
Bina POV
Setelah sampai di rumah, gue pun mandi dan berganti pakaian, setelah itu gue pun berbaring di atas kasur sambil memikirkan kejadian waktu di kantin tadi dan memikirkan masalah gue sama Ririn.
Gue bingung terhadap sikap Ririn yang berubah ke gue. Gue gak tahu penyebab dia jadi kayak gitu ke gue tuh karena apa.
Dan gue juga merasa bersalah sama Arka, gara-gara ucapan gue pas di kantin.
Gue udah meminta maaf kepada Arka lewat chat namun sampai saat ini chat gue belum dibalas sama Arka padahal chat gue udah dibaca oleh Arka.
Drrtttt...Drrrrt
(Suara getar hp)
Gue pun melihat ke layar ponsel gue dan ternyata ada pesan dari kak Daniel, gue pun segera melihat isi pesan tersebut.
Kak Daniel :
Dek, kakak hari ini mau nginep di rumah teman kakak, soalnya mau ngerjain tugas kuliah
Gue pun membalas pesan kak Daniel.
^^^Bina :^^^
^^^Kak, kalau mamah sama papah kemana? Kok dari waktu Bina pulang sekolah sampai sekarang mereka masih belum datang sih^^^
Kak Daniel :
Mamah sama papah pergi ke acara nikahan mungkin mereka pulang ke rumahnya nanti malam. Oh iya kamu hati-hati yah di rumah soalnya ada yang bilang kalau lagi sendirian di rumah suka digangguin sama hantu.
Gue pun melihat ke sekeliling kamar, gue merasa takut karena pesan dari kak Daniel.
Akhirnya gue pun memutuskan untuk pergi ke ruang tamu untuk menonton tv.
Waktu pun sudah menunjukan pukul 9 malam, namun mamah dan papah masih belum pulang hingga saat ini. Gue pun akhirnya mengunci pintu karena takut ada maling, lagian mamah sama papah pasti bawa kunci cadangan.
Gue pun memutuskan untuk tidur di sofa, karena gue merasa takut kalau tidur dikamar saat ini.
...****...
Bragg
( Suara benda terjatuh)
Bina pun membuka matanya, tetapi Bina tidak bisa melihat ke sekitarnya dikarenakan gelap.
" Ih mati lampu, mana gue sendirian lagi di rumah "-ucap Bina
" hehehe "-tawa seseorang
" Siapa itu "-teriak Bina
" Mah...pah "-ucap Bina
Bina pun langsung mencari ponsel miliknya untuk menyalakan senter di ponselnya namun dia tidak menemukan ponsel miliknya.
Bina pun membaca doa sambil menutup mata karena ia ketakutan.
" Hiks hikss mamah, papah, kak Daniel. Bina takut "-teriak Bina sambil nangis
DORRR
( Suara balon meletus )
" HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY TO YOU "-teriak semua
__ADS_1
Bina pun membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya, ada mamah, papah, kak Daniel, Ririn, Fanny, Rizky , anak-anak Stray Squad, Billy, Rino, Julian dan satu cowok yang Bina gak tahu namanya.
Bina pun masih menangis karena ketakutan.
" Happy birthday sayang "-ucap mamah dan papah sambil mencium pipi Bina.
" Happy birthday, jangan nangis malu sama umur "-ucap kak Daniel sambil mencubit pipi Bina
" Happy sweet seventeen Na "-ucap Ririn
" Makasih Rin, luh gak marah sama gue kan Rin? "
" Marah sih tapi cuma sedikit "-ucap Ririn
" Marah kenapa? "-ucap Bina
" Nanti gue jelasin sama luh "-ucap Ririn
" Selamat ulang tahun Na "-ucap Arka
" Makasih "
" Ekhem cie "-ucap semuanya
" Oh iya, nih kenalin dia teman kuliah kakak. namanya Putra, dia ternyata kakaknya Arka loh "-ucap kak Daniel
" Selamat ulang tahun ya "-ucap kak Putra
" Iya makasih kak "
" Ya udah kita makan-makan dulu yuk "-ucap mamah
" Kuy "
" Yah gagal diet nih gue "-batin Fanny
" Akhirnya mamah bisa makan bareng calon menantu dan kakaknya "-ucap mamah
" Apaan sih mah "-Bina pun tersipu malu
" Kalian pada mau nginep disini? "-tanya papah kepada semuanya
" Enggak om "-ucap cowok-cowok
" Aku sama Fanny mau nginep "-ucap Ririn
" Han, luh tumben diem aja. Biasanya kan luh sering ngardusin Bina "-ucap Fauzi
" Ngardusin? Maksud kamu dia suka masukin Bina ke dalam kardus? "-Mamahnya Bina pun bingung
" Bukan tante, ngardusin itu kayak ngerayu gitu "-ucap Fauzi
" Iya tante, dia sering ngardusin Bina "-ucap Fanny
" Diam luh panu "-ucap Raihan
" Enak aja, nama gue Fanny bukan Panu "-ucap Fanny
" Udah jangan berantem, nanti jatuh cinta "-ucap Robi
" Ih sorry Fanny itu bukan tipe gue "-ucap Raihan
" Luh juga bukan tipe gue, tipe gue tuh kayak Julian "-ucap Fanny keceplosan
Julian pun menatap ke arah Fanny.
__ADS_1
" Aduh bodohnya gue "-batin Fanny
" Oh jadi luh suka JulianĀ "-ucap Bina
" Na, gue ke toilet dulu ya "-ucap Fanny
" Pasti malu tuh "-ucap Raihan
Setelah makan-makan, kak Daniel pun mengajak cowok-cowok untuk menonton film. Sedangkan Bina, Fanny dan Ririn masih duduk di meja makan.
" Rin, luh marah sama gue gara-gara apa? "-ucap Bina
" Sebenernya gue pernah iri sama luh gara-gara luh sering di godain sama Raihan, tapi waktu itu gue gak marah sama luh. Semenjak itu gue mulai ngilangin rasa suka gue ke Raihan "-ucap Ririn pelan
" Luh suka sama Raihan? "-ucap Bina dan Fanny bersamaan
" Iya gue waktu itu pernah suka sama Raihan "-ucap Ririn
" Lanjutin dong ceritanya "-ucap Fanny heboh
" Setelah gue udah lupain Raihan, gue mulai suka sama Ardan tapi kata Fanny, Ardan suka sama Bina. Katanya, Ardan suka ngasih makanan ke luh. Dari situlah gue mulai marah sama luh, gara-gara setiap ada orang yang gue suka pasti mereka suka sama luh "-jelas Ririn
" Bukan Ardan kok yang ngasih makanan sama Bina, tapi yang ngasih itu gue "-ucap Arka yang tiba-tiba datang
" Oh jadi yang ngasih itu luh Ka "-ucap Fanny
" Iya, gue nyuruh Ardan buat ngasih makanan itu ke Bina "-jelas Arka
" Na, aku mau ngomong sama kamu"-ucap Arka
" Mau ngomong apa? "-tanya Bina
" Ikut gue "-kata Arka sambil mengajak Bina keluar rumah.
" Mau ngomong apa? "-tanya Bina
" Gue mau nembak luh lagi "-ucap Arka
" Kamu mau kan terima aku jadi pacar kamu lagi "-ucap Arka
" Kalau gue gak mau gimana? "-ucap Bina
" Kalau kamu gak mau, aku bakal paksa kamu biar mau "-ucap Arka
" Mau kan jadi pacar aku? Kapan lagi coba di tembak sama prince sekolah sampai beberapa kali "
" Mau kan? "
" Gak "
" Terima ya "-Arka pun memohon kepada Bina
" Gak, maksa banget sih "-ucap Bina
" Kan aku udah bilang sama kamu, aku bakal maksa kamu sampai kamu nerima aku lagi "-ucap Arka
" Ya udah iya deh "-ucap Bina
" Maksud kamu, aku diterima lagi jadi pacar kamu? "-tanya Arka
" Iya "
" Terpaksa gak terima akunya? "-tanya Arka
" Iya terpaksa, habisnya kamu maksa sih "-ucap Bina sambil tersenyum
__ADS_1
" Ya udah gak apa-apa terpaksa juga, yang penting kamu udah terima aku lagi "-ucap Arka sambil memeluk Bina.
" Aku gak terpaksa kok terima kamu "-ucap Bina sambil membalas pelukan Arka.