
Keesokan harinya.
(Diperjalanan menuju kampus)
"Kak Daniel' panggil Bina.
"Apa?" ucap kak Daniel.
"Gak jadi deh" ucap Bina sambil nyengir.
"Oh iya, dek! kemarin gue nganterin Ririn pulang" ucap kak Daniel tiba-tiba.
"Iya, terus kenapa?" tanya Bina.
"Ya gak kenapa-napa, gue cuma mau ngasih tahu luh aja" ucap kak Daniel.
"Hmm...Bina jadi curiga nih" ucap Bina sambil tersenyum.
"Jangan mikir aneh-aneh deh! gue nganterin Ririn karena kasihan soalnya kemarin dia lagi pusing" ucap kak Daniel.
"Masa? perasaan Ririn kemarin gak kenapa-napa tuh" ucap Bina sambil tersenyum.
"Kalau gak percaya, tanya langsung aja ke Ririn nya" ucap kak Daniel.
Lalu Bina segera menelpon Ririn.
Tidak menunggu lama, Ririn langsung mengangkat panggilan telepon dari Bina.
"Kenapa, Na?" tanya Ririn.
"Rin, luh kemarin sakit ya?" tanya Bina.
"Gak sakit sih, cuma gue agak pusing kepala doang" ucap Ririn.
"Oh iya, Rin! kata kak Daniel katanya cepet sembuh ya" bohong Bina.
"Kapan gue ngomong kayak gitu" gumam kak Daniel.
"Gue udah gak pusing kok" ucap Ririn.
"Syukur deh kalau udah gak pusing" ucap Bina.
"Na, luh udah berangkat belum?" tanya Ririn.
"Udah, ini lagi otw ke kampus" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya, soalnya gue mau berangkat" ucap Ririn.
"Oh ya udah" ucap Bina.
Ririn segera mematikan panggilan teleponnya.
"Kata Ririn katanya dia udah sembuh, kak" ucap Bina.
"Ya terus kenapa kalau udah sembuh?" tanya kak Daniel.
"Gak kenapa-napa, Bina kan cuma mau ngasih tahu kakak aja" ucap Bina.
"Ririn cantik gak sih menurut kakak?" tanya Bina sambil menatap kakaknya.
"Ya cantik lah, namanya juga perempuan" ucap kak Daniel.
"Ekhem...ekhem"
"Kenapa luh pake batuk-batuk segala?" ucap kak Daniel.
"Kalau batuk emang kenapa? masalah gitu buat kakak?" tanya Bina.
"Ya masalah lah, siapa tahu kan luh punya penyakit. Terus nanti menular kalau luh batuk dideket gue" ucap kak Daniel.
"Enak aja, tadi Bina cuma pura-pura doang batuknya" ucap Bina.
"Kenapa pura-pura batuk?" tanya kak Daniel.
"Ya gak kenapa-napa" ucap Bina.
"Oh iya, kak! sekarang Arka ikut audisi loh" ucap Bina.
"Audisi nyanyi?" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
"Emang Arka bisa nyanyi?" tanya kak Daniel.
"Ya bisa lah, malah suaranya tuh enak banget" jelas Bina.
"Enakan mana sama suara gue?" tanya kak Daniel.
"Ya lebih enak suara Arka lah" ucap Bina.
"Kak Daniel mah suaranya jelek" ledek Bina.
__ADS_1
"Enak aja luh!" kesal kak Daniel.
"Suara gue bagus tahu. Apalagi kalau gue nyanyi di kamar mandi" ucap kak Daniel.
"Suara kak Daniel sama suara Bina juga lebih bagus suara Bina" ucap Bina.
"Idih! percaya diri banget luh. Udah jelas-jelas suara gue lebih bagus" ucap kak Daniel.
"Iya-in aja deh, soalnya lagi cape debat" ucap Bina.
"Berarti kalau dia lolos, Arka bakal jadi penyanyi dong" ucap kak Daniel.
"Bukan, kak! dia bakal jadi juri MasterChef" ucap Bina.
"Gak lucu" ucap kak Daniel.
"Habisnya pake ngomong gitu segala" ucap Bina.
"Terus nanti kalau dia jadi penyanyi, bakal jarang ketemu luh dong" ucap kak Daniel.
"Ya iya, kan dia pasti sibuk" ucap Bina.
"Luh ngebolehin Arka jadi penyanyi, Na?" tanya kak Daniel.
"Ya ngebolehin lah, masa Bina ngelarang" ucap Bina.
"Luh gak takut kalau nanti banyak artis atau penyanyi cewek yang deketin Arka?" ucap kak Daniel.
"Ngapain takut, lagian kan Arka suka nya cuma ke Bina" ucap Bina padahal sebenarnya ia sangat overthinking memikirkan hal itu.
"Kalau Arka nya tertarik sama cewek lain gimana? secara kan kalau dia jadi penyanyi pasti banyak cewek yang deketin dia" ucap kak Daniel.
"Pasti cewek-cewek nya banyak yang lebih cantik dari pada luh" ucap kak Daniel lagi.
Bina hanya terdiam setelah mendengar ucapan kakaknya.
"Baru diomongin gitu doang langsung overthinking" ucap kak Daniel.
"Berisik!" ucap Bina.
"Udah jangan pikirin omongan gue barusan, tadi gue cuma bercanda kok. Lagian belum tentu juga Arka lolos audisi" ucap kak Daniel.
...****...
* Kampus
Sesampainya di kampus, Bina segera turun dari mobil. Lalu ia segera pergi menuju kelasnya.
"Pagi Bina" ucap Nabila.
"Pagi juga" ucap Bina.
"Luh kenapa murung?" tanya Nabila.
"Gak kenapa-napa kok" ucap Bina.
"Lagi berantem ya sama Arka?" tebak Nabila.
"Enggak kok, gue gak berantem sama dia" ucap Bina.
"Terus luh kenapa murung gitu?" tanya Nabila.
"Gue cuma sedikit overthinking aja gara-gara omongan kakak gue" ucap Bina.
"Emang kakak luh ngomong apa?" tanya Nabila.
"Ngomongin tentang Arka" ucap Bina.
"Pagi guys" ucap Ririn sambil duduk di kursi depan Bina.
"Pagi juga, Rinrin" ucap Nabila.
"Nama gue Ririn bukan Rinrin" ucap Ririn.
"Oh iya, gue lupa" ucap Nabila.
"Eh, Na! katanya Arka ikut audisi nyanyi ya?" tanya Ririn.
"Iya" ucap Bina.
"Luh tahu dari mana?" tanya Bina.
"Tahu dari Fanny" ucap Ririn.
"Ditayangin di tv gak audisinya?" tanya Nabila.
"Gue gak tahu" ucap Bina.
Trining...trining
Bina segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Arka.
__ADS_1
Lalu Bina segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo sayang" ucap Arka.
"Iya kenapa, Ka?" tanya Bina.
"Kamu lagi apa?" tanya Arka.
"Aku lagi ngobrol bareng Ririn sama Nabila" jawab Bina.
"Oh udah ada di kampus" ucap Arka.
"Iya udah" ucap Bina.
"Emang kamu belum berangkat ke kampus?" tanya Bina.
"Belum, soalnya lagi nungguin Robi makan dulu" kata Arka.
"Oh gitu" ucap Bina.
"Ada yang namanya Bina gak disini?" tanya seseorang yang berada didepan pintu kelas.
Sontak Bina langsung melihat kearah orang itu.
"Ka, aku matiin dulu ya teleponnya" ucap Bina sambil mematikan panggilan teleponnya.
Lalu Bina segera menghampiri orang tersebut.
"Iya ada apa, kak?" tanya Bina.
"Oh jadi luh yang namanya Bina" ucap kating.
"Iya" ucap Bina.
"Ini buat luh" ucap kating sambil memberikan coklat kepada Bina.
"Buat Bina?" tanya Bina memastikan.
"Iya" ucap kating.
"Ini dari temen gue. Katanya dia naksir sama luh" ucap kating.
"Maaf kak, tapi Bina udah punya pacar" ucap Bina.
"Udah putusin aja pacar luh. Lebih baik luh jadian sama temen gue, dia kaya loh" ucap kating.
"Emangnya gue cewek matre apa, pake ngomong kayak gitu segala" batin Bina.
"Maaf kak, tapi cowok Bina juga kaya" ucap Bina.
Kating tersebut langsung terdiam sejenak.
"Tapi temen gue ganteng loh" ucap kating.
"Pacar Bina juga lebih ganteng, kak" ucap Bina.
"Mana coba gue lihat fotonya" ucap kating.
Bina segera memperlihatkan foto Arka kepada kating.
"Ini beneran pacar luh?" tanya kating.
"Iya" ucap Bina.
"Coba tunjukin foto yang bareng luh" suruh kating.
Bina dengan sengaja menunjukkan foto ia dan Arka yang sedang berciuman.
"Percaya kan?" ucap Bina.
Kating tersebut langsung pergi begitu saja.
Setelah kating tersebut pergi, Bina segera kembali menghampiri Ririn dan Nabila.
"Ada apa, Na?" tanya Nabila penasaran.
"Biasalah ada kakak tingkat yang nawarin coklat" ucap Bina.
"Dia jualan coklat?" tanya Nabila.
"Iya, dia jualan coklat" bohong Bina.
"Tapi kok nawarin nya cuma ke luh doang sih" heran Nabila.
"Soalnya dia kan adiknya kak Daniel dan pastinya kating-kating pada kenal sama Bina" sahut Ririn.
"Emang kating-kating pada kenal sama luh, Na?" tanya Nabila.
"Enggak juga sih" ucap Bina.
"Ada dosen guys!" ucap temen sekelas Bina.
__ADS_1
Sontak semua yang ada dikelas langsung duduk dikursinya masing-masing.