Prince Of School

Prince Of School
Episode 43


__ADS_3

"Emang kamu bisa marah gitu sama aku?" tanya Arka.


"Ya bisa lah" ucap Bina.


"Yaudah cepetan marah, aku pingin lihat" kata Arka.


"Kalau sekarang ya gak bisa, kan aku nya lagi gak marah" ucap Bina.


"Pura-pura marah aja" ucap Arka.


"Gak mau" ucap Bina.


"Oh iya Ka, orang tua kamu kemana? Kok aku belum pernah lihat mereka" ucap Bina.


"Mamah aku udah gak ada, kalau papah aku udah bahagia sama keluarga barunya" ucap Arka.


"Maaf ya, aku gak tahu" ucap Bina yang merasa bersalah.


"Gak apa-apa, Na" ucap Arka sambil mengelus rambut Bina.


"Oh iya Ka, itu parcel buah dari aku sama Ririn. Mau aku kupas gak buahnya?" tanya Bina.


"Gak usah, nanti aja aku makan buahnya" ucap Arka.


"Makasih ya udah dibawain buah-buahan" ucap Arka.


"Iya sama-sama" ucap Bina.


Tiba-tiba Ardan dan Ririn pun kembali ke kamar Arka.


"Ka, gue pulang dulu ya. Kalau luh butuh sesuatu telepon gue aja" ucap Ardan.


"Oh iya makasih, Dan" ucap Arka.


"Dan, tolong anterin Ririn pulang dong. Kasihan dia kalau ada disini terus, yang ada jadi nyamuk" ucap Bina.


"Terus luh pulang sama siapa?" tanya Ririn kepada Bina.


"Gue pulang sendiri aja, lagian gue masih pingin disini dulu" ucap Bina.


"Yaudah, gue sama Ririn pulang dulu ya" pamit Ardan.


"Iya" ucap Bina dan Arka.


Ardan dan Ririn pun segera meninggalkan kami berdua.


"Kamu masih mau ngedeketin Ardan sama Ririn?" tanya Arka.


"Enggak, aku pingin lihat Ririn bahagia aja. Lagian aku ngerti kok gimana perasaan Ardan ke Jihan, kalau aku jadi Ardan juga pasti akan ngerasain gimana jadi dia" jelas Bina.


"Kamu makin kesini makin dewasa ya" ucap Arka.


"Maksudnya aku kelihatan tua gitu?" tanya Bina.


"Bukan, maksud aku itu sikap kamu bukan muka kamu" ucap Arka.


"Oh gitu" ucap Bina.


"Iya, Na" ucap Arka.


"Hmm...tadi waktu di UKS, Bella ngomong apa?" tanya Bina penasaran.


"Dia nanyain keadaan aku" ucap Arka.


Bina pun hanya diam.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Padahal waktu di kantin, aku udah ngejelasin keadaan kamu ke dia" ucap Bina.


"Jadi ceritanya kamu cemburu lagi sama Bella?" tanya Arka.

__ADS_1


"Ka, kayaknya Bella masih suka deh sama kamu" ucap Bina.


Na, udah ya jangan bahas Bella terus. Kan pacar aku itu kamu, bukan Bella" ucap Arka.


Bina pun hanya mengangguk mendengar ucapan Arka.


"Nonton yuk?" ajak Arka.


"Nonton apa?" tanya Bina.


"Squid game" ucap Arka.


"Yuk! aku belum nonton itu soalnya" ucap Bina.


Bina dan Arka pun nonton film tersebut.


"Itu beneran mati?" tanya Bina.


"Iya, kan tadi dia gerak" ucap Arka.


"Ih serem banget" ucap Bina.


"Bonekanya lucu banget, gak seram sama sekali" ucap Bina.


Beberapa jam menonton film tersebut, membuat Bina mengantuk. Dan akhirnya Bina pun tertidur dipundak Arka.


Arka yang menyadari Bina tertidur pun langsung mengambil bantal dan bantal tersebut ditaruh dibawah kepala Bina.


Arka pun hanya memandangi wajah Bina sambil tersenyum.


"Cantik banget pacar gue" gumam Arka.


Cklek


Pintu kamar Arka dibuka oleh kakaknya.


"Luh berdua ngapain tidur di kasur?" tanya kak Putra.


"Ngapain berduaan di kasur?" ucap kak Putra lagi dengan suara dikecilkan.


"Kita tadi habis nonton bareng, terus Bina ketiduran" ucap Arka.


"Terus luh masih diam disitu? Kalau khilaf gimana coba?" ucap kak Putra.


"Terus gue harus gimana? Gue harus ke ruang tamu gitu? Kan kakak tahu, kalau kaki gue lagi sakit" ucap Arka.


Bina yang mendengar suara Arka pun langsung terbangun.


"Eh! kak Putra" ucap Bina yang baru bangun.


"Ka, maaf ya aku ketiduran" ucap Bina lagi.


"Maaf ya, Na! kamu jadi kebangun gara-gara kak Putra" ucap Arka.


"Enggak kok, lagian aku mau pulang juga" ucap Bina.


"Kamu pulang sendiri? Mau diantar gak?" tanya kak Putra.


"Gak usah kak, aku bisa pulang sendiri" ucap Bina.


"Na, hati-hati ya" ucap Arka.


"Iya, yaudah Bina pamit dulu ya" pamit Bina kepada Arka dan kak Putra.


Bina pun segera pulang kerumahnya dengan menggunakan taksi.


Setelah sampai ke rumahnya, Bina pun melihat kak Daniel dan kak Sarah yang sedang mengobrol di ruang tamu.


"Kak Sarah" panggil Bina.


"Hai Bina" ucap kak Sarah sambil tersenyum.

__ADS_1


Bina pun langsung menghampiri kak Sarah dan memeluknya.


"Ini yang adik kakak siapa sih sebenarnya?" tanya kak Daniel.


Sarah pun hanya tersenyum mendengar ucapan Daniel.


"Ini buat kamu" ucap kak Sarah sambil memberikan coklat kepada Bina


"Makasih kak Sarah" ucap Bina.


"Iya, sama-sama" ucap kak Sarah.


"Kamu habis dari mana?" tanya kak Sarah.


"Tadi aku habis ngejenguk Arka" ucap Bina.


"Sakit apa dia?" tanya kak Daniel.


"Kakinya keseleo waktu tanding futsal" ucap Bina.


"Kirain dia sakit perut gara-gara makan kue buatan luh" ucap kak Daniel.


"Enak aja! kue buatan Bina enak tahu. Kan ngikutin resep mamah" ucap Bina.


"Kan siapa tahu luh masukin garam bukan gula" ucap kak Daniel.


"Kak Sarah, Bina ke kamar dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap kak Sarah.


Bina pun segera pergi ke kamar dan segera melanjutkan tidurnya yang tertunda waktu di rumah Arka.


...****...


Arka pun segera memakan makanan yang telah dibelikan kak Putra. Lalu setelah makan, Arka pun memakan obat pereda nyeri.


Setelah itu, Arka pun memutuskan untuk tidur. Namun saat hendak tidur, ia pun menemukan ponsel milik Bina.


"Dasar pelupa" guman Arka sambil tersenyum.


Arka pun penasaran terhadap ponsel Bina, lalu ia pun segera membuka ponsel Bina yang tidak terkunci sama sekali.


Arka pun hanya melihat isi galeri Bina, tanpa melihat apapun lagi.


"Lucu banget pacar gue" gumam Arka sambil melihat foto-foto Bina.


Arka pun melihat beberapa foto dirinya di galeri foto Bina.


Kemudian Arka pun mengirimkan beberapa foto Bina yang menurutnya lucu ke ponsel miliknya.


Arka pun mengubah wallpaper ponselnya menjadi foto Bina. Lalu tidak lupa Arka juga mengganti foto wallpaper di ponsel Bina menjadi foto dirinya.


"Ka Putra!!!" teriak Arka.


Ka Putra pun segera datang menghampiri Arka.


"Ada apa lagi?" tanya kak Putra.


"Handphone Bina ketinggalan" ucap Arka.


"Terus?" tanya kak Putra.


"Tolong anterin ke rumahnya" ucap Arka.


"Nanti juga Bina pasti kesini kok ngambil handphone nya" ucap kak Putra.


"Iya kalau ingat, kan masalahnya dia pelupa. Nanti kalau dia gak tahu hp nya ada disini gimana? Kan takut ada chat atau telepon yang penting juga" ucap Arka.


"Yaudah sini hp nya" ucap kak Putra.


Putra pun segera mengambil ponsel tersebut. Dan dia pun segera pergi ke rumah Bina untuk mengantarkan ponsel milik Bina.

__ADS_1


__ADS_2