
* Kampus
"Kak, dimana sih kumpul nya?" tanya Bina.
"Tuh disana" tunjuk kak Daniel.
"Anterin Bina yuk, kak! soalnya Bina malu" ucap Bina.
"Luh telepon Ririn aja sana! gue mau ke kelas" ucap kak Daniel.
"Ih jangan dulu ke kelas, kak" ucap Bina sambil memegang tangan kakaknya.
"Heh" panggil kak Daniel kepada orang yang sedang berjalan.
"Iya, ada apa?" tanya orang itu.
"Luh Maba kan?" tanya kak Daniel.
"Iya" ucap orang itu.
"Kata adik gue katanya bareng ke kelasnya" ucap kak Daniel.
"Ih, enggak..enggak!" ucap Bina.
"Udah bareng aja" ucap kak Daniel.
"Ya udah ayo kalau mau bareng" ucap orang itu.
"Ayo bareng aja" ucap kak Daniel.
"Ya udah deh" ucap Bina.
Akhirnya mereka berdua segera pergi menuju ruangan untuk mahasiswa baru.
Sesampainya di ruangan tersebut, Bina dan orang itu segera duduk.
"Oh iya, nama kamu siapa?" tanya Bina.
"Nama aku Nabila" ucapnya.
"Kalau nama kamu siapa?" tanya Nabila.
"Nama aku Bina" ucap Bina.
"Kamu alumni SMA mana?" tanya Nabila.
"SMA Mutiara" ucap Bina.
"Kalau kamu?" tanya Bina.
"Aku alumni SMA Doa Bangsa" ucap Nabila.
"Kamu kenal yang namanya Adzril gak?" tanya Bina.
"Kenal. Emang kenapa?" tanya Nabila.
"Soalnya dia temen aku" ucap Bina.
"Oh Adzril temen kamu" ucap Nabila.
"Iya" ucap Bina.
"Adzril tuh sekelas sama aku" jelas Nabila.
"Oh ternyata sekelas" ucap Bina.
"Iya" ucap Nabila.
"Oh iya, kamu kenal sama Arka gak?" tanya Nabila.
"Kenal" ucap Bina.
"Dia aslinya ganteng gak sih? soalnya gue sering denger dari cewek-cewek kelas katanya dia ganteng banget" ucap Nabila.
"Dia emang ganteng kok" ucap Bina.
"Pantesan aja cewek-cewek kelas suka muji dia" ucap Nabila.
"Katanya dia ketua basket ya?" tanya Nabila.
"Iya" ucap Bina.
"Luh sekelas atau enggak sama Arka?" tanya Nabila.
"Kita gak sekelas" ucap Bina.
"Kirain gue sekelas" ucap Nabila.
"Enggak, kita gak sekelas" ucap Bina lagi.
"Berarti luh gak terlalu kenal banget ya sama dia?" tanya Nabila.
"Kita kenal banget kok" ucap Bina.
"Kok luh bisa kenal banget" heran Nabila.
"Kan gue pacarnya Arka" ucap Bina.
"Hah?!" ucap Nabila sedikit terkejut.
"Luh serius?" tanya Nabila.
"Iya, gue serius" ucap Bina.
"Luh pasti cuma halu kan?" ucap Nabila.
"Enggak, gue emang serius" ucap Bina sambil menahan tawanya.
"Luh nahan ketawa, berarti luh bohongin gue ya?" tanya Nabila.
"Gue serius ya ampun" ucap Bina.
"Coba buktiin dong kalau luh pacar Arka" ucap Nabila.
"Bentar, gue telepon Arka dulu" ucap Bina.
"Eh! serius nih?" kaget Nabila karena ternyata Bina mempunyai nomer telepon Arka.
Setelah panggilan teleponnya diangkat, Bina segera mengaktifkan loud speaker.
"Hallo, Ka" ucap Bina.
"Iya kenapa, sayang?" tanya Arka.
"Percaya kan?" tanya Bina kepada Nabila.
Nabila hanya mengangguk.
"Percaya apaan, Na?" tanya Arka.
"Enggak jadi, Ka" ucap Bina sambil mematikan panggilan teleponnya.
"Maafin gue ya. Gue gak tahu kalau Arka itu pacar luh" ucap Nabila.
"Iya gak apa-apa, santai aja kali" ucap Bina.
"Oh iya, gue baru nyadar ternyata nama luh sama kayak nama pacar Arka" ucap Nabila.
"Ya kan itu emang gue" ucap Bina sambil tertawa kecil.
Kemudian kating-kating segera masuk kedalam ruangan tersebut. Lalu mereka segera mengenalkan kampus kepada mahasiswa baru dan juga mereka memberitahu jurusan-jurusan yang ada di kampus tersebut.
Skip
Setelah selesai pengenalan kamus, akhirnya mahasiswa baru diperbolehkan untuk istirahat terlebih dahulu.
"Na" panggil Ririn sambil menghampiri Bina.
"Luh kemana aja, Rin?" tanya Bina.
"Gue tadi duduk disana" ucap Ririn.
"Kenapa gak nyamperin gue?" tanya Bina.
"Soalnya gue malu kalau nyamperin luh, nanti dilihatin lagi pas gue ngelewat kedepannya" ucap Ririn.
"Oh iya, Rin! kenalin ini Nabila" ucap Bina.
"Nabila, kenalin ini Ririn" ucap Bina lagi.
"Hai" ucap Nabila.
"Hai juga" ucap Ririn.
"Ya udah kita ke kantin yuk!" ajak Bina.
"Ya udah ayo" ucap Ririn dan Nabila bersamaan.
Akhirnya mereka bertiga segera pergi menuju kantin.
* Kantin
Sesampainya di kantin, mereka bertiga segera memesan makanan dan minuman.
Setelah selesai memesan makanan dan minuman, mereka segera duduk ditempat yang telah disediakan. Kemudian mereka segera menikmati makanan dan minuman yang telah mereka pesan.
"Oh iya, Na! Fanny katanya satu kampus loh sama Arka dan Robi" ucap Ririn.
"Emang, tapi mereka bertiga jurusan nya beda-beda" ucap Bina.
"Nabila" panggil Bina.
"Iya, kenapa?" tanya Nabila.
"Luh kenapa ngelihatin gue mulu?" tanya Bina.
__ADS_1
"Soalnya luh cantik" ucap Nabila.
"Pantes aja ya Arka suka" ucap Nabila lagi.
"Luh kenal sama Arka?" tanya Ririn kepada Nabila.
"Enggak sih, cuma sekedar tahu nama doang" ucap Nabila.
"Eh Bina" ucap kak Putra.
"Eh kak Putra" ucap Bina.
"Gue boleh duduk disini gak?" tanya kak Putra.
"Boleh kok, kak" ucap Bina.
Kak Putra segera duduk disebelah Ririn.
"Siapa, Na?" bisik Nabila.
"Kakak nya Arka" bisik Bina.
"Hah?! serius?" tanya Nabila.
Ririn dan kak Putra langsung melihat kearah Nabila.
"Kalian berdua kenapa bisik-bisik sih?" tanya Ririn penasaran.
"Gak kenapa-napa kok" ucap Bina.
"Oh iya, kak! kakak kenapa gak bareng sama kak Daniel, kak Yuda, kak Rizal atau kak Wildan?" tanya Bina.
"Soalnya mereka semua lagi mabar dikelas, makanya gak ke kantin" jawab kak Putra.
"Udah pada gede juga masih aja mabar" heran Bina.
"Oh iya, katanya kamu sama kakak kamu nanti mau ke Jakarta ya kalau libur?" tanya kak Putra.
"Iya, kak" ucap Bina.
"Tapi kakak jangan kasih tahu Arka soal ini ya" ucap Bina.
"Emang kenapa jangan di kasih tahu?" ucap kak Putra.
"Soalnya nanti Bina mau kasih kejutan buat Arka" ucap Bina.
"Ya udah, nanti gue gak bakal kasih tahu ke Arka kok" ucap kak Putra.
Skip
Sesudah istirahat, Bina, Ririn dan Nabila segera pergi menuju ruangan untuk mahasiswa baru.
"Na, tadi beneran kakaknya Arka?" tanya Nabila.
"Iya" ucap Bina.
"Ganteng juga ya kakaknya" ucap Nabila.
"Iya kakak nya juga ganteng" ucap Bina.
"Kalian berdua kan baru kenal, tapi kok kayak udah kenal lama sih" heran Ririn.
"Iya juga ya, mungkin gara-gara Bina nya yang friendly jadi ke gue nya juga nyaman dan gak bikin canggung" ucap Bina.
Sesampainya di ruangan, mereka bertiga segera duduk.
Kemudian kating-kating juga segera masuk kedalam ruangan.
Kating-kating menjelaskan bahwa kami para mahasiswa baru harus menghitung dari 1 sampai 7 untuk pembagian kelompok.
Setelah berhitung, ternyata Bina berada di kelompok 2. Lalu setelah itu, Bina segera berbaris sesuai kelompoknya.
"Yah, gak ada yang kenal lagi" batin Bina.
Semua kelompok berdiskusi untuk membuat yel-yel untuk dinyanyikan besok.
...****...
Skip
Bina dan kak Daniel segera pulang.
(Diperjalanan)
"Gimana tadi?" tanya kak Daniel.
"Gimana apanya?" bingung Bina.
"Pkkmb nya" ucap kak Daniel.
"Ya rame, kan banyak mahasiswa baru" ucap Bina.
"Dek" panggil kak Daniel.
"Gue putus sama Sarah" ucap kak Daniel.
"Yah! kok putus sih" keluh Bina.
"Iya, soalnya orang tua dia gak suka sama gue" ucap kak Daniel.
* Rumah
Setelah sampai, Bina dan Daniel segera turun dari mobil. Kemudian mereka segera masuk kedalam rumah.
"Udah bikin yel-yel belum?" tanya kak Daniel.
"Udah" ucap Bina sambil mengeluarkan buku.
"Udah dihapalin belum?" tanya kak Daniel.
"Belum" ucap Bina.
"Ya udah hapalin" ucap kak Daniel.
"Kan ini juga mau dihapalin, kak" ujar Bina.
Lalu Bina segera menyanyikan yel-yel kelompok nya.
Setelah selesai menghapal yel-yel, Bina segera pergi menuju kamarnya. Kemudian ia segera berganti pakaian.
Tok...tok...tok
"Jangan dulu dibuka!" teriak Bina.
Setelah selesai berganti pakaian, Bina segera membuka pintu kamarnya.
"Apa?" ucap Bina.
"Mau ikut gak?" tanya kak Daniel.
"Kemana?" tanya Bina.
"Ke cafe" ucap kak Daniel.
"Enggak, Bina mau di rumah aja" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya" ucap kak Daniel.
"Eh, kak!" panggil Bina.
"Apa?" tanya kak Daniel.
"Nanti tolong bawain kue brownies dong, soalnya Bina kepingin" ucap Bina.
"Ya udah nanti gue bawain" ucap kak Daniel.
Lalu kak Daniel segera pergi.
Setelah kakaknya pergi, Bina segera duduk dikasur sambil memainkan ponselnya.
Trining...trining
Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari nomer yang tidak dikenal.
"Siapa nih?" gumam Bina.
Akhirnya Bina segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo" ucap Bina.
"Hallo, Na" ucap orang itu.
"Ini siapa?" tanya Bina.
"Gue Nabila" ucap nya.
"Oh Nabila" ucap Bina.
"Iya" kata Nabila.
"Luh dapet nomer gue dari mana?" tanya Bina.
"Dari Adzril" jawab Nabila.
"Oh iya, ada apa nelpon gue?" tanya Bina.
"Gue cuma mau ngobrol-ngobrol doang sama luh" ucap Nabila.
"Oh iya, kakaknya Arka udah punya pacar belum?" tanya Nabila.
"Oh jadi luh nelpon gue mau nanyain kak Putra" ucap Bina.
"Kok luh tahu sih" ucap Nabila.
"Ya tahu lah" ucap Bina.
__ADS_1
"Terus gimana? udah punya pacar belum?" tanya Nabila.
"Udah" jawab Bina.
"Yah" keluh Nabila.
"Luh suka ya sama kak Putra?" tanya Bina.
"Tadinya sih suka. Eh pas tahu udah punya pacar, gue nya jadi gak suka" ucap Nabila.
"Oh iya, tadi luh kelompok berapa sih?" tanya Bina.
"Gue kelompok 1" ucap Nabila.
"Kelompok luh udah bikin yel-yel belum?" tanya Bina.
"Udah" ucap Nabila.
"Udah hapal belum?" tanya Bina.
"Belum" ucap Nabila.
"Ya udah cepet hapalin, kan besok di tes yel-yel" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue hapalin yel-yel dulu ya" ucap Nabila.
"Iya" ucap Bina.
"Oh iya, save nomer gue ya" ucap Nabila.
"Iya, gue bakal save kok" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Nabila.
"Iya" ucap Bina.
Nabila segera mematikan panggilan teleponnya.
Setelah Nabila mematikan teleponnya, Bina langsung menelepon Arka karena ia kangen dengan Arka.
Tidak menunggu lama, Arka langsung mengangkat panggilan telepon dari Bina.
"Hallo, sayang" ucap Arka.
"Ka, kamu lagi apa?" tanya Bina.
"Aku lagi nonton tv" ucap Arka.
"Sama siapa?" tanya Bina.
"Sama cewek" bohong Arka.
"Cewek?!" kesal Bina.
"Iya sama cewek" ucap Arka.
"Siapa nya kamu?" tanya Bina.
"Cuma temen kok" ucap Arka.
"Nonton tv nya dimana?" tanya Bina.
"Di rumah" ucap Arka.
"Sama Robi juga?" tanya Bina memastikan.
"Enggak" ucap Arka.
"Robi nya emang kemana?" tanya Bina.
"Tadi dia keluar dulu, katanya pingin beli makanan" bohong Arka.
"Masa berduaan sama cewek di rumah sih" ucap Bina.
"Iya, aku emang lagi sama temen aku. Soalnya tadi habis kerja kelompok" bohong Arka.
"Jangan-jangan itu selingkuhan kamu ya?" tanya Bina.
"Bukan, itu cuma temen" ucap Arka.
Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
Sesudah itu, ia segera mem-video call Arka.
Arka segera mengangkat panggilan video call nya.
"Kenapa dimatiin?" tanya Arka sambil menahan tawanya.
"Coba kameranya arahin ke temen kamu" ucap Bina.
"Emang mau ngapain diarahin ke temen aku?" tanya Arka.
"Aku pingin lihat muka temen kamu" ucap Bina.
Arka segera mengarahkan kamera tersebut ke Robi.
"Ini" ucap Arka sambil tertawa.
"Ih rese banget! kirain beneran lagi sama cewek" ucap Bina.
"Ya enggak lah" ucap Arka.
"Oh iya, tadi gimana pkkmb nya?" tanya Arka.
"Seru" ucap Bina.
"Tadi aku juga kenalan sama cewek yang namanya Nabila dan ternyata Nabila tuh temennya Adzril" jelas Bina.
"Adzril yang waktu itu nganterin kamu pulang?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Oh iya, Na! tadi kamu pas telepon aku mau apa?" tanya Arka.
"Tadi tuh aku mau buktiin bahwa kamu itu pacar aku" ucap Bina.
"Buktiin ke siapa?" tanya Arka.
"Ke kakak tingkat" bohong Bina.
"Kakak tingkat?" ucap Arka.
"Iya, tadi ada kakak tingkat cowok yang minta nomer aku. Terus kata aku, aku udah punya pacar dan gak dibolehin ngasih nomer aku karena pacar aku ngelarang. Terus dia gak percaya, makanya aku telepon kamu" bohong Bina.
"Oh gitu, bagus deh kalau kamu gak ngasih nomernya " ucap Arka.
"Tadinya sih sebenernya aku mau kasih nomer aku ke dia, soalnya dia ganteng. Tapi aku memutuskan untuk gak kasih karena aku masih inget kalau kamu pacar aku" ucap Bina sambil menahan tawanya.
"Kalau inget?" ucap Arka sedikit kesal.
"Iya kalau inget, tapi kalau gak inget mungkin aku udah kasih nomer aku ke dia" ucap Bina.
"Kamu pasti bohong kan?" tanya Arka.
"Aku gak bohong kok" ucap Bina sambil menahan tawanya.
"Tapi kok kayak nahan tawa gitu sih" ucap Arka.
"Habisnya lucu aja lihat muka kamu" ucap Bina.
"Emang muka aku kenapa?" tanya Arka.
"Ya lucu aja, soalnya kelihatan banget cemburunya" ucap Bina.
"Aku gak cemburu kok" bohong Arka.
"Masa?" tanya Bina.
"BODO!" ucap Arka.
"Ih ngeselin banget jadi orang" ucap Bina.
"Oh iya, Ka! kamu udah makan siang belum?" tanya Bina.
"Udah kok" ucap Arka.
"Makan sama apa?" tanya Bina.
"Sama fried chicken" ucap Arka.
"Kalau Robi udah makan?" tanya Bina.
"Udah" ucap Arka.
"Oh iya, tadi kamu sama Robi ketemu Fanny gak di kampus?" tanya Bina.
"Enggak, kita berdua gak ketemu dia" ucap Arka.
"Oh kirain ketemu" ucap Bina.
"Ka, udah dulu ya teleponnya" ucap Bina.
"Kok udah sih, Na" keluh Arka.
"Soalnya aku ngantuk banget" ucap Bina.
"Ya udah deh matiin aja" ucap Arka.
"Aku matiin ya teleponnya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
Lalu Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
Setelah itu, Bina segera tidur.
__ADS_1