny dan Ririn pun segera masuk kedalam kelas.
"Gue sama Ririn nyariin, eh ternyata luh nya ada disini" ucap Fanny kepada Bina.
"Bina kenapa?" tanya Ririn kepada Arka.
__ADS_1
"Jangan bilang kalau Bina nangis lagi gara-gara luh" ucap Fanny.
Arka pun tidak menjawab ucapan Fanny, dan dia hanya menatap kearah Bina.