Prince Of School

Prince Of School
Episode 46


__ADS_3

Bina pun sedang memikirkan ucapan Fanny.


"Yang disukai Julian siapa ya?" batin Bina.


"Na, luh temen kecilnya Julian kan?" tanya Ririn.


"Iya" ucap Bina.


"SD nya bareng gak sama Julian?" tanya Ririn lagi.


"Iya, kita sekelas" ucap Bina.


"Apa jangan-jangan yang disukai Julian itu luh" ujar Rizky.


"Gak mungkin lah, Ky" ucap Bina.


"Mungkin aja" sahut Fanny.


"Luh tahu dari mana kalau itu gue? Kan bisa jadi yang lain" kata Bina.


"Soalnya dia bilang, cewek yang disukainya itu udah punya pacar" ucap Fanny.


"Bisa aja bukan gue" ucap Bina.


"Kita tanya aja langsung" sahut Rizky.


Rizky pun segera menghampiri Julian yang berada diluar kelas dan membawanya menuju kedalam kelas untuk bertemu Bina, Ririn dan Fanny.


"Ada apa?" bingung Julian.


"Ada yang mau gue omongin" ucap Bina.


"Mau ngomong apa, Na?" tanya Julian.


"Temen SD yang luh suka itu siapa?" tanya Bina.


Julian pun hanya diam.


"Bukannya gue kan?" tanya Bina.


"Jawab!!!" ucap Bina.


"Gue gak bisa jawab, karena itu rahasia gue"


Ardan pun menghampiri mereka berlima karena penasaran dengan pembicaraan yang mereka bahas.


"Kenapa nih?" tanya Ardan.


"Itu loh, Dan. Katanya Julian suka sama temen SD nya" ucap Rizky


"Emang temen SD nya siapa?" tanya Ardan.


"Dia gak ngasih tahu" ucap Rizky.


"Ada disini kali temen SD nya" kata Ardan.


"Sok tahu banget luh" ucap Julian


"Terus kenapa luh gak jawab?" tanya Ardan


"Cewek yang ikut futsal, cepet ganti baju!!!" teriak Jason


"Fan, luh ikut futsal kan? " tanya Bina.


"Iya" ucap Fanny


"Semangat" ucap Bina


Fanny pun hanya mengangguk.


"Yaudah gue ganti baju dulu ya" ucap Fanny dan ia pun segera pergi ke toilet.


"Rin, luh gak ikut futsal?" tanya Bina.


"Enggak" ucap Ririn


"Kenapa?" tanya Bina


"Gue gak bisa kalau futsal mah" jawab Ririn.


"Yaudah, kita ke lapangan yuk!" ajak Bina.

__ADS_1


"Yuk!" ucap Ririn


Bina dan Ririn pun segera pergi ke lapangan untuk menonton pertandingan futsal.


Setelah sampai di lapangan, Bina dan Ririn pun duduk dipinggir lapangan sambil menonton pertandingan.


"Rin" panggil Bina.


"Apa, Na?" tanya Ririn.


"Gimana kalau ternyata yang disukai Julian itu beneran gue" ucap Bina.


"Kan tadi luh bilang sendiri, bukan luh yang disukai Julian" ucap Ririn.


"Tapi kenapa dia gak jawab pertanyaan gue?" kata Bina.


"Iya juga sih" ucap Ririn.


"Perkataan Ardan tadi juga ada benernya. Kenapa coba dia gak jawab,  kan kalau gitu jadi curiga kalau orang yang disukainya ada didekat dia" kata Ririn.


"Kalau beneran gue orangnya, gue jadi merasa bersalah sama Fanny" ucap Bina.


"Udah, Na. Jangan dipikirin soal yang tadi" ucap Ririn.


"Soal cewek yang Julian suka?" sahut Ardan yang tiba-tiba muncul.


"Ih luh mah, kepo mulu" ucap Ririn.


"Luh temen SD nya Julian kan, Na?" tanya Ardan.


"Luh kok tahu" heran Bina.


"Iya kan waktu itu luh bilang kalau luh itu temen kecilnya"


"Tapi kan gue gak bilang sama luh kalau gue sama Julian SD nya samaan"


"Gue nebak aja sih kalau itu, soalnya pikiran gue kan nyangkanya temenan dari kecil pasti sekolah SD nya juga bareng" jelas Ardan.


"Tapi gue sama anak-anak Stray Squad udah tahu kok kalau Julian suka sama luh" ujar Ardan.


"Tahu dari mana?" tanya Bina.


"Dan gue lihat waktu di kelas, dia selalu merhatiin luh" kata Ardan lagi.


"Pantes aja Arka selalu cemburu saat gue deket Julian" gumam Bina.


"Inget gak waktu luh berantem sama Bella?" tanya Ardan


"Yang gue gak sengaja numpahin jus?" ucap Bina.


"Iya, sebenernya waktu itu Arka mau nolongin luh. Tapi dia ngurungin diri karena ada Julian yang ngebantuin luh" jelas Ardan.


"Arka bilang ke anak-anak Stray Squad katanya dia ngerasa Julian lebih baik daripada dirinya. Dia ngerasa luh bakal bahagia kalau sama Julian"


Tanpa sadar, Bina pun menangis mendengar ucapan tersebut.


"Dan, udah! Tuh lihat Bina jadi nangis" ucap Ririn sambil memeluk Bina.


Tangisan Bina pun semakin menjadi-jadi akibat pelukan dari Ririn.


"Na, luh kok jadi nangis gini sih" ucap Ardan merasa bersalah.


Ardan pun segera mengambil ponselnya yang berada disaku celananya.


Lalu Ardan pun mem-video call Arka.


"Kenapa video call gue?" tanya Arka.


"Tuh lihat cewek luh" ucap Ardan sambil mengarahkan kamera ponselnya kepada Bina yang sedang menangis.


"Bina kenapa?" tanya Arka


"Dia nangis gara-gara gue" ucap Ardan.


"Luh apain dia?" kesal Arka.


"Gue cerita ke Bina tentang ucapan luh yang waktu Julian nolongin Bina saat berantem sama Bella" jelas Ardan.


"Kameranya arahin ke Bina! Gue mau ngomong sama dia" perintah Arka.


Ardan pun mengarahkan kamera ponselnya pada Bina.

__ADS_1


"Na" panggil Arka.


Bina pun hanya menangis.


"Sayang jangan nangis" ucap Arka.


"Aku bakal tarik kata-kata aku. Karena aku yakin kalau aku lebih baik dan lebih bisa buat kamu bahagia dibanding lelaki lain" ucap Arka serius.


Bina pun mengangguk mengiyakan ucapan Arka.


"Udah ya, jangan nangis. Nanti kalau kamu nangis aku jadi sedih lihatnya" ucap Arka.


Lalu Bina pun segera mengusap air matanya, agar Arka tidak merasa sedih.


"Ka" panggil Bina.


"Kenapa sayang?" tanya Arka.


"Nanti pulang sekolah, aku ke rumah kamu ya"


"Iya, boleh"


"Aku mau bareng sama anak-anak Stray Squad ke rumah kamunya"


"Dibonceng siapa?" tanya Arka.


"Ardan"


"Kok gue!" sahut Ardan.


"Gak boleh ya? Yaudah aku sama Raihan aja" ucap Bina.


"Jangan! Udah sama Ardan aja. Kalau sama Raihan nanti kamu digombalin terus"


"Tapi Ardan nya gak mau bonceng aku"


"Nanti gue kasih ongkos deh, buat bensin" ucap Arka kepada Ardan.


"Serius luh?" sahut Ardan.


"Iya" ujar Arka.


"Yaudah, nanti luh dibonceng sama gue aja" ucap Ardan kepada Bina.


"Rin, mau ikut gak?" tanya Bina


"Enggak, Na. Lagian kalau gue ikut pasti luh berdua terus sama Arka" ucap Ririn.


"Yaudah gue matiin ya vc nya" ucap Ardan


Ardan pun mematikan vc nya bersama Arka.


"Gak apa-apa kan kalau gue boncengan bareng Ardan lagi?" bisik Bina kepada Ririn.


"Gak apa-apa" bisik Ririn kepada Bina.


"Kalian ngebisikin apa sih?" ucap Ardan penasaran.


"Kepo luh!" ucap Bina.


"Dan, kenapa gak bareng anak-anak Stray Squad yang lain?" tanya Ririn


"Gak apa-apa, gue pingin jalan-jalan kesana kemari aja" ucap Ardan


"Rin, ada yang luh suka ya di Stray Squad" ucap Ardan.


Ririn pun terdiam.


"Luh suka Raihan ya" ucap Ardan


"Dulu suka tapi sekarang enggak" ucap Ririn


"Iya gue tahu"


"Tahu dari mana?"


"Bina"


Ririn pun menatap tajam Bina.


"Maaf gue keceplosan" cengir Bina.

__ADS_1


__ADS_2