Prince Of School

Prince Of School
Episode 257


__ADS_3

"Arka" panggil Bina.


"Iya kenapa, Na?" tanya Arka.


"Kok gak ada anak kecil ya disini" ucap Bina.


"Emang kenapa nyari anak kecil?" tanya Arka.


"Enggak kenapa-napa, cuma kan biasanya anak-anak kecil suka main di taman" ucap Bina.


"Anak kecil gak bakal main malem lah, Na" ucap Arka.


"Kata siapa?" tanya Bina.


"Kan mereka masih kecil, mana mungkin mereka main malem-malem" ucap Arka.


"Tapi aku pernah lihat waktu itu ada anak kecil yang main malem-malem di taman ini" ucap Bina.


"Itu tuyul kali" ucap Arka sambil tertawa kecil.


"Ih bukan tuyul, Ka" ucap Bina sambil tertawa.


"Kalau anak kecil main malem-malem, pasti orang tua nya marah lah" ucap Arka.


"Tapi pas aku kecil pernah main kok" ucap Bina.


"Main sendirian?" tanya Arka.


"Sama kak Daniel dan Julian lah. Aku mana berani main sendiri" ucap Bina.


"Kan itu bertiga, jadi gak bakal dimarahin" ucap Arka.


"Kalau kamu waktu kecil suka main di malam hari gak?" tanya Bina.


"Aku gak pernah main malem-malem, soalnya mamah aku gak ngebolehin main dimalam hari karena dia takut kalau aku diculik" ucap Arka.


"Emang waktu dulu sering ada kasus penculikan?" tanya Bina.


"Ya ada lah" ucap Arka.


"Kalau kamu waktu kecil suka main sama siapa, Ka?" tanya Bina.


"Sama kak Putra lah" ucap Arka.


"Kamu punya temen kecil gak?" tanya Bina.


"Enggak, soalnya aku waktu kecil kurang bersosialisasi" ucap Arka.


"Arka" ucap bina.


"Apa?" ucap arka.


"Sekarang jam berapa sih?" tanya bina.


"Jam delapan" ucap arka.


"Na" panggil Arka.


"Apa" ucap Bina.


"Itu cewek kok lihatin ke arah kita mulu sih" bisik Arka.


"Cewek yang mana?" tanya Bina.


"Itu yang pakai baju merah" ucap Arka.


Bina langsung melihat kearah cewek tersebut dan memang cewek tersebut melihat kearah mereka berdua dan lebih tepatnya melihat kearah Arka.


"Ih! dia lihatin kearah kamu, Ka" keluh Bina.


"Kearah kita berdua, bukan kearah aku" ucap Arka.


"Bukan! tapi kearah kamu" ucap Bina.


Tiba-tiba Bina merangkul pinggang Arka dan kepala menyender dipundak Arka.


"Kenapa kamu ngerangkul aku?" tanya Arka sambil tersenyum kearah Bina.


"Biar dia tahu kalau aku pacar kamu" ucap Bina.


"Dia udah tahu kok kalau kamu pacar aku" ucap Arka.


"Tahu dari mana?" tanya Bina.


"Orang kita berduaan, mana sekarang malam Minggu lagi. Dan pastinya cewek itu bakal tahu kalau aku itu pacar kamu" ucap Arka.


"Ka, kita pergi dari sini yuk!" ajak Bina.


"Pergi kemana?" tanya Arka.


"Kemana aja asal jangan disini, soalnya disini banyak cewek-cewek yang nongkrong" ucap Bina.


"Perasaan lebih banyak cowok yang nongkrong deh" ucap Arka.


"Ayo" ucap Bina dengan nada manja.


"Ya udah ayo" ucap Arka.


Arka dan Bina segera berjalan kearah mobil. Kemudian mereka segera masuk kedalam mobil.


"Mau kemana lagi?" tanya Arka.


"Terserah kamu aja" ucap Bina.


"Jangan terserah dong, aku jadi bingung" ucap Arka.


"Hmm...kalau gitu gimana kalau kita ke pantai aja" ucap Bina.


"Jangan ke pantai, soalnya angin nya pasti udara nya dingin banget" ucap Arka.


"Ya gak apa-apa" ucap Bina.


"Jangan! nanti kamu masuk angin" ucap Arka.


"Terus kemana dong?" tanya Bina.


"Pulang aja" ucap Arka.


"Gak mau!" ucap Bina.


"Kan tadi kamu udah setuju kalau pulang nya malem. Lagian kan ini malam terakhir bareng kamu" ucap Bina.


"Hmm...gimana kalau sekarang kita ke rumah kamu. Jadi nanti disana kita nonton film bareng" ucap Arka.


"Gak mau, aku pinginnya jalan-jalan" ucap Bina.


"Ya udah iya deh" pasrah Arka sambil melajukan mobilnya.


"Mau kemana?" tanya Bina.


"Ke pantai kan?" tanya Arka.


"Katanya takut aku masuk angin" ucap Bina.


"Nanti kamu pake jaket aku, jadi kamu gak masuk angin" ucap Arka.


"Terus kamu gimana?" tanya Bina.


"Ya gak gimana-gimana" ucap Arka.


"Nanti kalau kamu kedinginan gimana?" tanya Bina.


"Kalau aku kedinginan ya aku tinggal peluk kamu" ucap Arka.


"Itu sih modus namanya" ucap Bina.


Skip


Sesampainya di pantai, mereka berdua segera turun dari mobil.


"Wih dingin banget angin nya" ucap Bina.


"Nih pake" ucap Arka sambil memberikan jaketnya kepada Bina.


"Gak mau ah!" tolak Bina.


"Cepet pake jaketnya, nanti masuk angin" ucap Arka.


"Gak apa-apa" ucap Bina.


"Cepet pake jaketnya!" tegas Arka.


"Ih galak amat" ucap Bina.


Akhirnya Bina segera memakai jaket milik Arka.


"Bukan galak, tapi tegas" ucap Arka.


"Sama aja" ucap Bina.


"Beda" ucap Arka.


"Kalau marah tuh sambil ngegas ngomong nya" ucap Arka lagi.


"Ka, duduk disana yuk!" ajak Bina.


"Ya yaudah ayo" ucap Arka.


Mereka berdua segera duduk di tempat yang telah disediakan.


"Indah banget ya langit nya" ucap Bina.


"Iya indah banget, kayak kamu" ucap Arka.


"Bisa aja gombal nya" ucap Bina.


"Ka, siniin tangan kamu" perintah Bina.

__ADS_1


Arka segera menuruti perintah Bina.


Lalu Bina segera menggenggam kedua tangan Arka.


"Biar tangan kamu gak dingin" ucap Bina sambil tersenyum.


Arka hanya tersenyum karena melihat tingkah laku pacarnya.


"Sekarang jam berapa, Ka?" tanya Bina.


"Jam setengah sepuluh" ucap Arka.


"Kok gak kerasa banget sih waktunya" keluh Bina.


"Kan tadi lama diperjalanan nya, makanya kayak cepet" ucap Arka.


"Kita diem disini aja ya sampe jam dua belas" ucap Bina.


"Emang kamu gak ngantuk?" tanya Arka.


"Ya ngantuk sih" ucap Bina.


"Ya udah tidur" ucap Arka.


"Gak mau ah!" tolak Bina.


"Ka, nanti jangan lupain aku ya" ucap Bina sambil menyender di pundak Arka.


"Ya gak bakal lah, Na" ucap Arka.


"Siapa tahu kan kamu jadi lupa sama aku" ucap Bina.


"Gak akan lah, masa ngelupain pacar sendiri" ucap Arka.


"Kan siapa tahu disana ada cewek yang cantik, jadi aku takut kalau kamu bakal ngelupain aku" ujar Bina.


"Aku gak bakal lupain kamu, Na" ucap Arka sambil mengelus rambut Bina.


"Ka, jangan kayak gitu" ucap Bina.


"Emang kenapa gak boleh?" tanya Arka.


"Soalnya aku jadi ngantuk" ucap Bina.


"Ya gak apa-apa, biar kamu nya tidur" ucap Arka.


"Masa iya aku tidur di sini" kata Bina.


"Ya enggak lah, nanti kan aku gendong ke mobil, terus pulang deh" ucap Arka.


Bina mengucek matanya.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Mata aku kemasukan sesuatu" ucap Bina.


"Sini aku tiup" ucap Arka sambil meniup mata Bina.


"Oh pantes aja ada bulu mata" ucap Arka sambil mengambil bulu mata tersebut dengan hati-hati.


"Oh iya, Ka! kamu kangen sekolah gak?" tanya Bina tiba-tiba.


"Enggak sih! soalnya aku kangennya ke orang-orangnya, bukan ke sekolahnya" jelas Arka.


"Oh iya, Ka! menurut kamu, guru yang paling baik siapa?" tanya Bina.


"Menurut aku sih Bu Nana" ucap Arka.


"Kayaknya Bu Nana guru favorit kamu ya?" tanya Bina.


"Kok kamu bisa tahu" heran Arka.


"Iya, soalnya kamu sering nyebut Bu Nana mulu" ucap Bina.


"Hmm...kayaknya sih Bu Nana itu guru favorit semua murid cowok deh" ucap Arka.


"Pasti gara-gara cantik kan? makanya favorit semua murid cowok" ucap Bina.


"Itu juga salah satunya" ucap Arka.


"Jadi alesan Bu Nana jadi guru favorit kamu karena dia cantik?" tanya Bina.


"Alesan aku sih bukan itu" ucap Arka.


"Alah bilang aja karena cantik" ujar Bina.


"Bukan karena cantik, tapi karena dia baik" ucap Arka.


"Selain itu kalau ada murid yang tidur dikelas, dia gak marah. Tapi dia malah ngebiarin murid itu tidur, soalnya dia mikir mungkin murid itu lagi kecapean" ucap Arka lagi.


"Iya juga sih, Bu Nana emang sebaik itu" ucap Bina.


"Kalau guru favorit kamu siapa?" tanya Arka.


"Pak Rudi dong" ucap Bina.


"Soalnya diantara guru-guru cowok, dia yang paling keren style nya dan dia juga baik" ucap Bina.


"Terus rambutnya juga kayak oppa-oppa Korea" ucap Bina.


"Gaya rambut dia tuh ngikutin aku, Na" ucap Arka.


"Idih" ucap Bina sambil tertawa.


"Serius, kamu kan bisa lihat kalau model rambut aku sama dia sama" ucap Arka.


"Ya emang mirip sih modelnya" ucap Bina.


"Ya kan emang dia ngikutin aku" ucap Arka.


"Waktu kelas sepuluh tuh dia nanya ke aku tentang potongan model rambut aku, terus aku ngasih tahu dia. Eh pas keesokan harinya, dia jadi nyamain model rambut nya kaya model rambut aku" ucap Arka.


"Kamu serius gak sih?" tanya Bina karena kurang percaya dengan omongan Arka.


"Serius, tanyain aja ke pak Rudi kalau gak percaya" ucap Arka.


"Iya, aku percaya kok" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! waktu itu aku pernah dimarahin sama pak Gunawan" ujar Bina.


"Di marahin karena apa?" tanya Arka.


"Karena aku terlambat masuk ke kelasnya" ucap Bina.


"Kenapa bisa terlambat?" tanya Arka.


"Soalnya waktu itu aku ke toilet, karena aku tuh lagi sakit perut. Eh pas ke kelas ternyata udah masuk" ucap Bina.


"Terus kamu dimarahin cuma gara-gara terlambat masuk?" tanya Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Emang terlambat berapa menit?" tanya Arka.


"Hampir setengah jam" ucap Bina.


"Lama banget buang air besar nya" ucap Arka sambil tertawa.


"Sebenernya aku tuh sembelit waktu itu, makanya lama" ucap Bina.


"Makanya rajin minum air putih biar gak sembelit" ucap Arka.


"Sekarang aku sering minum air putih kok" ucap Bina.


"Bagus lah kalau gitu" ucap Arka.


"Tapi dia gak yang marah banget sih, cuma marah yang biasa aja" ucap Bina.


"Kalau kamu pernah dimarahin sama pak Gunawan gak?" tanya Bina.


"Pernah" ucap Arka.


"Di marahin karena apa?" tanya Bina.


"Karena aku lihat ke arah luar mulu, makanya aku dimarahin bahkan sampe dilempar sama spidol" ucap Arka.


"Lagian ngapain coba ngelihat kearah luar" ucap Bina.


"Soalnya aku pingin lihat kearah luar aja gitu" ucap Arka.


"Pasti lihat cewek-cewek yang lewat depan kelas kan?" tuduh Bina.


"Enggak kok" ucap Arka.


"Alah bohong" ucap Bina.


"Ngapain juga aku ngelihat cewek-cewek lain, gak ada kerjaan banget" ucap Arka.


"Siapa tahu kan ada yang cantik, terus kamu jadi salah fokus deh ke cewek itu" ucap Bina.


"Jangan suudzon deh" ucap Arka.


"Bukan suudzon, tapi kan cowok emang suka gak jaga matanya" ucap Bina.


"Sayang, kamu masa gak percaya aku sih. Aku kan gak mungkin kayak gitu" ucap Arka sambil menatap wajah Bina.


"Masa?" ucap Bina.


"Iya, aku gak mungkin kayak gitu" ucap Arka.


"BODO!!" ucap Bina sambil tertawa.


"Ngeselin banget ya ini bocil" ucap Arka sambil mencubit kedua pipi Bina.


"Jangan nyubit" ucap Bina.


"Habisnya ngeselin banget, orang udah ngomong serius" ucap Arka.

__ADS_1


"Ya maaf" ucap Bina.


"Na, pulang yuk! makin dingin nih udaranya" ucap Arka.


"Tapi kan ini belum jam dua belas" ucap Bina.


"Kan nanti lama perjalanan pulang nya, jadi pasti pulangnya nyampe nya jam dua belas" ucap Arka.


"Ya udah deh ayo" ucap Bina.


Akhirnya mereka segera berjalan menghampiri mobil Arka.


Setelah itu, mereka berdua segera masuk kedalam mobil.


"Oh iya, ini jaket kamu" ucap Bina yang berniat membuka jaket Arka.


"Gak usah! kamu pake aja, kan udaranya dingin" ucap Arka.


"Terus nanti kamu kedinginan dong" ucap Bina.


"Gak apa-apa" ucap Arka.


"Ya udah cepet pake seatbelt nya" perintah Arka.


"Tolong pakein seatbelt nya dong" ucap Bina.


"Ih manja banget, cuma pake seatbelt doang harus dibantu" ucap Arka.


Arka segera mendekat kearah Bina.


Saat Arka mau memasangkan seatbelt, tiba-tiba Bina mencium pipi Arka.


Sontak Arka langsung melihat kearah Bina dengan tatapan tak percaya.


"Udah belum?" tanya Bina karena Arka hanya diam saja.


"Udah kok" ucap Arka sambil duduk kembali dikursinya.


Arka kembali menatap Bina.


"Kenapa?" tanya Bina.


"Aneh aja tiba-tiba nyium duluan" ucap Arka.


"Ya udah cepet berangkat" ucap Bina.


Arka segera melajukan mobilnya menuju rumah Bina.


(Diperjalanan)


"Ka" panggil Bina.


"Apa sayang?" ucap Arka.


"Jangan cepet-cepet bawa mobilnya nya" ucap Bina.


"Perasaan aku gak cepet deh bawa mobil nya" ucap Arka.


"Emang gak cepet sih, tapi aku pingin kamu kurangin lagi kecepatan mobilnya biar lebih lama bareng aku nya" ucap Bina.


"Kalau lambat, nanti lama nyampe nya" ucap Arka.


"Ya gak apa-apa, justru itu yang aku mau" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! nanti aku minta alamat rumah kamu yang di Jakarta ya" ucap Bina.


"Buat apa minta alamat rumah aku?" tanya Arka.


"Ya aku pingin kesana" ucap Bina.


"Gak boleh" larang Arka.


"Aku kesana nya sama kak Daniel kok" ucap Bina.


"Jangan! kak Daniel kan pasti sibuk banget. Apalagi kan dia udah semester lima" ucap Arka.


"Kan pasti ada hari liburnya" ucap Bina.


"Jangan! kasihan nanti kak Daniel pasti cape bolak-balik nganterin kamu" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu aku sendiri aja yang kesana" ucap Bina.


"Jangan! nanti kamu kenapa-napa kalau sendirian" ucap Arka.


"Jadi kamu gak boleh ya kalau aku main kesana?" tanya Bina.


"Bukannya gak boleh, tapi nanti aku pasti bakal sibuk kuliah karena banyak tugas dan kamu juga pasti banyak tugas, Na" ucap Arka.


"Jadi kamu gak usah kesana ya" ucap Arka.


Bina terdiam sejenak.


"Terus kalau gitu, gimana cara kita ketemu nya?" tanya Bina.


"Nanti biar aku aja yang nyamperin kamu" ucap Arka.


"Tapi kalau aku nya gak sibuk" ucap Arka lagi.


Bina langsung mengalihkan pandangannya ke arah jalan karena ia kesal dengan ucapan Arka.


"Jangan marah, lagian nanti aku kesini lagi" ucap Arka sambil melihat kearah Bina sekilas.


Bina hanya diam, tidak menjawab ucapan Arka.


Skip


Sesampainya di rumah, Bina segera membuka jaket milik Arka. Kemudian, ia segera turun dari mobil dan ia langsung masuk kedalam rumahnya.


Arka hanya bisa menghela nafasnya karena melihat Bina yang sedang marah kepadanya.


Lalu Arka segera mengambil album foto dan jaket miliknya. Setelah itu, ia segera masuk kedalam rumah Bina.


"Kak Daniel" panggil Arka.


"Iya kenapa, Ka?" tanya kak Daniel.


"Bina nya kemana, kak?" tanya Arka.


"Tadi dia lari ke kamarnya" ucap kak Daniel.


"Kalian lagi berantem ya?" tanya kak Daniel.


"Enggak kok, kak" ucap Arka.


"Kak, Arka ijin ke kamar Bina ya soalnya mau kasihin ini" ucap Arka.


"Oh ya udah sana" ucap kak Daniel.


Arka segera pergi menuju kamar Bina.


Setelah sampai, Arka segera masuk kedalam kamarnya Bina.


"Na" panggil Arka sambil menghampiri Bina yang sedang duduk di sofa.


Kemudian Arka segera duduk disebelah Bina.


"Ini album foto nya ketinggalan" ucap Arka sambil memberikan album foto kepada Bina.


"Simpen aja!" ucap Bina tanpa melihat kearah Arka.


Arka segera menyimpan album foto tersebut di meja.


"Oh iya, ini jaket aku simpen di kamu ya. Biar kamu inget aku terus" ucap Arka sambil meletakkan jaketnya di meja.


Tanpa sadar Bina langsung meneteskan air matanya.


"Kamu gak usah khawatir, nanti aku main kesini kok" ucap Arka sambil memeluk Bina.


"Janji ya" ucap Bina.


"Iya, aku janji" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Arka.


"Jangan pulang dulu!" ucap Bina sambil menarik tangan Arka.


"Disini dulu aja" ucap Bina.


"Ya udah iya" ucap Arka.


Bina segera memeluk Arka dari samping sambil menyenderkan kepalanya pada pundak Arka.


"Ya udah cepet tidur" ucap Arka sambil merangkul pinggang Bina dengan satu tangannya.


Bina segera menutup matanya.


Beberapa menit kemudian...


Arka berusaha melepaskan pelukan Bina, namun ia tidak bisa melepaskannya karena pelukannya sangat erat.


"Ini gimana lepasin nya" batin Arka.


Setelah berusaha semaksimal mungkin, akhirnya pelukan Bina terlepas.


Lalu Arka segera menggendong Bina dan meletakkan Bina di kasur. Setelah itu, Arka segera memakaikan selimut ke Bina.


Arka segera menggendong Bina dan meletakkan Bina di kasur. Setelah itu, Arka segera memakaikan selimut ke Bina.


"Semoga mimpi indah, cantik" ucap Arka.


Arka mencium kening Bina sekilas. Setelah itu, ia segera keluar dan menutup pintu kamar Bina.


Sehabis itu, ia segera menghampiri kak Daniel.


"Kak, Arka pulang dulu ya" ucap Arka.


"Iya" ucap kak Daniel.

__ADS_1


Lalu Arka segera pergi.


__ADS_2