
"Ih jawab yang bener, kak" ucap Bina.
"Ya emang gue jawab ngasal gitu? kan udah jelas gue yang paling ganteng" ucap kak Daniel.
"Tau ah!" ucap Bina.
"Luh manggil gue cuma buat ngejawab pertanyaan kayak gitu?" tanya kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
"Ya ampun padahal gak usah nanya kayak gitu kali, lagian kan semua cowok itu ganteng" ucap kak Daniel.
"Tapi kan kita pingin tahu siapa yang lebih ganteng" ucap Ririn.
"Sekarang udah tahu kan jawabannya" ucap kak Daniel.
"Jawaban apa?" bingung Bina dan Ririn.
"Yang paling ganteng" ucap kak Daniel.
"Emang yang paling ganteng siapa?" tanya Ririn.
"Ya ampun, udah dibilang gue ya gue" ucap kak Daniel.
"Maksud kita diantara Arka sama Ardan" ucap Bina.
"Kalau menurut gue sih ganteng lebih ke Arka, tapi kalau manis lebih ke Ardan" ucap kak Daniel.
"Tuh kan gantengan Arka" ucap Bina.
"Tapi Ardan lebih manis tahu dari pada Arka" ucap Ririn.
"Udah jangan ribut, cuma masalah itu aja diributin" ucap kak Daniel.
"Kita gak ribut, kak! kita cuma mau ngungkapin pendapat kita masing-masing" ucap Bina.
"Terserah deh, cape gue" ucap kak Daniel sambil pergi.
"Coba telepon Fanny deh, biar kita tahu siapa yang paling ganteng diantara mereka" ucap Bina.
"Video call aja kali ya" ucap Ririn.
"Iya terserah luh" ucap Bina.
Lalu Ririn segera mem-video call Fanny.
Beberapa detik kemudian, Fanny langsung menjawab panggilan video call dari Ririn.
"Kenapa Rin?" ucap Fanny.
"Fan, gue mau nanya sesuatu yang penting dong sama luh" ucap Ririn.
"Mau nanya apa?" tanya Fanny.
"Menurut luh lebih ganteng Ardan atau Arka?" tanya Ririn.
"Pertanyaan macam apa itu? katanya mau nanya sesuatu yang penting, tapi kok pertanyaan luh gak berfaedah sekali" ucap Fanny.
"Ya ampun tinggal jawab doang susah amat" ucap Ririn.
"Kalau gue jawab, untungnya buat gue apa?" tanya Fanny.
"Gak ada untungnya sih" ucap Ririn sambil tertawa.
"Cepet jawab, Fan! gue sama Bina pingin tahu jawaban luh" ucap Ririn.
"Gak ada yang ganteng, semuanya jelek" ucap Fanny.
"Luh buta ya, Fan! Ardan ganteng gitu masa dibilang jelek" ucap Ririn.
"Menurut gue lebih ganteng Jungkook dari pada Ardan" ucap Fanny.
"Ya bandinginnya jangan sama artis lah anjir!" kesal Ririn.
"Kalau dibandingin Jungkook ya pasti lebih ganteng Jungkook lah" ucap Ririn terus terang.
"Fan, luh mau kemana?" tanya Bina karena melihat Fanny yang berada didalam mobil.
"Gue mau ke villa" ucap Fanny.
"Mau ngapain kesana?" tanya Bina.
"Mau piknik" ucap Fanny.
"Sama orang tua luh?" tanya Bina.
"Iya" ucap Fanny.
__ADS_1
"Fan, cepet jawab pertanyaan yang tadi" ucap Ririn.
"Rin, luh tahu kan alasan kenapa Arka disebut pangeran sekolah" ucap Fanny.
"Tahu, karena dia kapten basket kan?" tanya Ririn.
"Bukan!" ucap Fanny.
"Terus karena apa?" tanya Ririn.
"Karena dia ganteng" sahut Bina.
"Tuh itu tahu jawabannya" ucap Fanny.
"Udah dulu ya gue mau tidur, soalnya gue ngantuk" ucap Fanny.
Lalu Fanny segera mematikan panggilan video call nya.
"Tuh kan! Arka paling ganteng" ucap Bina.
"Iya deh, gue akuin emang Arka ganteng. Tapi dihati gue tetep Ardan kok yang paling ganteng" ucap Ririn.
"Na" panggil Ririn pelan.
"Ada cowok yang ngelihatin luh mulu tahu" ucap Ririn.
"Cowok mana?" tanya Bina.
"Yang pake baju coklat" ucap Ririn pelan.
Lalu Bina segera melihat kearah cowok tersebut.
Saat Bina melihat kearahnya, cowok tersebut langsung mengalihkan pandangannya.
"Iya bener, Rin" ucap Bina pelan.
"Gue jadi takut deh" ucap Bina pelan.
"Kenapa takut?" bingung Ririn.
"Ya gue takut aja dilihatin sama orang yang gak dikenal" ucap Bina.
"Dia lihatin luh, karena luh cantik kali" ucap Ririn.
"Rin, tapi dia juga lihatin luh" ucap Bina.
"Kita cantik kali ya, makanya dilihatin kayak gitu" ucap Ririn.
"Oh iya, Na! kita jalan-jalan aja yuk! soalnya bosen diem disini mulu" ucap Ririn.
"Ya udah ayo" ucap Bina.
Lalu mereka berdua segera menghampiri kak Daniel.
"Kak, kita berdua pergi dulu ya" ucap Bina.
"Mau kemana?" tanya kak Daniel.
"Jalan-jalan" ucap Bina.
"Maksudnya jalan-jalannya kemana?" tanya kak Daniel.
"Ya kemana aja" ucap Bina.
"Ya udah sana, tapi jangan jauh-jauh mainnya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
Lalu Bina dan Ririn segera keluar dari cafe tersebut.
"Rin" panggil Bina.
"Apa" ucap Ririn.
"Gue kan gak bawa motor, terus gimana kita perginya?" ucap Bina.
"Eh iya juga ya" ucap Ririn.
"Bodoh banget kita berdua" ucap Bina.
"Luh aja kali, gue mah enggak" ucap Ririn.
"Tapi kan luh tadi yang ajak. Udah tahu tadi kita naik mobil kesininya" ucap Bina.
"Terus jadi gak nih jalan-jalannya?" tanya Ririn.
"Ya jadi, cuma kita jalan kaki aja" ucap Bina.
__ADS_1
"Enggak mau, nanti cape" ucap Ririn.
"Ya terus mau gimana lagi" ucap Bina.
"Kita telepon Ardan sama Arka aja, terus suruh mereka datang kesini. Nanti kita berempat jalan-jalan deh" ucap Ririn.
"Ya udah" ucap Bina.
Lalu Bina dan Ririn segera menelepon pacarnya masing-masing.
Skip
Beberapa menit kemudian, akhirnya Arka sampai duluan. Lalu Arka segera turun dari motornya dan ia segera menghampiri Bina dan Ririn.
"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Arka.
"Kemana aja" ucap Bina.
"Ka, kamu baru bangun tidur ya?" tanya Bina.
"Iya, aku baru bangun tidur" ucap Arka.
"Maaf ya, aku jadi ganggu tidur siang kamu" ucap Bina.
"Gak apa-apa kok" ucap Arka.
"Ardan mana sih" gumam Ririn.
"Oh ada Ririn" ucap Arka.
"Ya gue dari tadi juga ada disini" ucap Ririn.
"Gue tadi gak ngelihat loh" canda Arka.
"Ya iyalah gak ngelihat, orang luh cuma fokusnya ke Bina" ucap Ririn.
"Eh, gimana kalau kita bikin challenge" ucap Bina.
"Challenge apa?" tanya Arka.
"Nanti boncengan nya aku sama Ardan, terus kamu sama Ririn" ucap Bina.
"Gak mau!" ucap Ririn dan Arka bersamaan.
"Please! kayaknya seru kalau tukeran pasangan" ucap Bina.
"Luh ngadi-ngadi deh, Na" ucap Ririn.
"Please, satu hari ini doang" mohon Bina.
"Enggak ah! nanti Ririn baper sama aku" ucap Arka.
"Idih! mana ada gue baper sama luh" ucap Ririn.
"Yang ada luh yang baper sama gue" ucap Ririn.
Lalu Ardan datang menghampiri Bina, Arka dan Ririn.
"Ayo, berangkat" ucap Ardan.
Lalu Bina buru-buru duduk di jok motor Ardan.
"Luh ngapain naik motor gue?" tanya Ardan.
"Kita mau Adain challenge tukeran pacar" ucap Bina.
"Tukeran pacar?" bingung Ardan.
"Iya, jadi nanti luh harus sama gue sedangkan Ririn harus sama Arka" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap Ardan.
"Ya udah cepet naik motor" suruh Bina kepada Arka dan Ririn.
"Aku gak mau" ucap Arka.
"Cuma sehari ini aja" ucap Bina.
Lalu Arka langsung menghembuskan nafas dengan kasar.
"Ya udah cepet naik, Rin" ucap Arka sambil menaiki motornya.
"Awas ya kalau luh meluk Ardan" ucap Ririn kepada Bina.
"Iya gak bakal, lagian gue gak suka sama Ardan" ucap Bina.
Lalu Ririn segera naik ke motor Arka.
__ADS_1