Prince Of School

Prince Of School
Episode 61


__ADS_3

Arka pun segera pulang ke rumahnya.


Lalu ia pun segera masuk kedalam rumahnya, dan segera pergi ke kamarnya.


Setelah sampai kamar, ia pun langsung mandi dan setelah itu ia langsung berganti pakaian dengan menggunakan kaos dan celana pendek.


Lalu setelah itu, dia pun segera pergi ke ruang tamu untuk menonton televisi.


Cklek


Pintu rumah pun terbuka.


"Arka, luh dari mana aja?" tanya kak Putra dengan kesal.


"Ya dari sekolah lah, kak" ucap Arka berbohong.


"Udah luh jangan bohong! tadi temen-temen luh bilang katanya luh bolos sekolah" sahut kak Putra.


Arka pun langsung terdiam.


"Luh dari mana aja sih?" tanya kak Putra.


"Arka dari makam mamah" ucap Arka.


Putra pun terdiam sejenak karena mendengar ucapan Arka.


"Luh kemarin berantem sama papah ya?" tanya kak Putra.


"Enggak!" sahut Arka.


"Terus kenapa luh kabur? mana handphone sama tas luh gak dibawa lagi" ucap kak Putra.


"Arka kesel sama istri papah yang baru" ucap Arka.


"Kesel kenapa? dia marahin luh?" tanya kak Putra memastikan.


"Enggak" ucap Arka.


"Terus luh kesel kenapa?" tanya kak Putra.


"Arka kesel karena tante itu nyuruh Arka tinggal bareng mereka, katanya Arka harus dibimbing sama mereka" ucap Arka.


"Padahal kan waktu dulu dia gak mau kalau Arka sama kak Putra tinggal bareng mereka. Malah dia nyuruh Kak Putra sama Arka tinggal berdua disini biar bisa mandiri" ucap Arka lagi.


Ka Putra pun hanya diam karena mengingat kejadian pada waktu itu.


"Oh iya, nih tas sama handphone luh" ucap kak Putra.


"Kak Putra ke rumah papah?" tanya Arka.


"Iya, papah telepon gue katanya tas sama handphone luh ketinggalan disana" ujar kak Putra.


"Oh iya! kemarin Bina kesini" ucap kak Putra.


"Kenapa baru bilang sekarang?" tanya Arka.


"Gimana mau bilangnya? kan kemarin luh langsung pergi ke kamar tanpa ngedenger ucapan gue" ucap kak Putra.


Arka pun segera menelepon Bina.


"Hallo, Na" ucap Arka.


Bina pun diam tanpa menjawab ucapan Arka.


"Ini Bina kan?" tanya Arka memastikan.


"Iya" ucap Bina singkat.


"Maaf ya tadi pagi gak nganterin kamu, soalnya aku gak sekolah hari ini" ucap Arka.


Bina pun hanya diam.

__ADS_1


"Na, kamu marah ya sama aku?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Sekali lagi aku minta maaf ya, besok aku janji kok bakal anterin kamu ke sekolah" ucap Arka.


"Gak usah anterin aku, soalnya aku gak bakal sekolah" ucap Bina.


"Kenapa gak sekolah?" tanya Arka.


"Ka, udah dulu ya! aku mau ke toilet" ucap Bina berbohong.


Bina pun langsung menutup teleponnya.


"Kenapa, Ka?" tanya kak Putra.


"Bina ngambek sama gue" ucap Arka.


"Salah luh sendiri, kenapa coba kemarin gak hubungin dia. Pinjem telepon kek sama Robi" ucap kak Putra.


"Yaudah kak, gue ke rumah Bina dulu ya" ucap Arka.


"Yaudah sana!" kata kak Putra.


Arka pun segera pergi ke rumah Bina.


...****...


* Rumah Sakit


Tok...tok


Kak Daniel pun segera membuka pintu.


"Eh Julian, ayo masuk!" ucap kak Daniel.


"Na, luh sakit apa?" tanya Julian sambil menghampiri Bina.


"Sakit maag" ucap Bina.


"Makasih, Jul" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap Julian.


"Gue boleh cobain sekarang gak?" tanya Bina.


"Silahkan aja" ucap Julian sambil tersenyum.


"Gue mau dong!" sahut kak Daniel sambil menghampiri Bina.


"Nih" ucap Bina sambil memberikan cheese cake kepada kak Daniel.


"Enak banget" ucap Bina.


Julian pun hanya tersenyum melihat Bina yang sedang memakan cheese cake.


"Jul, mau?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Julian.


"Na, Arka gak nemenin luh disini?" tanya Julian.


"Dia lagi sakit" ucap Bina berbohong.


"Oh gitu" ucap Julian.


"Yaudah kalau gitu, gue pulang dulu ya" ucap Julian.


"Loh kok bentar amat" kata kak Daniel.


"Soalnya takut ganggu istirahat Bina, kak" ucap Julian.

__ADS_1


"Enggak ganggu kok" ucap Bina.


"Enggak ah gue pulang aja, nanti istirahat luh ke ganggu lagi gara-gara gue" ucap Julian.


"Yaudah kalau gitu, aku pamit pulang dulu ya" ucap Julian kepada Bina dan kak Daniel.


"Iya, hati-hati dijalan ya" ucap Bina dan kak Daniel bersamaan.


"Iya" ucap Julian sambil pergi.


...****...


Setelah sampai di rumah Bina, Arka pun menekan bel rumah Bina namun tidak ada seorang pun yang muncul.


Lalu Arka pun segera menelepon Bina. Namun Bina tidak mengangkat panggilan telepon dari Arka.


"Bina kemana sih" gumam Arka.


Arka pun menunggu sekitar setengah jam, namun Bina tidak muncul juga. Dan akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Arka pun segera menghampiri kak Putra yang sedang menonton televisi.


"Kenapa, Ka?" tanya kak Putra karena melihat wajah Arka yang sedang kebingungan.


"Tadi waktu ke rumah Bina, rumahnya kayak gak ada orang" ucap Arka.


"Mungkin Bina nya lagi tidur kali" ucap kak Putra.


"Tapi kenapa gak ada yang bukain pintu sama sekali?" ucap Arka.


"Siapa tahu Daniel main sama temen atau pacarnya, terus kalau mamah dan papahnya pasti lagi kerja" ucap kak Putra.


"Oh iya juga sih" ucap Arka.


"Lebih baik besok luh berangkat sekolah sama Bina, terus luh harus minta maaf karena kemarin luh gak ngehubungin dia" saran kak Putra.


"Tapi kata Bina dia besok gak akan sekolah" ucap Arka.


"Atau mungkin mereka semua keluar kota kali" ucap kak Putra.


"Bisa jadi sih, kak" ucap Arka.


"Oh iya, luh mau makan gak?" tanya kak Putra.


"Mau lah!" sahut Arka.


"Luh mau pesen apa?" tanya kak Putra.


"Pesen nasi goreng sama lemon tea" ucap Arka.


Kak Putra pun segera memesankan makanan dan minuman lewat gofood.


"Luh tadi ke makam mamah?" tanya kak Putra.


"Iya" ucap Arka.


"Kenapa lama banget disananya?" tanya kak Putra.


"Soalnya Arka ketiduran disana. Terus waktu Arka bangun, Arka langsung mampir ke rumah makan soalnya Arka belum makan" ucap Arka terus terang.


"Luh ngapain sih pake bolos sekolah segala. Kalau luh gak naik kelas gimana?" kata kak Putra.


"Cuma sekali ini" sahut Arka.


Kak Putra pun langsung menjitak kening Arka dengan keras.


"Aww sakit, kak!" ringis Arka.


"Luh harusnya jaga citra luh dong! masa ketua basket bolos sekolah" ucap kak Putra.


"Ketua basket juga manusia, kak! jadi wajar kalau ngelakuin kesalahan" ucap Arka.

__ADS_1


"Luh kok bisa jadi ketua basket sih? padahal main basket bareng gue kan luh suka kalah" heran kak Putra.


"Idih! yang ada kakak yang kalah" ucap Arka tak terima.


__ADS_2