
Pagi hari
"Woy! bangun!" teriak Arka.
Lalu Robi segera membuka matanya.
"Kenapa?" tanya Robi.
"Gue mau pulang" ucap Arka.
"Cepet bukain pintu sama pagar" suruh Arka.
"Bentar" ucap Robi.
Lalu Robi segera mengambil kunci yang ia letakkan dilaci.
"Ya udah ayo" ucap Robi.
Lalu mereka berdua segera pergi keluar.
Setelah membuka pintu, Robi langsung membukakan pagar.
"Ya udah gue pulang dulu ya" ucap Arka.
"Iya" ucap Robi.
Lalu Arka segera pergi dengan mengendarai mobilnya.
...****...
Sesampainya di rumah, Arka langsung turun dari mobilnya. Lalu ia segera menekan bel rumahnya.
Tingtong...tingtong
Karena kakaknya tidak datang menghampirinya, akhirnya Arka segera menelepon kakaknya.
Beberapa detik kemudian, panggilan telepon dari Arka dijawab oleh kakaknya.
"Ka, cepet buka pintunya" ucap Arka.
"Hmm" ucap kak Putra.
"Cepet buka! gue kedinginan nih di luar" ucap Arka.
"Iya bentar, gue mau cuci muka dulu" ucap kak Putra.
Lalu kak Putra segera mematikan panggilan teleponnya.
Satu menit kemudian, akhirnya kak Putra segera membuka pintu. Setelah itu ia segera membuka pagar rumahnya.
Setelah pagarnya dibuka, Arka segera memasukan mobilnya kedalam garasi.
Setelah itu, Arka segera turun dari mobil dan ia segera pergi menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Arka langsung duduk di kasurnya. Lalu ia segera menelepon Bina.
Tidak menunggu lama, Bina langsung mengangkat panggilan telepon dari Arka.
"Hallo, sayang" ucap Arka.
"Iya kenapa, kak?" tanya Bina.
"Kamu lagi apa?" tanya Arka.
"Aku lagi sarapan sama kak Daniel" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap Arka.
"Kamu mau ngapain nelpon aku?" tanya Bina.
"Aku mau ngajak kamu main basket" ucap Arka.
"Main basket?" tanya Bina memastikan.
"Iya, main basket" ucap Arka.
"Mainnya berdua?" tanya Bina.
"Enggak, kita main berempat" ucap Arka.
"Sama Ririn dan Ardan?" tebak Bina.
"Bukan" ucap Arka.
"Terus sama siapa?" tanya Bina.
"Sama Robi dan Fanny" ucap Arka.
"Main basket nya dimana?" tanya Bina.
"Di lapangan basket yang deket sama rumah aku" ucap Arka.
"Tapi aku gak jago main basket, Ka" ucap Bina.
"Ya gak apa-apa gak jago juga" ucap Arka.
"Ya udah deh nanti aku kesana" ucap Bina.
__ADS_1
"Biar aku aja yang jemput kamu" ucap Arka.
"Jangan, nanti kamu cape bolak-balik" ucap Bina.
"Ya gak apa-apa" ucap Arka.
"Udah kamu di rumah aja, nanti biar aku yang kesana" ucap Bina.
"Pokoknya nanti aku jemput kamu" ucap Arka.
"Iya deh gimana kamu aja" pasrah Bina.
"Oh iya, Ririn sama Ardan emang gak diajak?" tanya Bina.
"Semalam sih Robi udah ajak Ardan, tapi Ardan nya gak mau" ucap Arka.
"Kenapa gak mau?" tanya Bina.
"Katanya dia males" ucap Arka.
"Kalau Ririn kenapa gak mau?" tanya Bina.
"Sebenernya waktu malem gak telepon Ririn sih, cuma pasti dia juga gak mau soalnya kan Ardan nya gak ikut" ucap Arka.
"Ririn kayaknya mau ikut deh kalau diajak" ucap Bina.
"Nanti aku ajak Ririn boleh gak?" tanya Bina.
"Ya boleh lah" ucap Arka.
"Oh iya, kamu jemput aku nya jam berapa?" tanya Bina.
"Jam 9" ucap Arka.
"Ya udah kalau gitu aku mau telepon Ririn dulu ya" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
Lalu Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
Setelah selesai bertelepon dengan Bina, Arka segera mengambil handuk dan pakaiannya yang ada di lemari. Setelah itu, ia segera pergi menuju kamar mandi.
...****...
Setelah selesai sarapan, Bina segera menelpon Ririn.
Tidak lama kemudian, Ririn langsung menjawab panggilan telepon dari Bina.
"Kenapa, Na?" tanya Ririn.
"Luh mau ikut gak?"
"Main basket" ucap Bina.
"Main basket dimana?" tanya Ririn.
"Di lapangan basket deket rumah Arka" ucap Bina.
"Sama siapa aja?" tanya Ririn.
"Sama gue, Arka, Robi sama Fanny" ucap Bina.
"Ya udah gue ikut" ucap Ririn.
"Nanti gue sekalian ajak Ardan" ucap Ririn.
"Ardan katanya gak mau ikut" ucap Bina.
"Ya udah nanti gue paksa dia biar ikut" ucap Ririn.
"Oh iya, jam berapa kesananya?" tanya Ririn.
"Gak tahu soalnya nanti Arka mau jemput gue jam 9. Paling nanti luh sama Ardan kesananya datang jam setengah sepuluh aja" ucap Bina.
"Oh ya udah" ucap Ririn.
"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya, sampai jumpa disana" ucap Bina.
"Iya" ucap Ririn.
Lalu Bina segera mematikan panggilan teleponnya.
"Dek" panggil kak Daniel.
"Iya kenapa, kak?" tanya Bina.
"Sini dulu deh" ucap kak Daniel.
Lalu Bina segera duduk disebelah kak Daniel.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Lucu yang mana?" tanya kak Daniel.
"Yang warna pink" ucap Bina.
"Oh oke, berarti gue beli tas yang warna pink aja" ucap kak Daniel.
__ADS_1
"Tas nya buat Bina?" tanya Bina.
"Ya buat pacar gue lah" ucap kak Daniel.
"Kirain buat Bina" ucap Bina
"Luh mau?" tanya kak Daniel.
"Ya mau lah" ucap Bina.
"Ya udah minta aja ke Arka" ucap kak Daniel.
"Ngapain minta ke Arka?" tanya Bina.
"Kan Arka pacar luh" ucap kak Daniel.
"Gak mau ah, lagian tas Bina udah banyak" ucap Bina.
"Katanya mau tas" ucap kak Daniel.
"Gak jadi" ucap Bina.
"Ya udah gue beliin aja deh buat luh" ucap kak Daniel.
"Beneran?" tanya Bina sambil tersenyum.
"Ya iyalah" ucap kak Daniel.
"Luh mau warna apa?" tanya kak Daniel.
"Bina pingin warna pink" ucap Bina.
"Jangan warna pink lah, masa tas luh samaan kayak warna tas Sarah" ucap kak Daniel.
"Ya udah yang kak Sarah ganti warna aja jadi warna yang lain" ucap Bina.
"Warna apa?" tanya kak Daniel.
"Ya kak Sarah sukanya warna apa?" tanya Bina.
"Gue gak tahu" ucap kak Daniel.
"Ya ampun masa gak tahu sih warna kesukaan pacarnya sendiri" ucap Bina.
"Ya emang gue gak tahu" ucap kak Daniel.
"Ya udah tanyain aja ke kak Sarah" ucap Bina.
Lalu Daniel segera menelpon Sarah.
Tidak menunggu lama, akhirnya Sarah segera mengangkat panggilan telepon dari Daniel.
"Hallo, sayang" ucap Sarah.
"Sayang, kamu suka warna apa?" tanya Daniel.
"Aku suka warna ungu. Emangnya kenapa?" tanya Sarah.
"Gak apa-apa sih, aku cuma nanya doang" ucap Daniel.
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Daniel.
"Kamu nelpon aku cuma mau ngomong itu doang?" tanya Sarah.
"Iya" ucap Daniel.
"Kirain aku kamu mau ajak aku jalan-jalan" ucap Sarah.
"Enggak, aku gak mau ajak kamu jalan-jalan kok" ucap Daniel.
"Kak Daniel gak peka banget sih jadi cowok" sahut Bina.
Lalu Daniel langsung melihat kearah Bina.
"Gak peka apanya, dek?" tanya Daniel.
"Kak Sarah tuh pingin jalan-jalan sama kakak" ucap Bina.
"Sar, kamu mau jalan-jalan?" tanya Daniel kepada Sarah.
"Iya mau" ucap Sarah.
"Ya udah nanti jam satu, aku ke rumah kamu ya" ucap Daniel.
"Iya" ucap Sarah.
"Ya udah kalau gitu aku matiin dulu ya teleponnya" ucap Daniel.
"Iya" ucap Sarah.
Lalu Daniel segera mematikan panggilan teleponnya.
"Oh iya, kak! nanti Bina mau main ke rumah Arka" ucap Bina.
"Jam berapa?" tanya kak Daniel.
"Pokoknya jam 9 Arka kesininya" ucap Bina.
__ADS_1
"Ya udah nanti luh bawa kunci rumah cadangan ya, soalnya nanti kan gue mau pergi" ucap kak Daniel.
"Oke" ucap Bina.