Prince Of School

Prince Of School
Episode 108


__ADS_3

Saat Bina dan Arka jalan-jalan mengelilingi tempat camping, Bina pun tidak sengaja bertemu dengan seseorang.


"Hei" sapa Bina.


"Eh, hai" ucap seseorang itu.


"Luh sekolah dimana?" tanya Bina.


"Di SMA Tunas Bakti" ucapnya.


"Oh SMA Tunas Bakti" ucap Bina.


"Oh iya, kita belum kenalan waktu itu. Ngomong-ngomong nama luh siapa ya?" tanya Bina.


"Nama gue Lia" ucap cewek itu.


"Oh Lia. Oh iya nama gue" ucap Bina namun terpotong oleh ucapan Lia.


"Gue udah tahu nama luh kok" sahut Lia.


"Luh tahu?" tanya Bina.


"Iya, kan waktu acara nyanyi semalam luh ngasih tahu nama luh" ucap Lia.


"Oh iya juga ya" ucap Bina.


"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Lia.


"Iya" ucap Bina.


Lalu cewek itu pun segera pergi.


"Dia siapa, Na?" tanya Arka.


"Itu loh cewek yang waktu itu aku ajak ngobrol di bukit" ucap Bina.


"Oh cewek yang itu" ucap Arka.


"Ka" panggil Bina.


"Apa?" tanya Arka.


"Kamu baikan aja ya sama Raihan" mohon Bina.


"Emang Raihan udah minta maaf ke kamu?" tanya Arka.


"Belum" ucap Bina.


"Aku bakal baikan sama dia asalkan dia minta maaf dulu ke kamu" ucap Arka.


"Tapi aku udah maafin dia kok" ucap Bina.


"Enggak, Na! dia harus minta maaf dulu sama kamu" ucap Arka.


Bina pun langsung menatap Arka.


"Ka, Raihan kan sahabat kamu. Masa kamu gak mau baikan sama dia sih. Lagian kan aku juga udah maafin dia" ucap Bina.


"Baikan ya" mohon Bina.


"Ya udah iya" ucap Arka.


"Ya udah cepet telepon Raihan nya" ucap Bina.


"Mau ngapain telepon dia?" bingung Arka.


"Ya kamu minta maaf lah, kamu kan waktu itu marahin dia" ucap Bina.


Arka pun langsung terdiam.


"Kamu gak mau minta maaf sama dia?" tanya Bina.


"Ya udah iya, aku telepon dia deh" ucap Arka pasrah.


Lalu Arka pun segera menelpon Raihan.


"Hallo" ucap Raihan.


"Han, gue minta maaf" ucap Arka.


Lalu Arka pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Loh kok kamu matiin lagi sih teleponnya" ucap Bina.


"Kan aku telepon dia cuma mau minta maaf doang" kata Arka.


"Kamu gak bisa basa-basi banget sih jadi orang" ucap Bina.

__ADS_1


"Cepet telepon lagi! bilang apa kek sama dia" ucap Bina.


"Ya udah iya" ucap Arka.


Arka pun menelepon Raihan kembali.


"Kenapa lagi?" tanya Raihan.


"Kabar luh gimana?" tanya Arka basa-basi.


"Hah?" ucap Raihan.


"Gimana kabar luh?" tanya Arka lagi.


"Baik, kok" ucap Raihan.


Bina pun menahan tawanya karena mendengar pertanyaan basa-basi dari Arka.


"Luh udah makan?" tanya Arka.


"Udah" ucap Raihan.


"Luh kenapa sih, Ka?" bingung Raihan.


"Maksud luh?" tanya Arka.


"Pertanyaan luh aneh banget" ucap Raihan.


Bina pun langsung tertawa karena tidak kuat mendengar ucapan Arka.


"Na, kenapa ketawa?" tanya Arka.


"Gak apa-apa kok" ucap Bina.


"Disitu ada Bina?" tanya Raihan.


"Iya" ucap Arka.


"Luh udah baikan sama Bina?" tanya Raihan.


"Iya udah" ucap Arka.


"Luh kenapa gak ikut camping?" tanya Arka.


"Soalnya gue gak enak sama luh" ucap Raihan.


"Oh iya, Ka! bilangin ya ke Bina, kalau gue minta maaf" ucap Raihan.


"Bilang aja sendiri" ucap Arka.


"Ya udah teleponnya kasihin ke Bina, gue mau minta maaf" ucap Raihan.


"Ngomong aja langsung, nanti gue loud speaker" ucap Arka.


Arka pun segera mengaktifkan loud speaker.


"Raihan, mau ngomong katanya" ucap Arka kepada Bina.


"Na" panggil Raihan.


"Iya" ucap Bina.


"Gue minta maaf ya" ucap Raihan.


"Iya, gue udah maafin luh kok" ucap Bina.


"Na, luh kan yang maksa Arka buat nelpon gue?" tanya Raihan.


"Iya" ucap Bina.


"Oh iya Na, kabar luh gimana? luh udah makan kan?" sindir Raihan.


"Luh nyindir gue, Han?" tanya Arka.


Bina pun langsung tertawa.


"Gue gak nyindir luh kok, gue cuma nanya doang" ucap Raihan.


Lalu Arka pun langsung mematikan panggilan teleponnya.


"Kenapa dimatiin?" tanya Bina.


"Soalnya dia rese" ucap Arka.


Bina pun hanya tersenyum.


"Ka" panggil Bina.

__ADS_1


Arka pun langsung melihat kearah Bina.


"Kamu kalau ada masalah cerita ya ke aku" ucap Bina.


"Aku gak ada masalah kok" ucap Arka.


"Ka" panggil Bina lagi.


"Apa sayang?" tanya Arka.


"Nanti kita berdua ke makam mamah kamu yuk" ajak Bina.


"Kamu mau kesana?" tanya Arka.


Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


"Kenapa kamu mau kesana?" tanya Arka.


"Hmm...siapa tahu kan kamu kangen sama mamah kamu" ucap Bina.


Arka pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Bina.


"Kamu mau kan ajak aku kesana?" tanya Bina.


Arka pun langsung mengangguk mengiyakan ucapan Bina.


"Iya, nanti aku ajak kamu kesana" ucap Arka.


Bina pun langsung memeluk Arka karena ia tahu bahwa Arka pasti sangat sedih. Lalu Arka pun segera membalas pelukan Bina.


"Bina, Arka!!!" teriak Bu Jeni.


Keduanya pun langsung melepaskan pelukannya.


"Kalian ngapain pelukan segala" ucap Bu Jeni.


"Maaf Bu" ucap Bina dan Arka.


"Kamu lagi Bina, ngapain coba semalam ngerjain ibu sama pak Rudi" ucap Bu Jeni.


"Bina gak ngerjain ibu sama pak Rudi" ucap Bina.


"Yang Bina sama Fanny omongin bener kok" ucap Bina terus terang.


"Soal cewek yang nangis?" tanya Arka.


"Iya, kok kamu tahu" ucap Bu Jeni.


"Iya, soalnya Bina semalem telepon Arka karena dia takut. Bahkan Bina gak tidur loh, Bu" jelas Arka.


"Terus itu siapa sih yang nangis?" tanya Bu Jeni.


"Mungkin hantu, Bu" ucap Bina.


"Kamu serius?" tanya Bu Jeni.


"Gak tahu juga sih, tapi kan ibu lihat sendiri bahwa didalam kamar mandi itu gak ada siapa-siapa. Lagian waktu pak Rudi mau buka pintunya kan gak bisa dibuka, jadi kemungkinan cewek-cewek gak bakal masuk kedalam kamar mandi itu" jelas Bina.


"Ih serem juga ya" ucap Bu Jeni.


"Iya, Bu" ucap Bina.


"Ya udah kalian ke tenda masing-masing sana, jangan pacaran mulu" ucap Bu Jeni.


"Tapi Bu" ucap Arka.


"Kalian mau saya hukum?" tegas Bu Jeni.


"Iya maaf, Bu" ucap Arka dan Bina.


"Ya udah cepet pergi" tegas Bu Jeni.


"Iya, Bu" ucap Arka.


Lalu Bina dan Arka pun segera pergi menuju tenda masing-masing.


Setelah sampai, Bina pun langsung menghampiri Fanny.


"Luh kemana aja sih, Na? gue dari tadi bosen di tenda" ucap Fanny.


"Emang Ririn gak kesini?" tanya Bina.


"Enggak, soalnya dari tadi dia lagi sama Ardan" ucap Fanny.


"Iya, kalau itu gue tahu" ucap Bina.


"Cuma masalahnya, masa dia lama banget sama Ardan nya" ucap Bina.

__ADS_1


__ADS_2