Prince Of School

Prince Of School
Episode 252


__ADS_3

Pulang Sekolah


"Na, ayo pulang" ujar Arka yang berada di pintu kelas Bina.


Bina segera menghampiri Arka.


"Kamu pulang duluan aja, Ka! soalnya aku mau ke rumah sakit dulu" ucap Bina.


"Ngapain ke rumah sakit?" tanya Arka.


"Mau jenguk Julian" ucap Bina.


"Kan kamu udah ngejenguk dia" ucap Arka.


"Ya emang, tapi aku sekarang mau jenguk lagi bareng temen-temen kelas" ucap Bina.


"Terus kamu kesananya naik apa?" tanya Arka.


"Aku naik mobil bareng Fanny, Ririn, Syara, Kholiana sama Putri" ucap Bina.


"Naik mobil Fanny?" tanya Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Oh ya udah deh kalau gitu" ucap Arka.


"Kalau gitu aku pulang duluan ya" ucap Arka.


"Iya, hati-hati ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


Lalu Arka segera pergi.


Setelah Arka pergi, Bina kembali masuk kedalam kelasnya.


"Na, Julian nya bener masih ada di rumah sakit kan?" tanya Fanny.


"Gue gak tahu" ucap Bina.


"Ya udah coba luh telepon dulu, siapa tahu dia udah pulang ke rumahnya" ucap Fanny.


Bina segera menelpon Julian.


Beberapa detik kemudian, Julian mengangkat panggilan telepon dari Bina.


"Hallo, Na" ucap Julian.


"Jul, luh masih ada di rumah sakit?" tanya Bina.


"Gue udah pulang ke rumah, Na" ucap Julian.


"Oh udah pulang ya" ucap Bina.


"Iya, udah pulang dari tadi pagi" ucap Julian.


"Tadinya kita semua mau jenguk luh ke rumah sakit" ucap Bina.


"Gak usah jenguk, lagian gue udah sembuh kok. Besok juga gue mau sekolah" ucap Julian.


"Tapi temen-temen lagi beli makanan sama minuman buat luh" ucap Bina.


"Ya ampun gue jadi ngerepotin" ucap Julian.


"Kita sekarang boleh ke rumah luh gak?" tanya Bina.


"Sekelas mau ke rumah gue?" tanya Julian.


"Iya sekelas" ucap Bina.


"Gak boleh ya?" tanya Bina.


"Hmm...boleh kok" ucap Julian.


"Ya udah nanti kita ke rumah luh ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Julian.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.


"Iya" ucap Julian.


Bina segera mematikan panggilan teleponnya.


"Udah pulang ya, Na?" tanya Ririn.


"Iya, udah pulang" ucap Bina.


"Guys, gimana kalau kesananya perwakilan aja. Soalnya takut Juliannya gak nyaman kalau yang datang banyakan" ucap Fanny.


"Iya, perwakilan aja. Soalnya gue ada acara keluarga nih" ucap Nino.


"Terus siapa aja perwakilan nya?" tanya Bina.


"Luh, Fanny sama Ririn lah" ucap Jason.


"Kok kita bertiga" ucap Bina.


"Kan luh bertiga yang paling deket sama Julian" ucap Jason.


"Ya udah kita bertiga aja, Na" ucap Fanny.


"Guys, nih makanan sama minuman nya" ucap Kholiana yang baru datang bersama Billy.


"Pak ketua! katanya gue, Ririn sama Fanny aja yang kesana. Soalnya takut Julian nya gak nyaman kalau yang datang banyakan" ucap Bina kepada Billy.


"Oh kalian bertiga yang kesana?" tanya Billy.


"Iya" ucap Bina.


"Ya udah nih makanan sama minuman nya" ucap Kholiana.


Bina segera mengambil kantong plastik yang berisi makanan dan minuman untuk Julian.


"Ya udah ayo, Fan, Rin!" ucap Bina.


Akhirnya mereka bertiga segera pergi menuju parkiran.


"Na" panggil Arka sambil menghampiri Bina.


"Loh! kok kamu belum pulang" ucap Bina.


"Iya belum, soalnya tadi aku disuruh sama Bu Nana" ucap Arka.


"Disuruh apa?" tanya Bina.


"Disuruh gendong adik kelas, soalnya tadi ada yang pingsan" ucap Arka.


"Adik kelas nya cewek atau cowok?" tanya Bina.


"Cewek" ucap Arka.


"Dia modus kali bukan pingsan" ucap Bina.


"Dia tadi beneran pingsan kok" ucap Arka.


"Na, ayo!" panggil Fanny.


"Oh iya, Na! helm kamu ada di motor aku" ucap Arka sambil berlari kearah motornya untuk mengambil helm Bina.


Kemudian Arka kembali menghampiri Bina.


"Ini" ucap Arka sambil memberikan helm kepada Bina.


"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


Bina segera berjalan menuju mobil Fanny.


"Ayo berangkat" ucap Bina.


Fanny segera melajukan mobilnya menuju rumah Julian.


...****...


Ketika sampai di rumah Julian, mereka bertiga segera turun dari mobil.


Bina segera menekan bel rumah Julian.


Tidak menunggu lama, pembatu Julian datang dan ia langsung membukakan pagar rumah.


"Eh, non Bina" ucap pembantu.


"Bi, kita mau jenguk Julian" ucap Bina.


"Oh ya udah ayo masuk" ucap pembantu.


Akhirnya mereka segera masuk kedalam rumah.


Pembantu Julian segera mengantarkan mereka bertiga ke kamar Julian.


"Jul, sekarang keadaan luh gimana?" tanya Ririn.


"Alhamdulillah keadaan gue sekarang udah baik kok" ucap Julian.


"Syukur deh kalau gitu" ucap Ririn.


"Oh iya, ini dari anak kelas" ucap Bina.


"Makasih banyak ya" ucap Julian.


"Iya sama-sama" ucap Bina, Ririn dan Fanny.


"Gue taruh disini ya kantong plastik nya" kata Bina.


"Iya" ucap Julian.


"Oh iya, Na! nanti gue pinjem buku catatan ya" ucap Julian.

__ADS_1


"Iya" kata Bina.


...****...


Skip


Setelah menjenguk Julian, Bina segera pulang ke rumah nya.


Ketika sampai di rumah, Bina segera masuk dan ia segera pergi ke kamarnya.


"Hah?!" Bina terkejut saat melihat kamarnya yang dipenuhi balon berwarna pink.


"Udah gue hias kamarnya, eh balonnya malah dikesiniin" keluh Bina.


Bina segera menyimpan helmnya, lalu ia segera mengambil pakaiannya. Kemudian ia segera pergi menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian, Bina segera menaiki kasurnya. Setelah itu, ia langsung tidur.


Sore hari


Cklek


"Dek, ada Arka" ucap kak Daniel.


Arka hanya tersenyum saat melihat Bina yang sedang tertidur.


"Bangunin aja, Ka" suruh kak Daniel.


"Gak usah, kak. Kasihan kalau dibangunin" ucap Arka.


"Ya udah luh mau tunggu disini atau mau tunggu dibawah bareng gue?" tanya kak Daniel.


"Arka tunggu disini aja" ucap Arka.


"Oh iya, itu kucing siapa?" tanya kak Daniel.


"Ini kucing buat Bina" ucap Arka.


"Nanti pasti gue nih yang bakal rawat kucingnya" batin kak Daniel.


"Ya udah kalau gitu gue kebawah dulu ya" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Arka.


Kak Daniel segera pergi.


Arka segera mengeluarkan kucing tersebut dari kandangnya. Kemudian ia segera meletakkan kucing tersebut ditangan Bina.


Karena merasakan sesuatu yang bergerak didekat tangannya, akhirnya Bina segera membuka kedua matanya.


Bina langsung menatap kucing tersebut sambil memikirkan apakah yang didepannya kucing sungguhan atau hanya halusinasinya.


Lalu Bina segera bangun dengan posisi duduk.


"Ini beneran?" tanya Bina sambil menatap Arka.


"Ya beneran lah" ucap Arka.


"Aaa lucu banget" ucap Bina sambil menggendong kucing tersebut.


"Seneng gak?" tanya Arka.


"Seneng banget" ucap Bina.


"Makasih ya Arka" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap Arka.


**Chup


Chup


Chup**


Bina terus-menerus mencium kucing tersebut.


"Mandi dulu sana, udah sore" perintah Arka.


"Ya udah kalau gitu aku mandi dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


Bina segera mengambil pakaian nya, kemudian ia segera pergi menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian...


Sesudah mandi, Bina segera mencari Arka dan ternyata Arka sedang berada di ruang tamu bersama kak Daniel.


"Pingin gendong" ucap Bina sambil duduk disebelah Arka.


"Kamu pingin digendong?" tanya Arka.


"Bukan!" kata Bina.


"Aku pingin gendong kucingnya" ucap Bina.


Akhirnya Arka segera memberikan kucing tersebut kepada Bina.


"Nanti kucing nya dirawat, jangan dibiarin!" ucap kak Daniel.


"Iya siap, nanti Bina rawat kucingnya" ucap Bina.


"Ka" panggil Bina.


"Apa?" ucap Arka.


"Boleh gak bawa kucing ke sekolah?" tanya Bina.


"Gak boleh" ucap Arka.


"Kenapa gak boleh?" tanya Bina.


"Soalnya nanti ngeganggu waktu belajar" ucap Arka.


"Tapi kan nanti aku kandangin, jadi dia gak bakal ganggu" ucap Bina.


"Udah jangan dibawa, nanti hilang kucingnya" ucap kak Daniel.


"Oh iya, kak! sepatu yang dari Arka muat gak?" tanya Arka.


"Muat kok" ucap kak Daniel.


"Makasih ya udah kasih gue kado" ucap kak Daniel.


"Iya sama-sama" ucap Arka.


"Kado dari Bina suka gak?" tanya Bina.


"Suka, tapi warnanya gue gak suka" ucap kak Daniel.


"Bagus tahu warna pink. Iya gak, Ka?" tanya Bina kepada Arka.


"Enggak" ucap Arka.


"Bagus juga" ucap Bina.


"Kak Daniel, itu balonnya kenapa disimpen dikamar Bina?" tanya Bina.


"Soalnya kamar gue kelihatan berantakan, jadi gue simpen balon-balon nya di kamar luh" ucap kak Daniel.


"Ka, nanti hari Sabtu ajarin aku basket ya" ucap Bina.


"Ajarin basket?" ucap Arka.


"Iya, soalnya takut dibilang gak bisa lagi sama guru olahraga" ucap Bina.


"Ya udah nanti aku ajarin" ucap Arka.


"Dek, luh jangan main terus. Nanti kasihan Arka, pasti dia kan butuh istirahat" ucap kak Daniel.


"Gak apa-apa kok, kak! malah Arka seneng kalau main terus sama Bina" ucap Arka.


"Emang luh gak bosen main terus sama adik gue?" tanya kak Daniel.


"Enggak kok" ucap Arka.


"Arka udah bucin sama Bina, kak! makanya dia gak bosen kalau main terus sama Bina" ucap Bina.


"Luh dipelet sama Bina ya, Ka?" tanya kak Daniel.


"Kayaknya iya deh, kak" ucap Arka sambil tertawa kecil.


"Enak aja! emangnya Bina dukun apa" ucap Bina.


"Oh iya, Na! tadi kamu sama temen-temen kelas kamu jadi gak ngejenguk Julian nya?" tanya Arka.


"Jadi, tapi yang jenguk cuma aku, Ririn sama Fanny" jawab Bina.


"Kenapa bertiga?" tanya Arka.


"Soalnya kalau semuanya ikut, nanti takut Julian nya jadi gak nyaman" ucap Bina.


"Terus sekarang keadaan Julian gimana?" tanya Arka.


"Julian baik-baik aja kok, besok juga katanya dia mau sekolah" ucap Bina.


"Ngomong-ngomong kok tumben kamu nanyain Julian" ucap Bina.


"Emang gak boleh ya kalau nanyain Julian?" tanya Arka.


"Ya boleh tapi cuma aneh aja" ucap Bina.


"Emang aneh kenapa?" tanya kak Daniel.


"Iya aneh aja kak, kan biasanya Arka suka cemburu sama Julian. Tapi sekarang dia malah nanyain Julian" ucap Bina.


"Luh suka cemburu sama Julian, Ka?" tanya kak Daniel.


"Enggak kok" ucap Arka.

__ADS_1


"Bohong, kak! Arka suka cemburu sama Julian, bahkan dia suka pasang muka bete kalau Bina deket-deket sama Julian" ucap Bina.


"Jangan percaya, kak! Bina suka bohong orangnya" ucap Arka.


"Kamu kali yang suka bohong" ucap Bina.


"Udah jangan ribut" ucap kak Daniel.


"Kakak percaya kan sama omongan Bina?" tanya Bina.


"Enggak!" ucap kak Daniel.


Arka langsung tertawa mendengar ucapan kak Daniel.


"Udah aku bilang kalau kak Daniel tuh lebih percaya sama ucapan aku, Na" ucap Arka.


"Gue juga gak percaya sama luh" ucap kak Daniel.


Bina juga langsung menertawakan Arka.


"Jangan ketawa! kak Daniel juga gak percaya sama omongan kamu" kata Arka.


"Oh iya, Ka! anterin aku yuk!" kata Bina.


"Anterin kemana?" tanya Arka.


"Anterin aku ke mini market" ucap Bina.


"Emang mau beli apa?" tanya Arka.


"Makanan kucing" ucap Bina.


"Ya udah ayo" ucap Arka.


"Kak Daniel, Bina nitip kucing ya" ucap Bina sambil memberikan kucing miliknya kepada kak Daniel.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Ya udah nih kucing nya" ucap Bina.


"Simpen aja di lantai" ucap kak Daniel.


Akhirnya Bina segera meletakan kucing nya disofa.


"Gue bilang kan dilantai" ucap kak Daniel.


"Di sofa aja, soalnya kalau dilantai nanti kucingnya kedinginan" ucap Bina.


"Terserah luh aja deh" pasrah kak Daniel.


"Ya udah ayo, Ka" ucap Bina.


Bina dan Arka segera pergi keluar.


Saat Bina mau menutup pintu, tiba-tiba kucing tersebut menghampiri Bina.


"Jangan ikut" ucap Bina sambil menggendong kucing tersebut.


"Udah bawa aja" ucap Arka.


"Emang gak apa-apa kalau dibawa?" tanya Bina.


"Ya gak apa-apa lah" ucap Arka.


"Oh iya, aku ambil helm dulu ya" ucap Bina.


"Gak usah! soalnya aku bawa mobil" ucap Arka.


"Oh kirain kamu bawa motor" ucap Bina.


"Ya enggak lah, kan tadi aku bawa kucing ya pastinya aku kesininya bawa mobil" ucap Arka.


"Ya udah ayo berangkat" ucap Bina.


Akhirnya mereka berdua segera menaiki mobil.


"Gemes banget kayaknya sama kucingnya" ucap Arka sambil melihat kearah Bina.


"Iya lah, kan kucing nya lucu" ucap Bina.


"Ya udah ayo jalan" ucap Bina.


Arka segera melajukan mobilnya menuju mini market terdekat.


* Mini market


"Ka, aku nitip kimchi ya" ucap Bina sambil menaruh kucing tersebut dipaha Arka.


"Kimchi?" ucap Arka sambil tertawa.


"Iya, namanya kimchi" ucap Bina.


"Ada-ada aja kamu" ucap Arka.


"Ya udah aku beli makanan buat kimchi dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


Bina segera turun dari mobil dan ia segera masuk kedalam mini market tersebut.


Tiba-tiba Arka meneteskan air matanya.


"Om, tante! Arka janji bakal buat Bina bahagia terus" gumam Arka.


Beberapa menit kemudian, Bina kembali masuk kedalam mobil.


"Nih, Ka! aku beliin minum buat kamu" ucap Bina sambil memberikan minum kepada Arka.


"Makasih ya sayang" ucap Arka sambil mengambil minuman yang diberikan Bina.


"Iya sama-sama" ucap Bina.


Bina kembali mengambil kucingnya.


"Mau jalan-jalan dulu gak?" tanya Arka.


"Jalan-jalan kemana?" tanya Bina.


"Ke taman" ucap Arka.


"Ya udah ayo" ucap Bina.


Arka segera melajukan mobilnya menuju taman.


"Ka" panggil Bina.


"Hmm?" ucap Arka.


"Kamu kok hari ini jadi kayak pendiem banget sih" ucap Bina.


"Emang iya?" tanya Arka.


"Iya, gak seperti biasanya" ucap Bina.


"Enggak ah, itu cuma perasaan kamu doang kali" ucap Arka.


"Kamu masih mikirin ucapan temen kamu ya?" tanya Bina.


"Maksud kamu?" tanya Arka.


"Tadi waktu istirahat Raihan bilang, katanya temen sekelas kamu pada ngomongin kamu" ucap Bina.


Arka hanya terdiam.


"Kamu jangan dengerin omongan mereka ya, lagian kan papah kamu gak salah dan itu semuanya udah takdir" ucap Bina.


"Na, kamu marah gak sih sama papah aku?" tanya Arka.


"Enggak, Ka. Aku sama sekali gak marah kok ke papah kamu" jelas Bina.


"Serius?" tanya Arka.


"Iya serius" ucap Bina.


"Kalau kak Daniel?" tanya Arka.


"Kak Daniel juga gak marah kok, cuma awalnya emang dia sempet marah. Tapi sekarang udah gak marah lagi kok, lagian kak Daniel juga udah dewasa dan dia juga pasti mikir kalau itu bukan kesalahan papah kamu tapi itu udah takdir dari Tuhan" ucap Bina.


"Udah jangan pikirin omongan orang ya" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! rooftop yang tempat nongkrong anak-anak Stray Squad itu angker atau enggak sih? kok kayak serem banget hawa nya" ucap Bina.


"Sebenernya tempat itu emang angker, makanya jarang ada yang kesana" ucap Arka.


"Terus kenapa dijadiin basecamp sama anak-anak Stray Squad?" heran Bina.


"Sebenernya dulu kita sengaja ke tempat itu, tapi niatnya kita kesitu karena pingin uji nyali. Tapi lama kelamaan, kita jadi sering ke tempat itu bahkan kalau istirahat kita suka kesitu. Terus karena keseringan kesitu, jadi anak-anak yang lain memutuskan untuk jadiin tempat itu sebagai basecamp kita" jelas Arka.


"Emang kamu sama temen-temen kamu gak takut?" tanya Bina.


"Awalnya sih takut, tapi lama kelamaan jadi gak takut" ucap Arka.


"Diantara anak-anak Stray Squad yang paling penakut siapa?" tanya Bina.


"Hmm...gak ada sih kayaknya" ucap Arka.


"Pasti kamu ya yang paling penakut" ucap Bina.


"Enggak, aku gak penakut" ucap Arka.


"Mungkin kalau diantara semuanya sih, menurut aku yang paling penakut itu Kevin" ucap Arka.


"Kevin penakut?" tanya Bina.


"Iya, tapi enggak terlalu penakut banget sih" ucap Arka.


"Kalau yang pemberani banget siapa?" tanya Bina.


"Ya aku lah" ucap Arka.

__ADS_1


"Jangan bohong" ucap Bina sambil menahan tawanya.


"Bener, aku gak bohong" ucap Arka.


__ADS_2