Prince Of School

Prince Of School
Episode 59


__ADS_3

Setelah dari toilet, Ardan pun langsung kembali lagi ke ruangan yang ditempati oleh Bina.


"Na, serius Arka gak datang kesini?" tanya Ardan memastikan.


"Iya gue serius" ucap Bina.


"Rob, semalem Arka ada ngomong sesuatu gak sama luh" tanya Bina.


"Enggak, Arka cuma ngomong mau nginep di rumah gue doang" ucap Robi.


"Luh emang gak ngobrol apa gitu sama Arka?" tanya Fanny.


"Enggak, gue takut salah ngomong soalnya Arka kayak lagi badmood banget" ucap Robi.


"Guys! kemarin habis pulang sekolah, Arka gak pulang ke rumahnya" ucap Bina.


"Luh tahu dari mana kalau Arka gak pulang ke rumahnya?" tanya Robi.


"Kemarin sore gue ke rumah Arka" ucap Bina.


"Oh jadi luh pingsan karena habis dari rumah Arka?" tanya Ririn.


"Iya, mungkin gue pingsan karena kecapean juga ditambah gue belum makan" ucap Bina.


"Luh pingsan, Na?" tanya Ardan karena ia tidak mengetahui bahwa Bina pingsan. Dia hanya mengetahui bahwa Bina sakit maag.


"Iya, gue pingsan waktu mau pulang ke rumah. Untungnya ada Rino yang nolongin gue" ucap Bina.


"Tapi luh tahu gak sekarang Arka dimana?" tanya Fanny.


"Gue gak tahu, tapi mungkin gue tahu dia sama siapa" ucap Bina sedih.


"Emang dia sama siapa?" tanya semuanya.


Tok...tok...tok


"Itu pasti Arka" ucap Fanny.


Ririn pun segera membukakan pintu.


Pada saat pintu itu dibuka oleh Ririn, muncul dua orang cewek yang masih memakai seragam sekolah.


"Hallo semuanya" ucap salah satu cewek itu.


"Rame banget" bisik teman cewek tersebut.


"Eh Ana, sini" ucap Bina.


Ana dan temannya pun segera menghampiri Bina.


"Kangen banget" ucap Ana.


"Sama gue juga" ucap Bina.


"Oh iya kenalin, ini temen gue. Namanya Clara" ucap Ana.


"Hai Clara" ucap Bina.


"Hai Bina" ucap Clara.


"Eh tunggu deh, kok gue kayak pernah lihat luh" ucap Ardan kepada Clara.


"Masih inget gue gak? dulu luh pernah bantuin gue ngambil makanan di supermarket sebab letak makanannya ketinggian" ucap Clara.


"Iya gue inget! Udah lama ya gak ketemu" ucap Ardan.


"Iya" ucap Clara sambil tersenyum.


"Oh iya, gue boleh minta nomor telepon luh gak?" tanya Clara.


"Boleh" ucap Ardan sambil menunjukkan nomor teleponnya.


Clara pun segera memasukkan nomor telepon Ardan pada kontak nya.


Ririn pun merasa cemburu saat Clara mengobrol bersama Ardan.

__ADS_1


"Oh iya, Na. Ini buah-buahan buat luh" ucap Ana.


"Makasih" ucap Bina.


"Wah! banyak banget yang ngasih buah-buahan. Gak ada niatan give away ke gue gitu?" tanya Robi.


"Kalau mau ambil aja, Rob" ucap Bina.


"Beneran?" tanya Robi.


"Iya, ambil aja" ucap Bina.


"Makasih, Na" ucap Robi.


"Iya, sama-sama" kata Bina.


Robi pun langsung mengambil buah yang ada di samping meja dekat tempat tidur Bina.


"Yaudah kalau gitu, kita berdua pulang dulu ya, Na" ucap Ana.


"Oh iya, makasih ya udah jengukin gue" ucap Bina kepada Ana dan Clara.


"Iya sama-sama" ucap Ana dan Clara bersamaan.


Ana dan Clara pun segera pergi.


"Itu temen luh, Na?" tanya Raihan.


"Iya, Ana temen SMP gue" ucap Bina.


"Beautiful ya cewek-cewek SMA tunas bakti" ucap Kevin.


"Luh buta ya! cewek-cewek SMA Mutiara juga cantik kali" ucap Fanny sambil ngegas.


"Biasa aja dong! lagian gue kan gak bilang anak cewek SMA Mutiara ugly" ucap Kevin.


"Udah jangan berantem, kasihan Bina. Dia kan lagi sakit" ucap Ririn.


"Iya, luh berdua gimana sih" ucap Robi.


"Oh iya, tadi kata luh si Arka sama siapa?" tanya Ardan.


"Kan temennya si Arka kita semua" ucap Ardan.


Bina pun hanya terdiam.


"Si Arka kemana sih? masa ceweknya sakit gak dijenguk" ucap Raihan.


"Gue telepon aja kali ya" ucap Robi.


"Tadi gue telepon dia, tapi gak diangkat" ucap Ardan.


"Dia kemana sih sebenernya" bingung Raihan.


"Nanti habis pulang dari sini kita ke rumah Arka aja" usul Kevin.


"Yaudah, sekalian bilangin ke dia kalau Bina lagi sakit" ucap Ardan.


"Tadi di sekolah ada tugas gak?" tanya Bina kepada Ririn, Ardan dan Fanny.


"Tadi sih cuma nyuruh ngerangkum materi aja, Na" ucap Ririn, Fanny dan Ardan.


"Oh gitu, nanti gue lihat ya" ucap Bina.


"Luh mau lihat rangkuman punya siapa?" tanya Fanny.


"Punya luh aja, soalnya kalau lihat tulisan si Ardan sama si Ririn tulisannya bikin mata gue sakit" ucap Bina.


"Sialan luh" ucap Ririn dan Ardan.


Bina pun hanya tertawa kecil mendengar ucapan Ardan dan Ririn.


"Malah ketawa lagi" ucap Ririn kepada Bina.


"Habisnya tulisan luh berdua gak bisa dipahami" ucap Bina.

__ADS_1


"Guys, kita ke rumah Arka yuk! gue penasaran, sebenernya dia kemana" ucap Robi.


"Ya udah yuk, kita ke rumah Arka" ucap Kevin.


"Na, kita pamit ya!" ucap Ardan.


"Cepet sembuh ya, Na!" ucap Raihan.


"Iya, makasih ya guys udah jenguk gue" ucap Bina kepada anak-anak Stray Squad.


"Iya sama-sama" ucap anak-anak Stray Squad.


Mereka berempat pun segera pergi menuju rumah Arka.


"Na" panggil Ririn.


"Kenapa, Rin?" tanya Bina.


"Kayaknya cewek tadi suka deh sama Ardan" ucap Ririn.


"Siapa? Ana atau Clara?" tanya Bina.


"Clara" ucap Ririn.


"Luh tahu dari mana, Rin?" tanya Fanny.


"Tadi gue lihat, dia lihatin Ardan mulu" jawab Ririn.


"Perasaan luh aja kali, Rin" ucap Bina.


"Iya itu cuma perasaan luh doang kali, mungkin luh terlalu cemburu karena cewek itu minta nomor telepon Ardan" ucap Fanny.


Cklek


(Pintu pun terbuka)


Kak Daniel pun segera menghampiri kami bertiga.


"Nih" ucap kak Daniel sambil memberikan tas jinjing yang berisi pakaian Bina.


"Makasih" ucap Bina.


"Luh berdua kapan kesini?" tanya kak Daniel kepada Ririn dan Fanny.


"Dari pas pulang sekolah kita langsung kesini, kak" ucap Fanny.


"Cuma berdua?" tanya kak Daniel.


"Enggak, tadi ada temen-temen yang lain juga" ucap Bina.


"Si Arka kesini?" tanya kak Daniel.


"Enggak" ucap Bina.


"Luh berantem lagi ya sama si Arka?" tanya kak Daniel.


"Enggak" kata Bina.


"Terus kenapa dia gak jengukin luh" kata kak Daniel.


"Dia juga lagi sakit, kak" ucap Bina berbohong.


Ririn dan Fanny pun sontak menatap Bina, karena tadi Robi bilang bahwa Arka sedang tidak sakit.


"Oh dia sakit" ucap kak Daniel kepada.


"Kok luh berdua bisa samaan sih sakitnya" heran kak Daniel.


"Karena kita kan sehati" ucap Bina sambil tersenyum.


"Bisa-bisanya lagi sakit ngebucin" ucap kak Daniel.


"Na, gue pulang dulu ya" ucap Ririn.


"Gue juga, Na" ucap Fanny.

__ADS_1


"Iya, hati-hati ya pulangnya" ucap Bina.


Mereka berdua pun segera pulang menuju rumahnya masing-masing.


__ADS_2