Prince Of School

Prince Of School
Episode 259


__ADS_3

(Hari pertama jadi mahasiswa baru)


Jam 5 pagi


Tok... tok...tok


Bina mengetuk pintu kamar kakaknya.


Karena kak Daniel tidak membuka pintu, akhirnya Bina langsung membuka pintu kamar kak Daniel.


"Kak" panggil Bina.


"Hmm" ucap kak Daniel yang masih menutup matanya.


"Bina gak punya rok hitam yang panjang, kak" ucap Bina.


Kak Daniel langsung membuka matanya.


"Luh bukannya dari kemarin bilangnya" ucap kak Daniel.


"Ya maaf, soalnya Bina lupa" ucap Bina.


"Sekarang jam berapa sih?" tanya kak Daniel.


"Jam 5" ucap Bina.


"Ya udah lebih baik luh masak sana" ucap kak Daniel.


"Terus rok nya gimana, kak?" tanya Bina.


"Luh tenang aja, nanti gue mau minjem ke Sarah" ucap kak Daniel.


"Sekarang bukan nanti, kak" ucap Bina.


"Iya sekarang maksudnya" ucap kak Daniel sambil pergi menuju kamar mandi.


Bina segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya dan juga kakaknya.


Skip


Daniel segera menaiki motornya, lalu ia segera melajukan motornya menuju rumah Sarah.


Setelah sampai, Daniel segera turun dari motornya dan ia segera menekan bel rumah Sarah.


Tidak menunggu lama, seseorang datang dan membukakan pagar rumah.


"Ngapain kesini?" tanya mamah Sarah.


"Saya mau ketemu Sarah, tante" ucap Daniel.


"Sarah nya masih tidur" ucap mamah Sarah.


"Tapi tadi sebelum kesini saya teleponan dulu sama Sarah, tante" ucap Daniel.


Lalu Sarah segera datang menghampiri Daniel dan mamahnya.


"Ini, Niel" ucap Sarah sambil memberikan rok kepada Daniel.


"Kamu ngapain ngasih itu ke Daniel?" tanya mamah Sarah.


"Adik Daniel pinjem rok mah, soalnya kan sekarang dia jadi mahasiswa baru" ucap Sarah.


"Kenapa gak beli aja?" tanya mamah Sarah.


"Mah!" ucap Sarah.


"Soalnya Daniel lupa beli, tante" ucap Daniel.


"Dan kalau beli sekarang, tokonya pasti belum buka" ucap Daniel.


"Kenapa gak pinjem di saudara kamu aja?" tanya mamah Sarah.


"Mamah! mamah kok gitu sih" ucap Sarah sedikit kesal.


"Ya udah Sar, gak jadi aja pinjem nya" ucap Daniel sambil memberikan rok tersebut kepada Sarah.


"Ya udah tante, saya pamit dulu" ucap Daniel.


Daniel segera menaiki motornya.


"Niel!" panggil Sarah.


Daniel langsung melajukan motornya tanpa menjawab panggilan dari Sarah.


...****...


* Rumah


"Dek" panggil kak Daniel.


"Gimana, kak? ada gak?" tanya Bina.


"Temen luh ada yang punya rok gak?" tanya kak Daniel.


"Gak tahu, kak" ucap Bina.


"Kalau Ririn sih pasti punya tapi kan sekarang dia juga harus pake rok juga" ucap Bina.


"Kalau Fanny?" tanya kak Daniel.


"Fanny kan di Jakarta" ucap Bina.


"Coba luh telepon Ririn dulu deh, siapa tahu dia punya dua rok nya" ucap kak Daniel.


Bina segera menelepon Ririn.


Tidak menunggu lama, Ririn langsung menjawab panggilan telepon dari Bina.


"Hallo, Na" ucap Ririn.


"Rin, luh punya rok dua gak?" tanya Bina.


"Gak punya, Na" ucap Ririn.


"Oh gak punya ya" ucap Bina.


"Tapi bentar dulu deh, gue mau tanya dulu sama mamah gue" ucap Ririn.


"Telepon nya jangan dulu dimatiin ya, soalnya gue mau ke kamar mamah gue dulu" ucap Ririn.


"Gimana? Ririn punya gak?" tanya kak Daniel.


"Enggak, tapi dia mau tanya dulu ke mamahnya siapa tahu mamahnya punya" ucap Bina.

__ADS_1


Dua menit kemudian...


"Hallo, Na" ucap Ririn.


"Ada gak, Rin?" tanya Bina.


"Ada, tapi luh nya harus pake sabuk. Soalnya pinggang nya kegedean kalau dipakai sama luh" ucap Ririn.


"Oh iya gak apa-apa kok, Rin" ucap Bina.


"Ya udah sekarang gue ke rumah luh ya" ucap Bina.


"Oh iya" ucap Ririn.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.


"Iya" ucap Ririn.


Bina segera mematikan panggilan teleponnya.


"Ya udah, kak! Bina pergi ke rumah Ririn dulu ya" ucap Bina.


"Biar gue aja yang kesana" ucap kak Daniel.


"Jangan! nanti kak Daniel cape bolak-balik" ucap Bina.


"Gak apa-apa, biar gue aja. Lagian kan luh lagi masak, jadi luh lanjutin aja masaknya" ucap kak Daniel.


"Ya udah iya" ucap Bina.


"Kalau gitu gue ke rumah Ririn dulu ya" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Bina.


Daniel segera pergi keluar.


Lalu ia segera menaiki motornya dan melajukannya menuju rumah Ririn.


* Rumah Ririn


Ketika sampai, Daniel segera menekan bel rumah Ririn.


Beberapa detik kemudian, Ririn segera datang dan ia langsung membuka pagar rumahnya.


"Eh, kak Daniel! Ririn kira Bina yang datang" ucap Ririn.


"Bina nya lagi masak, makanya gue yang ambil" ucap kak Daniel.


"Oh gitu" ucap Ririn.


"Oh iya! ini rok nya, kak" ucap Ririn sambil memberikan kantong plastik yang berisi rok kepada kak Daniel.


"Makasih ya" ucap kak Daniel.


"Iya sama-sama" ucap Ririn.


"Oh iya, Rin! nanti berangkat kuliah nya mau bareng gue sama Bina gak?" tanya kak Daniel.


"Enggak, kak! Ririn berangkat sendiri aja" ucap Ririn.


"Oh ya udah" ucap kak Daniel.


...Trining... trining...


Daniel segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Sarah.


"Kenapa gak diangkat, kak?" tanya Ririn.


"Gak kenapa-napa" ucap kak Daniel sambil menolak panggilan telepon dari Sarah.


"Ya udah, Rin! gue pergi dulu ya" ucap kak Daniel.


"Iya, hati-hati ya kak" ucap Ririn.


"Iya" ucap kak Daniel sambil menaiki motornya.


Lalu ia segera melajukan motornya menuju rumahnya.


...****...


Sesampainya di rumah, Daniel segera turun dari motor. Lalu ia segera masuk kedalam rumah.


"Dek" panggil kak Daniel namun Bina tidak menjawab panggilan kakaknya.


Daniel segera pergi menuju kamar Bina.


Tok...tok...tok


"Dek" panggil kak Daniel namun tidak dijawab oleh Bina.


Akhirnya Daniel memutuskan untuk membuka pintu kamar adiknya.


"Dek" panggil kak Daniel.


"Apa, kak?" teriak Bina yang berada di kamar mandi.


"Lagi ngapain?" tanya kak Daniel.


"Lagi mandi lah" teriak Bina.


"Ini rok nya gue taruh di kasur ya" ucap kak Daniel.


"IYA!!!" teriak Bina.


Daniel segera menaruh rok tersebut di kasur.


Setelah itu, Daniel segera pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Daniel segera mengambil pakaiannya. Lalu ia segera pergi menuju kamar mandi.


...****...


Skip


* Ruang makan


Bina dan kak Daniel segera menikmati makanan buatan Bina.


"Kenapa, kak? kok mukanya bete gitu" ucap Bina.


"Dek, menurut luh gue putus jangan ya sama Sarah?" tanya kak Daniel.


"Loh! jangan lah!" ucap Bina sedikit terkejut dengan perkataan kak Daniel.

__ADS_1


"Emang kenapa sih pingin putus?" tanya Bina.


"Soalnya mamahnya Sarah kayak yang gak suka sama kakak" ucap kak Daniel.


"Kenapa gak suka sama kakak?" tanya Bina.


"Ya gue gak tahu" ucap kak Daniel.


"Itu cuma firasat kakak aja kali" ucap Bina.


"Bukan firasat, tapi mamahnya Sarah emang kurang suka sama gue" ucap kak Daniel.


"Kak Daniel kurang sopan kali ke mamahnya kak Sarah, makanya mamahnya jadi gak suka sama kak Daniel" ucap Bina.


"Gue sopan kok ke orang tuanya Sarah" ucap kak Daniel.


"Bina gak percaya" ucap Bina.


"Ke Bina aja kurang ajar, apalagi ke orang lain" ucap Bina.


"Heh! luh kan adik gue, jadi gak apa-apa kalau gue kurang ajar juga" ucap kak Daniel sambil tertawa kecil.


"Gak apa-apa ndasmu" ucap Bina.


"Tapi beneran kok, kalau ke orang lain gue sopan. Apalagi ke orang tua, gue pasti lebih sopan" ucap kak Daniel.


"Oh iya, kak! pkkmb tuh cuma pengenalan tentang kampus doang kan?" tanya Bina memastikan.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Oh iya, nanti pas pkkmb pasti bakal dibagi kelompok. Terus nanti kelompok luh bakal disuruh bikin yel-yel kayak gitu" jelas kak Daniel.


"Jadi hari ini langsung bikin yel-yel nya?" tanya Bina.


"Kalau waktu gue dulu sih pas pkkmb dibagi kelompok dulu, terus nanti kelompok luh disuruh bikin yel-yel. Dan besoknya setiap kelompok nyanyiin yel-yel kelompok nya masing-masing" ucap kak Daniel.


"Nanti udah nyanyiin yel-yel terus ngapain lagi?" tanya Bina.


"Kalau udah yel-yel, nanti kakak tingkat nya bakal ngasih hadiah ke kelompok yang yel-yel nya bagus" ucap kak Daniel.


"Hadiahnya apa?" tanya Bina.


"Palingan makanan atau minuman" ucap kak Daniel.


"Kalau selesai yel-yel ngapain lagi?" tanya Bina.


"Biasanya sih langsung makan bersama" ucap kak Daniel.


"Kak, kating nya ada yang ganteng gak disana?" tanya Bina.


"Ada" ucap kak Daniel.


"Siapa?" tanya Bina.


"Ya gue" ucap kak Daniel.


"Ih! ganteng dari mananya coba" ucap Bina.


"Ya ganteng dari sana nya lah" ucap kak Daniel.


"Emang luh ngapain sih nyari kating ganteng?" tanya kak Daniel.


"Soalnya kalau ada kating ganteng, kuliahnya jadi semangat" canda Bina.


"Gue laporin ke Arka baru tahu rasa luh" kata kak Daniel.


"Ih, Bina cuma bercanda kali" ucap Bina.


"Oh iya, Arka udah mulai kuliah belum?" tanya kak Daniel.


"Udah" ucap Bina.


"Luh kangen gak sama dia?" tanya kak Daniel.


"Ya kangen lah, Ka" ucap Bina.


"Ih kakak kenapa sih jadi bahas Arka" ucap Bina.


"Lah! emang gak boleh ya?" tanya kak Daniel.


"Bukan gak boleh. Tapi kalau bahas Arka, Bina jadi makin kangen sama Arka" ucap Bina.


"Nanti kalau libur luh mau kesana gak?" tanya kak Daniel.


"Bina sih mau, cuma Arka nya gak ngijinin Bina kesana" ucap Bina.


"Kenapa gak ngijinin?" tanya kak Daniel.


"Katanya Bina kan pasti sibuk kuliah, jadi Arka gak mau kalau Bina kesana" ucap Bina.


"Tapi kan ada hari liburnya, jadi luh bisa main kesana" ucap kak Daniel.


"Bina juga udah ngomong kayak gitu ke Arka, tapi tetep aja Arka gak ngijinin Bina kesana" ucap Bina.


"Mungkin Arka ada cewek kali disana, makanya gak ngebolehin luh kesana" canda kak Daniel.


"Jangan buat Bina overthinking dong, kak" keluh Bina.


"Gue bercanda kok, dek! lagian Arka gak mungkin selingkuhin luh" ucap kak Daniel.


"Kalau mungkin gimana, kak?" tanya Bina.


"Kalau Arka selingkuh ya luh putusin aja dia. Terus luh cari cowok baru deh" ucap kak Daniel.


"Oh iya, luh tahu alamat rumah nya gak?" tanya kak Daniel.


"Gak tahu" ucap Bina.


"Ya udah nanti gue tanyain ke Putra ya. Terus nanti pas libur kita ke sana" ucap kak Daniel.


"Beneran mau ke sana, kak?" tanya Bina.


"Iya" ucap kak Daniel.


"Yeay!!!" teriak Bina.


"Kakak kenapa mau nganterin Bina kesana?" tanya Bina.


"Soalnya gue kasihan sama luh, luh setiap teleponan sama Arka nangis mulu. Makanya gue mau anterin luh kesana biar luh seneng" ucap kak Daniel.


"Makasih ya, kak" ucap Bina terharu.


"Iya" ucap kak Daniel.

__ADS_1


"Ya udah cepet habisin makanannya" ucap kak Daniel.


"Iya" ucap Bina.


__ADS_2