
"Udah jelas kamu bohong sama aku" ucap Bina.
"Maksud kamu apa sih, Na?" tanya Arka.
"Udah jujur aja! bilang bahwa gelang itu baru kamu beli" ucap Bina.
"Itu emang gelang yang waktu itu kok, Na" ucap Arka berbohong.
"Yakin?" tanya Bina.
"Iya, percaya deh sama aku" ucap Arka.
"Gak, aku gak akan pernah percaya lagi sama kamu" ucap Bina dengan mata berkaca-kaca.
"Na, kamu kenapa sih? aku kan udah nemuin gelangnya, masih aja aku yang salah" ucap Arka.
"Udah lah! aku capek, pingin istirahat" ucap Bina sambil menahan tangisnya.
"Kamu lebih baik pulang aja" ucap Bina lagi.
"Yaudah kalau kamu mau istirahat, tapi ambil lagi gelang punya kamu" ucap Arka sambil memberikan gelang milik Bina.
"Udah pake aja sama kamu" ucap Bina kecewa.
"Kok pake sama aku sih, kan aku juga punya" ucap Arka.
"Ya gak apa-apa, kan punya kamu jadi ada dua" ucap Bina.
"Na, jangan gitu dong! kan ini gelang buat kamu" ucap Arka.
"Oh iya tunggu sebentar" ucap Bina sambil berlari pergi menuju kamarnya, lalu setelah itu ia pun segera kembali menghampiri Arka.
Lalu Bina pun memegang tangan Arka, dan langsung menaruh gelang milik Arka pada telapak tangan Arka.
"Nih gelang kamu" ucap Bina sambil menahan tangisnya.
Arka pun langsung terdiam saat Bina memberikan gelang tersebut.
"Na, aku bisa jelasin" ucap Arka.
"Gak usah dijelasin, lagian udah ketahuan bohongnya" ucap Bina.
"Lebih baik kamu pulang deh, aku pingin istirahat" ucap Bina sambil menutup pintu rumahnya.
Arka pun langsung mematung, sebab ia ketahuan berbohong oleh Bina.
"Diluar ada siapa sih, Niel?" tanya Sarah.
"Gak, tahu" ucap Daniel.
"Dek, ada siapa?" tanya Daniel namun tidak dijawab oleh Bina karena Bina buru-buru pergi menuju kamarnya.
Akhirnya Daniel pun segera pergi keluar untuk memastikan siapa yang datang.
Setelah membuka pintu, Daniel pun melihat Arka yang hendak pergi.
"Arka" panggil kak Daniel.
Lalu Arka pun menoleh kearah kak Daniel.
"Kenapa gak masuk?" tanya kak Daniel.
"Enggak apa-apa kak, lagian Bina nya ngantuk katanya, jadi gue lebih baik pulang aja" ucap Arka.
"Yaudah gue pamit dulu ya, kak" ucap Arka lagi.
"Iya, hati-hati" ucap kak Daniel.
Lalu Arka pun segera melajukan motornya menuju rumahnya.
Setelah Arka pergi, Daniel pun segera masuk kedalam rumahnya dan ia langsung menghampiri Sarah.
__ADS_1
"Ada siapa?" tanya Sarah.
"Pacarnya Bina" ucap Daniel.
"Kenapa gak disuruh masuk?" tanya Sarah.
"Dia nya gak mau, soalnya si Bina nya ngantuk jadi dia gak mau ganggu istirahat Bina kali, makanya dia langsung pulang" ucap Daniel.
"Bukannya tadi Bina tidur nya lama ya, kok masih ngantuk sih" ucap Sarah.
"Dia kan kebo" ucap Daniel sambil tertawa.
"Niel, aku mau pulang" ucap Sarah.
"Ya udah ayo" ucap Daniel.
Lalu Daniel pun segera mengantarkan Sarah pulang.
****
Skip
Keesokan harinya.
Bina pun segera menelepon Julian.
"Hallo, Na" ucap Julian.
"Jul, jangan lupa bawa kerajinannya ya" ucap Bina.
"Iya, ini dibawa kok" ucap Julian.
"Ya udah deh, gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Bina.
"Iya" ucap Julian.
Lalu Bina pun segera menutup panggilan teleponnya.
"Hmm" ucap kak Daniel.
"Na, Arka kemana? kok dia gak pernah kesini sih" heran mamah.
"Lagi sibuk kali, mah" ucap Bina.
"Berantem lagi ya sama Arka?" tanya mamah memastikan.
"Enggak kok" ucap Bina berbohong.
"Kalau gak berantem kenapa berangkatnya sama Daniel" ucap mamah.
Bina pun langsung terdiam.
"Dek, ayo berangkat" ucap Daniel yang selesai sarapan.
Akhirnya mereka berdua pun segera pergi keluar.
Saat tiba diluar, Bina pun melihat Arka didepan rumahnya.
"Tuh ada Arka, dek! lebih baik luh berangkat bareng dia aja" ucap kak Daniel.
"Na" panggil Arka.
"Cepet samperin" ucap kak Daniel kepada Bina.
Tin...tin
Bina, Arka dan kak Daniel pun langsung melihat kearah orang yang membunyikan klakson.
"Na, pake nama kita gak di hiasan bunga nya?" tanya Julian.
Bina pun langsung menghampiri Julian.
__ADS_1
"Iya, pake" ucap Bina.
"Yaudah sama luh aja tulisnya, soalnya tulisan gue jelek" kata Julian.
Akhirnya Bina pun segera menuliskan namanya dan nama Julian di hiasan bunga tersebut.
Arka pun menahan cemburu melihat Bina dekat dengan Julian.
"Nih, udah" ucap Bina.
"Yaudah gue berangkat duluan ya" ucap Julian.
"Jul, gue berangkat bareng luh ya" ucap Bina.
"Tapi kan luh sama Arka" ucap Julian.
"Bina berangkat bareng luh aja" sahut Arka.
Lalu Arka pun segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena ia sangat emosi.
"Dek, jahat banget luh! kasihan Arka udah jauh-jauh kesini" ucap kak Daniel.
"Jul, ayo berangkat" ucap Bina sambil menaiki motor Julian.
"Na, gimana kalau Arka marah sama gue" ucap Julian.
"Kalau dia marah sama luh, nanti gue marahin balik" ucap Bina.
Kemudian Julian pun segera melajukan motornya menuju sekolah.
Setelah sampai di parkiran sekolah, Bina dan Julian pun segera turun dari motor.
"Na, luh kenapa berangkat bareng Julian?" tanya Ardan yang berada disebelahnya karena Julian memarkirkan motornya tepat disebelah motor Ardan.
Bina pun tidak menjawab ucapan Ardan, dan dia langsung pergi menujuĀ kelasnya.
"Jul, Arka emangnya gak jemput Bina?" tanya Ardan.
"Arka jemput kok, tapi Bina nya gak mau. Kayaknya mereka lagi berantem deh" ucap Julian.
"Ya ampun, cuma gara-gara gelang doang sampe berantem segala" ucap Ardan.
"Gara-gara gelang? kok bisa cuma gara-gara gelang doang jadi berantem" bingung Julian.
"Iya, cuma gara-gara masalah gelang Arka yang hilang" ucap Ardan.
Setelah selesai mengobrol, mereka berdua pun segera pergi menuju kelasnya.
****
"Rin, luh kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Fanny.
"Gue seneng aja gara-gara kemarin dianter sama Ardan" ucap Ririn.
"Luh gak ada niatan traktir gue gitu? kan gue udah bantuin bilang bahwa luh suka ke Ardan" ucap Fanny.
"Kenapa minta gue buat traktir luh? kan luh udah kaya ngapain pake minta traktir segala" ucap Ririn.
"Bukan gue yang kaya, tapi orang tua gue" ucap Fanny.
"Tapi kan sama aja" ucap Ririn.
"Beda lah, kan itu duit hasil kerja orang tua gue. Sedangkan gue belum punya penghasilan" ucap Fanny.
Lalu tiba-tiba Bina pun menyenderkan kepalanya pada pundak Ririn.
"Na, luh kenapa?" tanya Ririn karena melihat Bina yang tidak seperti biasanya.
"Luh gak kuat ya buat cuekin Arka?" tanya Fanny.
"Luh sih, Fan! ngapain coba nyuruh Bina buat cuekin Arka. Udah tahu kan Bina gak bisa cuek sama Arka" ucap Ririn.
__ADS_1
"Yaudah sih, kalau luh gak kuat jangan dilanjut aja" ucap Fanny.