
"Ya kan nanti kamu pasti nikah kan?" tanya papah Arka.
"Iya, om" ucap Bina.
"Kamu mau gak nikah sama Arka?" tanya papah Arka.
Lalu Bina langsung melihat kearah Arka.
"Apa lihat-lihat" ucap Arka.
"Gak tahu om, Bina mau pikir-pikir dulu" ucap Bina.
Arka langsung memasang wajah bete.
"Pah, udah jangan bahas nikah. Lagian kan SMA juga mereka belum lulus" ucap mamah tiri Arka.
"Oh iya, nanti kamu sering-sering ya main kesini" ucap papah Arka.
"Iya, tapi bareng Arka ya om kesininya" ucap Bina.
"Iya, nanti om bakal suruh Arka buat anterin kamu kesini" ucap papah Arka.
"Bina, kalau Arka suka marahin kamu gak?" tanya papah Arka.
"Sering, om" canda Bina.
"Ih! kapan aku marahin kamu?" tanya Arka.
"Arka kamu gimana sih, masa marahin Bina" ucap papah.
"Arka gak pernah marahin Bina kok, pah" ucap Arka.
"Om, Bina cuma bercanda tadi" ucap Bina.
"Ya ampun kirain beneran Arka suka marahin kamu" ucap papah Arka.
"Enggak kok, om. Malah Arka baik banget sama Bina" ucap Bina.
"Om, tante. Bina boleh nyobain ini gak?" tanya Bina sambil menunjuk cookies.
"Boleh, ambil aja" ucap mamah tiri Arka.
"Ambil aja kali, Na. Biasanya juga langsung ngambil" ucap Arka.
Lalu Bina sekilas menatap tajam kearah Arka. Kemudian ia segera mengambil cookies tersebut dan ia langsung memakannya.
"Enak, Na?" tanya Arka sambil tersenyum.
"Enak" ucap Bina sambil mengunyah cookies tersebut.
Lalu Arka langsung mengacak-acak rambut Bina.
"Ih Arka!" kesal Bina.
"Arka kamu jahil banget sih" ucap papah Arka.
"Arka emang suka gitu, om" ucap Bina.
"Dia jahil mulu orangnya" ucap Bina.
"Kamu juga sama" ucap Arka.
"Kapan aku jahil?" tanya Bina.
"Waktu itu" ucap Arka.
"Waktu kapan?" tanya Bina.
"Pokoknya waktu itu" ucap Arka.
"Bina mana ada jahil sama kamu" ucap papah Arka.
"Beneran, pah. Malah dia lebih jahil dari pada Arka" ucap Arka.
"Papah gak percaya" ucap papah Arka.
"Masa ke anak sendiri gak percaya sih, pah" ucap Arka.
"Papah lebih percaya omongan Bina dari pada kamu, soalnya kan kamu sering bohong sama papah" ucap papah Arka.
"Arka suka bohong sama om?" tanya Bina.
"Iya dia sering bohong" ucap papah Arka.
"Sama dong, Arka juga sering bohong sama Bina" ucap Bina.
__ADS_1
"Ini kenapa jadi gibahin Arka sih" ucap Arka.
"Bina" panggil mamah tiri Arka.
"Apa, tante?" ucap Bina.
"Kamu suka kucing gak?" tanya mamah tiri Arka.
"Suka, tante" ucap Bina.
"Kamu mau gak? kebetulan kucing tante dua minggu yang lalu ngelahirin" ucap mamah tiri Arka.
"Enggak, tante. Soalnya Bina gak bisa ngerawat hewan. Nanti takutnya kucingnya mati kalau dirawat sama Bina" ucap Bina.
"Kamu mau lihat kucingnya gak, Na?" tanya Arka.
"Mau" ucap Bina.
"Ya udah ayo" ucap Arka.
"Om, tante. Bina pingin lihat kucing dulu ya" ucap Bina.
"Iya" ucap papah Arka dan mamah tiri Arka.
Lalu Arka dan Bina segera pergi menuju taman yang ada didalam rumah.
"Lucu banget" ucap Bina.
"Makasih" ucap Arka.
"Bukan ke kamu" ucap Bina.
"Berat banget kucingnya" ucap Bina sambil menggendong kucing.
Lalu Arka segera mengambil ponselnya yang berada disaku. Kemudian ia segera memotret Bina bersama kucing tersebut.
Cekrek
"Ih, bilang dong kalau mau foto aku" ucap Bina.
"Aku mau foto kucing bukan mau foto kamu" ucap Arka.
"Kalau mau foto kucing, terus kenapa aku juga ikutan di foto?" tanya Bina.
"Soalnya kalau foto nya dideketin ke kucingnya, nanti kucingnya bisa marah" ucap Arka.
"Iya, dia bakal marah. Soalnya mukanya jadi besar dikamera" ucap Arka.
"Mana ada kucing yang marah saat difoto" ucap Bina.
"Na, kalau kamu bakal marah gak kalau difoto sama orang terus muka kamu nya terlalu deket ke kamera nya?" tanya Arka.
"Ya aku bakal marah lah" ucap Bina.
"Itu berarti kucing ini juga bakal marah kalau difoto terlalu deket" ucap Arka.
"Iya-in aja deh biar seneng" ucap Bina.
Lalu Bina segera menurunkan kucing tersebut.
"Ka, ke ruang tamu lagi yuk! gak enak sama orang tua kamu" ucap Bina.
"Ya udah ayo" ucap Arka.
"Eh! kamu cuci tangan dulu, takutnya ada bulu kucing yang nempel ditangan" ucap Arka.
"Cuci tangannya dimana?" tanya Bina.
"Ayo ikut aku" ucap Arka.
Lalu Bina segera mengikuti Arka.
Setelah sampai, Bina segera mencuci tangannya dengan menggunakan sabun.
"Harum banget loh sabun nya" ucap Bina.
"Mana coba aku pingin cium" ucap Arka.
Lalu Bina segera mengulurkan tangannya.
Setelah itu Arka mencium tangan Bina yang wangi sabun. Kemudian ia langsung mencium tangan Bina.
Chup
"Ih dasar! kirain mau cium wanginya" ucap Bina.
__ADS_1
Arka hanya tersenyum karena mendengar ucapan Bina.
"Ya udah ayo ke ruang tamu" ucap Arka.
Lalu Arka dan Bina segera pergi menuju ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu, Arka dan Bina segera duduk di sofa.
"Pah, papah kenapa?" tanya Arka karena melihat papahnya yang seperti sedang mengangis.
"Papah gak kenapa-napa kok. Iya kan, mah?" tanya papah Arka.
"Iya papah kamu gak kenapa-napa, dia tadi cuma kelilipan aja" ucap mamah tiri Arka.
"Bina, kamu udah lihat kan kucing nya?" tanya mamah tiri Arka.
"Iya udah, tante" ucap Bina.
"Lucu-lucu banget kucingnya" ucap Bina.
"Lucu kayak aku kan?" tanya Arka.
"Enggak!" ucap Bina.
Lalu papah Arka dan mamah tiri Arka langsung tertawa kecil karena mendengar ucapan Bina.
"Arka" panggil papah.
"Iya, pah" ucap Arka.
"Kamu harus bisa bikin Bina bahagia ya. Awas aja kalau sampai kamu bikin dia kecewa" ucap papah Arka.
"Iya siap, Arka bakal bikin Bina bahagia kok" ucap Arka.
"Oh iya, kalian berdua nginep aja disini. Lagian kan sekolah libur" ucap mamah tiri Arka.
"Arka sih mau aja, asal Bina nya juga nginep" ucap Arka.
"Maaf tante, Bina gak bisa nginep soalnya kasihan kak Daniel sendirian di rumah" ucap Bina.
"Kakak kamu sekelas kan dikuliahan nya sama Putra?" tanya papah Arka.
"Iya, om" ucap Bina.
"Nanti kapan-kapan ajak kakak kamu kesini ya, soalnya om pingin ketemu juga sama dia" ucap papah Arka.
"Iya nanti Bina bilangin ke kak Daniel biar nanti dia kesini" ucap Bina.
...****...
Skip
Setelah selesai bertamu, Arka dan Bina segera berpamitan kepada orang tua Arka.
Lalu mereka berdua segera menaiki mobil. Kemudian Arka langsung melajukan mobilnya.
(Di perjalanan)
"Ka" panggil Bina.
"Apa" ucap Arka.
"Tadi aku malu-maluin gak sih?" tanya Bina.
"Enggak kok" ucap Arka.
"Tapi kayaknya tadi aku malu-maluin deh" ucap Bina.
"Emang iya?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Tadi kan aku minta cookies" ucap Bina.
"Soalnya tadi tuh cookies nya kelihatan enak banget, makanya aku pingin cobain" ucap Bina.
"Itu bukan malu-maluin namanya" ucap Arka.
"Mereka berdua pasti seneng kok kalau cookies nya dimakan. Lagian kan itu disediain untuk dimakan sama aku dan kamu" ucap Arka.
"Berarti aku gak malu-maluin kan?" tanya Bina memastikan.
"Enggak lah, Na" ucap Arka.
"Ka, aku pingin tidur. Nanti bangunin ya kalau udah sampai rumah" ucap Bina.
__ADS_1
"Iya" ucap Arka.
Lalu Bina segera tidur.