
* Pagi hari
Bina pun seperti biasa ke sekolah diantar oleh Arka.
(Di perjalanan)
"Dibawa gak kuenya?" tanya Arka kepada Bina.
"Dibawa dong" ucap Bina.
"Kelas kita main pertama kan?" tanya Bina.
"Iya" ucap Arka.
"Nanti semangatin aku ya" ucap Arka lagi.
"Enggak ah, aku mau semangatin kelas aku aja" ucap Bina.
"Ih kamu kok gitu sih" ucap Arka.
"Lagian kan kamu pasti banyak yang nyemangatin. Waktu main basket juga banyak tuh yang teriak-teriak nyemangatin kamu" ucap Bina.
"Tapi aku pingin disemangatin kamu" ucap Arka.
"Kan kemarin udah disemangatin" ucap Bina.
"Tau ah!" ucap Arka sambil ngambek.
Setelah sampai di sekolah, kita berdua pun turun dari motor.
Arka pun meninggalkan Bina karena ia sedang kesal.
Lalu Bina pun lari mengejar Arka.
"Arka" ucap Bina sambil memegang tangan Arka.
Kemudian Arka pun berhenti, karena tangannya dipegang oleh Bina.
"Semangat" ucap Bina.
Chup
Bina pun mencium pipi Arka.
Arka pun langsung diam mematung, karena Bina menciumnya.
Bina pun langsung berlari ke kelasnya, karena malu telah mencium Arka.
"Bina!!!" teriak Arka sambil melihat Bina yang sedang berlari.
...****...
Bina pun langsung masuk ke kelas dan segera menutup pintu kelas.
"Na, kenapa?" tanya Ririn.
"Gak apa-apa" ucap Bina sambil duduk di kursi.
"Ada yang ngejar luh?" tanya Ririn.
Bina pun hanya menggelengkan kepala.
Pintu kelas pun dibuka oleh seseorang.
Bina pun langsung menenggelamkan kepalanya diatas meja.
"Na, luh kenapa?" tanya Ardan yang baru datang.
"Eh ternyata luh, kirain siapa" ucap Bina.
"Lah! emang luh pikir gue siapa? Luh pikir gue Arka gitu?" ucap Ardan.
"Iya, gue kira Arka" ucap Bina.
"Yaudah luh berdua ke lapangan sana, gue mau ganti baju nih" ucap Ardan.
"Emang kapan dimulainya?" tanya Bina.
"Bentar lagi" ucap Ardan.
"Orang-orang udah pada ke lapangan, luh berdua malah kesini" ucap Ardan lagi.
"Yaudah kita ke lapangan aja yuk, Rin" ucap Bina kepada Ririn.
Bina dan Ririn pun segera keluar dari kelasnya. Disaat mau melewati kelas XI MIPA 3, Bina pun melihat Arka yang sedang duduk didepan kelasnya.
Bina pun segera mempercepat langkah kakinya.
"Na, jangan cepet-cepet jalannya" ucap Ririn.
"Iya, Rin" ucap Bina.
"Na" panggil Arka.
Namun Bina tidak membalas panggilan dari Arka karena ia merasa malu.
__ADS_1
"Na, itu dipanggil Arka" ucap Ririn.
Dan akhirnya gue pun terpaksa menjawab panggilan dari Arka.
"Apa" ucap Bina.
"Gak apa-apa" ucap Arka sambil tersenyum.
"Ih nyebelin" batin Bina.
Bina dan Ririn pun segera melanjutkan perjalanan ke lapangan.
Setelah sampai di lapangan, Bina dan Ririn pun langsung duduk dipinggir lapangan.
"Na, luh berantem sama Arka?" tanya Ririn.
"Enggak" ucap Bina.
"Terus luh kenapa kayak menghindar gitu" tanya Ririn.
"Gue malu" ucap Bina.
"Malu kenapa?" tanya Ririn.
Bina pun hanya diam.
"Malu kenapa, Na?" tanya Ririn lagi.
"Gue tadi nyium Arka" ucap Bina dengan jujur.
"Luh nyium Arka" teriak Ririn.
Bina pun langsung membungkam mulut Ririn.
"Ih berisik!" ucap Bina.
"Maaf...maaf" ucap Ririn.
"Gue bodoh banget" ucap Bina.
Ririn pun hanya tertawa mendengar ucapan Bina.
"Ih! malah ketawa" kesal Bina.
"Habisnya lucu" ucap Ririn.
"Lucu dari mana coba, yang ada gue malu" ucap Bina.
"Ada yang lihat gak waktu luh nyium Arka?" tanya Ririn.
"Gak tahu, gue gak lihat ke sekitar" ucap Bina.
"Justru itu gue jadi takut" ucap Bina.
"Di area parkiran ada CCTV nya gak?" tanya Bina.
"Ya ada lah, gimana sih luh" ucap Ririn.
"Rin, gimana dong nasib gue" ucap Bina.
"Mana gue tahu" ucap Ririn.
...****...
* Kelas XI MIPA 3
Semua cowok kelas MIPA 3 pun sedang berganti pakaian didalam kelasnya.
Tiba-tiba, Salma pun masuk kedalam kelasnya.
"Salma ngapain kesini?" tanya Robi.
"Hp gue ketinggalan" ucapnya sambil mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.
"Semangat ya kalian" ucap Salma.
"Iya" ucap anak cowok.
"Salma" ucap Arka.
"Iya kenapa Ka?" tanya Salma.
"Gue mau ngomong sama luh" ucap Arka.
"Ngomong apa?" tanya Salma.
"Ikut gue" ucap Arka.
"Ka, mau kemana? Bentar lagi dimulai loh pertandingannya" ucap Robi.
"Bentar doang kok" ucap Arka.
Arka pun mengajak Salma ke tempat yang sepi.
"Kenapa Ka?" tanya Salma.
__ADS_1
"Luh kemarin ngapain Bina?" tanya Arka.
Salma pun langsung mengingat kejadian kemarin.
"Gu..gue kemarin gak sengaja" ucap Salma dengan gugup.
"Gue tanya luh ngapain Bina?" teriak Arka.
"Gu..gue gak sengaja nyiram dia" ucap Salma ketakutan.
"Gue kira yang didalam toilet itu Dela" ucap Salma lagi.
"Alesan!!!" teriak Arka.
"Gue minta maaf, Ka" ucap Salma.
"Kalau mau minta maaf jangan ke gue, tapi ke pacar gue" ucap Arka.
"Iya, gue bakal minta maaf ke Bina" ucap Salma sambil menundukkan kepalanya.
"Awas aja kalau luh gak minta maaf ke Bina. Gue bakal laporin tindakan luh ke wali kelas" ucap Arka.
Arka pun segera meninggalkan Salma, dan ia pun segera pergi menuju teman-temannya.
...****...
Pertandingan futsal pun dimulai.
"Yang main pada ganteng banget" ucap kakak kelas.
"XI MIPA 2 SEMANGAT"
"XI MIPA 3 SEMANGAT"
"ARKA SEMANGAT" teriak Bina.
Semua cewek yang sedang menonton pun langsung melihat kearah Bina.
"Na, luh harusnya dukung kelas kita dong" ucap Ririn.
"Iya bener, mentang-mentang pacarnya ada di kelas sebelah" ucap Fanny yang tiba-tiba muncul.
" Iya maaf guys "-ucap Bina yang merasa bersalah
"Fan, luh kapan kesini?" tanya Ririn.
"Baru aja" ucap Fanny.
"Rizky mana?" tanya Bina.
"Di kantin" jawab Fanny.
"Bina" panggil Salma.
Bina pun menoleh kearah orang yang memanggilnya.
"Boleh ikut gue bentar gak?" tanya Salma.
Bina pun mengangguk.
Bina pun langsung mengikuti Salma.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Gue minta maaf atas kejadian kemarin" ucap Salma.
" Iya, udah gue maafin kok" ucap Bina.
"Yaudah cuma itu aja yang mau gue omongin sama luh, maaf gangguin luh lagi nonton" ucap Salma.
"Iya enggak apa-apa" ucap Bina.
"Na" teriak Ririn dan Fanny.
" Kenapa luh berdua kesini?" tanya Bina.
"Arka dibawa ke UKS" teriak Ririn.
Bina pun langsung berlari menuju ke UKS.
Cklek
Bina pun langsung membuka pintu UKS.
Dan dia melihat Arka dan beberapa anggota PMR.
Bina pun langsung menghampiri Arka.
"Kamu kenapa?" tanya Bina.
"Aku cuma keseleo doang kok" ucap Arka.
Beberapa anggota PMR pun segera keluar dari UKS, karena mereka tidak ingin mengganggu Arka dan Bina.
"Hiks...hiks" Bina pun menangis.
__ADS_1
"Loh kamu kenapa nangis?" tanya Arka sambil mengusap air mata Bina.
Bukannya berhenti, Bina pun malah semakin menangis karena mendengar ucapan Arka.