Prince Of School

Prince Of School
Episode 254


__ADS_3

Keesokan harinya


* Sekolah


"Na, dicariin Arka tuh" ucap Jason.


"Oh iya" ucap Bina sambil berlari keluar kelas.


"Apa?" tanya Bina.


"Ada gurunya gak?" tanya Arka.


"Gak ada, cuma gurunya nyuruh ngerangkum doang" ucap Bina.


"Udah selesai belum ngerangkum nya?" tanya Arka.


"Belum" ucap Bina.


"Kalau kamu ada gurunya gak?" tanya Bina.


"Gak ada, soalnya gurunya lagi sakit" ucap Arka.


"Gak ngasih tugas?" tanya Bina.


"Enggak" kata Arka.


"Ih enak banget gak dikasih tugas" ucap Bina.


"Na, kita ke kantin aja yuk!" ucap Arka.


"Tapi aku belum selesai ngerangkum nya, Ka" ucap Bina.


"Ngerjain nya di kantin aja" ucap Arka.


"Ya udah bentar, aku mau bawa buku nya dulu" ucap Bina sambil masuk kedalam kelasnya.


Setelah mengambil buku dan bolpoin, Bina segera kembali menghampiri Arka.


"Ya udah ayo" ucap Bina.


Mereka berdua segera pergi ke kantin.


* Kantin


"Ka, tolong pesenin ya" ucap Bina sambil duduk dikursi kantin.


"Iya" ucap Arka.


"Kamu mau pesen apa?" tanya Arka lagi.


"Aku mau pesen mie ayam sama teh manis dingin" ucap Bina.


"Ya udah aku pesenin dulu ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina sambil menulis rangkuman.


Arka segera pergi.


"Permisi, kak" ucap seseorang.


Sontak Bina langsung melihat kearah orang itu dan ternyata orang itu adalah adik kelas yang pernah bertabrakan dengan Bina di kantin.


"Iya, kenapa?" tanya Bina.


"Aku mau minta maaf soal yang waktu itu" ucap adik kelas itu.


"Oh gak apa-apa kok, santai aja" ucap Bina sambil tersenyum.


"Oh iya, kak! sebagai permintaan maaf, aku pingin kasih ini ke kakak" ucap adik kelas itu sambil memberikan coklat kepada Bina.


"Gak usah, dek" ucap Bina.


"Gak apa-apa, ini buat kakak aja" ucap adik kelas.


"Hmm...makasih ya" ucap Bina.


"Iya sama-sama" ucap adik kelas.


"Oh iya, nama kamu siapa?" tanya Bina.


"Laura" ucap adik kelas itu.


"Kamu kelas berapa?" tanya Bina.


"Kelas X MIPA 1" ucap Laura.


"Oh iya, kenalin nama aku Bina" ucap Bina.


"Aku udah tahu kak" ucap Laura.


"Tahu dari siapa?" bingung Bina.


"Tahu dari orang-orang" ucap Laura.


"Orang-orang?" bingung Bina.


"Soalnya kan kakak terkenal banget, makanya semua orang tahu" ucap Laura.


"Enggak terkenal kok" ucap Bina.


"Terkenal, kak! kan kakak pacarnya kak Arka, pasti semua anak SMA Mutiara pada tahu sama kakak" ucap Laura.


"Oh gitu ya" ucap Bina.


"Kak Arka nya mana, kak?" tanya Laura.


"Arka nya lagi pesen makanan" ucap Bina.


"Kakak udah berapa lama pacaran sama kak Arka?" tanya Laura tiba-tiba.


"Udah lama, pokoknya dari kelas sebelas" jelas Bina.


"Oh gitu" ucap Laura.


"Kak, temen di kelas aku ada yang pernah ngejelekin kakak tahu" ucap Laura.


"Ngejelekin kayak gimana?" tanya Bina.


"Katanya kakak operasi plastik" ucap Laura.


Bina langsung tertawa karena mendengar ucapan Laura.


"Itu kata siapa sih?" tanya Bina sambil tertawa.


"Kata temen aku, tapi temen aku juga dapet info dari kelas sebelah" ucap Laura.


"Gue gak operasi plastik ya ampun" ucap Bina.


"Na, ini" ucap Arka sambil meletakkan pesanannya dan pesanan Bina di meja.


"Kak Bina, aku pergi dulu ya" ucap Laura.


"Iya" ucap Bina.


Laura segera pergi.


Arka dan Bina segera menikmati makanan dan minuman yang telah dibeli oleh Arka.


"Kamu kenapa kayak nahan ketawa gitu?" tanya Arka.


"Ka, masa katanya aku operasi plastik" ucap Bina sambil tertawa kecil.


"Kata siapa?" tanya Arka.


"Kata adik kelas" ucap Bina.


"Adik kelas yang tadi?" tanya Arka.


"Bukan! tapi kata temennya katanya" ucap Bina.


"Ada-ada aja rumor nya" ucap Arka.


"Emang aku kayak yang operasi plastik ya?" tanya Bina.


"Enggak ah" ucap Arka.


"Mereka bilang kayak gitu karena kamu cantik kali, makanya dituduh operasi plastik" ucap Arka.


"Enggak ah, aku gak cantik" ucap Arka.


Arka segera mendekatkan ponselnya ke hadapan Bina.


"Kenapa?" bingung Bina.


"Lihat layar ponselnya" ucap Arka.


"Gak ada apa-apa" ucap Bina karena layarnya mati.


"Coba lihat yang teliti" ujar Arka.


"Ada aku?" tanya Bina.


"Iya" ucap Arka.


"Terus kenapa?" bingung Bina.


"Ya kamu ngaca! orang cantik kayak gitu" ucap Arka.


"Oh kirain aku kenapa" ucap Bina.


"Ah! gak konek" keluh Arka.


"Ya pasti gak konek lah, kan aku lagi fokus makan sambil nulis" ucap Bina.


"Itu coklat dari siapa?" tanya Arka.


"Dari adik kelas yang tadi" ucap Bina.


"Kenapa ngasih coklat?" tanya Arka.


"Soalnya kata dia, coklat ini sebagai tanda permintaan maaf dia ke aku" ucap Bina.


"Oh gara-gara tabrakan waktu itu?" tanya Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Ka" ucap Bina.


"Apa?" tanya Arka.


"Dipikir-pikir, aku banyak rumor tahu disekolah" ucap Bina.


"Rumor apa aja?" tanya Arka.


"Yang pertama rumor pacaran sama kamu" ucap Bina.


"Bukan rumor lagi itu mah, tapi emang kita pacaran" ucap Arka.


"Iya, maksud aku tuh dulu sebelum kita pacaran" ucap Bina.


"Terus rumor apa lagi?" tanya Arka.


"Rumor jadi selingkuhan ya kamu" ucap Bina.


"Oh iya aku tahu kalau itu, sampe putus segala kan?" ucap Arka.


"Iya, sampe kita putus" ucap Bina.


"Terus apa lagi?" tanya Arka.


"Rumor selingkuh sama Adzril" ucap Bina.


"Terus yang terakhir, rumor operasi plastik" ucap Bina sambil tertawa.


"Yang terakhir paling ngakak sih" ujar Bina.


"Oh iya, kalau kamu ada rumor apa aja selama di SMA?" tanya Bina.


"Hmm...rumor katanya aku suka bully orang, tapi rumornya udah selesai kok" ucap Arka.


"Rumor kapan itu?" ucap Bina.


"Waktu aku kelas sebelas" ucap Arka.


"Kok aku gak tahu sih" ucap Bina.


"Ya ngapain juga kamu harus tahu, lagian itu cuma salah paham doang" ucap Arka.


"Coba cerita dong! aku pingin tahu kejadiannya" ucap Bina.


"Jadi waktu itu aku nyamperin adik kelas cowok yang pake kacamata, terus aku gak sengaja nabrak dia sampe dia jatuh. Jadi orang-orang nganggap aku ngebully dia, padahal cuma salah paham doang" ucap Arka.


"Kok mereka nganggap kamu ngebully sih" heran Bina.


"Iya soalnya adik kelas itu minta maaf ke aku dengan ekspresi kayak ketakutan gitu, makanya orang-orang pikir aku ngebully dia" ucap Arka.


"Aneh banget, perasaan kamu yang nabrak tapi kok dia yang minta maaf" ucap Bina.


"Aku juga heran kenapa dia minta maaf" ucap Arka.


"Sekarang orangnya kelas sebelas dong" ucap Bina.


"Ya iya" ucap Arka.


"Namanya siapa?" tanya Bina.


"Aku gak tahu" ucap Arka.


"Kayaknya orang itu suka di bully sama temen-temen sekelas nya deh, Ka" ucap Bina.


"Tahu dari mana?" tanya Arka.


"Soalnya biasanya orang yang dikit-dikit minta maaf tuh karena dia selalu dibully, makanya dia bilang maaf karena biar pembully nya gak marah sama dia" ucap Bina.


"Emang iya?" tanya Arka.


"Iya, kan aku gitu" ucap Bina terus terang.


"Hah?" ucap Arka.


"Emang kamu dibully?" tanya Arka.


"Iya, tapi waktu dulu" ucap Bina.


"Kenapa mereka ngebully kamu?" tanya Arka.


"Mungkin karena dulu aku gak punya temen, makanya mereka ngebully aku" ucap Bina.


"Dibully nya waktu SMP?" tanya Arka.


"SD sama SMP" jelas Bina.


"SD juga?" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Bahkan waktu SD aku dikunciin di kamar mandi" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Serius, Na?" tanya Arka.


Bina hanya mengangguk.


"Kamu inget gak sama cewek yang waktu itu nyamperin aku. Terus kamu nanya dia siapa, tapi aku jawab nya gak kenal" ucap Bina.


"Oh iya aku inget" ucap Arka.


"Iya itu orangnya yang udah ngunciin aku di kamar mandi" ucap Bina.


"Terus kamu kenapa waktu itu bilang gak kenal?" tanya Arka.


"Aku bilang gak kenal karena aku pingin lupain dia aja dari hidup aku" ucap Bina.


"Udah sekarang lebih baik kamu lupain masa lalu yang bikin kamu sakit hati" ucap Arka.


"Aku susah ngelupainnya, Ka," ucap Bina.


"Kamu sakit hati banget ya sama dia?" tanya Arka.


Bina hanya mengangguk sambil menahan air matanya.


"Udah jangan dibahas lagi" ucap Arka sambil mengelus rambut Bina.


Bina langsung sesenggukan namun ia tidak menangis.


Arka yang melihat Bina seperti itu langsung memeluk nya agar Bina merasa tenang.


"Udah, tenang ya" ucap Arka.

__ADS_1


"Woy! gue cariin kemana-mana tahunya udah ada di kantin aja. Mana pelukan lagi" ucap Robi yang datang bersama Kevin.


"Bina kenapa?" tanya Kevin.


"Ini ada rumor katanya, makanya di sedih" ucap Arka.


"Rumor apa?" tanya Robi.


"Katanya Bina dituduh operasi plastik sama adik kelas" ucap Arka.


Bina langsung melepaskan pelukannya dan ia langsung memukul pelan tangan Arka.


"Luh bercanda ya, Ka?" tanya Kevin.


"Enggak, emang bener ada yang bilang gitu" ucap Arka.


"Emang iya, Na?" tanya Kevin.


"Iya" ucap Bina.


"Oh iya, Raihan mana?" tanya Arka.


"Dia lagi sleep di kelas" ucap Kevin.


"Luh berdua dari tadi disini?" tanya Robi.


"Iya, kita dari tadi disini" ucap Arka.


"Fanny mana, Na?" tanya Robi.


"Lagi ngerjain tugas di kelas" ucap Bina.


"Luh sendiri gak ngerjain tugas?" tanya Robi.


"Ngerjain kok, ini gue baru aja selesai ngerangkum nya" ucap Bina sambil menunjukkan buku catatannya.


"Coba gue pingin lihat" ucap Robi.


Bina segera memberikan bukunya kepada Robi.


"Gila! tulisannya rapi banget" kaget Robi.


"Lebih rapi Arka kali tulisan nya" ucap Bina.


"Suka ngeledek" ucap Arka.


"Emang tulisan kamu rapi kok" ucap Bina.


"Masa?" ucap Arka.


"Beneran" ucap Bina.


"Bodo!" ucap Arka.


"Ih ngeselin" ucap Bina.


Bina segera duduk disebelah Robi karena kesal dengan Arka.


"Jangan marah dong" ucap Arka.


"Dia ngeselin banget ya, Na" ucap Robi.


"Iya bener" ucap Bina.


"Eh itu tangan luh ngapain main rangkul pundak Bina segala" ucap Arka.


'Iya luh apaan sih, sok asik banget" canda Bina.


Bina segera pindah ke sebelah Kevin.


"Tinggian siapa, Ka?" tanya Bina kepada Arka.


"Tinggian Kevin lah" ucap Arka.


"Apaan sih, Na! gak jelas banget luh" ucap Kevin.


"Dia emang suka gak jelas, Vin" ucap Arka.


"Apaan sih, Ka! sok asik banget" canda Bina.


"Oh iya, Vin! pacar luh ada niatan kesini gak?" tanya Bina.


"Dia sih pingin kesini, tapi orang tua nya gak ngijinin" ucap Kevin.


"Kenapa gak diijinin?" tanya Bina.


"Mungkin orang tua nya khawatir kali kalau dia kesini. Soalnya dia kan cewek, jadi takutnya terjadi apa-apa" ucap Kevin.


"Coklat siapa nih?" tanya Robi sambil mengambil coklat Bina.


"Coklat gue" ucap Bina.


"Gue mau dikit ya" ucap Robi.


"Iya, ambil aja" ucap Bina sambil kembali duduk disebelah Arka.


"Na, itu mie nya habisin" suruh Arka.


"Enggak mau, aku udah kenyang" ucap Bina.


"Mubazir loh" ucap Arka.


"Ya udah habisin aja sama kamu" ucap Bina.


"Aku udah kenyang" ucap Arka.


"Aku juga" ucap Bina.


"Sini biar gue aja yang habisin" ucap Robi sambil mengambil mangkuk mie bekas Bina.


"Gak apa-apa bekas gue, Rob?" tanya Bina.


"Ya gak apa-apa, malah gue suka menampung sisa-sisa makanan bekas anak-anak Stray Squad" ucap Robi.


"Luh suka makan tapi kok gak gendut sih" heran Bina.


"Soalnya gue suka nge-gym, makanya gue gak gendut" ucap Robi.


"Nanti gue boleh ikut nge-gym gak?" tanya Bina.


"Ya boleh lah" ucap Robi.


"Jangan...jangan! nge-gym nya bareng aku aja" ucap Arka.


"Posesif banget si Arka" ucap Kevin.


"Iya, dia emang posesif banget orangnya" ucap Bina.


"Ya udah deh sana kalau mau nge-gym" ucap Arka.


"Nanti aja deh bareng kamu" ucap Bina.


"Oh iya, kok tumben kamu mau olahraga" ucap Arka.


"Soalnya kan biar sehat" ucap Bina.


"Biar sehat matanya ya" ucap Arka.


"Maksudnya?" bingung Bina.


"Iya, jadi sehat matanya kalau lihat cowok-cowok berotot yang ada ditempat gym" sindir Arka.


"Ih suudzon mulu" ucap Bina.


"Bukan suudzon, tapi emang cewek tuh kan suka gak puas dengan satu cowok" ucap Arka.


"Kebalik kali" ucap Bina.


"Bener apa kata Arka, buktinya si Fanny suka sama 23 cowok" ucap Robi.


"Hah?!" kaget Bina, Arka dan Kevin bersamaan.


"Iya bener, nama nya tuh kalau gak salah NCT" ucap Robi.


"Oh boy group Korea, gue kira beneran orang" ucap Bina.


"Lah! kan itu emang orang" ucap Robi.


"Iya maksudnya gue kira orang biasa, eh ternyata artis" ucap Bina.


"Jadi 23 orang itu namanya NCT?" tanya Kevin.


"Ada apa nih nyebut-nyebut NCT?" tanya Fanny yang baru datang.


"Itu di NCT ada pacar gue" ucap Bina.


"Siapa bias luh?" tanya Fanny.


"Jaemin" ucap Bina.


"Bias luh Jaemin?" tanya Fanny.


"Bukan bias, tapi pacar" ucap Bina.


"Kan pacar luh Arka" ucap Fanny.


"Arka siapa? gue gak kenal" ucap Bina.


Arka hanya menatap datar kearah Bina.


"Kalau bias luh siapa?" tanya Bina.


"Jeno" ucap Fanny.


"Wih gila! NoMin" ucap Bina.


Arka, Robi dan Kevin hanya memasang wajar datar karena tidak tahu dengan ucapan Bina dan Fanny.


"NoMin apaan anjir?" bingung Kevin.


"NoMin tuh Jeno Jaemin" ucap Bina.


"Ada yang Wibu gak sih disini?" tanya Robi.


"Ih apaan Wibu, bau bawang" ledek Bina.


Arka langsung tertawa karena mendengar ucapan Bina.


"Apaan korea, plastik" ledek Robi.


"Enak aja ngatain cowok gue plastik" ucap Fanny.


"Cowok luh kan gue anjir" ucap Robi sambil menahan tawanya.


"Maaf saya tidak kenal anda" canda Fanny.


"Sabar, Rob! cewek emang kayak gitu kalau ngebahas oppa-oppa nya" ucap Arka.


"Udah biasa sabar gue, soalnya tiap hari yang diomongin sama Fanny cuma Korea mulu" ucap Robi.


"Oh iya, Ririn mana?" tanya Kevin.


"Ririn lagi ngerjain tugas" ucap Fanny.


"Banyak banget ya ngerangkum nya?" tanya Robi.


"Iya, soalnya sampe 10 halaman" ucap Fanny.


"Emang mata pelajaran apa?" tanya Kevin.


"Mata pelajaran PKN" jawab Fanny.


"Rob, siniin cokelat gue" ucap Bina.


Robi segera memberikan coklat milik Bina.


"Makasih ya" ucap Robi karena tadi ia meminta cokelat kepada Bina.


"Iya sama-sama" ucap Bina sambil mengambil cokelat tersebut.


Bina segera memakan cokelat tersebut.


"Vin, Fan! mau gak?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Kevin.


"Gue gak mau, soalnya gue lagi diet" ucap Fanny.


"Fan, perasaan luh diet mulu deh" heran Arka.


"Terserah gue lah" ucap Fanny.


"Masalahnya luh mau sekurus apa sih?" tanya Arka.


"Gue mau sekurus ulzzang Korea" ucap Fanny.


"Ulzzang apaan lagi?" bingung Kevin.


"Ulzzang tuh kayak cewek cantik yang body goals gitu. Dan kebanyakan ulzzang tuh selebgram" ucap Fanny.


"Oh gitu" ucap Kevin.


"Fan" panggil Bina.


"Apaan?" tanya Fanny.


"Guru olahraga itu chat gue tahu" ucap Bina.


"Serius luh?" tanya Fanny.


"Serius lah" ucap Bina.


"Nge-chat apa emang?" tanya Fanny.


"Dia suruh gue nge-save nomernya" ucap Bina.


"Hmm...feeling gue guru itu suka deh sama luh" ucap Fanny.


"Baru kali ini gue tahu kalau ada guru yang like sama muridnya" ucap Kevin.


"Luh terlalu ramah kali sama guru itu, makanya dia jadi naksir sama luh" ucap Robi.


"Wajar sih guru itu suka, orang Bina nya cantik banget" ucap Fanny.


"Enggak ah, gue biasa aja" ucap Bina.


"Biasa dari mananya, orang cantik gitu" sahut Arka.


"Saking cantiknya sampe dituduh operasi plastik segala" ucap Arka.


"Dituduh operasi plastik?" ucap Fanny.


"Iya, dia dituduh operasi plastik" ucap Arka.


"Siapa yang nuduh?" tanya Fanny.


"Adik kelas" ucap Arka.


...****...


Bina segera masuk kedalam kelasnya dan ia segera menghampiri Ririn.


"Rin, luh kenapa gak ke kantin?" tanya Bina.


"Gue mager, makanya gak ke kantin" ucap Ririn.


"Eh, Jul! luh udah makan belum?" tanya Bina.


"Hah?" tanya Julian.


"Luh udah makan belum" ulang Bina.


"Udah" ucap Julian.


"Kapan?" tanya Bina.


"Tadi" ucap Julian.


"Tapi tadi gue kok gak lihat luh dikantin" ucap Bina.


"Gue emang gak ke kantin" ucap Julian.


"Oh luh bawa bekal ya?" tanya Bina.


"Iya" ucap Julian.


"Oh iya, luh beneran udah sehat kan?" tanya Bina.

__ADS_1


"Iya, gue udah sehat kok" ucap Julian.


"Syukur deh kalau gitu" ucap Bina.


Bina segera duduk dikursinya.


"Rin, tugas PKN dikumpulin gak?" tanya Bina.


"Dikumpulin" ucap Ririn.


"Dikumpulin dimana?" tanya Bina.


"Tuh di meja" tunjuk Ririn.


"Eh, kok buku yang lainnya gak ada" ucap Ririn.


"Udah dikumpulin ke ruang guru tadi sama Billy" sahut Julian.


"Ih! buku gue kan belum dikumpulin" ucap Bina.


"Ya udah sana kumpulin" ucap Ririn.


"Rin, anter yuk!" ucap Bina.


"Gue kan udah bilang kalau gue lagi mager" ucap Ririn.


"Jul, anterin gue yuk" ucap Bina.


"Ya udah ayo" ucap Julian.


Bina dan Julian segera pergi menuju ruang guru.


"Gue tunggu diluar aja ya" ucap Julian.


"Iya" ucap Bina.


Bina segera masuk kedalam ruang guru dan ia segera menaruh bukunya di meja pak Salman.


Saat mau keluar dari ruang guru, Bina berpapasan dengan pak Radit.


"Eh, Bina" sapa pak Radit.


Bina hanya tersenyum dengan terpaksa untuk membalas sapaan pak Radit.


Setelah itu, Bina buru-buru pergi keluar.


"Ayo, Jul" ucap Bina sambil menarik tangan Julian.


"Luh kenapa sih? kok buru-buru amat" ucap Julian.


"Soalnya takut udah masuk" ucap Bina padahal sebenarnya ia takut karena ada pak Radit.


Akhirnya mereka berdua sampai di kelasnya.


"Tuh, kan! udah ada guru" ucap Bina.


"Santai aja kali" ucap Julian.


"Ya udah luh duluan yang masuk" ucap Bina.


Akhirnya Julian segera masuk kedalam dan Bina juga mengikuti Julian dari belakang.


"Bu, maaf kita terlambat masuk" ucap Julian.


"Iya, gak apa-apa" ucap Bu Zahra.


Kemudian mereka berdua segera duduk dikursinya masing-masing.


"Dari mana, Na?" tanya Fanny sambil melihat ke belakang.


"Dari ruang guru" ucap Bina.


"Ngapain?" tanya Fanny.


"Ngumpulin tugas rangkuman" jawab Bina.


...****...


Skip


(Pulang sekolah)


Bina segera pergi menuju kelas Arka.


"Han, Arka nya mana?" tanya Bina.


"Didalem" ucap Raihan.


"Masuk aja kedalem, Na" ucap Raihan.


"Dia lagi ngapain? kok belum keluar kelas" ucap Bina.


"Lagi ngerjain tugas" ucap Raihan.


"Luh udah ngerjain?" tanya Bina.


"Udah" ucap Raihan.


"Ya udah gue pulang dulu ya, Na" ucap Raihan lagi.


"Iya" ucap Bina.


Raihan segera pergi.


Karena bosan diluar, akhirnya Bina memutuskan untuk masuk kedalam kelas Arka.


Saat didalam, Bina segera menghampiri Arka yang sedang fokus mengerjakan tugas. Lalu ia segera duduk dikursi tepat didepan kursi Arka.


"Serius amat" ucap Bina namun tidak didengar oleh Arka karena Arka sedang memakai earphone.


"Fanny udah pulang belum, Na?" tanya Robi.


"Udah kali" ucap Bina.


"Eh! kapan kesini?" tanya Arka sambil melepaskan earphone nya.


"Barusan" ucap Bina.


"Luh udah selesai, Ka?" tanya Robi.


"Udah" ucap Arka.


"Gue lihat dong" ucap Robi.


"Tapi nanti udah nya kumpulin ya" perintah Arka.


"Iya, siap" ucap Robi.


"Ya udah ayo, Na" ucap Arka.


"Rob, kita berdua duluan ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Robi.


"Vin, kita duluan ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Kevin.


Akhirnya Bina dan Arka segera pergi menuju parkiran.


Sesampainya di parkiran, mereka berdua segera naik ke motor. Lalu Arka segera melajukan motornya menuju rumah Bina.


Skip


Ketika sampai, Bina dan Arka segera turun dari motor.


"Kamu kok turun" ucap Bina.


"Aku mau main dulu" ucap Arka.


"Mau main sama kimchi?" tanya Bina.


"Ya main sama kamu lah, masa main sama kucing" ucap Arka.


"Ya udah ayo masuk" ucap Bina.


Mereka berdua segera masuk kedalam rumah.


"Bentar ya, aku mau ambil air minum dulu" ucap Bina


"Iya" ucap Arka.


Bina segera pergi menuju dapur.


Setelah selesai mengambil air minum, ia segera kembali menghampiri Arka.


"Nih" ucap Bina sambil memberikan air minum kepada Arka.


"Makasih sayang" ucap Arka sambil mengambil air minum tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Bina.


"Kalau gitu aku ke kamar dulu ya, soalnya mau ganti baju" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka.


Bina segera pergi ke kamarnya.


Ketika sampai di kamar, Bina segera berganti pakaian. Setelah itu, ia segera menggendong kucing nya sambil membawa makanan kucing.


Sesudah itu, Bina segera kembali menghampiri Arka.


"Kimchi, lihat tuh ada siapa" ucap Bina.


"Siniin, Na" ucap Arka.


Bina segera meletakkan kucingnya di paha Arka. Lalu ia segera memberi makan kucing miliknya.


"Lucu ya" ucap Arka.


"Ya kucing nya emang lucu" ucap Bina.


"Bukan! maksud aku tuh sekarang kita kayak lagi ngejagain anak" ucap Arka sambil tersenyum.


"Masa anaknya kucing" ucap Bina.


"Kan aku ngebayangin nya kayak lagi ngejagain anak manusia" ucap Arka.


"Kamu ngebet nikah ya, Ka?" tanya Bina.


"Enggak juga sih" ucap Arka.


"Terus kenapa sampe ngebayangin kayak gitu?" ucap Bina.


"Ya emang gak boleh ngebayangin kayak gitu?" tanya Arka.


"Ya boleh sih, terserah kamu" ucap Bina.


"Oh iya, Ka! tadi aku ketemu guru itu di ruang guru" ucap Bina.


"Pak Radit?" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Terus dia nanya gak ke kamu?" tanya Arka.


"Dia cuma nyapa doang" ucap Bina.


"Ngeselin banget ya tuh guru, udah dibilangin kalau kamu tuh pacar aku. Tapi tetep aja ngedeketin" ucap Arka.


"Udah jangan cemburu! lagian aku kan gak suka sama guru itu" ucap Bina.


"Aku gak cemburu,. aku cuma kesel aja" ucap Arka.


"Oh iya, Ka! lanjutin dong cerita yang waktu di kantin" ucap Bina.


"Cerita apa?" tanya Arka.


"Yang tentang rumor" ucap Bina.


"Oh tentang itu" ucap Arka.


"Iya, terus rumor apa lagi?" tanya Bina.


"Aku pernah dituduh selingkuh" ucap Arka.


"Selingkuh sama kamu" ucap Arka.


"Oh yang masalah sama Bella?" tanya Bina.


"Iya" ucap Arka.


"Oh iya, Ka! kamu pernah dibilang sombong gak sih sama orang?" tanya Bina.


"Bukan pernah lagi, tapi sering banget malah" ucap Arka.


"Dibilang sombong karena apa?" tanya Bina.


"Jadi waktu itu ada kakak kelas yang minta aku buat follow dia, tapi aku gak follow soalnya aku gak kenal dan kakak kelas itu sksd banget sama aku. Jadinya aku gak suka" ucap Arka.


"Kakak kelas nya cewek atau cowok?" tanya Bina.


"Cowok" ucap Arka.


"Kalau kamu pernah dibilang sombong gak?" tanya Arka.


"Pernah" ucap Bina.


"Kenapa sampe dibilang sombong?" tanya Arka.


"Aku juga gak tahu, tapi aku pernah denger mereka bilang kalau aku tuh sombong mentang-mentang aku pacar kamu" ucap Bina.


"Kenapa dibilang sombong cuma gara-gara pacaran sama aku" heran Arka.


"Aku juga kurang tahu, tapi intinya mereka ngomong kayak gitu" ucap Bina.


"Oh iya, Ririn masih sering ngelamun gak dikelasnya?" tanya Arka.


"Masih, Ka. Mungkin dia masih inget Ardan, makanya dia kadang-kadang ngelamun dikelas" ucap Bina.


"Aku kalau lihat Ririn jadi suka inget Ardan deh" ucap Arka.


"Iya sama aku juga. Bahkan setiap dikelas, aku ngerasa Ardan masih ada" ucap Bina.


"Na" panggil Arka.


"Apa" ucap Bina.


"Kalau aku meninggal, kamu jangan sedih terus-terusan ya" ucap Arka.


"Arka kok ngomong kayak gitu sih" ucap Bina.


"Kan umur gak ada yang tahu, Na. Jadi siapa tahu aku meninggal duluan" ucap Arka.


"Jangan ngomong gitu" ucap Bina sedih.


"Omongan aku bener kan? umur kan gak ada yang tahu" ucap Arka.


"Ya emang, tapi jangan ngomong kalau kamu meninggal duluan juga kali. Kan aku jadi sedih" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.


Tanpa sadar Bina langsung meneteskan air matanya.


"Loh kok jadi nangis sih" ucap Arka.


"Jangan ngomong kayak gitu lagi" ucap Bina sambil sesenggukan.


"Iya, aku gak bakal ngomong kayak gitu lagi" ucap Arka.


"Udah ya jangan nangis" ucap Arka sambil mengusap air mata Bina.


Bina langsung memeluk Arka.


"Jangan tinggalin aku" ucap Bina.


"Iya, aku gak bakal tinggalin kamu kok" ucap Arka sambil membalas pelukan Bina.


"Kucing aku mana?" tanya Bina sambil melepaskan pelukannya.


"Kabur. Habisnya tadi kamu peluk aku, makanya dia jadi pergi" ucap Arka.


"Kimchi" panggil Bina sambil mencari kucingnya.


"Pergi nya kearah mana, Ka?" tanya Bina.


"Aku gak tahu" ucap Arka.


"Ya udah ayo bantuin cari" ucap Bina.

__ADS_1


"Udah jangan dicari, lagian kan didalam rumah ini" ucap Arka.


"Ya udah deh" ucap Bina sambil duduk disebelah Arka.


__ADS_2