Prince Of School

Prince Of School
Episode 74


__ADS_3

"Kamu cemburu?" tanya Arka sambil menatap Bina.


"Iya" ucap Bina tanpa melihat kearah Arka.


Lalu Arka pun tersenyum mendengar ucapan Bina.


"Ka, luh kok kayak seneng sih lihat Bina cemburu" ucap Ririn.


"Ya iyalah, soalnya lucu aja kalau lihat dia cemburu" ucap Arka.


"Guys! gue mau jajan dulu ya, soalnya gue lapar" ucap Raihan.


"Gue ikut!" ucap Ririn.


Lalu Raihan dan Ririn pun segera pergi membeli makanan.


"Oh iya, gue sama Kevin pergi dulu ya" ucap Robi.


"Mau kemana?" tanya Arka.


"Mau modus ke adik kelas" ucap Robi.


"Yaudah sana!" usir Arka.


Lalu Robi dan Kevin pun segera pergi.


"Na" panggil Arka.


"Apa?" tanya Bina.


"Aku seneng tahu kalau kamu jujur kayak gitu" ucap Arka.


"Maksudnya?" tanya Bina.


"Aku seneng aja kalau kamu bilang bahwa kamu cemburu" ucap Arka.


"Biasanya kan kalau kamu cemburu tuh suka dipendam sendiri" ucap Arka lagi.


"Ka, aku haus" ucap Bina tiba-tiba.


"Kamu mau minum apa? biar aku aja yang beli" ucap Arka.


"Terserah kamu aja" ucap Bina.


"Mau makannya sekalian gak?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


Arka pun segera pergi untuk membelikan minuman untuk Bina.


Setelah Arka pergi, Ririn dan Raihan pun kembali sambil membawa mangkuk berisi bakso.


"Na, mau gak?" tanya Ririn.


"Enggak" ucap Bina.


Lalu Ririn dan Raihan pun segera memakan bakso yang mereka beli.


"Arka kemana?" tanya Raihan.


"Dia lagi beli minum" kata Bina.


"Terus kalau Robi sama Kevin?" tanya Raihan.


"Mau modusin adik kelas katanya" ucap Bina.


"Tuh orang berdua belum tobat juga" ucap Raihan.


"Emang luh udah tobat gitu?" tanya Ririn.


"Belum sih" ucap Raihan sambil nyengir.


"Luh, Robi sama Kevin kayaknya sering banget nge-ghosting cewek" ucap Bina.


"Kita bertiga bukan nge-ghosting, Na! tapi mereka nya aja yang baper sama kita bertiga" kata Raihan.


"Padahal tujuan gue tuh ke cewek A eh ujung-ujungnya yang baper cewek B" kata Raihan lagi.


"Lagi bahas apa nih?" tanya Arka sambil membawa dua minuman.


"Biasa lagi bahas tentang si Raihan" ucap Ririn.


"Oh iya, Na! nih minumannya" ucap Arka sambil memberikan minuman rasa matcha.

__ADS_1


"Ini minuman aku?" tanya Bina memastikan.


"Iya, kamu suka matcha kan?" tanya Arka.


"Iya suka kok" ucap Bina sambil menampilkan senyum kepalsuan.


Akhirnya Bina pun terpaksa meminum matcha itu sedikit demi sedikit.


Ririn yang tahu bahwa Bina tidak suka matcha pun hanya bisa menahan tawanya.


"Rin, luh kenapa?" tanya Raihan karena melihat Ririn yang seperti sedang menahan tawa.


"Enggak tahu kenapa, gue pingin ketawa banget hari ini" ucap Ririn.


"Emang ada yang lucu?" tanya Raihan.


"Ada" ucap Ririn.


"Apa yang lucu?" tanya Raihan.


"Ngelihat Bina lagi minum" ucap Ririn.


Bina pun langsung menendang pelan kaki Ririn.


"Perasaan gak ada yang lucu" ucap Raihan.


"Bina emang lucu kok kalau lagi minum" sahut Arka.


"Terus luh kenapa pingin ketawa?" tanya Raihan.


"Soalnya dia sok imut banget minum nya, mentang-mentang didepan pacarnya" ucap Ririn.


"Gue kalau minum kan emang suka gini" ucap Bina.


"Enggak! luh kalau minum gak dikit-dikit kayak gitu" ucap Ririn.


"Minuman nya gak enak ya, Na?" tanya Arka.


"Enak kok" ucap Bina berbohong.


"Enak banget kayaknya, sampe luh gak tega buat habisin minuman nya" ucap Ririn sambil menahan tawanya.


"Ririn ngeselin banget sih" batin Bina.


"Na, mata kamu kenapa kayak berkaca-kaca gitu?" tanya Arka.


"Terharu kali, karena minuman nya enak" ucap Raihan.


Ririn pun hanya tertawa mendengar ucapan Raihan.


"Rin, luh kenapa sih ketawa mulu?" heran Arka.


"Bina tuh gak suka matcha, Ka" kata Ririn.


"Kamu gak suka matcha?" tanya Arka.


Bina pun langsung terdiam.


"Kenapa gak bilang?" tanya Arka lagi.


"Mau aku beliin rasa lain gak?" tanya Arka.


"Gak usah" ucap Bina.


"Lain kali gak usah bohong kayak gitu, lagian aku gak apa-apa kok kalau selera kita beda" ucap Arka.


"Maaf" ucap Bina.


"Gak usah minta maaf" ucap Arka.


"Rin, kalau Bina bohong lagi nanti bilang ke gue" ucap Arka.


"Bayar dulu! baru gue kasih tahu kebohongan dia" ucap Ririn.


"Nanti gue bayar pake daun" ucap Arka.


"Gak modal banget luh" ucap Ririn.


"Emang Bina sering ngebohong?" tanya Raihan.


"Sering banget" ucap Ririn.


"Ih, enggak! Ririn tuh yang suka ngebohong" sahut Bina.

__ADS_1


"Luh kali" ucap Ririn.


"Udah jangan berantem" ucap Arka.


"Siapa yang berantem?" tanya Bina dan Ririn bersamaan.


"Ya kalian lah" ucap Arka.


"Kita gak berantem! iya kan, Na?" tanya Ririn.


"Iya, kita gak berantem kok" ucap Bina.


"Luh berdua pernah berantem yang parah gak sih?" tanya Raihan kepada Bina dan Ririn.


"Enggak" ucap Ririn.


"Pernah" ucap Bina.


"Kok jawabannya gak sama" heran Raihan.


"Emang kita pernah berantem yang parah, Na?" tanya Ririn.


"Pernah, waktu itu luh ngehindarin gue gara-gara luh ngira Ardan suka sama gue" ucap Bina.


"Oh yang waktu itu" kata Ririn.


"Kenapa luh ngira Ardan suka sama Bina?" tanya Raihan kepada Ririn.


"Karena Ardan waktu itu perhatian banget sama Bina, sampe ngasih coklat sama roti segala" ucap Ririn.


"Eh ternyata roti sama coklat itu dari Arka" jelas Ririn.


Trining...trining


Bina pun segera mengangkat panggilan telepon dari Rizky.


"Kenapa, Ky?" tanya Bina.


"Fanny berantem sama Nino" ucap Rizky.


"Hah? yaudah gue kesana sekarang!" kata Bina sambil mematikan panggilan telepon dari Rizky.


"Rin, ikut gue!" ucap Bina.


"Mau kemana?" tanya Ririn.


"Ke kelas! Fanny berantem sama Nino" ucap Bina.


"Aku ikut" ucap Arka.


"Gue juga ikut" ucap Raihan.


Kita berempat pun segera pergi ke kelas XI MIPA 2.


Setelah sampai, kita pun segera masuk kedalam kelas.


"Fanny nya mana?" tanya Bina.


"Di ruang BK bareng Nino" ucap Rizky.


"Yah sayang banget, padahal gue pingin lihat dia berantem" ujar Raihan.


"Luh kok gitu sih? bukannya pingin lihat orang damai ini malah pingin lihat orang yang berantem" kata Bina.


"Seru tahu lihat orang berantem, apa lagi saat liat Arka sama Rino berantem waktu itu" ucap Raihan.


"Udah jangan ungkit masa lalu" ucap Arka.


Bina pun melihat kearah Bella. Lalu ia pun segera menghampiri Bella.


"Bella" panggil Bina.


"Kenapa?" tanya Bella.


"Luh gak apa-apa kan?" tanya Bina.


Bella pun hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak apa-apa.


"Itu si Bina ngapain nyamperin Bella?" tanya Raihan.


"Samperin yuk!" ucap Ririn.


"Jangan! kita tunggu diluar kelas aja" ucap Arka.

__ADS_1


Akhirnya Arka, Ririn dan Raihan pun segera duduk diluar kelas XI MIPA 2.


__ADS_2