Prince Of School

Prince Of School
Episode 191


__ADS_3

Kemudian Raihan segera mengecilkan volume musik agar suara Arka dapat terdengar jelas.


"Pertama-tama gue mau ngucapin terima kasih kepada semuanya karena telah menyiapkan acara ulang tahun buat gue. Dan juga gue mau berterimakasih kepada seseorang yang sangat spesial buat gue karena dia mau nemenin gue ke tempat yang paling pingin gue kunjungi saat gue ulang tahun" ucap Arka.


"Maksud dia cafe sama pantai?" tanya Ririn kepada Bina.


"Bukan" ucap Bina.


"Terus apa?" tanya Ririn.


"Makam mamahnya" ucap Bina.


"Luh sama Arka tadi kesana?" tanya Ririn.


"Iya" ucap Bina.


"Untuk semuanya! sebaiknya sekarang kita makan-makan dulu, karena pasti kalian pada lapar kan?" tanya kak Putra.


"Iya, bener" ucap anak-anak Stray Squad.


"Ya udah ayo semuanya duduk" perintah kak Putra.


Lalu semuanya segera duduk di kursi, kemudian mereka semua segera menikmati hidangan yang disajikan di atas meja.


"Gimana ya caranya ambil surat itu" batin Bina.


"Bina, kamu kenapa? kok bengong dari tadi" ucap kak Putra.


"Gak kenapa-napa kok, kak" ucap Bina.


"Kamu ngantuk, Na?" tanya Arka.


"Enggak kok" ucap Bina.


"Ka, nanti kita foto berdua yuk" ajak Bella.


"Fotonya rame-rame aja" sahut Ririn.


"Ya udah" ucap Bella sedikit kesal.


"Yang cowok nanti pulangnya anterin cewek-cewek ya" ucap kak Putra.


"Siap" ucap anak-anak Stray Squad.


"Ririn kan sama Ardan, Fanny sama Rizky, terus kalau Bina sama Bella mau bareng siapa pulangnya?" tanya Kevin.


"Bina biar gue aja yang anter" ucap Arka.


"Nanti luh bolak balik dong?" ucap Robi.


"Ya gak apa-apa" ucap Arka.


"Bella mau sama siapa?" tanya Kevin.


"Sama siapa aja deh" ucap Bella sedikit kesal karena Bina bakal diantar Arka.


"Ya udah sama Raihan aja" ucap Kevin.


"Kok jadi gue" ucap Raihan.


"Kan rumah luh searah sama Bella" ucap Kevin.


"Ya udah deh" ucap Raihan.


Selesai makan, mereka segera pulang.


"Na, bentar dulu ya! aku mau ambil jaket dulu ke kamar" ucap Arka.


"Aku boleh ikut gak?" tanya Bina.


"Ke kamar?" tanya Arka memastikan.


"Iya" ucap Bina.


"Ya udah ayo" ucap Arka.


Lalu Arka dan Bina segera pergi menuju kamar Arka.


Setelah sampai, mereka berdua segera masuk kedalam kamar Arka.


Saat di kamar, pandangan Bina langsung tertuju pada kado-kado.


"Kok banyak banget kadonya? perasaan yang datang gak banyak deh" ucap Bina.


"Soalnya kata Ardan itu kado dari adik-adik kelas, tadi sore katanya banyak yang datang ke rumah" ucap Arka.


"Oh gitu" ucap Bina.


"Kado dari aku mana? kok gak ada" ucap Bina.


"Ada kok di lemari" ucap Arka.


"Lemari mana?" tanya Bina.


"Lemari yang itu" tunjuk Arka.

__ADS_1


"Kenapa yang aku disimpen di lemari?" tanya Bina.


"Karena nanti aku bakal buka kado kamu terakhir" ucap Arka.


"Kenapa terakhir?" tanya Bina.


"Soalnya tadi aku lihat ada surat dikadonya, makanya aku mau buka terakhir. Sekalian mau baca isi suratnya" ucap Arka.


"Ka" ucap Bina.


"Aku boleh ambil lagi gak suratnya" ucap Bina.


"Gak boleh, kan itu udah dikasih ke aku. Jadi kamu gak boleh ngambil sesuatu yang udah dikasih ke orang" jelas Arka.


"Tapi" ucap Bina.


"Udah lebih baik kita pulang yuk" ucap Arka memotong pembicaraan Bina.


Lalu Arka segera menarik pelan tangan Bina agar keluar dari kamarnya.


Lalu mereka segera keluar rumah dan mereka langsung masuk kedalam mobil.


"Nih pake jaket nya, soalnya nanti pasti dingin" ucap Arka.


"Terus kamu gimana?" tanya Arka.


"Gak apa-apa, lagian aku suka dingin kok" ucap Arka.


"Ya udah nih" ucap Arka sambil memberikan jaket kepada Bina.


Lalu Bina segera memakai jaket tersebut.


Kemudian Arka segera melajukan mobilnya menuju rumah Bina.


"Ka" ucap Bina.


"Kenapa?" ucap Arka.


"Sebenernya itu bukan surat dari aku" ucap Bina.


"Terus surat dari siapa?" tanya Arka.


"Itu surat bikinan Adzril" ucap Bina.


"Oh gitu" ucap Arka sedikit kecewa.


"Kamu marah ya?" tanya Bina saat melihat raut wajah Arka.


"Aku gak marah, cuma sedikit kecewa aja" ucap Arka.


"Maaf" ucap Bina.


"Gak usah" ucap Arka.


"Arka maaf" ucap Bina namun Arka tidak menjawab ucapan Bina.


Suasana didalam mobil menjadi sunyi.


"Ka, aku turun disini aja" ucap Bina karena ia merasa bersalah kepada Arka.


Namun Arka masih terus melajukan mobilnya tanpa menghiraukan ucapan Bina.


"Ka, aku mau turun" ucap Bina namun masih tidak dijawab oleh Arka.


"Ka, berhenti!" ucap Bina.


"Ngapain berhenti? rumah kamu masih jauh" ucap Arka.


"Habisnya aku gak nyaman disini" ucap Bina.


"Gak nyaman bareng aku?" tanya Arka.


"Bukan gitu, tapi gak nyaman diem-dieman kayak gini" jelas Bina.


"Ya udah ngobrol" ucap Arka.


"Aku dari tadi ngobrol tapi gak dijawab-jawab" ucap Bina.


"Kapan kamu ngobrol?" tanya Arka.


"Tadi waktu aku minta maaf tapi kamu gak ngejawab" ucap Bina.


Lalu Arka segera menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Lagian ngapain minta maaf? kan kamu gak punya salah" ucap Arka.


"Aku salah, karena bukan aku yang nulis suratnya" ucap Bina.


"Gak apa-apa, lagian aku gak butuh surat tapi aku butuh ucapan langsung dari kamu" ucap Arka.


"Ucapan apa?" tanya Bina.


"Ucapan ulang tahun buat aku" ucap Arka.


"Kan aku udah ngucapin waktu sore" ucap Bina.

__ADS_1


"Masa cuma bilang selamat ulang tahun doang" ucap Arka.


"Terus harus bilang apa lagi?" tanya Bina.


"Ucapin harapan-harapan buat aku, tapi aku mau nya kamu ngomong langsung sekarang" ucap Arka sambil menatap wajah Bina.


"Ya udah iya" ucap Bina.


"Ya udah apa harapan kamu buat aku?" tanya Arka.


"Aku harap kamu sehat selalu" ucap Bina.


"Terus?" ucap Arka sambil tersenyum.


"Aku harap kamu diberikan rezeki yang banyak" ucap Bina.


"Terus" ucap Arka.


"Semoga kamu sukses" ucap Bina.


"Terus" kata Arka.


"Hmm...apa lagi ya" pikir Bina.


"Oh iya, semoga cita-cita kamu tercapai" ucap Bina.


"Udah itu doang" ucap Bina.


"Gak ada yang lain gitu?" tanya Arka.


"Yang lain?" ucap Bina.


"Iya yang lain" ucap Arka.


"Pokoknya semoga yang kamu inginkan tercapai" ucap Bina.


"Makasih" ucap Arka.


"Iya sama-sama" ucap Bina.


"Kamu tahu gak, apa yang paling aku inginkan?" tanya Arka.


"Hmm...kamu pingin jadi pemain basket terkenal?" tebak Bina.


"Bukan" ucap Arka.


"Jadi penyanyi terkenal?" tebak Bina.


"Bukan juga" ucap Arka.


"Terus apa?" tanya Bina.


"Aku pingin berjodoh sama kamu" ucap Arka.


"Ka, ayo pulang" ucap Bina mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya, aku lupa" ucap Arka.


Lalu Arka segera kembali melajukan mobilnya menuju rumah Bina.


Setelah sampai, Bina segera membuka seatbelt nya.


"Aku pulang ya" ucap Bina.


"Na, tunggu dulu" ucap Arka.


"Kenapa?" tanya Bina.


"Tunggu dulu disini" ucap Arka.


"Mau ngapain emangnya?" tanya Bina.


"Aku mau ngomong sama kamu" ucap Arka.


"Mau ngomong apa?" tanya Bina.


"Hmm...kalau misalnya ada tiga cowok yang nembak kamu. Kamu mau pilih siapa?" tanya Arka.


"Cowoknya siapa dulu?" tanya Bina.


"Aku, Julian sama Adzril. Kamu mau pilih yang mana?" tanya Arka.


"Gak pilih tiga-tiganya" ucap Bina sambil tertawa kecil.


"Harus pilih satu" ucap Arka.


"Ya udah aku pilih kamu aja" ucap Bina.


"Oke berarti kita jadian lagi" ucap Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Gak ada kata penolakan" ucap Arka.


"Terserah lah, aku ngantuk mau tidur" ucap Bina sambil keluar dari mobil.

__ADS_1


Kemudian Bina segera masuk kedalam rumahnya.


Setelah Bina masuk, Arka langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.


__ADS_2