
Mereka berdua pun segera mencari orang yang berjualan minuman.
Dan akhirnya mereka pun menemukannya.
"Kamu mau rasa apa?" tanya Arka.
"Rasa coklat" ucap Bina.
"Gak mau rasa matcha?" tanya Arka.
"Enggak, aku lagi pingin coklat" ucap Bina karena ia tidak menyukai rasa matcha.
"Kak, coklat nya satu sama matcha nya satu ya" ucap Arka.
"Oke" ucap orang yang berjualan minuman tersebut.
Beberapa menit kemudian, orang tersebut pun memberikan minuman rasa matcha dan coklat kepada Bina dan Arka.
Lalu Arka pun segera membayar minuman tersebut.
"Na, ke rumah hantu yuk!" ajak Arka.
"Enggak mau" ucap Bina.
"Kamu takut ya?" ucap Arka sambil menahan tawanya.
"Enggak!" sahut Bina.
"Yaudah ayo" ucap Arka.
Akhirnya Bina pun terpaksa harus menuruti keinginan Arka.
Arka pun segera membeli tiket untuk dirinya dan Bina. Setelah itu mereka berdua pun masuk kedalam rumah hantu tersebut.
Saat masuk kedalam, mereka berdua pun tidak bisa melihat dengan jelas karena ruangannya terlalu gelap.
Akhirnya Bina pun mengikuti Arka sambil memegang tangan Arka.
Tiba-tiba hantu pun mendekat kearah Bina.
"Aaaaa!!!" teriak Bina.
Sontak Bina pun langsung memeluk Arka karena terkejut saat hantu gadungan tersebut mendekatinya.
"Hantu nya udah pergi, Na" ucap Arka.
Bina pun segera melepaskan pelukannya dari Arka, tetapi Bina masih memegang tangan Arka.
"Cepatan jalannya, biar cepet sampe" ucap Bina.
Arka pun segera mempercepat langkahnya.
"Ka, jangan terlalu cepet!" ucap Bina.
"Tadi katanya suruh cepet" kata Arka.
"Maksud aku, cepet nya yang gak cepet banget" ucap Bina.
"Yaudah kamu aja yang jalan duluan, aku jadi serba salah kalau kayak gini" ucap Arka
"Enggak, kamu aja yang duluan" ujar Bina.
Setelah beberapa menit, akhirnya kita berdua pun bisa keluar dari rumah hantu tersebut.
"Ka, kamu kesel ya sama aku?" tanya Bina.
"Enggak" ucap Arka.
"Terus kenapa jadi diem gitu?" tanya Bina.
"Gak kenapa-napa" ucap Arka.
Bina pun langsung terdiam karena ia merasa bersalah kepada Arka karena kejadian didalam rumah hantu.
"Kamu mau naik wahana apa lagi?" tanya Arka.
"Gausah, kita pulang aja" ucap Bina.
"Aku gak marah kok, Na" ucap Arka.
Arka pun memegang tangan Bina, lalu ia pun membawa Bina ke wahana bianglala.
__ADS_1
"Bentar ya, aku pesen tiket nya dulu" ucap Arka.
Setelah membeli tiket, Arka pun segera menghampiri Bina.
Lalu setelah itu, mereka berdua pun segera menaiki bianglala tersebut.
Selama di bianglala, mereka pun tidak berbicara sama sekali.
Karena melihat Bina yang hanya diam saja, akhirnya Arka pun memutuskan untuk berbicara.
"Na, aku tadi gak marah kok sama kamu" ucap Arka sambil memegang tangan Bina.
"Maaf ya, tadi aku jadi bikin kamu serba salah" ucap Bina.
"Gak usah minta maaf, lagian kan tadi kamu ngomong kayak gitu karena ketakutan" kata Arka.
"Ka, lihat deh! indah banget pemandangannya" ucap Bina sambil melihat pemandangan di malam hari.
"Iya, indah banget" ucap Arka sambil menatap wajah Bina.
"Ka, foto yuk!" ajak Bina.
"Yuk" ucap Arka.
Arka pun segera duduk disamping Bina.
"Ka, ngapain kesini! bianglala nya jadi berat sebelah kalau kamu disini" ucap Bina.
"Gak apa-apa, lagian gak bakal jatuh kok" ucap Arka.
Mereka berdua pun berfoto bersama.
"Ganti gaya, Ka" ucap Bina.
"1..2..3"
Cekrek
Bina pun langsung terdiam karena pada saat hitungan ketiga, Arka mencium pipinya.
"Coba aku lihat fotonya"ucap Arka.
"Jangan" ucap Bina sambil memasukkan ponselnya pada saku celana.
"Lagian kamu ngapain sih pake cium aku segala, gimana coba kalau orang-orang lihat kita" ucap Bina.
"Orang-orang gak bakal lihat kok, lagian kita ada di paling atas" ucap Arka.
Setelah selesai menaiki bianglala, Arka pun segera mengantarkan Bina pulang karena sudah larut malam.
...****...
Setelah sampai di rumah, Bina pun segera turun dari motor Arka.
"Hati-hati ya pulangnya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
Arka pun segera melajukan motornya untuk pulang kerumahnya.
Setelah Arka pergi, Bina pun segera masuk kedalam rumahnya.
"Kamu dari mana?" tanya papah yang sedang menonton televisi.
"Habis jalan-jalan, pah" ucap Bina.
"Jalan-jalan sama Arka?" tanya papah.
"Iya" ucap Bina.
"Itu kasihan loh temen kamu, dari tadi nunguin kamu" ucap papah.
"Maksud papah, Ririn?" tanya Bina.
"Iya" ucap papah.
"Dia dimana?" tanya Bina.
"Dikamar kamu lah" ucap papah.
Bina pun segera pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar, Bina pun melihat Ririn yang sedang tertidur pulas.
Lalu Bina pun segera mencuci mukanya, setelah itu ia pun berganti pakaian dengan menggunakan pakaian tidur.
Bina pun segera membuka galeri diponselnya karena penasaran dengan foto-foto nya bersama Arka waktu tadi di pasar malam.
Bina pun jadi salah tingkah saat melihat foto yang terakhir.
Trining...trining
Ana pun segera mengangkat panggilan telepon dari Arka.
"Kenapa, Ka?" tanya Bina.
"Kirimin foto-foto yang tadi ke WhatsApp aku" ucap Arka.
"Iya, sekarang aku kirim" ucap Bina.
Bina pun segera mengirimkan foto-foto itu kecuali foto yang terakhir.
Arka pun segera melihat foto-foto yang dikirim oleh Bina.
"Foto yang terakhir nya mana?" tanya Arka.
"Udah aku hapus" ucap Bina berbohong.
"Kenapa dihapus?" tanya Arka.
"Gak kenapa-napa" ucap Bina.
"Na, berisik" sahut Ririn dengan mata tertutup.
"Maaf, Rin" ucap Bina dengan mengecilkan suaranya.
"Ririn nginep di rumah kamu?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Ririn sama Raihan tadi jalan-jalan kemana?" tanya Arka.
"Aku juga gak tahu soalnya waktu aku datang ke rumah, Ririn nya udah tidur di kamar aku" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap Arka.
"Oh iya, Ka! aku lupa ngembaliin jaket kamu" ucap Bina.
"Iya, gak apa-apa. Nanti aku aja yang ambil jaketnya ke rumah kamu" ucap Arka.
"Ka" panggil Bina.
"Apa?" tanya Arka.
"Bella tadi kenapa?" tanya Bina.
"Dia ada masalah keluarga" ucap Arka.
"Bella berantem sama orang tuanya?" tanya Bina.
"Enggak" ucap Arka.
"Terus kenapa?" tanya Bina.
"Orang tua dia mau cerai" ucap Arka.
"Kasihan Bella, dia pasti sedih banget" ucap Bina.
"Iya aku juga kasihan sama dia" ucap Arka.
"Gimana kalau besok kita samperin Bella" usul Bina.
"Mau ngapain?" tanya Arka.
"Mau ajak main dia, biar dia gak sedih lagi" ucap Bina.
"Mau ngajak main kemana?" tanya Arka.
"Ke pantai" ucap Bina.
"Yaudah aku chat Bella dulu ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
__ADS_1
Arka pun segera mengirim pesan kepada Bella.