Prince Of School

Prince Of School
Episode 88


__ADS_3

"Ka, luh kenapa sih bikin Bina nangis mulu" ucap Fanny sedikit kesal.


"Na, aku ke kelas dulu ya! nanti pulang sekolah aku bakal cari kok sampai ketemu" ucap Arka sambil pergi.


"Na, bangun! Arka udah pergi" ucap Ririn.


Bina pun segera duduk dengan tegak.


"Lah, gue kira luh lagi nangis" ucap Ririn.


"Gue gak nangis, gue cuma kecewa aja sama dia" ucap Bina.


"Kenapa lagi sih?" tanya Fanny.


"Gue kecewa soalnya dia gak ada niatan buat nyari gelangnya" ucap Bina.


"Gelang yang sama kayak punya luh?" tanya Fanny.


"Iya" ucap Bina.


"Emang hilang dimana?" tanya Ririn.


"Dilapangan basket katanya" ucap Bina.


"Apa jangan-jangan diambil sama Bella" ucap Fanny dengan nada pelan.


Lalu Bina pun langsung melihat kearah Bella sekilas.


"Jangan asal nuduh, Fan" ucap Ririn.


"Ya siapa tahu aja, kan waktu itu Bella ada dilapangan basket" ucap Fanny.


Bel masuk pun berbunyi.


Semua murid pun langsung masuk kedalam kelas.


"Selamat siang anak-anak" ucap Bu Siti.


"Siang Bu" ucap semuanya.


Lalu Bu Siti pun segera membahas materi tentang musik.


Setelah menjelaskan, Bu Siti pun segera menulis sesuatu di papan tulis.


"Nah! nanti tugas kalian menyanyikan lagu bareng kelompok masing-masing. Dan ini masing-masing kelompoknya" ucap Bu Siti.


"Silahkan bergabung dengan kelompoknya masing-masing, sambil diskusi tentang lagu yang akan kalian nyanyikan" ucap Bu Siti lagi.


"Yah, kita beda kelompok" ucap Bina kepada Ririn.


"Enak banget kalian barengan" ucap Ririn kepada Bina dan Fanny.


Lalu Ririn pun segera berdiri dan menghampiri kelompoknya yang lain.


"Ky, jagain Ririn ya" ucap Fanny karena Ririn dan Rizky satu kelompok.


"Lebay banget luh, kayak mau ditinggal pergi aja" sahut Nino sambil menghampiri Bina dan Fanny.


"Luh ngapain kesini?" tanya Fanny.


"Gue kan sekelompok sama luh, emang luh gak lihat ada nama gue dipapan tulis?" ucap Nino.


"Enggak, soalnya mata gue jadi burem kalau lihat nama luh" kata Fanny.


"Jahat amat luh" ucap Nino.


Lalu Ardan dan Bella pun segera menghampiri Bina, Fanny dan Nino.


"Kelompok kita mau nyanyi apa?" tanya Ardan.


"Terserah" ucap Bina, Fanny, dan Bella bersamaan.


"Kompak banget luh bertiga" ucap Nino.


"Cewek kenapa sih sering bilang terserah kalau ditanya" ucap Ardan.


"Ya karena kita bingung jawabnya" ucap Fanny.


"Gimana kalau kita nyanyi lagu tentang persahabatan?" usul Bina.


"Boleh tuh" ucap Ardan.


"Tapi lagu nya yang mana?" tanya Fanny.


"Lagu Nidji aja, yang judulnya arti sahabat" ucap Nino.


"Boleh tuh" ucap Bina dan Ardan bersamaan.


"Tapi gue gak hapal lagu itu" ucap Fanny.


"Kan bisa dihapalin, Fan" ucap Nino.


"Yaudah deh" ucap Fanny.


"Bel, gimana? mau gak?" tanya Nino.

__ADS_1


"Iya, itu aja" ucap Bella.


"Boleh pake gitar gak sih?" tanya Ardan.


"Gak tahu" ucap Bina.


"Bu, nyanyinya boleh diiringi gitar gak?" teriak Nino.


"Boleh" ucap Bu Siti.


"Nanti gue yang gitaran ya" ucap Ardan.


"Iya" ucap semuanya.


Setelah waktu berdiskusi selesai, akhirnya semua anak-anak kelas XI MIPA 2 pun duduk kembali dikursi masing-masing.


"Oke, karena diskusi nya telah selesai. Maka kita akhiri saja pertemuan hari ini. Silahkan kalian boleh pulang" ucap Bu Siti.


Akhirnya anak-anak kelas XI MIPA 2 pun segera keluar dari kelasnya.


Bina pun buru-buru pergi agar tidak bertemu dengan Arka. Namun sayangnya didepan kelas Bina sudah ada Arka yang sedang menunggunya dari tadi.


"Na, ayo pulang" panggil Arka.


"Aku mau pulang sendiri" ucap Bina dingin.


"Na, tadi udah aku cari gelangnya. Tapi gak ketemu" ucap Arka.


"Ya udah jangan dicari lagi, lagian gelang aku juga udah aku buang" ucap Bina.


"Gelang kamu ada di aku kok, udah aku ambil tadi" ucap Arka.


"Udah buang aja" ucap Bina sambil pergi.


Arka pun segera menuju ke parkiran, setelah sampai diparkiran, Arka pun langsung menaiki motornya dan langsung melajukan motornya.


Lalu ia pun langsung menghampiri Bina yang sedang menunggu taksi.


"Na, ayo pulang" ucap Arka namun tidak dijawab oleh Bina.


"Na, bisa gak sih kamu pengertian dikit sama aku" ucap Arka.


Lalu Bina pun segera menghampiri taksi yang baru saja datang. Dan dia pun langsung masuk kedalam taksi tersebut.


****


Setelah sampai di rumah, Bina pun langsung membayar biaya taksi tersebut. Kemudian ia pun langsung turun dari taksi itu.


Saat Bina mau masuk ke rumah, Arka pun datang dan ia langsung turun dari motor lalu menghampiri Bina.


"Nih" ucap Arka sambil memberikan gelang milik Bina.


"Aku janji kok bakal temuin gelang punya aku" ucap Arka.


"Udah simpen aja sama kamu, nanti kalau gelang kamu udah ketemu, baru nanti gelang aku, aku ambil lagi" ucap Bina dingin.


Bina pun segera masuk kedalam rumahnya.


Karena melihat sikap Bina yang seperti itu, Arka pun memutuskan untuk pergi menuju rumahnya.


****


Setelah sampai di rumah, Arka pun langsung pergi menuju kamarnya.


Kemudian Arka pun memutuskan untuk mengirim pesan kepada teman-temannya.


Stray Squad


Arka :


Guys


Ardan :


Uy


Robi :


???


Kevin :


Why?


Bang Chandra :


Kenapa, bro?


Arka :


Bantuin gue dong


Bang Chandra :


Bantuin apaan?

__ADS_1


Arka :


Bantuin nyari gelang gue


Ardan :


Ogah


Robi :


2 in


Kevin :


3 in


Raihan :


100 in


Arka :


Nanti gue traktir kalian sepuasnya deh, kalau gelangnya ketemu


Bang Fauzi :


Emang gelangnya mahal banget ya, Ka? sampe luh segitunya nyariin


Arka :


Harga gelangnya sih gak seberapa, tapi masalahnya Bina ngambek sama gue gara-gara gelangnya hilang


Ardan :


Ya ampun tuh bocah, cuma masalah gelang hilang aja pake marah segala


Raihan :


Ribet ya punya cewek


Bang Chandra :


Kenapa gak beli yang baru aja, Ma


Arka :


Dia nya gak mau


Robi :


Yaudah nanti besok gue bantu cariin deh


Kevin :


Gue juga nanti bantuin luh deh


Arka :


Thank you, bro


Robi :


Sebenernya gue niatnya cuma karena traktir


Arka :


Emang temen gak ada akhlak luh


Robi :


Wkwk


****


Karena bosan berada di kamar, akhirnya Bina pun memutuskan untuk pergi menuju kamar kakaknya.


Setelah sampai, Bina pun langsung membuka pintu kamar kakaknya.


"Luh mah kebiasaan, bukannya ketuk dulu kek pintunya" ucap kak Daniel.


"Emang kenapa sih harus diketuk segala?" tanya Bina.


"Ya kan siapa tahu gue lagi gak pake baju sama celana" ucap kak Daniel.


"Luh mau ngapain kesini?" tanya kak Daniel.


"Bina bosen dikamar" ucap Bina.


"Yaudah ajak aja Arka jalan-jalan, nanti kan pasti luh gak bosen" ucap kak Daniel.


"Enggak mau" ucap Bina.


"Kenapa gak mau?" tanya kak Daniel.


"Males" ucap Bina.

__ADS_1


"Katanya bosen, tapi pas disaranin jalan-jalan bilangnya males. Aneh banget jadi orang" ucap kak Daniel.


__ADS_2