Prince Of School

Prince Of School
Episode 56


__ADS_3

Sesampainya di rumah Bina, Bina pun turun dari motornya Arka.


"Ka, kenapa sih tadi kamu cium pipi aku segala. Kan aku malu" ucap Bina.


"Kan biar mereka percaya, Na" ucap Arka dengan santai.


"Na, aku pulang ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


Arka pun segera melajukan motornya.


Setelah Arka pergi, Bina pun segera masuk kedalam rumahnya.


Lalu Bina pun langsung menuju kamarnya dan ia segera berganti pakaian.


"Bina!!!" teriak mamah dari ruang tamu.


"Apa mah" teriak Bina.


"Sini dulu!" teriak mamah.


Bina pun segera turun kebawah untuk menemui mamahnya.


"Kenapa, mah?" tanya Bina.


"Kasih ini ke om David" ucap mamah sambil memberikan kue brownies buatannya.


"Sama kak Daniel aja mah, Bina cape baru pulang sekolah" keluh Bina.


"Kakak kamu belum pulang" ucap mamah.


"Emang kak Daniel kemana?" tanya Bina.


"Lagi kerja kelompok sama temen kuliahnya" ucap mamah.


"Bina mau makan dulu soalnya belum makan, nanti aja kasih kue ke om David nya" ucap Bina.


"Nanti aja makannya, lagian deket ini rumah rumahnya" ucap mamah.


"Yaudah deh" ucap Bina sambil mengambil kue brownies buatan mamah.


Bina pun segera pergi menuju rumahnya om David.


Setelah sampai di rumahnya, Bina pun menekan bel rumahnya.


Tidak lama kemudian, ada seseorang yang membuka pagar rumah tersebut.


"Eh Bina, ada apa kesini?" tanya Julian.


Bina pun sedikit canggung saat bertemu dengan Julian.


"Gue mau ngasih kue buatan mamah" ucap Bina.


"Yaudah, masuk yuk kedalem" ajak Julian.


"Gak usah, gue cuma mau ngasih ini doang kok" ucap Bina.


"Luh gak mau ketemu papah gue dulu? Luh udah lama belum pernah nyapa dia lagi loh" ucap Julian.


"Yaudah deh" ucap Bina


Julian dan Bina pun segera masuk kedalam rumah Julian.


"Jul, itu siapa?" tanya papah Julian yang sedang berada di ruang tamu.


"Ini Bina, pah. Anaknya om Angga" ucap Julian.


"Hallo, om" sapa Bina.


"Oh anaknya Angga, sini duduk dulu" ucap om David.


Bina pun menuruti perintah om David.


"Jul, ambilkan minum buat Bina" ucap papah Julian.

__ADS_1


"Gak usah, om. Tadi aku udah minum kok di rumah" ucap Bina.


"Oh yaudah kalau gitu" ucap om David.


Julian pun duduk disamping Bina.


"Kamu sekelas sama Julian kan?" tanya om David.


"Iya, om" ucap Bina.


"Jul, kamu gak naksir apa sama Bina? Bina cantik loh" ucap papahnya Julian.


Julian pun hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan papahnya


"Kenapa suasananya jadi canggung gini sih" batin Bina.


"Kamu udah punya pacar belum, Jul?" tanya papah Julian kepada Julian.


"Belum, pah" ucap Julian.


"Kalau Bina udah punya pacar belum?" tanya om David.


"Udah, om" ucap Bina.


"Oh udah ya, sayang banget tadinya om mau jodohin kalian berdua" ucap om David.


"Om, Bina pamit pulang ya. Bina mau nganterin kue ke tetangga lain" ucap Bina berbohong.


"Oh iya" ucap om David.


"Jul, anterin Bina keluar" ucap om David.


"Gak usah, om. Bina bisa keluar sendiri kok" ucap Bina.


"Oh yaudah" ucap om David.


Bina pun segera pergi menuju rumahnya.


"Huh, canggung banget tadi" gumam Bina.


"Bosen banget sih di rumah" gumam Bina.


"Gue telepon Arka aja deh dari pada bosen" gumam Bina lagi.


Bina pun segera menelepon Arka.


"Hallo" ucap seorang cewek.


Bina pun terdiam saat mendengar suara cewek yang menjawab panggilannya.


Lalu Bina pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Arka lagi sama siapa ya? kenapa yang angkat teleponnya cewek" ucap Bina dengan mata berkaca-kaca.


Bina pun segera pergi ke rumah Arka dengan menggunakan taksi.


Setelah sampai di rumah Arka, Bina pun segera menekan bel rumah Arka.


Lalu seseorang pun membukakan pagar rumah Arka.


"Eh Bina, pasti mau ketemu Arka ya?" tanya kak Putra.


"Iya, kak. Arka nya ada kak?" tanya Bina.


"Gak ada, dia belum pulang dari tadi" ucap kak Putra.


"Oh gitu ya, kak" ucap Bina.


"Emangnya kalian gak ketemu di sekolah?" tanya kak Putra.


"Ketemu, bahkan tadi Arka nganterin Bina pulang" ucap Bina.


"Terus kemana ya tuh bocah" bingung kak Putra.


"Yaudah kalau gitu Bina pamit ya, kak" ucap Bina.

__ADS_1


"Oh iya. Nanti kalau Arka nya udah pulang, kak Putra bakal bilang ke Arka kalau kamu datang kesini" ucap kak Putra.


Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan kak Putra.


Lalu Bina pun berjalan kaki menuju rumahnya, karena siapa tahu ia bertemu dengan Arka.


Bina pun terus memikirkan siapa cewek yang mengangkat panggilan teleponnya.


Tanpa sadar, Bina pun menangis karena ia takut Arka mempunyai cewek lain.


Bina pun terus berjalan kaki hingga beberapa meter, namun ia sama sekali tidak melihat Arka.


Tin..tin


(Suara klakson motor)


Bina pun melihat kearah motor yang membunyikan klakson tersebut, ia kira itu adalah Arka ternyata bukan.


"Na, habis dari mana?" tanya Rino.


"Dari rumah Arka" ucap Bina dengan pelan.


"Luh gak apa-apa kan?" tanya Rino.


Bina pun tidak menjawab ucapan Rino.


"Luh diapain sama Arka?" tanya Rino.


"Gue gak di apa-apain kok" ucap Bina.


"No, boleh anterin gue pulang gak? gue cape banget" ucap Bina kelelahan.


"Boleh, yaudah ayo naik" ucap Rino.


Brug


Bina pun pingsan akibat kecapean.


"Na, bangun" ucap Rino sambil menepuk-nepuk pelan pipi Bina.


"Tolong!!!" teriak Lino pada orang-orang.


Orang-orang yang sedang berada dipinggir jalan pun segera menghampiri Rino dan Bina.


"Pak, boleh tolong panggilin taksi gak?" pinta Rino.


"Oh iya" ucap bapak tersebut.


Beberapa menit kemudian, taksi pun datang.


Rino pun segera menggendong Bina kedalam taksi tersebut.


"Pak, saya titip motor saya ya" ucap Rino.


"Iya" ucap bapak itu.


Rino pun segera masuk kedalam taksi untuk menemani Bina.


Setelah sampai di rumah sakit, Rino pun meminta bantuan kepada perawat yang berada di rumah sakit tersebut untuk membawa Bina kedalam.


Rino pun mengikuti Bina dari arah belakang. Setelah sampai ke ruangan pasien, Rino pun berniat untuk masuk tetapi dicegah oleh perawat itu karena mereka akan memeriksa Bina terlebih dahulu.


Rino pun menunggu Bina sambil duduk di kursi dekat ruangan tersebut. Kemudian ia pun bingung harus menelpon ke siapa, karena ia tidak mempunyai nomer orang tuanya Bina.


Karena ia tidak mempunyai nomer orang tua Bina, maka ia pun segera menelepon Billy karena Billy adalah temen sekelas Bina.


"Hallo, No" ucap Billy.


"Bil, Bina pingsan! sekarang dia ada di rumah sakit. Gue telepon luh karena gue gak tahu mesti telepon siapa lagi" ucap Rino.


"Sekarang luh ada di rumah sakit mana?" tanya Billy.


"Di rumah sakit Pelita" ucap Rino


"Yaudah sekarang gue kesana, sekalian nanti gue telepon Ririn" ucap Billy.

__ADS_1


__ADS_2