Prince Of School

Prince Of School
Episode 106


__ADS_3

Pagi hari


"Whoahh" Ririn pun bangun dari tidurnya.


Lalu ia pun melihat Bina yang sedang duduk sambil menatap lurus ke depan.


"Na" panggil Ririn namun Bina tidak menjawab.


"Guys bangun!!!" teriak Ririn.


Lalu Fanny, Syara, Putri dan Kholiana pun terbangun gara-gara teriakan Ririn.


"Na, luh gak tidur?" tanya Fanny.


"Enggak" ucap Bina singkat.


"Loh kenapa gak tidur? luh takut gara-gara kejadian itu?" tanya Putri.


"Kejadian apaan?" tanya Ririn.


"Enggak kok" ucap Putri karena ia tidak mau kalau orang-orang jadi takut.


"Luh mau kemana?" tanya Fanny saat melihat Syara mau keluar dari tenda.


"Mau mandi lah, soalnya kalau nanti pasti yang antri jadi banyak" ucap Syara sambil pergi keluar.


"Ra, tungguin gue" ucap Kholiana sambil menyusul Syara.


"Gue gak mau mandi ah" ucap Fanny.


"Ih jorok banget luh! kemarin kan luh belum mandi, masa sekarang gak mandi lagi sih" ucap Ririn.


"Gak apa-apa, yang penting gue ganti baju. Lagian gue pake parfum kok, jadinya gak bau" ucap Fanny.


"Tapi tetep aja jorok" ucap Ririn.


"Ya udah, gue mau mandi dulu ah" ucap Ririn sambil pergi.


"Na, luh kenapa?" tanya Fanny.


Bina pun sontak memeluk Fanny dan ia pun langsung menangis.


"Putri tolongin gue! Bina kayaknya kerasukan" teriak Fanny ketakutan.


"Na, luh kenapa?" tanya Putri.


Bina pun melepaskan pelukannya dari Fanny.


"Na, luh gak kerasukan kan?" tanya Fanny memastikan.


"Enggak" ucap Bina sambil mengusap air matanya.


"Luh kenapa nangis?" tanya Putri.


"Gak apa-apa kok" ucap Bina.


Bina pun segera mengambil baju, handuk dan alat mandi. Setelah itu ia pun segera pergi menuju kamar mandi.


"Fan, luh gak bakal mandi?" tanya Putri sambil membawa peralatan mandinya.


"Enggak ah, gue takut soalnya" ucap Fanny.


"Gue temenin sampe luh selesai mandi deh" ucap Putri.


"Beneran?" tanya Fanny memastikan.


"Iya" ucap Putri.


"Ya udah deh" ucap Fanny.


Lalu Fanny pun segera mengambil alat mandinya. Setelah itu, mereka berdua pun segera pergi menuju kamar mandi.


****


Setelah selesai mandi, Bina pun segera pergi menuju lapangan untuk memakan makanan yang ada disana.


Setelah sampai di lapangan, Bina pun segera mengambil nasi goreng dan air mineral.


"Na" panggil Arka.


Bina pun langsung menengok kearah belakang.

__ADS_1


"Tunggu, jangan dulu pergi" ucap Arka.


Lalu Arka pun segera mengambil nasi goreng dan air mineral untuk sarapan pagi.


"Sarapan bareng, yuk!" ajak Arka.


Bina pun hanya mengangguk.


Lalu kita berdua pun segera duduk dilapangan dan kita pun langsung memakan sarapan yang kita ambil tadi.


"Maaf ya, waktu malam aku tidur duluan" ucap Arka.


"Gak apa-apa kok" ucap Bina.


"Kamu marah ya sama aku?" tanya Arka.


"Enggak kok, Ka" ucap Bina sambil menunduk.


"Maafin aku" ucap Arka.


"Aku gak marah kok" ucap Bina sambil tersenyum.


Tanpa sadar, air mata Bina pun menetes.


"Kamu kenapa nangis?" bingung Arka.


"Gak apa-apa" ucap Bina sambil mengusap air matanya.


"Aku ada salah ya sama kamu?" tanya Arka memastikan.


"Enggak" ucap Bina.


"Terus kenapa kamu nangis?" tanya Arka.


"Aku gak apa-apa kok" ucap Bina sambil tersenyum.


"Kalau aku ada salah sama kamu, marahin aja aku" ucap Arka.


"Kamu gak ada salah kok" ucap Bina.


"Kamu nangis gara-gara masalah gelang itu?" tanya Arka memastikan.


"Enggak kok" ucap Bina.


"Kamu gak ada salah kok" ucap Bina.


"Udah ah jangan nanya mulu, aku mau makan nih" ucap Bina.


"Iya maaf" ucap Arka.


Lalu mereka berdua pun melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan, mereka berdua pun jalan-jalan berkeliling area camping.


"Kamu tidur gak semalam?" tanya Arka.


"Enggak" ucap Bina.


"Loh kenapa gak tidur?" tanya Arka.


"Takut" ucap Bina.


"Ngapain takut, kan kamu tidur bareng temen-temen kamu" ucap Arka.


"Ka" panggil Bina sambil menatap wajah Arka.


"Kenapa sayang?" tanya Arka.


"Aku pingin peluk kamu, boleh gak?" tanya Bina.


"Peluk aku?" tanya Arka memastikan.


"Iya" ucap Bina.


Arka pun melihat-lihat ke sekelilingnya, karena takut ada guru yang melihatnya.


"Boleh gak?" tanya Bina.


"Boleh" ucap Arka sambil tersenyum.


Lalu Bina pun segera memeluk Arka.

__ADS_1


Dan Arka pun membalas pelukan Bina.


Kemudian Bina pun langsung melepaskan pelukannya karena takut ada guru yang melihatnya.


"Tumben banget kamu pingin peluk aku" ucap Arka.


"Kamu pasti lagi ada masalah ya?" tanya Arka memastikan.


Bina pun hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak.


"Oh aku tahu, pasti kamu lagi PMS ya? makanya mood kamu jadi berubah-ubah" tebak Arka.


"Enggak kok" ucap Bina.


"Pengumuman...pengumuman. Diharapkan untuk semua siswa dan siswi untuk segera berkumpul di lapangan" ucap guru melalui speaker.


"Ayo, ke lapangan" ucap Arka sambil memegang pergelangan tangan Bina.


Setelah sampai di lapangan, ternyata sudah banyak orang yang berkumpul.


"Silahkan baris yang rapi" ucap guru.


Akhirnya semua siswa dan siswi pun berbaris dengan rapi.


"Ini kita gak apa-apa ikut dibarisan sekolah lain?" tanya Bina kepada Arka.


"Gak apa-apa, lagian semua orang juga gak baris sesuai sekolahnya masing-masing kok" jelas Arka.


"Kita mau ngapain sih?" tanya Bina.


"Mau senam kali, Na" ucap Arka.


Lalu guru pun juga berbaris dilapangan.


Kemudian guru-guru perempuan pun segera menuju ke depan barisan. Lalu salah satu guru perempuan itu menyetelkan musik. Setelah musik dinyalakan, guru itu pun langsung senam mengikuti alunan musik. Lalu siswa dan siswi pun mengikuti gerakan senam yang dilakukan oleh guru yang berada didepannya.


****


"Si Bina kemana sih?" tanya Ririn kepada Fanny yang berada disampingnya.


"Gak tahu" ucap Fanny sambil mengikuti gerakan senam.


"Rin"panggil Fanny.


"Apa?" tanya Ririn.


"Tadi si Bina aneh tahu" ucap Fanny.


"Aneh kenapa?" tanya Ririn.


"Waktu didalem tenda, dia tiba-tiba peluk gue terus dia nangis" kata Fanny.


"Nangis kenapa?" tanya Ririn.


"Gue juga gak tahu" ucap Fanny.


"Dia berantem lagi sama Arka?" tanya Ririn.


"Gue enggak tahu" ucap Fanny.


"Tapi kayaknya dia enggak berantem deh sama Arka" ucap Fanny.


"Terus dia kenapa nangis kalau enggak berantem" heran Ririn.


"Kayaknya dia" ucap Fanny.


"Dia kenapa?" tanya Ririn penasaran.


"Kayaknya tadi dia kesurupan deh" ucap Fanny.


"Ngaco luh, mana ada kesurupan" ucap Ririn.


"Bisa jadi loh" ucap Fanny.


"Soalnya waktu malam gue sama Bina ngedenger suara hantu cewek dikamar mandi" jelas Fanny.


"Luh pasti bohong kan?" tanya Ririn.


"Beneran! awalnya Bina yang denger, terus saat gue keluar dari toilet Bina ngasih tahu kalau ada cewek yang lagi nangis. Dan emang bener bahwa ada cewek yang lagi nangis. Terus kita berdua panggil Bu Jeni sama pak Rudi buat mastiin itu bener manusia atau bukan dan saat pak Rudi ngecek kamar mandi itu ternyata gak ada siapa-siapa didalam" jelas Fanny.


"Ih serem banget" ucap Ririn bergidik ngeri.

__ADS_1


__ADS_2