Prince Of School

Prince Of School
Episode 196


__ADS_3

Setelah sampai, mereka bertiga segera turun dari mobil.


"Arka nya ada di ruangan mana?" tanya Fanny.


"Kayaknya sih di UGD" ucap Ririn.


"Ya udah ayo kesana" ucap Bina.


Lalu mereka segera pergi menuju UGD.


Setelah sampai, mereka segera masuk kedalam ruangan tersebut.


Saat masuk kedalam, mereka melihat Arka yang sedang duduk di ranjang UGD.


"Ka, kamu gak apa-apa kan?" tanya Bina sambil melihat kearah tangan dan kaki Arka yang dibalut perban.


"Enggak apa-apa gimana, Na! dia luka-luka gitu loh" ucap Fanny.


"Ka, maaf ya gara-gara gue jadinya luh kayak gini" ucap Ririn merasa bersalah.


"Gak apa-apa, Rin. Lagian yang salah tuh gue, tadi gue ngebut bawa motornya" ucap Arka.


"Ngapain ngebut coba, pembalap juga bukan" omel Bina.


Lalu Arka langsung tersenyum saat Bina mengomelinya.


"Aduh dompet gue kayaknya ketinggalan deh di tempat tadi" bohong Fanny.


"Kok bisa sih" ucap Bina dan Ririn bersamaan.


"Iya, gimana dong" ucap Fanny.


"Ya udah kesana lagi aja" ucap Bina.


"Rin, anter yuk" kata Fanny.


"Ya udah ayo" ucap Ririn.


"Na, jagain Arka dulu ya. Gue sama Ririn mau kesana dulu" ucap Fanny.


"Ya udah" ucap Bina.


Lalu Fanny da Ririn segera pergi.


"Duduk aja, Na! nanti kamu pegel" suruh Arka.


Lalu Bina segera duduk di kursi.


"Kamu udah telepon kak Putra belum?" tanya Bina.


"Udah, kok" bohong Arka.


"Na" panggil Arka.


Lalu Bina langsung menoleh kearah Arka.


"Sebenernya cewek yang tadi itu" ucap Arka.


"Iya aku tahu, kamu sama dia pura-pura pdkt kan?" ucap Bina memotong pembicaraan Arka.


"Ririn bilang ke kamu?" tanya Arka.


"Iya, tadi dia bilang ke aku" ucap Bina.


"Kamu ngapain sih sambil ngebut-ngebut segala, kalau kenapa-napa gimana coba" ucap Bina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ya karena aku pingin cepet-cepet ketemu kamu" ucap Arka.


Tanpa sadar Bina meneteskan air matanya.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Arka sambil menatap Bina.


Lalu Bina segera mengusap air matanya.


"Loh kok nangis sih" ucap Arka.


"Aku nangis karena aku takut kamu kenapa-napa" ucap Bina sambil menangis.


Lalu Arka hanya tersenyum sambil melihat Bina yang sedang menangis.


"Maaf ya udah buat kamu khawatir" ucap Arka.


"Kak Putra mana sih? kok lama banget kesininya" ucap Bina sambil mengusap air matanya.


"Mungkin lagi diperjalanan kali" ucap Arka padahal ia tidak menelepon kakaknya.

__ADS_1


"Aku telepon temen-temen kamu aja ya" ucap Bina.


"Gak usah, kan kak Putra nanti kesini" ucap Arka.


"Kamu udah makan belum?" tanya Bina.


"Belum" ucap Arka.


"Ya udah aku beliin makanan dulu ya buat kamu" ucap Bina.


"Gak usah, lagian aku gak laper" ucap Arka.


"Na" ucap Arka.


"Apa" ucap Bina.


"Aku sayang banget sama kamu" ucap Arka.


"Iya aku tahu" ucap Bina.


"Gimana sih caranya biar kamu nerima aku lagi?" tanya Arka.


"Caranya kamu harus nembak aku lagi" ucap Bina.


"Nanti kalau aku nembak bakal diterima?" tanya Arka memastikan.


Bina hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


Lalu Arka segera mengambil bunga yang tadi ia beli dijalan.


"Kamu mau gak jadi pacar aku lagi?" tanya Arka.


"Kalau mau, kamu harus ambil bunganya" ucap Arka lagi.


Lalu Bina segera mengambil bunga tersebut.


"Aku gak mimpi kan?" tanya Arka memastikan.


"Enggak" ucap Bina.


"Ini aku beneran masih ada di dunia atau di surga sih? kok ada bidadari disini" ucap Arka.


"Apaan sih gak jelas banget" ucap Bina sambil tersenyum.


"Mau kamu gimana?" tanya Bina.


"Ya jadian lah" ucap Arka.


"Ini bunga dapet dari mana?" tanya Bina.


"Dapet beli di jalan" ucap Arka.


"Kak Putra mana sih" ucap Bina.


"Na, sebenernya aku belum telepon kak Putra. Soalnya aku pingin berduaan dulu sama kamu" ucap Arka.


Bina hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar karena lelah dengan tingkah laku Arka.


"Ya udah cepet telepon" suruh Bina.


Lalu Arka segera menelepon kak Putra.


"Ada apa?" tanya kak Putra.


"Gue kecelakaan, kak" ucap Arka.


"Luh jangan bercanda, Ka" ucap kak Putra.


"Beneran ya ampun" ucap Arka.


"Luh bercanda ya?" tanya kak Putra karena mendengar suara Arka yang tampak baik-baik saja.


"ASTAGHFIRULLAH! BENERAN" teriak Arka sambil ngegas.


"Jangan berisik!" ucap seseorang yang berada di UGD.


"Maaf" ucap Arka.


Lalu Bina langsung menahan tawanya karena Arka dimarahi seseorang.


"Pokoknya cepet ke rumah sakit Pelita" ucap Arka.


"Gue ada di ruang UGD" ucap Arka.


Lalu Arka segera mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


"Whoamm" Bina menguap sambil menutup matanya.


"Kamu ngantuk?" tanya Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Ya udah kamu pulang aja" ucap Arka.


"Terus kamu gimana?" tanya Bina.


"Nanti kan kak Putra kesini" ucap Arka.


"Oh iya, coba telepon Fanny. Biar dia yang anter kamu pulang" ucap Arka.


"Gak apa-apa aku pulang naik taksi aja" ucap Bina.


Kemudian Ririn dan Fanny masuk kedalam ruang UGD.


"Fan, anterin Bina pulang sana" suruh Arka.


"Terus luh sendiri dong disini" ucap Fanny.


"Nanti ada kak Putra kok" jelas Arka.


"Ya udah ayo, Na" ucap Fanny.


"Ka, maafin gue ya" ucap Ririn.


"Iya gak apa-apa, luh santai aja" ucap Arka.


"Ya udah ayo pulang" ajak Fanny.


"Ka, kita pulang dulu ya" ucap Bina.


"Iya" ucap Arka sambil tersenyum.


Lalu Bina, Ririn dan Fanny segera pulang.


(Diperjalanan pulang)


"Fan, dompet luh udah ketemu belum?" tanya Bina.


"Sebenernya dompet gue gak hilang, tadi gue bohong biar luh bisa berduaan sama Arka" ucap Fanny.


"Terus tadi luh berdua kemana?" tanya Bina.


"Tadi kita berdua beli bakso yang ada didepan rumah sakit" ucap Fanny.


"Oh iya, ngomong-ngomong itu bunga dari Arka ya?" tanya Ririn.


"Iya, tadi dia nembak gue" jelas Bina.


"Akhirnya jadian lagi" ucap Ririn.


"Oh iya, Na! kan bentar lagi tahun baru, nanti kita double date yuk" ucap Ririn.


"Ayo" ucap Bina.


"Kok gue gak diajak sih" keluh Fanny.


"Kan luh gak punya pacar, Fan" ucap Ririn.


"Ya gak apa-apa" ucap Fanny.


"Luh emangnya mau jadi nyamuk?" tanya Ririn.


"Kan gue bisa ajak Rizky, jadi gue gak bakal dikacangin" ucap Fanny.


"Udah luh jadian aja sama Rizky" ucap Bina.


"Enggak mau, dia bukan tipe gue. Lagian kan dia sahabat gue, masa iya gue jadiin dia pacar" ucap Fanny.


"Ya udah balikan lagi aja sama Nino" ucap Ririn.


"Gak mau, nanti yang ada gue diselingkuhin lagi sama dia" ucap Fanny.


"Fan, Nino waktu itu pernah ngomong ke gue. Kalau dia tuh waktu dulu suka kesel sama luh gara-gara setiap kali luh diajak jalan, luh selalu nolak dengan alasan lagi nonton drama Korea. Makanya dia jalan sama cewek lain gara-gara luh nya gak mau diajak jalan mulu kali sama dia" ujar Bina.


"Tapi setidaknya kalau kesel sama gue ya omongin, bukan malah jalan sama cewek lain" ucap Fanny.


"Iya juga sih, Nino emang salah" ucap Bina.


"Tapi kalau cewek itu bukan selingkuhannya gimana? siapa tahu kan saudaranya" ucap Ririn.


"Lebih baik luh tanya ke Nino deh, Fan! biar jelas kalau cewek itu siapa, siapa tahu kan yang diomongin Ririn bener kalau ternyata cewek itu saudaranya Nino" ucap Bina.

__ADS_1


__ADS_2