
Pagi hari
Seperti biasa, Bina pun sarapan pagi bersama keluarganya. Tiba-tiba ponsel Bina pun berbunyi karena ada pesan masuk. Lalu Bina pun segera membuka pesan tersebut.
Arka :
Maaf hari ini gak bisa bareng ke sekolah, soalnya aku harus latihan basket pagi-pagi
Bina pun langsung membalas pesan dari Arka.
^^^Bina :^^^
^^^Iya gak apa-apa^^^
"Dek, luh kenapa?" tanya kak Daniel.
"Gak apa-apa" ucap Bina.
"Kak, Bina berangkat bareng kakak ya" ucap Bina lagi.
"Emang si Arka gak jemput?" tanya kak Daniel.
"Enggak, dia udah berangkat duluan soalnya mau latihan basket" ucap Bina.
"Oh gitu, kirain luh berdua masih berantem" ucap kak Daniel.
"Berantem kenapa?" tanya papah.
"Arka cemburu lihat Bina sama Julian" ucap kak Daniel.
"Anak jaman sekarang kok kalau cemburu langsung marah ya" bingung papah.
"Emang kalau jaman dulu kayak gimana, pah?" tanya kak Daniel.
"Kalau papah sih gak pernah cemburu, jadi papah gak tahu" ucap papah.
"Bohong banget! waktu dulu kamu juga sering marah kalau lagi cemburu" sahut mamah.
"Enggak, itu kamu kali" ucap papah.
"Ka, ayo berangkat" ucap Bina karena tidak mau mendengar perdebatan mamah dan papahnya.
"Ya udah ayo! kita pamit ya mah, pah" ucap kak Daniel.
...****...
* Sekolah
Bina pun langsung turun dari mobilnya kak Daniel.
"Dek, pulangnya mau dijemput gak?" tanya kak Daniel.
"Gak usah" ucap Bina sambil pergi menuju kelasnya.
Setelah sampai kelas, Bina pun langsung menyimpan tas nya dan langsung pergi ke lapangan untuk memastikan bahwa Arka sedang latihan basket.
Saat sampai di lapangan basket, Bina pun melihat Bella sedang memberikan air mineral kepada Arka. Lalu Bina pun segera menghampiri mereka berdua.
"Bel, ngapain sih luh deketin Arka mulu" kesal Bina.
"Na, kok kamu gitu sih ngomong nya" ucap Arka.
Anak-anak basket yang lain pun langsung melihat kearah mereka bertiga.
"Gue gak deketin Arka kok, gue cuma mau nonton basket aja" ucap Bella.
"Terus kenapa ngasih Arka minum segala?" tanya Bina.
"Aku yang nyuruh Bella buat beliin aku air mineral" ucap Arka.
"Lagian kamu kenapa sih, baru datang langsung marah-marah. Gak malu apa dilihatin orang" kesal Arka.
Bina pun langsung terdiam karena mendengar ucapan Arka. Lalu ia pun langsung pergi menuju kelasnya.
__ADS_1
Setelah sampai di kelas, Bina pun langsung duduk dan menenggelamkan kepalanya diatas meja lalu ia pun menangis.
"Na, luh kenapa?" tanya Jason namun tidak dijawab oleh Bina.
Jason pun segera memanggil Rizky yang sedang duduk diluar kelas.
"Ky, itu si Bina kenapa?" tanya Jason.
Rizky pun segera masuk kedalam kelas, dan Jason pun segera menyusul Rizky.
"Bina" panggil Rizky namun tidak dijawab.
"Ada apa nih?" tanya Nino yang baru datang.
"Dia kenapa?" tanya Nino lagi.
"Gue juga gak tahu, tadi tiba-tiba dia datang terus langsung nenggelamin kepalanya diatas meja" jelas Jason.
"Lagi tidur kali" ucap Rizky.
Bina pun langsung berdiri, sambil mengusap air matanya. Dan ia pun segera pergi ke rooftop.
"Siapa yang buat dia nangis?" tanya Rizky.
"Gue juga gak tahu" ucap Jason.
"Pagi guys!!!" teriak Fanny.
"Berisik!" sahut Nino.
"Luh mau ngajak ribut lagi sama gue?" kesal Fanny kepada Nino.
"Udah dong jangan berantem, masih pagi masa berantem" ucap Jason.
"Dia yang mulai" ucap Fanny sambil meletakkan tas nya.
"Fan, Bina tadi nangis" ucap Rizky.
"Enak aja! baru juga gue datang, udah dituduh aja" kesal Nino.
"Terus Bina nya sekarang dimana?" tanya Fanny.
"Gue juga gak tahu, tadi dia pergi gitu aja" ucap Rizky.
Fanny pun segera pergi mencari Bina. Pada saat melewati lapangan basket, ia pun melihat Arka yang sedang duduk dipinggir lapangan bersama teman-temannya.
"Arka!!!" panggil Fanny.
Arka pun segera menghampiri Fanny.
"Ada apa?" tanya Arka.
"Lihat Bina gak?" tanya Fanny.
"Tadi sih dia kesini, terus pergi lagi" ucap Arka.
"Pergi kemana?" tanya Fanny.
"Gak tahu" ucap Arka.
"Ya udah Fan, gue ke toilet dulu ya mau ganti baju" ucap Arka.
Fanny pun segera kembali ke kelasnya karena ia tidak menemukan Bina.
Setelah sampai di kelas, Fanny pun bertemu dengan Ririn.
"Rin, Bina tadi ke kelas gak?" tanya Fanny.
"Gak tahu, gue baru aja datang soalnya" ucap Ririn.
"Oh gitu ya" kata Fanny.
"Emang kenapa?" tanya Ririn.
__ADS_1
"Kata Rizky, dia tadi nangis" ucap Fanny.
"Nangis kenapa?" tanya Ririn.
"Gue juga gak tahu" ucap Fanny.
"Terus dia dimana sekarang?" tanya Ririn.
"Guu gak tahu, tadi gue udah ke UKS sama ke lapangan tapi dia gak ada disana" ucap Fanny.
"Fan, ikut gue!" ajak Ririn.
Fanny pun segera mengikuti Ririn dari belakang.
Setelah sampai di rooftop, akhirnya Ririn dan Fanny pun menemukan Bina.
Ririn dan Fanny pun langsung menghampiri Bina.
"Na, luh kenapa?" tanya Ririn.
"Gue gak apa-apa" ucap Bina sambil nangis sesenggukan.
"Siapa yang bikin luh nangis? nanti gue tonjok orangnya" kata Fanny.
"Apa gara-gara dompet itu ya?" tanya Ririn memastikan.
"Dompet apaan?" tanya Fanny.
"Didalam dompetnya Bella ada foto Bella sama Arka" ucap Ririn.
"Oh jadi Bella masih suka sama Arka" kata Fanny.
Ririn pun langsung memukul tangan Fanny.
"Bener kan apa kata gue! lagian ngapain coba simpen foto mantan kalau gak ada rasa, udah jelas-jelas dia masih suka sama Arka" ujar Fanny.
"Udah jangan nangis" ucap Ririn dengan mata yang berkaca-kaca.
Lalu Ririn pun langsung memeluk Bina dan Ririn pun tanpa sadar mengeluarkan air mata.
"Gue pingin peluk juga" ucap Fanny sambil memeluk Bina dan Ririn.
Fanny pun langsung menangis karena terbawa suasana mereka berdua.
"Nanti jangan bilang masalah foto didompet itu ke orang lain ya" ucap Bina.
"Iya, kita gak bakal bilang kok" ucap Fanny dan Ririn bersamaan.
"Ya udah ayo ke kelas!" ajak Bina.
Lalu mereka bertiga pun segera menuju kelasnya.
Setelah masuk kedalam kelas, semua orang yang berada dikelas pun langsung melihat kearah Bina, Ririn dan Fanny.
"Luh bertiga kenapa nangis?" tanya Rizky.
Lalu Bina, Ririn dan Fanny pun segera duduk di kursinya masing-masing.
"Oh gue tahu, pasti luh bertiga nangis karena nonton drakor kan?" tanya Nino.
"Berisik luh!" sahut Fanny.
"Kenapa pada nangis?" tanya Ardan yang baru selesai latihan basket.
"Biasalah, mereka habis nonton drakor" ucap Nino.
"Oh gara-gara nonton drakor" ucap Ardan.
"Sok tahu banget luh" ucap Fanny kepada Nino.
"Bukannya tadi yang nangis cuma Bina ya, kok kalian ikut nangis sih" heran Jason.
"Soalnya kita merasakan apa yang Bina rasakan" ucap Fanny.
__ADS_1